KESETIAAN YG TAK TERBATAS

KESETIAAN YG TAK TERBATAS
PEGASUS


__ADS_3

Setelah keduanya saling terdiam, tenggelam dalam pikiran dan hati mereka masing-masing, akhirnya Riani dan Teddy bangun dari bangku di mana mereka duduk.


Mereka berdua berjalan menuju restoran untuk makan siang.


"Kamu mau makan apa Ai?" tanya Teddy setelah mereka berdua duduk di salah satu kursi restoran tersebut.


"Aku apa saja yang kamu pesan aku makan Ted" jawab Riani tidak bersemangat.


"Oke, kita pesan seafood bagaimana, aku tahu kamu sangat suka makanan ini"


"Terserah, kamu masih ingat saja Ted..." Jawab Riani dengan senyum tipisnya.


Teddy memanggil pelayan restoran tersebut, setelah pelayan restoran datang Teddy segera memesan makanan dan minuman yang Riani sukai.


Sambil menunggu pesanan datang, keduanya melanjutkan obrolan mereka saat di pinggir pantai tadi.


"Ai, apapun akan aku lakukan demi kebahagiaanmu, asalkan aku bisa selalu di sampingmu walau hanya sebagai sahabatmu..." Kata Teddy berusaha menenangkan dan meyakinkan Riani.


"Terima kasih atas perhatianmu ya Ted..." Jawab Riani dengan senyum penuh harunya.


"Iya Ai, anggap saja ini sebagai bentuk menebus penyesalanku karena saat kita masih pacaran dulu kurang memperhatikanmu..."


"Sudahlah Ted, yang sudah berlalu jangan di ungkit lagi..."


"Ternyata kalian makan di sini juga?"


Terdengar suara yang sangat familiar di telinga Riani, suara Viola.


Di lihatnya ke arah suara dan ternyata Viola bersama Rifai sudah berdiri di depan mereka berdua.


Teddy segera berdiri dan langsung bersalaman dengan Viola lalu berpelukan akrab dengan Rifai.


"Ini calon istri saya Viola namanya, ternyata kalian sudah saling kenal?" tanya Rifai pada Teddy sambil melirik ke arah Riani.


"Kami berdua berteman, perkenalkan dia Riani namanya, silahkan duduk, silahkan kalian pesan makanan" kata Teddy sambil melambaikan tangannya memanggil pelayan restoran.


"Riani, dia ini rekan bisnis yang pernah aku ceritakan itu, Ethan namanya?"


"Kami sudah saling kenal, betul kan Riani?" tanya Rifai sambil menyalami Riani.


"Iya kami sudah saling mengenal, dan saya juga mengenal seseorang yang bernama Rifai" jawab Riani bermaksud menyindir Rifai yang langsung melepaskan jabatan tangan Riani dengan sikap yang terlihat salah tingkah.


Mereka berempat segera duduk, pelayan restoran pun datang kemudian mencatat beberapa pesanan dari Viola dan Ethan.


Sambil menunggu pesanan datang, mereka pun mengobrol santai.


"Siapa Rifai itu kak, apa teman kak Riani yang lain?" tanya Viola penasaran.


"Iya, beberapa hari yang lalu aku bertemu di pantai dan berkenalan dengannya" jawab Riani dan diam-diam melihat ke arah Rifai yang duduk tepat di seberang depannya yang masih tertunduk, pura-pura sibuk dengan ponselnya.


"Apa sebelumnya dia mengenalmu Ai?" tanya Teddy yang ikut penasaran.


"Tidak, aku baru kenal dia ya di sini, sebelumnya aku tidak kenal dengannya"


Terlihat Ethan menghentikan jemarinya yang sibuk dengan ponselnya, dengan wajah terkejutnya dan kening yang berkerut.

__ADS_1


"Sayang, jadi Teddy ini patner bisnis dan juga pengiring pengantin pria mu untuk pernikahan kita lusa nanti yang kamu ceritakan itu ya?" tanya Viola sambil melihat ke arah Teddy dan tangannya bergelanyut manja di lengan Ethan.


"Iya, benar" jawab Ethan canggung, dengan jari-jarinya kembali sibuk memainkan ponselnya.


Makanan yang mereka pesan pun datang, segera mereke menghentikan obrolan mereka.


Dengan saling mempersilahkan, keempatnya langsung menyantap makan siang mereka dengan tenang tanpa obrolan.


.............


Satu jam kemudian mereka selesai makan, saat Teddy akan membayar, Ethan dan Viola lebih dulu membayar dan mentraktir Teddy dan Riani.


"Kalau begitu aku pamit dulu, kebetulan aku ada urusan lain dan terima kasih atas makan siangnya" pamit Riani.


"Iya kak sama-sama, oh iya besok sore baju untuk pendamping pengantin hampir selesai, nanti kita bertemu untuk fiting baju ya kak" kata Viola.


"Oke, kalau begitu aku pulang dulu, bye"


"Bye" jawab Ethan dan Viola kompak.


"Kalau begitu aku juga pamit dulu, sekali lagi terima kasih banyak untuk makan siangnya" kata Teddy yang juga ikut pamit.


"Sama-sama Bro, oke hati-hati" jawab Ethan.


"Sampai berjumpa lagi besok, Bye"


"Bye..."


Setelah berpamitan Teddy segera menyusul Riani yang sudah lebih dulu berjalan meninggalkan mereka.


Sedangkan Ethan dan Viola hanya melihat kepergian mereka dan larut dalam pikiran mereka masing-masing.


.............


Setelah keduanya janjian dan bertemu di lobi Resort, kemudian keduanya berjalan sebentar menuju pangkalan cidomo.


Setelah menunggu beberapa menit akhirnya cidomo sudah datang, Riani dan Viola langsung menaikinya.


Setelah cidomo penuh, sang kusir melajukan cidomonya perlahan, sang kuda pun mengikuti arahan tuannya.


Tidak butuh hingga setengah jam, Viola dan Riani telah sampai di depan sebuah butik, dengan hati-hati mereka berdua turun dari cidomo.


Viola segera mengajak Riani masuk ke dalam butik itu, dan langsung di sambut ramah pelayan butik tersebut.


Saat Riani sedang mencoba baju, Viola yang melihat dan mengawasi penjahit butik mengukur kembali baju Riani, tiba-tiba Viola mendapat panggilan telepon dari Ethan, itu terlihat dari wajah Viola yang berseri dengan kata-kata manja yang keluar dari mulut manisnya.


Melihat itu Riani ikut tersenyum, meski hatinya ada perasaan aneh yang tidak bisa ia terka apa itu.


Setelah selesai menerima telepon Viola berjalan ke arah Riani.


"Kak, aku kembali ke resort dulu ya, Ethan menyuruhku menjemput kedua orang tua kami yang sebentar lagi sampai di resort, sedangkan Ethan sendiri masih sibuk dengan pekerjaannya"


"Calon suamimu itu memang benar-benar pekerja keras ya, padahal besok adalah hari pernikahan kalian tapi masih tetap sibuk dengan pekerjaannya"


"Dari dulu dia memang seperti itu kak, tapi kalau sedang tidak sibuk dia pasti akan meluangkan waktu bersama dan memanjakanku"

__ADS_1


"Syukurlah kalau begitu, karena terlalu sibuk bekerja juga tidak baik untuk hubungan kalian"


"Iya kak, aku tahu itu, karena itu setelah menikah nanti aku dan Ethan sudah mengatur semuanya agar ada quality time untuk kami berdua"


"Baguslah, ya sudah kamu segeralah jemput orang tua dan calon mertuamu"


"Aku tinggal dulu dan maaf ya kak, tidak bisa menemanimu sampai selesai"


"Iya tidak apa-apa, santai saja, nanti aku bisa pulang sendiri kok, sudah sana kamu pergilah, nanti kamu telat menjemput mereka"


"Ah! iya kak aku pulang sekarang, bye"


"Bye, hati-hati" Viola mengangguk.


"Terima kasi banyak ya kak..." Bisik Viola sambil memeluk erat tubuh Riani, ada perasaan hangat yang mengalir di hatinya.


Viola melepas pelukannya, kemudian dia segera keluar dari butik dan melambaikan tangannya ke arah Riani, yang langsung di balas olehnya.


Setelah Viola tidak terlihat lagi bayangannya, Riani melanjutkan pengepasan bajunya.


.............


Usai selesai fiting baju Riani keluar dari butik dan berniat ke tempat rahasia yang biasa dia datangi waktu itu, saat dia ingin menenangkan diri.


Karena lokasi butik juga tidak jauh dari tempat itu, maka Riani memutuskan untuk berjalan saja menuju tempat favoritenya itu.


Dan seperti biasanya, sesampainya di tempat itu dia langsung duduk dengan menekuk lutut dan matanya menatap indahnya laut yang terpampang luas di depannya.


Mungkin karena angin yang semilir dan sejuknya udara dari rimbunnya dedaunan bakau yang menaunginya, mata Riani terasa sangat berat untuk tetap terjaga hingga akhirnya tanpa dia sadari, kepalanya jatuh di atas lututnya yang masih aman dalam pelukan tangannya.


Setelah bertahan untuk beberapa menit lamanya, karena kaki Riani sudah tidak kuat lagi menopang berat tubuhnya, akhirnya dia rubuh dan terjatuh di hamparan pasir.


Mungkin karena Riani tidur terlalu lelap atau tubuhnya terlalu letih, hingga saat tubuhnya terjatuh, dia tidak terbangun dan juga tidak bergeming sama sekali bahkan kelopak matanya pun tidak bergerak sama sekali.


Dalam mimpi Riani...


Riani seolah ada di alam lain dengan pemandangan yang sangat indah, bagaikan di dalam Syurga...


Di sana dia berdiri di tengah-tengah padang rumput yang penuh dengan warna-warni bunga yang berkilauan...


Tiba-tiba dari kejauhan terlihat seekor pegasus jantan dengan warna bulu yang sangat indah dan berkilauan sedang berlari ke arahnya, kemudian tepat di depannya pegasus itu berhenti dan berdiri dengan gagahnya di depan Riani...



Dengan perasaan takjubnya dia mendekati pegasus tersebut, dengan pelan-pelan ia langkahkan kakinya ke arah pegasus yang kini sedang memandang ke arahnya.


Di elusnya pelan kepala dan punggung dengan bulu lembutnya itu, saat tangannya menyentuh bulu-bulu lembut itu, dia merasa ada perasaan tenang dan damai di hatinya.


Hingga naluri menuntunnya untuk memeluk dan mencium bulu lembut pegasus tersebut, hingga...


Tiba-tiba pegasus tersebut mengangkat kaki depannya, sayapnya pun mengembang, hingga Riani seketika terkejut dan langsung menjauh dari pegasus tersebut.


Di kepak-kepak sayapnya itu seolah bersiap untuk terbang.


"Apakah kamu akan pergi meninggalkanku..." Bisik Riani sambil berusaha mendekati lagi sang pegasus, namun...Akhirnya pegasus tersebut terbang tinggi di atasnya, hingga akhirnya menghilang dari pandangannya...

__ADS_1



...☆☆☆...


__ADS_2