KESETIAAN YG TAK TERBATAS

KESETIAAN YG TAK TERBATAS
TRAUMA CINTA


__ADS_3

Lamunan Zoya seketika buyar saat melihat kedatangan Arga dan Viola yang terkesan terburu-buru.


Keduanya segera menghampiri Riani yang masih asyik menikmati suapan terakhir bubur kerang bakarnya.


"Kak, kamu sebaiknya bawa Ethan menuju perahu skoci dan kembali ke yacht 'Angsa' segera, biar yang lainnya kami yang urus" bisik Arga, membuat Randi dan yang lainnya heran dan penasaran.


"Baiklah..." Jawab Riani, kemudian dia bangun dari duduknya dan berjalan menghampiri Ethan yang terbengong melihat Riani datang kepadanya.


"Fa'i...Ayo kita kembali ke yacht duluan" bisik Riani di telinga Ethan yang segera mengangguk dan mengikuti langkah Riani sambil memegang tangan Riani.


"Kak ada apa?" tanya Zoya saat Riani melintasinya.


"Aku belum bisa menjelaskannya sekarang, sebaiknya kamu tanya pada Arga" jawab Riani.


"Ai! sebenarnya ada apa ini? tolong jangan main teka-teki seperti ini?! tanya Teddy yang berusaha mengejarnya.


"Aku belum bisa menjelaskannya sekarang Ted, beri aku waktu oke, percaya padaku please..." Jawab Riani dengan tetap melangkah dan semakin erat menggengam tangam Ethan, karena dia merasakan ada kemarahan di hati Ethan itu ia rasakan dari remasan kuat tangan Ethan.


Sebenarnya Teddy akan ikut dalam satu skoci denga Riani, namun segera dia urungkan setelah di cegah oleh Viola yang dari tadi mengikuti Riani dan Ethan dari belakang.


Meskipun akhirnya Teddy tidak naik dalam perahu skoci tersebut, namun pikirannya terbayang pada wajah Viola saat mencegahnya, sambil menggelengkan kepalanya dan menarik kuat-kuat tangan Teddy, dengan bahasa matanya yang penuh kesedihan.


"Apa yang sebenarnya sedang terjadi? kenapa aku merasa ada yang salah?" batin Teddy.


Dia merasa harus secepatnya mengetahui ada apa di balik sikap Viola yang notabene istri sah Ethan namun saat suaminya bersama dengan wanita lain justru dia seolah tidak berdaya di hadapan Riani.


Matanya menatap kosong ke arah perahu skoci yang membawa Riani, Ethan dan Viola yang melaju menjauh darinya mendekati yacht 'Angsa'.


"Sebenarnya ada apa sih Bang?" tanya Randi yang sudah berdiri di belakang Teddy, membuat Teddy reflek membalikkan badannya ke arah Randi.


"Aku juga tidak tahu Ran, aku saja masih penasaran dengan sikap mereka ber-empat (Riani, Arga, Ethan dan Viola) yang penuh teka-teki" jawab Teddy gamang.


"Karena dia sedang sakit!" jawab Arga dari kejauhan dengan suaranya yang keras setengah berteriak.


Dia dengan Zoya yang berjalan di sisinya berjalan ke arah Arga dan Teddy yang masih berdiri di pinggiran pantai.


"Memangnya Ethan sakit apa?" tanya Randi.


"Kalaupun memang Ethan sakit, lalu apa hubungannya dengan Riani dan kenapa harus dia yang merawatnya?" sambung Teddy.


"Mengenai penyakit apa yang sedang di derita Ethan, saya tidak bisa memberitahu kalian yang sebenarnya sebelum saya mendapat ijin dari keluarga Ethan ataupun Viola sendiri, sedangkan mengenai ada hubungan apa antara Riani dan Ethan bang Teddy juga lebih baik menanyakannya langsung pada orang yang bersangkutan" jawab Arga diplomatis.


Mereka menatap ke arah yacht 'Angsa' yang tetap telihat anggun meski dari kejauhan, ke-empatnya terdiam dan tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing.


Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke yacht 'Angsa' setelah mereka membantu kru kapal membereskan tenda dan sisa-sisa api unggun semalam.


.............

__ADS_1


Akhirnya perahu skoci yang mereka tumpangi sampai di yacht, terlihat di atas Riani dan Viola sedang menunggu mereka.


Satu-persatu mereka naik ke atas yacht.


"Ethan di mana Vi?" tanya Arga.


"Ethan sedang tidur sekarang, kalian masuklah, kita makan siang bersama, koki sudah menyiapkan semuanya" kata Viola mencoba mengalihkan perhatian, dan seolah tahu kalau tuan rumah tidak ingin membahas Ethan, terutama penyakitnya, maka mereka semua langsung menuruti kata Viola dan segera masuk dan berkumpul di deck tengah dengan meja makan mewah tertata di tengah-tengah ruangan deck.


Di atas meja telah terhidang makanan ala restoran mewah, hidangan makan siang lengkap, di mulai dari makanan pembuka, menu utama hingga makanan penutup.


Sang Chef dan Asisten Chef terlihat masih sibuk mempersiapkan hidangan lainnya.


Makan siang pun di mulai tanpa hadirnya Ethan sang tuan rumah, dan berlangsung tanpa obrolan, sunyi...Hanya suara dentingan piring dan sendok mengiringi makan siang mereka.


.............


Seusai makan siang, mereka melanjutkan kegiatan dengan ber-snorkeling dan diving.


Teddy memandu Riani ber-snorkeling, sedangkan Arga mencoba meyakinkan Zoya dan Randi untuk tidak takut dan berusaha menghilangkan trauma masa lalu mereka berdua.


Riani melihat Arga dengan sabar dan telaten memberi suport dan arahan pada Zoya dan Randi.


Riani tersenyum melihat tingkah mereka, Arga seperti orang tua yang dengan sabar menuntun anaknya yang baru pertama kali turun ke laut.


Pandangannya beralih pada Viola yang memilih tetap di kapal, untuk berjaga-jaga apabila Ethan bangun nanti dan berganti dengan kepribadian yang lain.


Riani sangat mengerti akan kecemasan Viola, karena hatinya juga merasa cemas dengan keadaan Ethan sekarang ini, namun apa daya, baginya Viola lah yang lebih berhak atas Ethan.


"Aaa! aku tenggelam! aku tenggelam!" teriak Zoya yang ketakutan saat masuk ke dalam air laut meskipun dia memakai jaket pelampung, membuat pandangan semua orang yang kaget melihat ke arahnya.


Arga dengan tenang dan sabar membimbing dan menuntun Zoya yang memeluk erat tubuh Arga, sedangkan Randi hanya menatap dari atas dengan ekspresi wajah gelisahnya.


"Ted, bisakah kamu bantu Randi agar bisa dan mau turun ke bawah?" pinta Riani.


"Randi tidak bisa berenang?" tanya Teddy terkejut.


"Dia bisa berenang jika berada di kolam renang, tapi traumanya di masa lalu membuatnya dan Zoya takut akan kedalaman air laut..." Jawab Riani, menjelsakan.


"Memang apa yang telah terjadi dengan mereka berdua di masa lalu Ai?" tanya Teddy semakin penasaran hingga melupakan niat awalnya tadi yang ingin menanyakan mengenai hubungan Riani dengan Ethan.


"Panjang ceritanya Ted, nanti kalau ada waktu akan aku ceritakan, sekarang tolong kamu bantu dia, atau aku saja yang bantu dia" kata Riani akhirnya sambil berenang menjauhi Teddy dan mendekat ke arah Randi, namun segera Teddy berenang dengan cepat menyusul Riani.


"Biar aku saja Ai, kamu naiklah dan beristirahatlah, jangan terlalu lama di dalam air, nanti masuk angin, apalagi kamu baru pulih..." Cegah Teddy, meskipun alasan sebenarnya dalam hati Teddy tidak rela kalau Riani yang membantu Randi, dan dia tidak bisa jika melihat Riani dan Randi jadi semakin dekat, dia akan merasa cemburu melihat kedekatan mereka.


"Baiklah, kalau begitu aku naik dulu, terima kasih ya Ted, sudah mau membantu Randi..."


"Iya, kamu sekarang naiklah..."

__ADS_1


Riani mengangguk, kemudian dia berenang menuju tangga naik kapal.


Viola yang sedari tadi memperhatikan kebersamaan Teddy dengan Riani seolah menangkap sesuatu yang lain dari tatapan penuh cinta dan kasih Teddy pada Riani.


Di hati Viola tergelitik ke-ingin tahuannya, karena setahu dia Riani saat ini berstatus seorang istri seseorang yang bernama Radja, dan Riani adalah cinta pertama Ethan yang adalah juga suaminya.


Memikirkan hubungan rumit antara dia, Ethan dan Riani membuat Viola tersenyum getir.


Viola tersadar dari lamunannya saat dia medengar langkah kaki Riani yang berjalan ke arahnya.


"Bagaimana apakah Ethan sudah bangun Vi?" tanya Riani sesampainya di depan Viola.


"Tadi terakhir aku lihat di kamarnya dia masih tertidur kak..."


"Coba kamu cek dan lihat dia lagi, nanti malam, ada yang ingin aku bicarakan denganmu"


"Kalau boleh aku tahu mengenai apa kak?" tanya Viola penasaran, karena dia merasa tidak ada hal yang penting selain mengenai Ethan dan sakitnya yang dia dan Riani bicarakan.


"Pokoknya ada dan ini pembicaraan antara kita berdua saja sebagai perempuan" jawab Riani dengan senyum penuh misteri.


"Baiklah, kalau begitu aku ke kamar Ethan dulu ya kak?"


"Oke!"


Di tatapnya Viola yang beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kamar Ethan, ya kamar Ethan bukan kamar mereka berdua, yang berarti mereka tidur terpisah meskipun status mereka sudah resmi menjadi suami istri, itulah yang membuat hati Riani trenyuh dan harus memikirkan cara agar mereka bisa hidup layaknya suami istri meski menurut mereka berdua pernikahan mereka hanyalah kesepakatan belaka.


Akhirnya Riani berjalan menuju ke kamarnya, dia segera ke kamar mandi untuk membilas tubuhnya.


.............


Setelah selesai mandi dan berganti baju, Riani keluar dan mengambil hair drayer.


Dia berjalan menuju ke arah jendela sambil mengeringkan rambutnya, di lihatnya pemandangan di luar, dia melihat Zoya yang masih ketakutan dengan di selingi teriakannya, Riani juga melihat ekspresi wajah Randi yang parno saat kembali masuk ke dalam air laut, Teddy dengan sabar mengarahkan Randi untuk pelan-pelan mengalahkan rasa takut dan traumanya.


Riani tersenyum geli saat melihat tingkah mereka ber-empat yang menurutnya lucu , tapi jika dia ingat penyebab ketakutan dan trauma Randi dan adiknya itu, maka hatinya ikut sedih, karena dia sangat tahu betul bagaimana perasaan kehilangan orang yang kita sayangi dalam sebuah tragedi.


"Ternyata Ethan belum bangun, syukurlah..." Batin Riani saat dia melihat Viola keluar dengan sudah berganti baju renang dan bergabung dengan yang lain.


Viola langsung loncat dari atas kapal masuk ke dalam air laut, semuanya terlihat bersorak.


Viola mendekati Arga dan Zoya, dia terlihat ikut berusaha membantu Zoya melewati ketakutannya.


Setelah rambutnya kering, Riani menyisir rambutnya dengan masih menikmati pemandangan teman-temannya yang sedang berenang.


"Andai saja hari ini tidak ada kejadian kambuhnya sakit Ethan yang berubah menjadi pribadi lain, mungkin aku akan menikmati liburan ini dengan hati tenang dan tidak was-was seperti ini..." Bisik Riani pelan.


Angannya kembali pada curahan hati Ethan semalam, dia bisa melihat dan merasakan betapa tulus dan begitu cintanya Ethan terhadap dirinya.

__ADS_1


"Mata itu, ya...Mata Ethan, mata yang sama saat dia menatapku penuh cinta dulu, mungkin cinta dan kasihmu padaku tidak berubah, Tapi...Kini semuanya sudah berubah, bukan! lebih tepatnya akulah yang berubah...Karena sebuah tragedi yang membuatku trauma untuk menerima cintamu kembali, ya trauma cinta...


...☆☆☆...


__ADS_2