KEMILAU Cintaku KAMELIA Di Ujung Senja

KEMILAU Cintaku KAMELIA Di Ujung Senja
KE RUMAH SAKIT


__ADS_3

Semenjak hari itu, Kemil sudah mulai peduli dengan Kamelia. Dia sering menanyakan keadaan Kamelia dan selalu mengantar Kamelia ke puskesmas tanpa disuruh terlebih dahulu oleh papanya.


Kamelia pun juga terlihat bahagia. Bahkan Kamelia juga semakin kuat ketika Rahma memperlakukannya dengan tidak baik.


Semakin hari Rahma semakin membenci Kamelia. Tidak hanya perhatian suaminya, bahkan perhatian Kemil, putranya serasa direbut juga oleh Kamelia darinya.


Usia kandungan Kamelia sudah mencapai lima bulan. Kemil mengajaknya ke rumah sakit untuk melakukan USG agar dapat mengetahui jenis kelamin bayi yang dikandung istrinya itu.


Dan karena alat medis di puskesmas desanya tidak terlalu mencukupi, Kemil berencana membawa Kamelia ke kota.


Ketika Kemil mengemudikan mobil yang membawa mereka di jalanan yang menghubungi desa mereka dengan jalan lintas, tiba-tiba Kamelia terlihat gusar. Keringat dingin bercucuran deras dari tubuhnya. Dan tubuh Kamelia bergetar dengan hebat. Dia memejamkan matanya sedangkan tangannya mengepal kuat. Bibir bawahnya yang tipis digigitnya hingga mengeluarkan sedikit darah kental. Bayangan dirinya diperkosa kembali bermunculan dibenaknya. Napasnya turun naik tidak beraturan.


Kemil menoleh sedikit ke arah Kamelia dan refleks menoleh kembali seraya mengerem mobilnya dengan tiba-tiba ketika menyadari keadaan istrinya itu.


Kemil meraih bahu Kamelia dan membenamkan kepala Kamelia di dalam dekapannya.


"Kamelia, tenanglah.... Bibirmu terluka..." Kemil berteriak saking khawatirnya dengan keadaan Kamelia saat itu. Kemil memaksa Kamelia untuk menggigit slayer kain miliknya.


Kemil semakin mengeratkan dekapannya kepada Kamelia. Dia cemas, tetapi juga bingung dengan kondisi istrinya itu.


Kamelia masih menggigil ketakutan. Sepertinya ada trauma hebat pada dirinya pasca pemerkosaan beberapa bulan lalu. Dia menunjuk ke arah padang ilalang pinggiran jalan tanpa menoleh.


Kemil yang seakan mengerti segera melajukan kembali mobilnya dengan kecepatan tinggi. Karena jalan pedesaan, jadi tidak banyak kendaraan yang berlalu lalang disana.

__ADS_1


Kamelia tertidur setelah Kemil melajukan mobilnya menjauh dari tempat itu. Dia merasakan ketenangan karena dekapan Kemil tadi.


Ketika sudah mencapai jalan lintas yang cukup ramai, Kemil kembali melambatkan laju mobilnya. Dia memandang Kamelia yang tertidur pulas.


Apa sebenarnya yang telah terjadi kepada dirinya? Kenapa aku begitu tidak rela melihatnya seperti itu?


Kemil sesekali menatap sendu wajah Kamelia sambil memainkan tongkat bulat yang dipegangnya.


Pada saat mereka telah sampai di rumah sakit, Kemil tidak langsung membangunkan Kamelia. Dia mengelus pipi Kamelia dengan punggung tangannya.


Perlahan-lahan Kamelia mengerjapkan matanya. Kemil gelagapan dan segera menghadap ke depan kembali.


"Kita sudah sampai?" Kamelia memperbaiki posisi duduknya dan mengucek kedua bola matanya yang sedikit menyembab.


"Sudah..." Jawab Kemil singkat.


Kemil hanya memainkan alis matanya mengisyaratkan untuk tidak mempermasalahkannya.


"Ayo turun..." Ajak Kemil seraya turun dari mobilnya. Bukan enggan membukakan pintu untuk Kamelia. Dia hanya sedikit gengsi.


Kamelia segera turun dan masuk ke dalam rumah sakit. Tiba-tiba tangan Kemil meraih tangannya dan menggandeng dirinya masuk ke dalam.


Kamelia tersentak dan sedikit terkejut akan hal itu.

__ADS_1


"Aku temani..." Ucapnya datar.


"Tapi, Kemil..." Kamelia menghentikan langkahnya.


"Sssttt... Tidak usah membantah." Kemil menaruh telunjuknya di bibir Kamelia sehingga Kamelia tidak lagi melanjutkan ucapannya.


"Apa masih sakit?" Kemil mengusap bibir bawah Kamelia yang terluka tadi.


Kamelia menggeleng. Dia merasakan kenyamanan atas perlakuan Kemil pada dirinya saat itu.


Sebenarnya aku tidak berharap kamu akan memperlakukanku dengan baik seperti ini...


Aku takut, aku tidak bisa lagi merasakannya nanti...~ Batin Kamelia.


Setelah melakukan beberapa prosedur dan menunggu giliran mereka, Kamelia dan Kemil dipersilahkan masuk ke ruangan untuk melakukan USG agar dapat mengetahui jenis kelamin bayi yang dikandung Kamelia. Karena di Puskesmas sudah cukup memberitahukannya tentang keadaan dan kondisi kandungannya yang sehat dan baik-baik saja.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2