KESETIAAN YG TAK TERBATAS

KESETIAAN YG TAK TERBATAS
PERASAAN TIGA PRIA


__ADS_3

Sesi 'curahan hati' di malam api unggun pun telah selesai, kini mereka menikmati makanan yang mereka bakar tadi.


Mereka membaur dalam hangatnya api unggun dan larut dengan perasaan mereka masing-masing.


Hingga malampun semakin larut, dan mereka memutuskan untuk masuk ke dalam tenda mereka masing-masing.


Riani dan Zoya masuk ke dalam satu tenda yang sama.


Keduanya berbaring, akan tetapi mata mereka tetap tidak bisa di pejamkan.


Akhirnya mereka memutuskan mengobrol.


"Kak tadi saat Bli Ethan bercerita mengenai masa kecilnya, mata dia selalu menatap ke arah kak Riani, apa sebelumnya kakak mengenal bli Ethan?" tanya Zoya penasaran, Riani sudah menduga Zoya akan nenanyakan hal itu.


"Kamu yakin bli Ethan sedang menatapku, bukannya menatapmu?" jawab Riani balik bertanya, tanpa menjawab pertanyaan yang Zoya maksudkan.


"Zoya yakin sekali kok kalau Bli Ethan menatap kakak, bukan Zoya, lagian itu tidak mungkinlah Bli Ethan menatap Zoya, soalnya tadi jelas-jelas Bli Ethan menatap kakak, tadi semua orang juga tahu dan melihat dia menatap penuh arti pada kak Riani..."


"Begitukah?" tanya Riani berpura-pura.


"Ih kakak ini, dari tadi muter-muter mulu tapi pertanyaan Zoya tidak di jawab-jawab!" seru Zoya, sambil mencubit gemes perut Riani.


Akhirnya mereka berdua saling serang menggelitik perut lawan masing-masing, hingga berakhir dengan tawa penuh kelelahan.


"Sebenarnya ada cerita apa antara Bli Ethan dan kakak di masa lalu?" tanya Zoya lagi di sela-sela nafasnya yang ngos-ngosan setelah bercanda tadi.


"Ya hubunganku dengan Ethan seperti apa yang di ceritakan olehnya..." Jawab Riani mengambang.


"Tapi dari cara dia bercerita dan tatapannya pada kak Riani, seperti ada cerita yang lebih dalam mengenai perasaannya pada kakak..." Zoya tetap kurang puas dengan jawaban Riani.


"Yang jelas apapun hubungan kami berdua itu hanyalah masa lalu, biarlah jadi salah satu untaian cerita kenangan saja, yang paling penting adalah kehidupan kita sekarang dan nanti, yang kamu sudah ketahui kami berdua sudah punya pasangan masing-masing..." Jawab Riani sambil mencubit lembut dagu Zoya.


Mendengar perkataan Riani, Zoya langsung mengurungkan niatnya untuk bertanya lagi, karena dia mengerti dari perkataan Riani di dalamnya tersirat agar dirinya tidak menanyakan dan mengungkit lagi masa lalu Riani dengan Ethan.


Namun di lubuk hati Zoya merasa sedih karena tadi Zoya baru tahu kalau Randi kakaknya, ternyata juga menyimpan perasaan pada Riani, itu terlihat jelas saat Ethan menatap Riani.


Itu dia ketahui setelah dia melihat ekspresi wajah penuh kecemburuan dan kemarahan saat kakaknya itu melihat tatapan Ethan penuh mesra pada Riani.


Di dalam hati Zoya sebenarnya dia tidak mempermasalahkan perasaan kakaknya pada Riani, karena itu adalah haknya, akan tetapi Riani adalah wanita yang sudah bersuami meskipun saat ini rumah tangganya sedang bermasalah, namun hati Zoya sedih jika mengingat Randi kakaknya itu akan mengalami cinta bertepuk sebelah tangan dan patah hati.


Terlebih lagi dirinya tahu pasti kalau perasaan Riani pada kakaknya itu hanya sebatas sebagai saudara dan keluarga.


Karena hal itulah Zoya tidak ingin melihat kakaknya itu bersedih dan terluka.


"Hei!" Seru Riani sambil kembali mencubit dagu dan pipi Zoya.


Zoya seketika sadar dari lamunannya.


"Kamu lagi ngalmunin apa sih? ayo sebaiknya kita tidur, sepertinya sudah menjelang dini hari dan hawanya juga sudah mulai dingin..." Ajak Riani sambil menutup kepalanya dengan topi dari jaketnya dan menarik selimut tebalnya, tubuhnya sudah mulai merinding kedinginan.


Zoya mengangguk dan dia pun segera melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan Riani.


Kemudian mereka berdua segera membaringkan tubuhnya, dan hanya beberapa menit saja, keduanya pun telah terlelap dan hanyut dalam mimpi mereka masing-masing.

__ADS_1


.............


Suara panggilan dari luar tenda membangunkan Riani dan Zoya dari tidur mereka.


Segera Zoya bangun dan membuka resletting tenda, sedangkan Riani masih meringkuk di dalam selimut dengan mata kembali terpejam.


Terlihat di depan tenda telah berdiri Teddy dan Randi yang masing-masing membawa secangkir teh susu panas.


"Mba Riani belum bangun?" tanya Randi sambil menyerahkan teh susu pada adik perempuannya itu.


"Apa Riani sedang tidak enak badan? karena tidak biasanya dia seperti itu, maaf...Boleh saya permisi masuk ke dalam untuk mengeceknya?" tanya Teddy khawatir.


"Tidak perlu Ted, aku baik-baik saja, hanya saja aku masih terlalu ngantuk dan ingin tidur lagi sebentar" jawab Riani yang segera buru-buru bangun saat mendengar Teddy akan masuk ke dalam.


"Ya sudah, kamu tidurlah lagi, biar teh susunya aku simpan dulu ke dalam gelas termos"


"Oke, terima kasih..."


"O iya! aku hampir lupa memberitahu sama kamu, kalau aku sudah minta ijinkan pada Roro untuk menambah cutimu dua hari lagi, jadi kamu bisa tenang menikmati liburanmu" sambung Teddy lagi.


"Benarkah, kalau begitu terima kasih dan maaf sudah merepotkanmu..."


"Tidak apa-apa Ai, kamu tidurlah..."


Riani mengangguk kemudian kembali menarik selimutnya, sedangkan Zoya keluar dari tenda, untuk menggosok gigi dan mencuci wajahnya.


Sebelum resleting tenda di tutup Riani sempat melihat Ethan dan Viola sedang menikmati minuman hangat mereka dan melihat ke arahnya.


Setelah tenda tertutup Riani kembali membaringkan tubuhnya dan melanjutkan tidurnya.


.............


Saat dia melihat jam di ponselnya menujukkan sudah pukul sembilan pagi.


Setelah membereskan selimutnya dia pun keluar, di lihatnya orang-orang sedang bersantai dan berjalan di pinggiran pantai, sekedar menikmati pemandangan ataupun sambil mencari kerang.


Riani mencuci muka dan menggosok giginya setelah itu dia masuk lagi ke dalam tenda untuk berganti pakaian dan menata rapi rambutnya.


Baru saja dia keluar dari tenda, alangkah terkejutnya dia saat hampir saja dia bertabrakan dengan Ethan yang tiba-tiba datang dari arah lain menuju ke tendanya.


"Selamat pagi An-an, ini aku bawakan teh susu hangat untukmu, minumlah" kata Ethan sambil menyodorkan segelas teh susu hangat pada Riani.


Dengan segera Riani menerima gelas tersebut, karena sekarang ini pribadi lain dari Ethan telah muncul yang artinya penyakit Ethan kambuh lagi.


"Selamat pagi Fa'i, terima kasih..." Jawab Riani sambil menyeruput teh susunya, dia mencoba bersikap se-normal mungkin, karena situasinya saat ini sedang banyak orang.


"Ethan...kenapa di saat-saat seperti ini penyakit kamu kambuh..." Bisik Riani dalam hatinya, kemudian dia ambil ponselnya dan segera memberitahu Arga dan Viola kalau penyakit Ethan kambuh.


Karena saat ini hanya mereka berdualah yang tahu perihal penyakit Ethan.


"Kamu sudah sarapan?" tanya Riani.


"Belum, aku menunggumu untuk sarapan bareng, kebetulan aku membuat bubur untukmu..."

__ADS_1


"Baiklah, ayo kita makan bareng" ajak Riani, Ethan mengangguk.


Kemudian mereka berjalan beriringan menuju ke arah kerumunan tiga orang yang juga sedang menikmati sarapan mereka, yaitu Zoya, Randi dan Teddy.


"Kamu sudah bangun Ai?" tanya Teddy, setelah dia melihat Riani sudah berdiri di depannya, hatinya langsung cemburu saat melihat dia datang dengan Ethan, apalagi dia meminum teh susu buatan Ethan, segera dia urungkan kembali niatnya untuk memberikan gelas termos yang berisi teh susu yang tadi pagi dia simpan.


Dalam hati Teddy juga sangat penasaran, sebenarnya ada hubungan apa antara Riani dan Ethan, ingin sekali dia menanyakannya, tapi dia berpikur sebaiknya nanti melihat waktu yang tepat.


Zoya melihat gelagat dan ekspresi wajah Teddy yang terlihat sangat jelas cemburu pada Ethan, kemudian pandangannya ia alihkan pada Randi kakaknya.


Hatinya kembali merasa miris setelah dia melihat ekspresi yang menyedihkan di wajah kakak laki-laki kesayangannya itu.


Kemudian pandangannya beralih ke Riani yang sedang menerima mangkuk berisi bubur buatan Ethan.


"O ya kak Riani, tadi pagi aku dan Bli Randi cari kerang, kayaknya enak deh makan bubur dengan kerang bakar, bagaimana mau coba tidak kak?" tanya Zoya pada Riani sambil memberi isyarat pada Randi untuk mengambil kerang yang mereka dapat tadi pagi.


"Boleh di coba tuh, sini mana kerangnya!" kata Riani semangat, tiba-tiba selera makannya bangkit, karena makanan seafood adalah favoritnya.


Dengan cepat Randi mengambil kerang yang sudah di cuci bersih kemudian di taburi garam dan merica bubuk setelah itu kerang tersebut dia bungkus dengan kertas alumunium dan membakarnya.


Riani berdecak kagum melihat kelihaian Randi dalam memasak kerang.


"Wah...Kamu kayak koki profesioanl saja Ran, jago juga kamu masak ya?" puji Riani sambil bangkit dari duduknya dan beralih ke arah Randi untuk melihat olahan kerang yang sedang Randi bakar.


"Biasa saja Mbak, cuma bisa masak makanan yang gampang-gampang kok..." Jawab Randi dengan wajah tertunduk tersipu malu.


"Bli kan dulu pernah kerja di restoran kak, jadi tahu sedikit memasak lah..." Goda Zoya pada kakaknya.


"Kamu itu..." Randi hanya melotot pada adiknya yang tertawa.


"Bagus dong, berarti ada pengalaman memasak...Jadi tidak sabar nih..."


Tidak butuh lama kerangpun matang, dengan hati-hati Randi membuka satu-persatu kerang dan mengambil isinya kemudian dia taruh pada magkuk bubur Riani.


"Hmmm...Benaran enak banget, terima kasih ya Ran..." Ucap Riani setelah menyantap bubur campur kerang bakar.


"Iya Mbak sama-sama..."


Hati Zoya ikut bahagia melihat wajah kakaknya kembali tersenyum, Zoya ikut tersenyum melihat keceriaan mereka berdua.


Saat Zoya mengalihkan pandangannya dan melihat ekspersi wajah Teddy dan Ethan yang terlihat kurang suka dan cemburu dengan keakraban kakaknya dan Riani membuatnya merasa jengah.


Memang Riani baginya adalah sosok wanita yang patut di kagumi dan jadi magnet yang menarik hati setiap laki-laki.


Pribadinya yang supel, baik dan ramah namun tegas membuat dia yang sebagai perempuan saja sangat mengaguminya.


Akan tetapi jika ketiga pria ini sama-sama mengagumi bahkan mencintai satu perempuan, bukankah akan bermasalah? apalagi status Riani yang sudah mempunyai suami.


"Apa ketiga pria ini tidak menyadarinya?" Bisik Zoya dalam hatinya heran.


Baginya perasaan cinta, kagum, kasih sayang dengan kecemburuan tiga pria ini adalah hal yang berbeda, tapi lepas dari semua itu hanya Rianilah yang tahu jawaban dari semua perasaan tiga pria tersebut, yang salah satunya adalah Randi kakaknya...


Zoya hanya menatap pada kakaknya dan Riani yang sedang menyantap kerang dengan senyum di bibir mereka.

__ADS_1


Harapannya adalah semua yang terbaik untuk mereka berdua...


...☆☆☆...


__ADS_2