
Suara jangkrik bertalu saling saut-menyaut. Malam itu, semua keluarga telah berkumpul di kediaman Arayan.
Bagi Kemil, hari itu adalah hari yang paling membahagiakan dalam hidupnya. Di hari spesialnya itu Kamelia menghadirkan keluarga inti mereka. Tidak hanya itu, Kemil bahkan menerima kado istimewa yang sama sekali tidak terduga dan belum sempat terfikir olehnya.
Ucapan selamat ulang tahun silih berganti terdengar oleh telinganya dari setiap bibir orang-orang yang menyayangi dan disayanginya.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh..." Kemil menutup suasana hiruk pikuk yang terjadi diantara mereka di ruang keluarga rumah itu dan mulai membuka acara yang telah disiapkan keluarga untuk dirinya pribadi di tanggal yang sama dengan tanggal kelahirannya dua puluh tujuh tahun silam.
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh..." Semua dari mereka menyauti salam Kemil. Suasana berganti hening, raut wajah dan sorot mata mereka dipenuhi berbagai pertanyaan.
Seperti hendak berpidato saja...
"Terimakasih untuk mama, papa, kak Adan, Fitria dan si kecil..." Kemil memandangi orang tuanya dan orang tua Kamelia, dia kemudian mengusap lembut pipi putri kecilnya Ramdani.
"Terimakasih Ton... Kamu sudah sempatkan datang kemari. Terimakasih bi Ina, bi Ina begitu baik sedari kakek masih hidup hingga sekarang." Bi Ina mengangguk haru akan sikap putra majikannya itu.
"Mah... Pah... Istri cantik Kemil ini selalu mengingatkan, setelah menikah Kamelia adalah milik Kemil sedangkan Kemil adalah milik mamah dan papah." Mereka terharu mendengar penuturan Kemil. Mata Rahmah dan Maya berkaca-kaca menatap ulasan senyum di wajah Kamelia.
"Hari ini, Kamelia memberitahukan kepada Kemil bahwa kami insyaa allah dipercayai lagi akan kehadiran bayi mungil, adiknya Milka..." Kemil mengusap lembut perut Kamelia yang berada di sampingnya.
"Benarkah?" Rahmah terlonjak mendengar kejutan dari Kemil. Kemil dan Kamelia mengangguk senang hampir bersamaan.
Rahmah berdiri dari duduknya dan segera memeluk Kamelia seraya menghujani pipi tembam Milka yang duduk tenang di atas pangkuan ibunya itu.
"Selamat ya Kemil..." Toni terlihat tulus dan berbinar mengucapkan selamat terhadap sepupunya itu.
"Jangan hanya ngucapin selamat doang Ton, kamu juga harus cerita tentang perempuan yang belum pernah kamu kenalkan kepada kami dong..." Ramdani menyauti ucapan Toni dengan nada meledek.
__ADS_1
"Adaaan..." Agung melototkan matanya ke arah Ramdani yang masih terlihat menyengir.
"Hehe... Maaf Ton, kak Adan cuma bercanda." Ujarnya sedikit merasa bersalah dan menghentikan paksa tawanya.
"Tapi ucapan Adan ada benarnya juga Gung..." Saut Idris sambil tertawa ringan.
"Do'akan saja kak Adan, om... Toni sedang berusaha saat ini..." Balas Toni seolah tidak mempermasalahkan gurauan Ramdani.
"Jadi benar Ton, Kamu sudah ada calonnya?" Timpal Kemil merasa senang akan penuturan Toni.
"Iya Kemil, itu benar... namanya Iffah. Dia bekerja di perusahaan mendiang kakekku yang sekarang aku pimpin. Hanya saja... Kami memiliki problem masing-masing." Toni terlihat mengenang dengan berat, wanita yang menjadi pujaannya dan membuat posisi Kamelia telah tergeser dari hatinya.
"Jika kamu dan dia yakin. Sedang kalian selalu meminta dengan sangat tulus kepadanya, maka tidak ada satu problempun yang akan menjadi dinding pemisah untuk kalian berdua..." Suara bijak Kamelia mengejutkan semua telinga yang mendengar di ruang itu, terutama Toni.
Mata Toni berkaca-kaca menatap ke arah Kamelia yang tersenyum ramah kepadanya.
Toni bagai merasakan sahabatnya kembali setelah lama pergi dari hidupnya. Itu adalah ucapan bijak Kamelia yang pertama terhadap dirinya semenjak dia merenggut kesucian sahabatnya itu.
Kamelia hanya menyautinya dengan senyuman. Kemil melototkan matanya ke wajah Kamelia, dan Kameliapun segera menghadapkan wajahnya yang masih tersenyum ke arah Kemil.
"Iya sayang... Senyumku hanya untukmu." Bisik Kamelia mengerti akan pelototan Kemil.
"Makasih sayang..." Ucap Kemil kemudian.
Mereka terlihat begitu bahagia malam itu.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
Tamat
Terimakasih buat teman-teman sudah mengikuti Kamelia. Terimakasih untuk like, komen, rate dan votenya.
Untuk beberapa minggu ini Radetsa vakum dulu ya...
Dan untuk kisah Toni, Radetsa akan usahakan merangkumnya dalam karya baru nantinya. dan kisah Endropun juga akan dibuat.
Hanya saja radetsa bingung mau kasih taunya bagaimana?
Teman2 ikuti saja Ig Radetsa, nanti akan Radetsa bagikan disana ya.
Ig: @radetsa
fb: Ratna dewita sari
__ADS_1
Terimakasih😊
Salam satu layar🤗 MT dan NT