
Setelah ketiganya puas menikmati indahnya matahari tenggelam, merekapun bergegas menuju ke arah pelabuhan dengan menggunakan sepeda yang mereka sewa dari rental.
Karena mereka bertiga berniat untuk ke Gili Trawangan di mana nenek, kakek Randi dan Zoya tinggal.
Namun saat mereka tiba di dermaga, ternyata kapal penyebrangan tidak bisa beroperasi di karenakan kendala cuaca buruk dan ombak yang sedang besar.
Cepatnya perubahan cuaca yang memang tidak bisa di prediksi membuat pihak dari akomodasi khususnya di penyebrangan boat antar pulau perlu ekstra siaga demi menjaga keselamatan para pengunjung dan wisatawan.
Karena Randi dan Zoya tidak bisa kembali ke rumah mereka, Riani menawarkan mereka berdua untuk menginap ke resortnya di mana sekarang dia tinggal.
Keduanyapun setuju dengan ajakan Riani, dan karena jarak resort sendiri lumayan jauh, akhirnya mereka bertiga mengembalikan sepeda mereka pada Rental kemudian berganti dengan menaiki kendaraan Cidomo untuk kembali ke resort.
Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam, akhirnya mereka sampai di Kura Kura Resort Gili Meno.
Cidomopun berhenti persis di gerbang masuk resort tersebut.
Ketiganya bergegas turun dari Cidomo, Riani dan Zoya terlebih dahulu turun dan langsung masuk ke dalam resort yang kemudian di susul Randi setelah dia membayar ongkos Cidomo.
.............
Sesampainya mereka di depan kamar, Riani segera mencari kunci kamarnya yang ia simpan dalam tasnya.
Di saat dia sedang sibuk mencari kuncinya, tiba-tiba terdengar suara seorang laki-laki yang tidak asing di telinganya memanggil namanya.
"Ai!"
Seketika Riani, Randi dan Zoyapun menoleh bersamaan ke arah sumber suara, dan ternyata benar dugaan Riani, dia sosok yang sangat Riani kenal.
"Teddy?! Ngapain kamu ada di sini? jangan bilang kalau kamu ke sini karena ada pekerjaan" tanya Riani yang berjalan menuju ke arah Teddy berdiri, dengan pandangan matanya yang tajam.
"Mungkin menurutmu ini memang kebetulan, tapi kenyataannya memang aku di sini ada sesuatu pekerjaan yang harus di urus, nanti juga kamu akan tahu Ai..." Jelas Teddy berusaha meredakan kecurigaan Riani, karena Teddy sangat paham betul dengan karakter Riani.
"Lalu...Siapa mereka berdua Ai?" tanya Teddy lanjutnya.
"Perkenalkan mereka berdua temanku Zoya dan Randi, kakak beradik inilah yang menemaniku selama di Bali dan Lombok"
"Hallo salam kenal, saya Teddy, teman sekaligus rekan kerja Riani" kata Teddy tersenyum ramah sambil secara bergantian menyalami Randi dan Zoya.
"Hallo juga kak Teddy, senang berkenalan dengan kakak..." Jawab Zoya sambil membalas jabatan tangan Teddy.
"Salam kenal juga, boleh saya panggil abang?" tanya Randi, sopan sambil membalas jabatan tangan Teddy.
"Tentu saja, dengan senang hati" jawab Teddy ramah.
"Sebaiknya kita lanjutkan obrolan kita di dalam saja" kata Riani sambil mendorong pintu kamarnya setelah dia membuka kunci pintunya.
__ADS_1
Keempatnya segera masuk ke dalam.
Randi dan Teddy segera duduk di masing-masing kursi yang letaknya berada di dekat jendela.
Sedangkan Riani dan Zoya lebih memilih duduk di tepi ranjang.
"Jadi untuk jadwal tour besok kita kemana dan jam berapa kita akan berangkat Ran?" tanya Riani membuka perbincangan.
"Kalau untuk tour besok jika sesuai jadwal, kita akan ke Gili Trawangan sekaligus check in hotel, tetapi seperti yang kita ketahui, kalau saat ini cuaca sedang tidak mendukung, jadi...Untuk jadwal keberangkatan kita besok, kita lihat dulu situasi cuaca dan kabar terbaru dari pelabuhan, apakah kapal penyebrangan sudah bisa beroperasi lagi atau belum" jawab Randi menjelaskan secara gamblang.
"Jadi untuk kepastiannya kita tunggu situasi terbaru besok, dan untuk sementara ini kita tetap stay di resort ini dulu, begitu kan Ran?"
"Betul sekali Mba, dan jika nanti ada penundaan keberangkatan yang tidak sesuai dengan jadwal di karenakan kendala cuaca, maka dari pihak Bakta Tour akan memberikan layanan menginap gratis selama kendala cuaca belum membaik"
"Bakta Tour memang benar- benar profesional dan memanjakan costumernya, tidak salah aku memilih agen traveling ini..."
"Itulah salah satu kelebihan agen traveling kami Mba."
"Kenapa bisa kebetulan sekali, karena aku juga menggunakan agen traveling Bakta Tour dan besok aku juga harus ke Gili Trawangan"
Kata Teddy ikut bicara yang sedari tadi hanya diam menyimak obrolan antara Riani dan Randi.
"Wah...Kok bisa kebetulan sekali begitu ya kak?" timbrung Zoya, menjawab perkataan dari Teddy.
"Zoya, sebaiknya kamu mandi dan bersihkan tubuh kamu dulu gih, nanti gantian sama kakak" kata Riani mencoba menghentikan obrolan mereka.
"Oke kak, Zoya mandi dulu ya kak..." Jawab Zoya sambil mengambil tas punggungnya dan bergegas pergi ke arah kamar mandi.
"Kamu juga sebaiknya balik ke kamar kamu Ted, nanti setelah makan malam ada yang perlu kita bicarakan"
"Baiklah, ngomong-ngomong kalian berdua tidur dimana malam ini Ran?" jawab Teddy sekaligus bertanya pada Randi.
"Tadi mba Riani menawarkan kami berdua untuk tidur di kamarnya" jawab Randi sambil melihat ke arah Riani.
"Iya betul, aku yang menyuruh mereka untuk menginap di sini" jawab Riani lugas.
"Apa sebaiknya Randi tidur sama aku saja, gimana menurutmu Ai?" usul Teddy pada Riani.
"Kalau aku sih terserah pada Randi saja, kalau dia setuju, aku juga tidak akan keberatan" jawab Riani sambil menatap ke arah Randi.
"Saya juga tidak keberatan mba dan terima kasih banyak bang Teddy sudah memberiku tempat menginap untuk malam ini"
"Tidak perlu sungkan begitu, ayo kamu ikut aku ke kamarku sekarang"
"Baik bang." Jawab Randi sambil mengambil tas punggungnya yang ia letakkan persis di samping bawah kursinya.
"Ai nanti aku akan menjemputmu setelah makan malam "
Kata Teddy lagi, Riani hanya mengangguk dan tersenyum simpul.
__ADS_1
"Mba, saya pamit dulu ya..." Kata Randi.
"Ai, aku juga pamit dulu ya" kata Teddy juga.
"Okay, Bye..." Jawab Riani sambil mengantar keduanya keluar dari kamarnya, setelah keduanya berjalan menjauhi ruang kamarnya, barulah dia menutup pintunya.
.............
Tepat pukul delapan malam setelah Riani dan Zoya selesai makan malam, Teddypun datang sesuai janjinya untuk menjemput Riani.
Keduanya segera keluar meninggalkan Zoya yang asyik sedang menonton film korea kesukaannya di Youtube.
Riani dan Teddy berjalan berdampingan menyusuri jalan yang mulai sepi, dari kejauhan terlihat pemandangan kehidupan laut yang gelap dengan debur ombak yang besar, namun keduanya tidak menghiraukannya dan hanya menikmati sapuan angin malam yang kencang dan dingin.
"Sebenarnya kamu sengaja datang ke sini karena aku kan Ted?"
"Idih...Kamu kepedean banget deh Ai" jawab Teddy mencoba bercanda.
"Ayolah Ted, kamu jangan bercanda! aku serius nih!" kata Riani agak kesal sambil membalikkan tubuhny hingga dia dan Teddypun saling berhadapan, matanya menatap tajam ke arah mata Teddy.
"Kok kamu bisa tahu Ai?"
jawab Teddy sambil membalas tatapan tajam mata Riani dengan tatapan lembutnya.
"Karena aku tau betul kamu Ted, kamu tidak pandai berbohong."
"Yah...Kamu benar Ai, aku sengaja datang kesini hanya untukmu, aku sangat mengkhawatirkanmu dan ingin menghiburmu..." Jawab Teddy akhirnya sambil memegang lembut wajah Riani.
"Bukankah kita sudah sepakat kalau kita tidak perlu mengungkit lagi masa lalu kita Ted..." Jawab Riani sambil menepis tangan Teddy dari wajahnya hingga terlepas, kemudian Rianipun berjalan menjauhi Teddy.
"Tapi aku tidak bisa jika hanya sebagai masa lalumu Ai, dan aku tidak bisa move on dari masa lalu kita!" teriak Teddy yang kemudian berlari mengejar Riani dan langsung memeluknya dari belakang.
"Aku mohon Ai, jangan siksa aku dengan sikap dinginmu yang seperti ini..." Ucapnya lirih dengan suara yang bergetar dan tidak bisa membendung lagi air matanya.
"Aku tegaskan kembali dan untuk yang terakhir kalinya Ted, jika kamu masih ingin melihatku maka kamu harus nyaman dengan hubungan kita sebagai sahabat, tidak ada lagi mengungkit masa lalu kita, tapi jika kamu tidak mau maka selanjutnya aku tidak akan pernah menganggap kamu ada..." Ucap Riani lagi sambil berusaha melepaskan pelukan Teddy, namun pelukannya sangat kuat hingga sia-sia saja Riani meronta sekuat tenaga.
"Aku mohon maafkan aku Ai...Aku tidak bisa jika tidak melihatmu, baiklah aku janji atas nama Tuhan dan masa lalu kita, aku akan memilih persahabatan kita dan berusaha untuk nyaman dengan hubungan ini asalkan aku bisa melihatmu dan berada di sampingmu setiap saat..." JawabTeddy semakin erat memeluk tubuh Riani, seolah tak ingin melepaskan separuh hatinya itu.
"Oke kita sepakat mulai malam ini dan seterusnya hubungan kita adalah sebagai sahabat dan kamu jangan pernah membahas lagi hubungan kita di masa lalu, sepakat Ted?"
"Baiklah Ai aku setuju, tapi aku mohon beri aku waktu beberapa menit saja untuk memelukmu seperti ini..." Bisik Teddy di telinga Riani memohon.
Riani tidak menjawabnya, dia hanya diam dan menghentikan tangannya yang sedari berusaha melepaskan diri dari pelukan Teddy.
"Biarlah untuk yang terakhir kalinya kamu memelukku, dan biarlah dosa ini aku akan bertanggung jawab...Anggaplah ini sebagai hadiah terakhirku atas hubungan kita di masa lalu, karena kelak aku akan tetap berjalan bersama masa depanku tanpa harus menengok ke masa lalu lagi...Maafkan aku Ted...Karena sekarang aku bukanlah separuh hatimu lagi..."
Ucap Riani dalam hatinya yang menangis.
"*Biarlah sekarang kita nyaman dengan hubungan kita sebagai sahabat, karena aku tidak bisa jika tidak melihatmu...Setidaknya aku akan selalu menjagamu sebagai separuh hatiku dan melihatmu bahagia dengan yang lain, meskipun akhirnya nanti kita akan menjalani hidup kita masing-masin**g*..."
__ADS_1