
Di sisi lain Riani mengayuh santai sepedanya menyusuri jalan menuju bukit dan tebing yang berada di tepi laut.
Sesampainya di bawah tebing, dia segera meletakan sepedanya di atas pasir, kemudian dengan susah payah dia naik di atas tebing.
Setelah sampai di atas tebing dia duduk di pinggiran tebing, di tatapnya ombak yang menerjang ganas bawah tebing, kemudian tatapannya di alihkan ke arah depan, hamparan laut yang luas membawa angannya di masa lalu...
Flash back...
Masa remaja Riani di lalui dengan sedikit berbeda dengan remaja-remaja lainnya di masa itu, dia tinggal dengan keluarga sederhananya di sebuah kota kecil di Jawa Tengah.
Ayahnya hanya seorang pegawai negeri di kedinasan sosial, sedangkan ibunya hanya ibu rumah tangga biasa yang mengurusnya dan kedua adik laki-lakinya.
Sedangkan di sampingnya dia bertetangga dekat dengan Tante Grace, dia mempunyai anak laki-laki yang seumuran dengan Riani, anak itu bernama Ethan Fayrisi.
Keduanya berteman semenjak mereka berumur empat tahun, hingga mereka duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama atau SMP.
Saat di SMP mereka bersekolah di SMP yang berbeda, Riani bersekolah di SMP Negeri favorite, dan Ethan Fayrisi bersekolah di SMP kristen pilihan kedua orang tuanya, karena Ethan adalah seorang kristiani.
Namun itu tidak mempengaruhi hubungan pertemanan mereka yang tetap berjalan, hingga akhirnya Riani dan Ethan memutuskan untuk mencoba membina hubungan lebih dari pertemanan yaitu pacaran, mereka memutuskan untuk menjadi sepasang kekasih tanpa sepengetahuan kedua orang tua mereka.
Diam-diam mereka menjalin hubungan hingga menginjak kelas dua SMP.
.............
Tanggal 14 Febuari dia dan Ethan merayakan valentine sekaligus satu tahun hari jadi mereka, karena saat mereka memutuskan untuk berpacaran satu tahun yang lalu bertepatan dengan hari valentine.
Meskipun percintaan mereka di usia yang masih sangat belia, yang kata istilahnya adalah cinta monyet, tapi keduanya mempunyai angan yang serius untuk masa depan mereka.
Contohnya saat mereka merayakan satu tahun hari jadi mereka, dengan serius dan tekun mereka menyisihkan uang saku mereka untuk di tabung hingga bisa memesan sepasang cincin silver berukir pegasus yaitu hewan mitologi Yunani favorite mereka berdua.
Kemudian mereka menganggap cincin tersebut sebagai bentuk tanda dan ikatan cinta mereka, saat mereka di rumah cincin itu mereka simpan, dan saat mereka di luar rumah maka keduanya akan memakai cincin tersebut, begitu seterusnya mereka lakukan hingga hubungan mereka menginjak satu tahun pacaran.
.............
Hari ini Riani sangat bahagia, karena ia dan Ethan akan merayakan hari jadi ke dua tahun mereka.
Sepulang sekolah dia segera membawa kado yang sudah dia siapkan satu bulan yang lalu.
Ia menunggu Ethan di tempat biasa mereka bertemu, yaitu di pantai hutan mangrove.
__ADS_1
Hati Riani mulai di hinggapi rasa gelisah dan cemas setelah melihat jam sudah menunjukkan dua jam Ethan telat datang.
Hingga akhirnya Ethan datang dengan nafasnya yang terengah-engah dan keringat yang mengucur di seluruh wajahnya karena berlari.
Melihat kedatangan Ethan, Riani menarik nafas lega sambil mengelap lembut wajah Ethan yang berkeringat.
"Maafkan aku ya Riaku sayang, karena datang terlambat" Ucap Ethan sambil mencium lembut jari tangan Riani yang tersemat cincin pegasus tersebut.
"Iya Fay-Ri ku sayang...Tidak apa-apa kok..." Jawab Riani sambil balik mencium jari tangan Ethan yang juga tersemat cincin pegasus.
"Selamat hari jadi kita yang ke dua..." Ucap Ethan sambil menyodorkan kotak kado pada Riani.
"Selamat hari jadi kita yang kedua juga..." Balas Riani yang juga memberikan kotak kado untuk Ethan.
Setelah mereka saling menerima pertukaran kado, serempak keduanya membuka kado tersebut.
Dan alangkah terkejutnya mereka saat tahu isi dari kado tersebut yang ternyata mereka saling memberi kado yang sama, sedangkan sebelumnya mereka tidak ada janjian mengenai barang apa untuk kado hari jadi mereka.
Isi kado tersebut adalah kalung silver dengan liontin berbentuk pegasus, yang membuat keduanya tertawa bahagia akhirnya.
"Ternyata kita sehati ya Ria ku? sini biar aku pakaikan kalungnya padamu" Kata Ethan.
Setelah kalung telah terpasang tiba-tiba Ethan mencium lembut tengkuk Riani yang membuat Riani seketika kaget dan langsung membalikkan badannya.
"Fay-Ri ku, bukankah kita sudah sepakat tidak melakukan hal-hal seperti tadi dan menunggu umur kita cukup matang untuk melakukan itu?" tanya sekaligus protes Riani.
"Iya aku masih ingat kesepakatan kita itu kok Ria ku..." Jawab Ethan sambil mencium penuh sayang kening Riani.
"Tapi...Aku takut kita tidak ada waktu lagi untuk itu..." Kata Ethan lagi dengan pandangan kosongnya menatap arah laut.
"Memangnya kenapa?" tanya Riani penasaran dan ada perasaan was-was di hatinya, dia yakin telah terjadi sesuatu saat Ethan datang terlambat tadi, karena tidak biasanya dia datang terlambat, setiap kali bertemu dia selalu tepat waktu bahkan malah Riani yang kadang datang terlambat yang membuat Ethan harus menunggunya.
"Nanti akan aku ceritakan setelah kita merayakan hari jadi kita dulu, jangan sampai merusak kebahagiaan kita hari ini, sekarang giliran kamu memasangkan kalung ini di leherku" kata Ethan sambil menyodorkan kalung tersebut.
Riani pun hanya mengangguk dan tersenyum, kemudian dia mengambil kalung dari tangan Ethan dan langsung memakaikannya di leher Ethan.
"Selamat hari jadi kita ya Fay-Ri ku..." Ucap Riani sambil menatap wajah Ethan sebentar kemudian dia melihat ke arah kalung yang di pakai Ethan dan memainkan liontinnya.
"Iya Ria ku...Selamat hari jadi kita yang kedua tepatnya..." Jawab Ethan sambil melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan Riani, namun kemudian tangan Ethan mengangkat kepala Riani hingga wajahnya menghadap ke arahnya, kemudian dengan lembut dia mencium kening, pipi dan bibir Riani.
Riani terkejut dengan tindakan Ethan, namun akhirnya dia membiarkan Ethan mencium bibirnya, karena ini adalah ciuman pertama bagi dia dan Ethan selama dua tahun berpacaran.
__ADS_1
Dan karena mereka baru merasakan ciuman pertama mereka, hampir saja mereka hanyut dan larut dalam perbuatan yang lebih jauh dan mendalam, namun segera mereka sadari masing-masing dan langsung menghentikannya, saat Riani merasa ada rasa sakit dan berteriak hingga membuat Ethan ketakutan dan langsung menghentikan perbuatannya.
"Maaf...Maaf sekali Ria ku..." Ucap Ethan dengan tangis penuh sesalnya.
"Tidak apa-apa Fay-Ri ku...kita berdua memang salah, karena terlalu hanyut dan terlena dengan kenikmatan penuh maksiat ini..." Jawab Riani dengan suara bergetar dan air matanya yang berlinang.
Melihat Riani menangis Ethan langsung memeluk erat tubuh Riani.
"Untungnya kita masih belum terlanjur terlalu jauh melakukannya, terima kasih Tuhanku..." Ucap syukur Ethan masih dalam tangisnya.
"Iya Fay-Ri ku, Alkhamdulillah..." Ucap syukur Riani dalam pelukan Ethan.
.............
Setelah keduanya merapikan baju mereka masing-masing, kemudian mereka berdua duduk sambil menatap laut.
Riani menyandarkan kepalanya di pundak Ethan sedangkan tangan Ethan memeluk erat pundak Riani.
"Mungkin ini yang terakhir kali kita bisa merayakan hari jadi kita, karena di tahun-tahun berikutnya kita mungkin akan lebih susah untuk bisa merayakannya..." Kata Ethan setelah sekian menit mereka terdiam menikmati pemandangan laut.
"Maksud kamu?" tanya Riani bingung dan tidak mengerti dengan apa yang di katakan Ethan barusan.
"Mamah dan papahku berniat untuk rujuk kembali, kemudian papah akan memboyong dan membawa kita pindah ke rumahnya di Jakarta..."
"Jadi kamu akan pindah ke Jakarta dan kita tidak akan bertemu lagi?" tanya Riani terkejut sekaligus sedih setelah mendengar kabar itu dari mulut Ethan sendiri.
"Maafkan aku jika aku terlalu egois, aku berpikir ini demi kebaikan kedua orang tuaku dan aku juga menginginkan keluarga yang utuh dan lengkap seperti keluargamu..." Jelas Ethan dengan tatapan sedihnya.
"Aku akan selalu mendukungmu, selama itu demi kebaikanmu, meskipun kita harus mengorbankan hubungan kita, aku rela kok Fay-Ri ku..."
"Terima kasih banyak atas pengertianmu, aku janji setiap hari akan menelponmu dan setiap bulan aku akan menengokmu dan kita bertemu di tempat ini..."
"Kamu janji?" tanya Riani memastikan lagi.
"Iya Ria ku sayang...Aku janji, karena itu juga kesepakatan dan syarat aku dengan kedua orang tuaku jika aku mau pindah ke Jakarta"
"Alkhamdulillah...Kalau begitu, dan semoga keluarga kamu yang kembali utuh akan menambah kebahagiaanmu, Amin..."
"Ameen...Puji syukur Tuhan..." Ucap doa Ethan.
Keduanya akhirnya kembali larut dalam ciuman penuh makna menjelang perpisahan, dengan tanpa di nodai dengan perbuatan yang terlalu jauh...
...☆☆☆...
__ADS_1