KEMILAU Cintaku KAMELIA Di Ujung Senja

KEMILAU Cintaku KAMELIA Di Ujung Senja
ES PISANG IJO


__ADS_3

Sudah hampir tengah hari Kamelia baru keluar dari ruangan bidan, karena antrian yang begitu panjang. Dia tersenyum senang sambil mengusap-usap perutnya yang sudah mulai sedikit membuncit.


"Sayang... Kamu sehat kata bidannya, nak... Ibu senang mendengarnya. Hari ini Ibu akan turuti maunya kamu. Kamu mau Ibu makan es pisang ijo kan, nak?" Kamelia seakan mengajak anak dalam perutnya untuk mengobrol dengannya.


Kamelia mencari delman di depan puskesmas dan meminta kusirnya agar mengantarnya ke pasar di desa itu.


Kamelia begitu menikmati indahnya pemandangan desa yang dilaluinya. Angin sepoi-sepoi menerbangkan rambutnya yang panjang. Senyum merekah kembali hadir di bibir tipisnya itu.


Kamelia menjajaki setiap jajanan pasar yang berjajar. Matanya tiba-tiba berbinar ketika mendapati seseorang yang berjualan es pisang ijo yang dicarinya.


Baru saja Kamelia hendak mendekat, tiba-tiba tubuhnya bergetar hebat penuh ketakutan. Keringat dingin membanjiri tubuhnya. Kaki Kamelia berjalan mundur beberapa langkah.


Seorang lelaki yang tidak melihatnya tapi dapat ditangkap jelas oleh penglihatan matanya. Lelaki itu adalah penyebab rasa takut Kamelia saat itu.


Kamelia segera berlari dari sana sambil terengah-engah. Dia terlihat memiliki trauma berat terhadap orang itu.


Disisi lain, sepasang mata menangkap Kamelia yang tengah berlari ketakutan. Dia segera mendekat ke arah Kamelia dan menarik tubuh Kamelia ke dalam dekapannya.


Kamelia meronta-ronta. Keringat dingin mengucur semakin deras dari tubuhnya. Air matanya mengalir membasahi hampir seluruh wajahnya. Bayangan-bayangan dirinya di perkosa kembali menghantuinya.


"Kamel... Kamel.... Hey... Kamel, ini aku... Ini aku Kemiiilll... Tenanglah..." Ujar seseorang yang tidak lain adalah Kemil, suaminya.


Kamelia perlahan-lahan mulai tenang ketika mendengar ucapan Kemil. Dia memeluk erat tubuh Kemil yang mendekapnya sedari tadi.


Banyak mata tertuju kepada mereka berdua. Hingga Kemil akhirnya membawa Kamelia ke dalam mobilnya yang terparkir di tempat parkiran yang tidak jauh dari keberadaan mereka.


"Kamu kenapa?" Tanya Kemil ketika sudah berada di dalam mobil.


Kamelia tidak menyahuti pertanyaan Kemil. Dia hanya menunduk dan masih saja sesenggukan.

__ADS_1


Kemil mengusap kasar wajahnya. Dia tidak habis pikir dengan kebungkaman Kamelia sampai saat itu.


"Baiklah... Kenapa kamu ada disini?" Kemil mulai menyerah mempertanyakan tentang apapun mengenai sebab dan kondisi Kamelia.


"Aku ingin makan es pisang ijo..." Kamelia mulai menyahuti pertanyaan Kemil.


Yaa ampun... Harusnya aku bisa memperhatikannya.... Dia pasti saat ini sedang ngidam...


Disisi lain aku kasihan... Tetapi disisi lain aku penasaran dengan kamu...


"Apa kamu sudah mendapatkannya?" Tanya Kemil iba.


Kamelia menggeleng sedih.


"Baiklah... Kamu tunggu disini sebentar... Tidak usah melihat keluaran sana." Perintahnya seakan tahu ada seseorang yang membuat Kamelia terlihat syok.


"Terima kasih, Kemil..." Ucap Kamelia lirih seraya menoleh kearah Kemil yang hendak turun dari mobil itu.


Ketika mata Kemil menyapu setiap jajanan pasar, dia melihat Misya sedang berbicara dengan seorang lelaki yang sungguh asing baginya.


Lelaki itu seakan memohon kepadanya. Sedangkan Misya terlihat cemberut dan hampir menangis.


"Misya dengan siapa?" Kemil bergumam kecil keheranan. Tetapi karena Kamelia yang menjadi prioritasnya saat itu, dia membiarkan Misya kali itu.


Setelah mendapati keinginan Kamelia, Kemil segera menuju ke tempat mobilnya terparkir. Disana pun Kamelia juga pasti sedang menunggu dirinya.


"Ini pesanan kamu..." Kemil menyodorkan kresek yang berisi es pisang ijo keinginan Kamelia.


"Terima kasih..." Kamelia menerimanya dengan senang. Dia tersenyum lebar dengan sumringah. Ada binar-binar kebahagiaan di raut wajah cantiknya yang sedikit memucat.

__ADS_1


Ponsel Kemil berdering memecahkan suasana mereka berdua. Kemil seakan enggan mengangkatnya.


"Angkatlah... Mana tau penting..." Kamelia menoleh sedikit kearah Kemil.


"Hallo..." Akhirnya Kemil mengangkat dengan malas.


.....


"Oh... Ya sudah sayang... Kalau begitu aku pulang duluan ya." Kemil mengerinyitkan dahinya.


.....


"Iya, sayang... Kamu juga ya..."


Kemil mengakhiri panggilannya yang sepertinya dari Misya.


"Misya???" Tanya Kamelia.


"Iya..." Sahutnya singkat.


Kemil melajukan mobilnya untuk meninggalkan pasar itu bersama Kamelia.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2