KEMILAU Cintaku KAMELIA Di Ujung Senja

KEMILAU Cintaku KAMELIA Di Ujung Senja
DUGAAN KEMIL


__ADS_3

Kemil masih tampak berpikir atas jawaban papanya. Memang masuk di akal, hanya saja ada kejanggalan menurutnya. Kenapa papanya begitu panik ketika dia mengatakan Kamelia sempat bertemu dengan kekasih Misya yang lain?


"Adakah yang Papa sembunyikan dari kami?" Kemil mengutarakan keraguannya.


Rahmah mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan dari putranya untuk suaminya itu. Sesaat dia menoleh bingung kearah Idris.


"Memangnya ada apa lagi, sayang?" Rahmah lebih tidak mengerti jalan pikiran putra semata wayangnya itu. Idris terlihat kikuk atas kepenasaran yang diperlihatkan Kemil. Dia berharap agar Kemil tidak bertanya-tanya lagi.


"Banyak gadis-gadis di desa kita ini yang baik-baik, cantik, terpandang dan ada juga kok yang sarjana. Tetapi kenapa Papa malah memilihkan Kamelia untuk Kemil?" Rahmah menoleh lagi kearah suaminya. Disitu hanya dia-lah yang kurang faham pokok pembicaraan putranya itu.


"M... Eee... Itu, Mil... Ya... Ya karena Kamelia itu adalah putri dari sahabat Papa? Wajar saja, kan? Apalagi Kamelia juga baik menurut Papa." Idris gugup ketika menjawab pertanyaan putranya yang sudah mengarah ke pokok rahasia besar yang disimpannya dalam beberapa bulan itu.


"Itu bukan jawaban dari pertanyaan Kemil, Pa..." Kemil semakin mencongkel kebenaran yang disembunyikan papanya.


"Lalu kamu mau bertanya apa, nak?" Rahmah semakin bingung dengan tingkah Kemil.

__ADS_1


"Kemil tadi sudah bilang kalau Kamelia begitu trauma melihat pacarnya Misya. Kamelia seperti orang yang kesetanan. Dia bahkan sampai menggigit bibirnya saking traumanya sampai berdarah, Pah, Mah..." Kemil menceritakan apa yang dilihatnya tentang sikap Kamelia tadi di depan Toni.


"Lalu sekarang Kamelianya tidak apa-apa, kan, sayang?" Rahmah terkejut dan begitu khawatir mendengar penuturan Kemil. Idris pun juga terkesiap mendengarnya.


"Itu bahkan tidak terjadi sekali di depan Kemil, Pah, Mah... Sudah tiga kali semenjak kami menikah." Rahmah dan Idris seakan tidak percaya akan pengakuan Kemil. "Pertama kali di pasar Tradisional, kedua di perjalanan hendak ke kota untuk melakukan USG, dan yang ketiga tadi." Kemil kembali mengingat kondisi Kamelia saat-saat itu. Dan dia yakin akan dugaannya.


"Dan Kemil yakin waktu di pasar Kamelia seperti itu juga, karena melihat yang namanya Toni itu juga. Kala itu Kemil juga melihatnya berada disana bersama Misya." Lanjut Kemil dengan yakin.


"Kemil yakin.. Orang yang telah memperkosa Kamelia adalah orang yang sama. Yaitu pacarnya Misya." Rahma mengatupkan kedua tangannya di bibirnya itu. Dia benar-benar terkejut mendengar dugaan Kemil.


"Yaa Allah... Tragis sekali nasib Kamelia..." Rahmah bergumam di sela keterkejutannya mendengar penuturan Kemil putranya.


"Dan yang jadi pertanyaan Kemil adalah... Papa pasti tau itu semua, kan?" Kemil mempertajam sorot matanya terhadap Idris yang hanya diam mematung dan tidak berani menatap kearah Kemil dan Rahmah.


Sontak rahmah menoleh kearah suaminya. Dia lebih terkejut lagi mendengar pertanyaan Kemil terhadap Idris yang sama sekali tidak dapat diduganya dari awal.

__ADS_1


Idris tetap terdiam. Dia kebingungan hendak menjawab apa terhadap Kemil.


"Pah... Jawab Kemil, Pah... Papa tau itu semua, kan? Tidak mugkin Papa akan menikahkan Kemil dengan Kamelia dengan begitu saja. Pasti Papa punya alasan tersendiri di balik ini semua. Kemil yakin tidak hanya dari Kemil dan Mama saja Lapa sembunyikan. Tapi juga dari orang tua dan kakaknya Kamelia, kan, Pa?" Mereka bertiga terlihat tegang.


"Papa tau, kan, apa yang terjadi sebenarnya terhadap Kamelia dari awal. Alasan Lapa bukan hanya sekedar untu memisahkan Kemil dan Misya saja, kan, pa?" Kemil bertanya dengan bertubi-tubi terhadap papanya yang semakin kebingungan.


Rahmah pun terlihat seperti mendukung pertanyaan putranya. Dia sedari tadi terus menatap suaminya yang gusar dan dilema.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2