KESETIAAN YG TAK TERBATAS

KESETIAAN YG TAK TERBATAS
Pertemuan Yang Tak Terduga.


__ADS_3

Sinar matahari pagi yang menyelinap di sela-sela jendela kamarya mengenai tepat mata Riani yang tertutup rapat, hingga membuat terbangun dari tidurnya.


Dengan segera diapun menutup matanya yang silau dengan kedua tangannya.


Dengan segera diapun mengecas ponselnya karena di lihatnya hanya tinggal empat puluh persen saja.


Setelah itu diapun segera pergi ke kamar mandi karena saat dia melihat jam di ponselnya sudah menunjukkan pukul sembilan lebih, sedangkan Randi sang tour guide akan datang menjemputnya pukul sepuluh pagi.


Sepuluh menit kemudian diapun keluar dari kamar mandi dengan sudah berganti baju.


Di ambilnya roti dan minuman ringan yang dia beli di minimarket semalam.


Dengan agak tergesa-gesa diapun mengambil tas ransel kecilnya dan segera keluar dari kamar sambil kedua tangannya masih memegangi roti dan minuman.


Sambil jalan dia menghabiskan roti dan minumannya.


Sesampainya dia di lobi resort, di lihatnya Randi sudah stand by di halaman parkiran mobil sambil mengelap mobilnya.


Riani salut dengan cara kerja tour guide dari Bakta Tour yang selalu tepat waktu dan profesional.


"Selamat pagi Mas!"


"Selamat pagi mbak Riani! mba bisa panggil nama saya saja" pinta Randi sopan.


"Kalau kamu tidak keberatan?"


"Tentu saja tidak mbak, kan saya juga yang minta"


"Oke kalau begitu, mulai dari sekarang saya panggil kamu Randi, tapi...Kamu juga harus panggil nama saya saja, biar sama-sama enak gitu"


"Waduh...Gimana ya? soalnya selain peraturan di kantor yang mengharuskan kami menjunjung tinggi kesopanan juga karena saya lihat usia saya di bawah mbak Riani jadi..."


"Kelihatan banget ya kalau saya sudah berumur banyak?" tanya Riani yang bermaksud bercanda.


"Bukan...Bukan begitu maksud saya mbak...Waduh...Gimana ya cara ngomongnya?" jawab Randi mengibaskan tangannya yang kemudian menggaruk- garuk kepalanya yang tidak gatal karena bingung bagaimana cara menjelsakannya agar Riani tidak tersinggung.


"Hahaha...! Aku cuma bercanda Randi...Sudahlah, ayo kita segera naik dan berangkat!"


"Ah iya, maaf...Mari mbak kita mulai tournya!"


Kata Randi, kemudian diapun membukakan pintu mobil untuk Riani yang segera masuk ke dalam.


"Kita kemana dulu nih Ran?"


"Ada banyak destinasi yang akan mbak kunjungi hari ini, dan sesuai dengan paket tour yang mba Riani pilih, sekarang kita pergi ke Bloom Garden Bali, yaitu taman bunga termegah di Bali dengan konsep ala luar negeri, setelah itu kita makan siang di restoran setempat, kemudian kita lanjutkan tour menuju kawasan wisata Bedugul, kemudian kita ke Pura Ulundanu dan Danau Beratan yang merupakan icon wisata dari Bali, setelah itu kita menuju Agrowisata kopi Luwak dan Coklat, di sana mbak juga bisa mencicipi kopi dan coklat hangat, dan setelah itu kita menuju ke obyek wisata yang terakhir di hari pertama tour kita yaitu Pantai La-Planca Seminyak, di sana mba bisa menikmati indahnya matahari tenggelam atau sunset" jawab Randi sambil menjelaskan secara detail destinasi tour yang akan Riani datangi di hari ini.


Riani merasa puas dengan penjelasan dari Randi yang mudah di mengerti.


.............


Setelah seharian Riani dan Randi tour mengunjungi beberapa destinasi wisata, hingga menjelang petang di objek wisata terakhir Riani menikmati sunset di Pantai La-Planca Seminyak.



Setelah itu Randi berniat membawa Riani kembali ke Resort di mana Riani menginap, namun dalam perjalanan pulang...


"Maaf Ran sebelum kembali ke resort apakah boleh saya minta tolong carikan rumah makan atau restoran yang menyajikan masakan jawa karena saya lagi kangen banget pengin makan masakan jawa" pinta Riani dengan hati-hati.


"Tentu saja bisa mbak, kebetulan dekat rumah saya tinggal ada rumah makan yang menyajikan masakan jawa..."


"Jauh tidak dari sini? saya takut kalau terlalu jauh akan merepotkamu dan membuatmu dalam masalah di perusahaan kamu bekerja"


"Tidak kok mbak, karena kebetulan rumah saya dekat dengan kantor Bakta Tour jadi saya bisa absen dulu sebentar dan mengembalikan mobil ke perusahaan, jadi tidak akan jadi masalah karena ini sudah selesai jam kerja dan di luar jam kerja, nanti setelah mbak Riani selesai makan saya akan antar mbak kembali ke resort" jelasnya lagi.


"Waduh...Kalau begitu terima kasih banyak dan maaf sekali sudah merepotkanmu..."


"Tidak apa-apa mbak dan tidak perlu sungkan begitu..."

__ADS_1


Tanpa terasa mobilpun sudah sampai di kantor Bakta Tour, Riani dan Randi segera keluar dan turun dari mobil.


Dan karena Riani ingin melihat- lihat kantor Bakta Tour diapun di ajak masuk ke dalam kantor tersebut dan duduk di lobi sambil menunggu Randi selesai.


Saat menunggu di lobi, seorang gadis manis menghampiri Riani.


"Maaf...Kakak sedang menunggu seseorang?"


"Iya mbak...Saya sedang menunggu tour guide saya, Randi namanya, kebetulan dia tahu rumah makan yang menyajikan masakan jawa, jadi...Saya minta tolong dia untuk antarkan saya karena kebetulan katanya rumah makan tersebut dekat dengan rumahnya"


"Oh iya memang betul kak, kebetulan juga tidak jauh dari kantor sini juga"


"Owh begitu ya...?"


"Iya kak, apa perlu saya antar? saya takut kakak menunggu terlalu lama"


"Owh tidak perlu saya akan menunggu Randi, terima kasih atas niat baik mbak, maaf mbak siapa?" tanya Riani terhenti.


"Owh maaf...Perkenalkan nama saya Nadin, saya bekerja sebagai marketing di sini"


"Owh...Jadi mbak yang namanya Nadin? sewaktu saya online booking dan registrasi sama mbak Nadin lho..."


"Benar kak, kakak Riani kan?"


"Betul, wah...Kok mba Nadin bisa ingat nama saya ya?"


"Saya selalu ingat satu persatu nama costumer saya kak"


"Wah hebat..." Kata Riani sambil menggelengkan kepalanya berkali-kali karena kagum.


"Bagaimana pelayanan Bakta Tour kami kak? apakah ada keluhan atau complain?"


"Tidak ada keluhan ataupun complain, pelayanan kalian sangat bagus, profesional dan memuaskan, terima kasih Bakta Tour..."


"Sama-sama kak, syukurlah kalau begitu, dan jangan lupa bantu kami untuk rekomendasikan kami pada keluarga ataupun rekan-rekan kakak ya..." Kata Nadin ramah.


"Hahaha...Kakak benar, terima kasih banyak ya kak sudah memakai jasa traveling Bakta Tour kami"


"Sama-sama mbak Nadin"


"Kalau begitu saya pamit pulang dulu, mungkin sebentar lagi Randi selesai"


"Oke, akan saya tunggu, hati-hati di jalan ya..."


"Iya kak, terima kasih bye..."


"Bye..."


Riani kembali duduk setelah melihat Nadin sudah menghilang di balik pintu lobi.


.............


Selang beberapa menit setelah kepergian Nadin, Randipun datang.


"Maaf mbak sudah menunggu terlalu lama"


"Nggak lama kok, bisa kita pergi sekarang Ran?"


"Tentu...Tentu mbak, mari ikuti saya, akan saya antar ke sana, hanya butuh sepuluh menit jalan kaki dari sini kok..."


"Begitu ya, maaf banget sudah merepotkanmu"


"Tidak apa-apa, ayo kita jalan sekarang mbak"


"Oke!"


Riani dan Randi segera pergi meninggalkan kantor Bakta Tour.

__ADS_1


.............


Haripun sudah beranjak malam, dan benar saja hanya butuh sepuluh menit jalan kaki merekapun sudah sampai pada rumah makan tersebut.


"Ini tempatnya mbak dan saya antar mbak sampai di sini saja..."


"Lho memangnya kamu mau kemana Ran, bukannya kamu bilang..."


"Saya akan menunggu mbak di rumah saja sekalian saya mau mandi dulu, setelah mba Riani selesai makan mbak bisa menghubungi saya, maka saya akan langsung datang, kebetulan rumah saya cuma berjarak kurang lebih dua puluh meter di belakang rumah makan ini..."


"Aaa...Benarkah? tapi saya ingin mengajak kamu makan bareng, karena saya sudah merepotkanmu"


"Tidak perlu kak terima kasih, lagi pula tidak merepotkan kok.."


"Kak Randi!"


Tiba-tiba suara perempuan memanggil nama Randi di sela sela perdebatan mereka.


Riani segera menoleh ke belakang di mana suara itu berasal.


"Kakak...Akhirnya kita ketemu juga" kata perempuan tadi sambil memeluk tubuh Riani sangat erat, yang membuat Riani heran dan kebingungan.


"Kamu kenal dia Zoya?" tanya Randi terkejut, yang membuat Riani semakin tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya sedang terjadi.


"Tentu saja Zoya ingat sekali wajah penolongku kak..."


"Aku? menolongmu?" tanya Riani semakin tidak mengerti.


"Jadi mba Riani ini perempuan yang kamu maksud itu? perempuan yang menolongmu saat akan di perkosa sama segerombolan pria brengsek itu?!"


"Akan di perkosa? segerombolan pria brengsek? oh saya ingat! jadi kamu gadis yang waktu itu akan di emmmm...Maaf saya tidak bisa langsung mengenalmu karena saat itu saya tidak terlalu jelas melihat wajahmu.."


"Pantas saja kemarin Randi kelihatan terburu-buru, ternyata untuk menemui Zoya adiknya..." Batin Riani.


"Tidak apa-apa kak, tapi yang jelas doaku sekarang terkabul bisa bertemu dengan orang yang menolongku dan berterima kasih secara langsung dengan kakak..." Jawab gadis bernama Zoya tersebut.


"Jadi mbak Riani yang waktu itu menolong Zoya adik saya?"


"Waktu itu kebetulan aku lewat dan melihat kejadian yang membuat hati saya yang sebagai perempuan tidak bisa membiarkannya begitu saja..."


"Terima kasih banyak ya mbak Riani, kalau waktu itu mbak tidak menolongnya, akan jadi apa masa depan adikku nanti..."


"Setelah kejadian itu kami berdua mencari keberadaan orang yang menolong Zoya tapi ternyata orangnya ada bersamaku, terima kasih banyak ya mbak telah menyelamatkan adik saya..." Lanjut Randi lagi.


"Sekali lagi terima kasih sekali kak, Zoya berhutang budi sama kakak, entah bagaimana dan kapan Zoya bisa membalasnya..."


"Iya sama-sama, bagaimana jika kalian membalasnya dengan menemaniku makan bareng di rumah makan ini?" kata Riani, sambil menunjuk ke arah rumah makan di depannya.


"Baiklah mba, tapi tolong biar kami yang membayarnya sebagai tanda terima kasih kami" kata Randi.


"Karena yang mengajak kalian makan adalah saya, jadi biar saya yang bayar, lain kali saja kalian traktir saya dan kalian memperbolehkan saya main ke rumah kalian, bagaimana?"


"Kakak boleh kok main ke rumah kami kapanpun, baiklah kalau begitu kami akan temani kakak makan..."


"Husshh Zoya!"


"Kenapa Ran? aku suka dengan sikap terbuka dan polos Zoya adikmu, ayolah masuk!"


"Tapi mba..."


"Sudahlah, ayolah...Masuk dan temani aku makan!" ajaknya, yang akhirnya mengikuti Riani dan Zoya yang sudah masuk ke dalam rumah makan tersebut.


Dan ketiganya menikmati makan malam dengan penuh cerita.


Pertemuan yang tak terduga Riani dengan Zoya yang ternyata adik Randi membuat Riani tersenyum kembali.


__ADS_1


__ADS_2