KEMILAU Cintaku KAMELIA Di Ujung Senja

KEMILAU Cintaku KAMELIA Di Ujung Senja
ISYARAT PERMUSUHAN


__ADS_3

Kamelia berusaha memasang wajah datar agar mampu menyeimbangkan perasaannya jika ada sesuatu yang membuat hatinya akan terluka. Dia berjalan ke ruang tamu dengan dibimbing oleh pelayan paruh baya tadi. Pelayan itu berusaha setenang mungkin agar nona kecilnya itu tetap bersemangat.


Semua tetamu yang dibawa Idris begitu terkesima melihat keanggunan Kamelia. Wajah cantik alami nan ayu yang dimilikinya terpancar jelas dari tubuhnya.


Tidak terkecuali Kemil, dia tidak berhenti menatap wajah Kamelia dari kejauhan. Dan hal itu membuat Misya tidak menyukainya. Dulu Toni begitu tergila-gila kepada Kamelia, dan sekarang dia melihat Kemil begitu terpana dengan kehadiran Kamelia. Meskipun dia tidak benar-benar mencintai Kemil, tapi rasa irinya yang menggunung terhadap Kamelia membuatnya membenci itu.


Meskipun dia dalam hamil, tapi dia tetap terlihat cantik~ Gumam Rahma berdecak kagum.


Seandainya saja yang terjadi saat ini tidak menjadi teka-teki untukku, mungkin dia yang akan ku pilih sebagai menantuku...~ Mata Rahma tak berhenti memandang calon menantu pilihan suaminya itu.


"Kamelia, sini nak..." Panggil Idris dengan tersenyum bangga.

__ADS_1


Kamelia mendekat ke arah Idris dan menyalaminya dengan senyum yang mulai merekah dari bibir manisnya.


Hal itu membuat Kemil dan Rahma semakin dirasuki rasa curiga. Entah apa yang ada dalam pikiran Idris saat itu. Padahal Idris sendiri tahu bahwa wanita yang akan dijadikannya menantu tengah mengandung anak dari pria yang tidak jelas siapa dan entah dimana.


Tidak terkecuali Agung dan Maya, mereka memerhatikan tingkah Idris dengan bingung. Sedangkan Ramdani hanya bersembunyi di balik ruangan lainnya.


Ramdani begitu merindukan Kamelianya, hanya saja dia masih begitu kecewa dengan apa yang menimpa adik semata wayang yang teramat dicintainya itu.


Tiba-tiba tatapan Kamelia terhenti ketika berada tepat di wajah Kemil. Lelaki yang selalu menjadi mimpinya semenjak kecil. Lelaki yang selalu datang ke desanya dan bermain di perkebunan milik teman ayahnya itu. Yang selalu diusilinya dan digangguinya.


Kemil yang sadar ditatap Kamelia segera membuang muka, pertanda memberi isyarat permusuhan kepada calon istri pilihan papanya itu.

__ADS_1


Kamelia segera menundukkan wajahnya. Ada rasa-rasa sakit di hatinya ketika pertemanannya selama ini yang terputus karena jarak dan waktu tidak akan bisa disambung lagi meski pemisah itu telah lenyap.


Dia juga sempat melirik ke arah Misya, perempuan yang pernah menjadi temannya kala SMA dulu. Misya yang menepiskan senyum penuh ejek padanya.


Acara demi acara bergulir dengan khidmad, hingga penentuan hari pernikahan yang tidak terlalu lama menunggu. Pernikahan Kemil dan Kamelia ditetapkan seminggu setelah hari itu.


Hanya orang tua Kamelia dan kerabat Idrislah yang terbelalak akan keputusan Idris. Sedangkan Kemil dan mamanya sudah paham dengan situasi sebenarnya. Tetapi mereka tidak bisa membantah sedikitpun. Mereka masih ingat betul ancaman Idris sore kemaren.


Kamelia sesekali melirik ke arah halamannya yang luas dari kaca jendela yang transparan dari dalam. Dia menunggu kedatangan abungnya yang pasti tidak akan datang. Dia tidak tahu kalau abungnya itu ada di ruamah. Hanya saja Ramdani tidak ingin menyaksikan acara lamaran untuk adiknya yang dalam situasi seperti itu.


Ramdani begitu terenyuk mendengar pembicaraan papanya dengan Idris tadi tentang pernikahan adiknya yang hanya berjangka sembilan bulan. Dia sungguh kecewa karena merasa gagal telah melindungi Kamelia kecilnya.

__ADS_1


Meskipun satu masalah selesai. Namun pada akhirnya akan timbul masalah baru untuk adiknya, begitulah pikir Ramdani kala itu.


__ADS_2