KESETIAAN YG TAK TERBATAS

KESETIAAN YG TAK TERBATAS
LINGKARAN CINTA, BUKAN CINTA BIASA


__ADS_3

Dengan lembut Riani memegang tangan Ethan, kehangatan mengalir hingga hingga ke relung hati Ethan, dia merasakan ada ketenangan dan kedamaian dalam jiwanya setelah Riani menyentuh dan menggenggam tangannya.


"Ethan...Kamu tahu pasti kalau Ayahku sangat menyayangimu, dan bahkan lebih menyayangimu di bandingkan denganku...Sesaat sebelum dia meninggalpun orang yang dia ingat dan ingin dia temui adalah kamu, hingga akhirnya aku menyadari satu hal, bahwa perasaanku padamu sekarang ini sudah berubah, dari perasaan seorang kekasih menjadi perasaan terhadap saudara laki-laki, karena sekarang aku menganggapmu sebagai keluargaku..." Dengan pelan dan hati-hati Riani menjelaskan pada Ethan yang terdiam.


Ada kecemasan dan ketakutan di hatinya, karena dalam kediaman Ethan, perubahan ekspresi wajah Ethan sangat kelihatan, Riani berjaga-jaga kemungkinan terburuknya yaitu munculnya pribadi lain pada diri Ethan, yang artinya sakit Ethan kembali kambuh.


Lama Riani menunggu reaksi dan jawaban dari Ethan hingga akhirnya...


"Tidak mungkin Ria-ku...Itu tidak mungkin! kenapa kamu begitu mudahnya melupakan cinta kita dan perasaan kita dulu?! kata Ethan dengan suara agak keras sambil mencengkram dan menggoyang keras pundak Riani.


Sakit, itu yang dia rasakan pada pundaknya, karena cengkraman Ethan yang sangat kuat, namun sebisa mungkin dia menahannya dan tidak menangis, namun saat dia melihat wajah Ethan yang menangis sedih memilukan, rasa ibanya seolah membangunkan hatinya hingga akhirnya dia juga terbawa suasana dan ikut menangis pilu.


"Maafkan aku Ethan...Mungkin ini jalan yang terbaik yang di berikan Tuhan untuk kita berdua, kita tidak bisa menentang kehendak-Nya dan hanya bisa pasrah hingga tidak bisa berbuat apa-apa..." Batin Riani pilu.


Meskipun Riani sudah mencoba memastikan perasaannya pada Ethan dan meyakinkan pada diri sendiri, bahkan pada Viola bahwa dirinya sudah tidak mencintai Ethan sebagai prianya, namun tetap saja saat dia melihat Ethan begitu menderita karena mencintai dirinya, hati kecilnya ikut tersayat yang membuat perasaannya begitu terasaa sangat menyakitkan baginya.


Tanpa Riani sadari tangannya mengelus lembut kepala Ethan yang sedang menangis dan bertekuk lutut, kepalanya yang tertunduk seolah tidak kuat menahan luka di hatinya.


Ethan langsung memeluk erat tubuh Riani dengan masih dalam posisi tetap berlutut.


Riani tidak berdaya, dia hanya bisa diam dan membiarkan Ethan menangis bersamanya yang juga tidak kuasa menahan air matanya.


Tiba-tiba...


"Hahaha...!"


Suara tertawa Ethan yang tiba-tiba membuat Riani seketika terlonjak kaget dan tanpa dia sadari mundur beberapa langkah melepaskan diri dari pelukan tangan Ethan.


"J...Josh?! apa kamu Josh?" tanya Riani tergagap dan langsung menyadari bahwa pribadi lain dari Ethan telah muncul, dia sudah bisa menebak sosok Josh lah yang muncul karena dia melihat ciri khas watak dari Josh yang cuek dan garang, seperti apa yang pernah di ceritakan oleh tante Grace.


"Iya aku, kenapa Riani? apakah kamu kecewa padaku karena aku menikahi wanita lain?" jawab Ethan yang sudah berubah menjadi pribadi Josh, dia tersenyum sinis pada Riani.


"Bukan seperti itu Josh, aku hanya ingin mengatakan yang sebenarnya saja mengenai apa yang aku rasakan saat ini..."


"Bohong! bohong kamu! aku tahu kamu bohong, dan aku sangat benci pada wanita yang munafik! aku tahu sebenarnya kamu masih mencintaiku, tapi kamu tidak bisa menerima kenyataan karena aku sudah menikahi wanita lain" kata Ethan dengan nada suara penuh dengan emosi.


"Bukan begitu Josh, tapi..." Belum sempat Riani menyelesaikan kalimatnya...


"Cukup! aku begitu mencintaimu tapi kamu justru bersikap seperti ini, seolah kamu tidak membutuhkanku! tidak bisakah kamu merasakan betapa sakitnya hatiku dengan sikapmu itu?" kata Ethan dengan emosi yang meledak-ledak sambil meremas-remas rambutnya.


"Hahaha! aku kalah dengan waktu! orang yang selama ini aku cintai menyerah dengan waktu dan keadaan, aku kalah, hahaha...!" Teriak Ethan lagi sambil tertawa, namun kemudian akhirnya menangis..."


Riani mendekati Ethan yang masih menangis dan terduduk lemas, Riani juga melihat Viola dari luar kamar yang tidak tega dan menangis melihat suaminya yang putus asa dan terluka hatinya.


Kemudian Riani memberi isyarat dengan tangannya agar memberinya waktu pada Riani untuk membujuk Ethan.


Viola mengangguk tanda mengerti dan mundur beberapa langkah dari pintu kamar Riani. dengan berlinang air mata.

__ADS_1


Dengan berjalan berlahan Riani mendekati Ethan, kemudian dia berjongkok di hadapan Ethan dan memeluknya.


"Maafkan aku Josh..." Kata Riani lembut.


"Aku sangat mencintaimu Riani...Aku mohon jangan tinggalkan aku lagi...Tetaplah di sisiku...Jika tidak, aku lebih baik mati saja..." Kata Ethan sembari memeluk erat tubuh Riani, seolah tidak ingin melepaskannya.


"Baiklah, aku tidak akan pergi dan akan selalu ada di sisimu, tapi kamu harus nurut dan ikuti kata-kataku untuk rutin berobat dan terapi" rayu Riani lagi dengan suara yang lemah lembut.


"Untuk apa aku berobat? aku merasa tubuhku sehat-sehat saja Riani..." tanya Ethan heran.


"Iya aku percaya kamu pasti sehat, hanya saja...trauma saat kamu mati suri dulu, masih sering mengganggu kesehatanmu Josh...Aku mohon kamu mau ya, demi aku..." Jawab Riani mencoba meyakinkan Ethan.


"Trauma mati suri?" tanya Ethan semakin bingung.


"Iya, dulu sekali kamu pernah mati suri dan akhirnya hidup kembali, mungkin kamu tidak bisa mengingatnya akibat dari trauma tersebut, tapi tidak apa-apa..."


"Baiklah, aku akan mengikuti kata-katamu untuk rutin berobat dan terapi asalkan setiap kali aku menjalani pengobatan dan terapi kamu harus selalu menemaniku, bagaimana?" tanya Ethan mengajukan syarat.


"Asalkan tidak berbenturan dengan pekerjaanku, pasti aku akan menemanimu"


"Kalau begitu akan aku atur jadwal pengobatanku, untuk menyesuaikan dengan jam kerjamu, bagaimana?"


"Terserah kamu Josh, asalkan kamu mau berobat, aku tidak apa-apa"


"Benarkah? kamu harus berjanji dulu padaku" kata Ethan kurang yakin.


"Kamu harus tepati janji kamu dulu, nanti aku juga akan menepati janjiku..."


"Iya...Sekarang kamu senang kan?"


"Iya, terima kasih atas pengertianmu sayang..." Kata Ethan mesra, mencium punggung tangan riani dengan lembut dan wajahnya yang kembali berseri.


.............


Riani dan Ethan yang kini sedang menjadi pribadi yang bernama Josh akhirnya memutuskan untuk keluar dari kamar tersebut.


Viola yang sedari tadi dengan sabar menunggu mereka berdua langsung berdiri dari duduknya saat melihat Ethan dan Riani keluar.


"Kamu masih di sini Vio?" tanya Ethan yang langsung berubah bersikap dingin.


"Kamu jangan begitu Josh, bagaimanapun Viola itu istrimu, dia..." Belum selesai Riani berbicara, tiba-tiba perut Riani terasa mual dan ingin muntah, dengan segera Riani minta pamit kembali ke kamarnya.


Sedangkan Ethan dan Viola menatap khawatir ke arah Riani yang berlalu tanpa menghiraukan mereka berdua.


Sesampainya di kamar Riani langsung menuju ke kamar mandi yang berada di dalam kamarnya.


"Hoek! hoek!" Riani memuntahkan semua isi perutnya.

__ADS_1


Tubuh Riani seketika merasa lemas tak bertenaga setelah muntah-muntah, dia berpikir mungkin karena dia belum meminum obat untuk mual.


Riani berjalan pelan dengan tubuh lemasnya menuju pintu keluar.


Ethan dan Viola menungu cemas di depan pintu kamar Riani, mereka berdua tidak bisa masuk karena ternyata Riani tanpa sengaja mengunci pintu kamarnya dari dalam.


Melihat Riani keluar dari kamarnya, dengan wajah penuh kecemasan Ethan dan Viola memapah Riani yang terlihat lemas dengan wajahnya yang pucat.


Keduanya segera menuntun Riani untuk duduk di kursi yang lebih nyaman.


Kemudian Riani segera mencari obatnya di dalam tas yang dia bawa.


Ethan segera mengambil air minum hangat untuk Riani, sedangkan Viola memijit-mijit kepala dan tengkuk Riani.


Setelah Riani meminum obatnya, Ethan mengambil ponselnya dan berjalan keluar menuju teras rumah, terdengar dia sedang menghubungi seseorang.


"Lihatlah kak, Ethan terlihat sangat cemas, maaf kak...Kalau tadi aku tidak bisa membantumu..." Kata Viola merasa bersalah.


"Kenapa minta maaf Vi? harusnya akulah yang minta maaf, karena tadi memintamu untuk tidak masuk saat Ethan teriak-teriak, maafkan aku ya Vi, karena aku membuat perasaanmu tidak nyaman..."


"Kak, bagiku asalkan Ethan bisa sembuh, maka aku bisa bersahabat dengan perasaan tidak nyaman tersebut..."


"Kamu benar-benar istri yang baik, bodoh jika dia melepasmu"


"Tapi aku juga sangat tahu, kalau perasaan juga tidak bisa di paksakan, jadi aku hanya bisa melakukan yang harusnya aku lakukan sebagai seorang istri"


"Aku tahu, tapi aku juga berharap kamu jangan pernah menyerah dengan perasaanmu pada Ethan suamimu"


"Aku tidak akan pernah menyerah pada perasaanku, tapi...untuk mendapatkan hatinya aku agak pesimis kak, karena seperti yang kak Riani lihat, dari semua ketiga kepribadian Ethan, yang ada dalam ingatannya hanya ada kak Riani, dia bisa melupakan yang lain tapi tidak dengan kak Riani, karena aku tahu dia dan pribadi lainnya sangat mencintaimu kak..."


"Itu karena penyebab awal sakitnya Ethan karena aku, jadi akulah juga yang harus bertanggung jawab untuk menyembuhkan dan mengembalikan kesadaran Ethan pada pribadi aslinya..."


"Karena itulah kak, aku mohon bantu suamiku meskipun aku harus melepaskannya asal dia sembuh dan bahagia dengan orang yang dia cintai, maka aku rela, karena aku sangat sedih melihatnya sangat menderita setiap kali sakitnya kambuh..." Pinta Viola dengan tangisnya yang mulai pecah.


"Aku janji pasti akan menolongnya, tapi kamu juga harus janji agar tetap menjaganya sebagai suamimu, karena menurutku kalian berdua juga berhak untuk bahagia..."


"Tapi Ethan akan sangat bahagia jika di bisa bersamamu kak, bagiku asalkan aku bisa dekat dengannya dan ada di ingatannya meski kelak bukan sebagai istrinya lagi aku sudah cukup bahagia kak..."


"Hush! kamu jangan bilang sepertu itu, saat ini kamu adalah istrinya jadi kamu harus menikmati dan merasakan kebahagianmu juga, kamu harus tetap optimis dan aku akan sebisa mungkin membantumu..."


"Terima kasih kak..."


Riani mengangguk tersenyum, keduanya saling tersenyum dan mengalihkan pandangan mereka ke arah Ethan alias Josh yang masih sibuk dengan ponselnya di teras rumah, dia terlihat serius membicarakan sesuatu, tapi keduanya tidak terlalu mendengar suara Ethan.


Sejenak Riani menatap wajah Viola yang masih menatap suaminya dengan mata penuh cinta berbalut kesedihan.


Riani melihat bahwa Viola begitu mencintai Ethan, sedangkan Ethan begitu mencintai dirinya, hingga membuatnya sadar bahwa mereka berada dalam lingkaran cinta, bukan cinta biasa...

__ADS_1


...☆☆☆...


__ADS_2