KESETIAAN YG TAK TERBATAS

KESETIAAN YG TAK TERBATAS
DERITA ETHAN, SANG MANTAN CINTA PERTAMA


__ADS_3

Setelah menunggu beberapa saat, Riani melihat wajah tante Grace akhirnya sudah lebih tenang, kemudian dia kembali melanjutkan ceritanya


"Ethan menolak melanjutkan perawatan, setiap kali menjalani sesi pengobatan dia selalu teriak-teriak histeris memanggil namamu dan bersikeras untuk pulang ke Indonesia, karena para dokter kewalahan menangani Ethan yang meronta-ronta ingin kabur, akhirnya pihak dokter terpaksa mengikat tangan dan kakinya, dan memberinya obat penenang sesuai dosis, karena Ethan pernah punya riwayat kecanduan narkoba..."


Hati Riani luluh dan berganti dengan perasaan iba ketika mendengar betapa Ethan ternyata masih sangat mencintainya, tidak bisa dia pungkiri biar bagaimanapun Ethan adalah cinta pertamanya, jadi perasaan bencinya pada Ethan semenjak kejadian itu, kini berangsur-angsur memudar dan menghilang.


Riani bisa merasakan betapa sedihnya tante Grace saat melihat anaknya menderita seperti itu.


"Lalu bagaimana dia bisa sembuh seperti sekarang ini?" tanya Riani setelah sadar dari lamunannya.


"Sebenarnya Ethan yang sekarang ini tidak bisa di bilang sembuh, karena kenyataannya dia masih sakit..."


"Bagaimana dia bisa sakit dengan tubuh yang terlihat sehat seperti itu tante?" tanya Riani tidak percaya.


"Ya, sakit di tubuhnya memang sudah sembuh, tapi masih ada penyakit lain yang masih ada dan itu berhubungan erat dengamu nak" jawab Tante Grace penuh teka-teki.


"Maksud tante?" tanya Riani bingung dan tidak mengerti.


"Tante akan melanjutkan ceritanya terlebih dahulu, hingga akhirnya nanti kamu mengetahui sebenarnya penyakit apa yang sedang di derita Ethan saat ini"


"Tolong tante lanjutkan ceritanya, jangan penuh misteri seperti itu..." Pinta Riani.


"Kita saat ini memang sedang menjalani kehidupan di dunia yang penuh dengan misteri Tuhan nak...Baiklah, tante lanjutkan ceritaya"


"Silahkan tante, terima kasih" kata Riani dengan ekspresi wajahnya yang terlihat sangat jelas penuh penasaran.


"Setelah enam bulan Ethan menjalani perawatan dan pengobatan dengan cara seperti itu, akhirnya dokter menyatakan kalau tubuh Ethan sudah sehat dan mengijinkan dia untuk keluar dari rumah sakit dan kembali ke Indonesia, akan tetapi..." Tante Grace menghentikan kalimatnya.


"Apakah setelah Ethan kembali ke Indonesia, penyakitnya kembali kambuh?" tanya Riani mencoba menebak.


"Bisa di bilang seperti itu tapi...Ini berbeda"


"Maksud tante dengan berbeda itu apa?"


"Sepulangnya Ethan dari rumah sakit Singapura, dia menghabiskan waktunya dengan mengurung diri di kamarnya, dia juga patuh dan rutin meminum obatnya, hingga akhirnya dia terlepas dari pengawasan kami dan diam-diam pergi ke kotamu, dan mendapati kalau rumahmu sudah kosong, semenjak itu kepribadiannya berubah, perangainya yang sering marah-marah dan mengamuk, dia juga membanting semua barang yang ada di sekitarnya, setiap kali melihat kami dia pasti akan berteriak-teriak histeris menyalahkan kami dan berkata kalau kita lah yang telah membunuh ayahmu"


"Kenapa dia bisa tahu mengenai hal ini tante?"


"Waktu itu...Saat dia ke rumahmu mungkin ada orang sekitar yang menceritakan kejadian yang menimpa keluargamu, atau ah...Tante juga tidak tahu nak, tapi yang jelas semenjak kepulangannya dari rumahmu, temperamennya berubah, hingga suatu hari kami menyadari ada kepribadian lain pada diri Ethan."


"Maksud tante?" Riani terkejut mendengar kata terakhir yang tante Grace ucapkan.


"Mungkin karena sejak kecil Ethan sering melihat tante dan om Marcel bertengkar bahkan waktu itu tidak jarang juga dia melihat kekerasan yang om Marcel lakukan pada tante, membuatnya trauma, di tambah dengan kejadian hubungan kalian dan tragedi yang menimpa ayahmu, hingga akhirnya membentuk pribadi lain dari dalam dirinya, saat itu dia masih 14 tahun dan dia sudah mengalami banyak hal yang membuat psikologinya tidak kuat, hati tante tidak tega melihatnya, sangat sakit di sini..."

__ADS_1


Tante Grace akhirnya menangis sambil memukul berkali-kali dadanya, dia seperti tidak kuat lagi menahan beban perasaannya yang sangat menyakitkan dan menyedihkan baginya.


Riani segera menenangkannya dengan memeluk penuh kasih wanita yang renta perasaannya itu, di ujung matanya air mata pun mulai ikut mengalir, hatinya juga ikut sakit dan sedih mendengar kisah pilu Ethan, mantan cinta pertamanya itu.


"Pribadi lain Ethan yang pertama kami ketahui bernama Rifai, biasa di panggil Fa'i, dia anak kecil berumur 7 tahun, dia selalu mengatakan kalau dia sangat merindukan An-an..."


"Deg!" hati Riani seolah berhenti sekejap setelah mendengar nama An-an yang notabene nama panggilannya sewaktu kecil, hanya dua orang yaitu Ethan dan Roro yang tahu dan memanggil dengan nama itu.


"Jadi...Pribadi lain dari Ethan itu adalah masa kecilnya, yang ada di dalam ingatannya adalah aku di saat umur 7 tahun" kata Riani dalam hatinya, hatinya sangat pilu setelah mengetahui bahwa Ethan sangat menderita dengan dalamnya cinta di hatinya untuk dirinya, akhirnya Riani ikut menangis penuh penyesalan karena telah membenci Ethan.


Tante Grace memeluk erat tubuh Riani, keduanya larut dalam kesedihan meratapi nasib dan keadaan Ethan yang menderita.


.............


Setelah tangis mereka berdua reda, tante Grace melanjutkan lagi ceritanya.


"Dengan pribadi Fa'i dia berprilaku seperti layaknya anak kecil berumur 7 tahun, dia selalu berkata kalau agar dia bisa selalu bersama An-an dia akan merubah namanya menjadi Rifai sesuai keinginannya..."


"Deg!" kembali jantung Riani tersentak, hingga seolah rasanya sudah mau lepas dari tubuhnya.


Dia akhirnya teringat kembali di masa di mana dia masih berumur 7 tahun...


Saat itu dia dan Ethan sedang duduk di teras rumah tetangga yang berhadapan dengan Masjid, Riani yang memakai kerudung sedang menunggu saat tiba gilirannya untuk belajar mengaji.


"Karena kata mamahku, agamaku berbeda jadi tidak bisa ngaji, sebenarnya aku juga pengin seperti An-an, tapi...Aku takut di marahi mamah"


"Kalau begitu kamu jangan ikut aku ngaji, kamu tunggu di sini dulu ya"


"Tapi aku ingin ikut kamu An-an..." Pinta Ethan kecil merajuk sambil menarik tangan Riani yang akan beranjak pergi.


"Kamu boleh ikut aku belajar mengaji kalau agama kita sama Than"


"Kalau begitu aku ikut agama kamu saja ya?" bujuk Ethan lagi merayu.


"Jangan Than! nanti mamah kamu marah sama kamu juga sama aku" jawab Riani kecil ketakutan.


"Ya sudah, kalau begitu saat aku sudah besar nanti, aku mau ikut agama kamu aja ya An-an? jadi kalau aku sudah besar kan mamah aku tidak akan berani marahi aku, jadi biar aku bisa bareng sama kamu terus"


"Iya deh Than, aku akan tunggu kamu, tapi nanti nama kamu juga di ganti ya Than?"


"Iya An-an, tapi enaknya di ganti dengan nama apa ya?" tanya Ethan sambil telunjuknya di ketuk-ketukkan pada dagunya.


"Bagaimana kalau nama kamu di ganti dengan nama Rifai, nanti aku panggil kamu dengan Fa'i saja, bagaimana Than?" Usul Riani.

__ADS_1


"Baiklah aku mau, jadi janji ya kamu harus tunggu aku?"


"Iya Than aku janji, ayo kita janji kelinking" ajak Riani, Ethan pun mengangguk setuju.


Ethan kecil dan Riani kecil saling mengaitkan jari kelingking mereka sebagai tanda ikrar janji mereka...


.............


Ingatan Riani kembali di mana dia saat ini sedang duduk bersama tante Grace, mamahnya Ethan.


"Lalu apakah Fa'i itu mengatakan siapakah sosok anak yang bernama An-an itu, tante?" tanya Riani memastikan apakah tante Grace sudah mengetahuinya atau belum, bukan maksudnya dia ingin menyembunyikan identitas sebenarnya siapa An-an itu, hanya saja, Riani merasa belum saatnya dia membongkar dan menceritakan semuanya bahwa dialah sosok sebenarnya An-an tersebut.


"Tidak, dia hanya berbicara kalau dia akan menepati janjinya..."


Riani akhirnya menyadari saat Ethan menemuinya di pantai kemarin lalu dia mengaku kalau namaya adalah Rifai, jadi apakah saat itu yang muncul adalah sosok Fa'i yang notabene pribadi lain dari Ethan, tapi saat itu dia tidak berperilaku seperti anak-anak, malah cenderung seperti pria dewasa.


"Lalu sebenarnya ada berapakah pribadi lain dari Ethan tante? dan selain Fa'i adakah nama lain?"


"Sampai saat ini Psikolog Ethan mengatakan kalau Ethan mempunyai tiga kepribadian, yaitu Ethan, pribadi asli dari Ethan sendiri, Fa'i dan yang terakhir Josh, Josh ini mempunyai pribadi yang dingin, cuek dan garang"


"Josh?"


"Ya Josh, sosok pribadi ini akan muncul jika si pemilik asli dari tubuh yaitu Ethan sudah tidak bisa menahan kesedihan dan luka hatinya yang terlalu berat, maka sosok Josh akan muncul, itu yang di katakan Psikolognya Ethan"


"Jadi saat di Restoran dan di resepsi pernikahannya dengan Viola, Ethan terlihat cuek dan dingin itu sebenarnya adalah sosok pribadi dari Josh? pantas saja dia terlihat dingin dan cuek, yang berarti saat itu hatinya sudah sangat sedih dan terluka, mungkin itu karena pertengkarannya dengan Ethan, dan aksinya membuang kalung itu mungkin pemicu kesedihannya itu, maafkan aku Ethan...Aku sudah sangat melukaimu..." Batin Riani dengan tangis pilunya dalam hati.


"Nak, kamu kenapa?" tanya tante Grace yang terlihat bingung melihat Riani terdiam dengan air mata yang masih terbendung di sudut matanya.


"Tidak apa-apa tante, lalu bagaimana dengan perkembangan pengobatan Ethan, tante?" tanya Riani mengalihkan pembicaraan sambil memalingkan wajahnya ke arah lain dan diam-diam mengusap air matanya.


"Saat ini Ethan masih menjalani terapi, dan kata Psikolognya, Ethan sudah berangsur-angsur menunjukkan kesembuhan, karena pribadi lain yang bernama Fa'i sudah tidak muncul lagi atau bahkan menghilang, jadi masih ada harapan besar untuk Ethan bisa sembuh sepenuhnya"


"Lalu bagaimana dengan Viola, apakah dia tahu mengenai hal ini?"


"Tentu saja dia tahu, karena dialah sosok Fa'i bisa di kontrol dan jarang muncul, oleh karena itu kami menerima Viola sebagai menantu kami, karena dia mau menerima keadaan Ethan yang seperti itu, yang mungkin perempuan lain tidak akan mau, karena yang kita tahu bahwa hidup bersama orang yang memiliki beberapa kepribadian akanlah sangat sulit, melelahkan, karena pasti akan menguras tenaga, hati dan pikiran"


"Syukrlah kalau begitu, karena saya merasa mereka berdua sangatlah cocok dan serasi"


"Iya nak..." Jawab tante Grace sambil mengelus lembut punggung tangan Riani, sebagai bentuk rasa sayangnya pada Riani, meski bukan sebagai kekasih Ethan.


Riani mengangguk mengerti, baginya sosok Viola memang pantas berada di samping Ethan dengan keadaannya yang seperti itu, karena walaupun Riani bisa, belum tentu dia sanggup melihat derita Ethan yang seperti itu...


...☆☆☆...

__ADS_1


__ADS_2