KEMILAU Cintaku KAMELIA Di Ujung Senja

KEMILAU Cintaku KAMELIA Di Ujung Senja
HASUTAN DI HARI PERNIKAHAN


__ADS_3

Kemil dan Kamelia sama-sama dalam masa penantian selama seminggu itu. Hanya saja penantian Kemil serasa lebih berat dan menghukum baginya. Menikahi perempuan yang menjadi bidadari masa kecilnya, namun malah menjadi mimpi buruk ketika masa dewasanya.


Semenjak lamaran beberapa hari yang lalu Kamelia tidak lagi pernah keluar dari kamarnya. Dia merasa kamar itu lebih baik sebagai tempat peraduannya saat-saat itu.


Orang tua Kamelia juga tidak pernah bebicara dengannya lagi. Bahkan untuk bertatap muka sekalipun. Mereka lebih memilih diam dan terkadang mencoba melirik dari luar kamar Kamelia. Diam-diam mereka hanya bertanya kepada pelayan tentang keadaan putri semata wayangnya. Meski mereka begitu kecewa, tapi mereka tetap mengkhawatirkan keadaan dan kondisi Kamelianya.


Maya meminta pelayan itu untuk memastikan Kamelia memakan makanan yang diantar ke kamarnya.


Dan begitu pula dengan Ramdani. Dia selalu berangkat subuh dan pulangnya malam hari bahkan sampai larut malam. Akan tetapi ketika semua orang telah tertidur, dia akan memeriksa keadaan Kamelia.


****


Srminggu telah berlalu, Kemil dan keluarganya datang ke kediaman Effendi untuk acara pernikahannya dengan Kamelia. Kemil juga tidak lupa membawa Misya kekasihnya.

__ADS_1


Meskipun Idris tidak menyukai itu, namun dia juga tidak bisa berbuat apa-apa. Dia yakin, suatu hari Kemil akan menyadarinya dan mengetahui kebusukan Misya bersama Toni.


Idris sangat berharap sekali Kamelia akan menjadi menantunya untuk seumur hidup Kemil, meskipun Kamelia sudah mengandung anak laki-laki lain.


Kemil datang ketika Kamelia sudah melangkah ke tempat resepsinya.


Mata Kemil tidak berhenti memandangi Kamelia yang begitu cantik dan anggun. Kebaya mewah bernuansa silver gold dan full payet dengan detail bebatuan di lehernya yang tampak seperti kalung melingkar indah di tubuh ramping Kamelia.


Dia melirik ke arah Agung dan maya yang berkaca-kaca menatapnya. Namun mereka segera membuang pandangan ketika melihat putri mereka melirik ke arah mereka. Hal itu membuat Kamelia kembali ingat dengan kesedihannya. Kamelia berusaha menahan air matanya dengan mengedip-ngedipkan kelopak matanya yang sudah lembab.


"Kamelia..." Panggil Idris mendekatinya. Idris sungguh tahu apa yang terjadi kepada Kamelia, sehingga dia segera menghampiri gadis malang itu.


"Om Idris..." Sahutnya kembali tersenyum. Ya, Idris termasuk ke dalam daftar orang yang dimilikinya semenjak dia mengetahui kehamilannya. Kamelia sudah merasa lebih cukup saat itu. Dia yakin suatu hari nanti orang tua dan kakaknya akan memaafkan dirinya.

__ADS_1


"Kamu cantik sekali, sayang..." Idris membelai lembut pipi calon menantu yang sudah seperti anak baginya. Dan hal itu sukses membuat darah Rahma naik ke ubun-ubun.


Dia menatap marah ke arah Kamelia dan suaminya itu.Tapi tidak ada yang tahu dengan tatapannya kecuali Misya. Misya mengambil kesempatan itu untuk mendekati Rahma dan menghasutnya. Seperti hal yang pernah dilakukannya kepada Toni dulu.


"Kenapa om Idris begitu ya, tante? Aneh, kan tante...? Cuma om Idris yang sangat berbeda dengan yang lainnya. Cuma om Idris yang begitu bersemangat dengan pernikahan yang seharusnya tidak terjadi ini... Apa jangan-jangan..." Misya sengaja tidak melanjutkan ucapannya. Dia menyeringai ketika matanya mendapati wajah Rahmah merah padam penuh emosi dan tangannya yang mengepal karena geram.


Aku yakin... Hidupmu tidak akan pernah tenang setelah menikah dengan Kemil, Kamelia~ Gumam Misya. Dia menyeringai dengan licik, dan dia sangat senang ketika membayangkan nasib Kamelia setelah hari pernikahan itu.


Dia begitu yakin Rahma akan memperlakukannya dengan buruk. Sedangkan untuk urusan Kemil, dia akan memikirkannya nanti. Begitulah pikirnya.


Setiap keunggulan Kamelia adalah hal yang sepertinya wajib untuk didengkinya. Dan cara satu-satunya adalah menghasut orang-orang untuk membenci Kamelia.


"Aku iri dengan seseorang yang tidak pernah iri...." (Ya... Itu saya😟).

__ADS_1


__ADS_2