KESETIAAN YG TAK TERBATAS

KESETIAAN YG TAK TERBATAS
DUNIA INI TERASA SEMPIT


__ADS_3

"Jadi rencana Mba Riani mau tinggal di sini untuk berapa lama? jujur aku khawatir kalau nanti yang lainnya juga akan datang ke sini" kata Nando merasa was-was.


"Aku juga belum tahu Ndo, mungkin dua atau tiga hari, pokoknya aku sudah menepati janjiku pada Viola, setelah itu kita pergi"


"Maksud kamu yang lainnya itu adalah Radja dan Teddy?" tanya Om Rolland.


"Betul Pah, dan jika memang Mba Riani akan tinggal lebih lama di Jakarta maka Nando berniat membawa mereka untuk pindah rumah lagi di rumah Bang Iky, karena Nando khawatir jika mereka tidak segera di pindahkan akan banyak kejadian lain yang membuat Mba Riani dan keluarga tidak nyaman"


"Iya Pah, tadi Iky dan Nando sudah membicarakan rencana ini, untuk mengantisipasi agar tidak terulang lagi kejadian ini, dan Iky yakin mereka akan aman jika tinggal sementara di rumah Iky, karena tidak banyak orang yang tahu rumah Iky yang baru itu..."


" Ide kalian bagus dan masuk akal juga, jadi bagaimana menurutmu Nak?" tanya Om Rolland pada Riani.


"Kalau Riani terserah Ibu saja, karena asal Ibu dan Lana nyaman maka Riani akan ikut saja..."


"Bagaimana Bu Widya?" tanya Om Rolland.


"Sebaiknya memang lebih cepat lebih baik"


"Kalau begitu nanti sore kita pindah, nanti Om, Mang Muh juga ikut sedangkan Bi Ijah menyusul nanti bila kamu dan keluarga pindah ke Bali" kata Om Rolland.


"Kalau begitu Iky memberitahu orang rumah dulu agar membereskan dan mempersiapkan kamar untuk Mba Riani dan keluarga"


"Di rumah ada keluargamu?" tanya Riani tidak enak karena sudah merepotkan keluarga Iky.


Dan seolah mengerti dengan apa yang di pikirkan oleh Riani saat ini, Iky pun tersenyum.


"Keluargaku ada di Medan Mba, yang tinggal bersamaku cuma Bibi, dan dua rekan bodyguard lainnya" jawab Iky menjelaskan.


"Oo...Tapi beneran tidak merepotkanmu Ky?"


"Tentu saja tidak Mba, tenang saja...Pokoknya selama Mba Riani dan keluarga tinggal di rumah Iky, maka Iky jamin kenyamanan dan keamanannya..." Jawab Iky serius.


"Betul itu, karena basecampnya para bodyguard yang di bina oleh bang Iky juga berada di sebelah rumah dan bisa berpatroli membantu menjaga keamanan rumahnya"


"Saya percaya pada kalian, justru sayalah yang merasa tidak pantas mendapatkan perhatian yang lebih dari kalian, sedangkan saya dan keluarga hanyalah orang luar yang selalu merepotkan ka..."


"Jangan pernah katakan itu lagi Nak...Sedikitpun Om tidak pernah menganggap kalian orang luar..." Potong Om Rolland dengan pandangan mata yang penuh kesedihan.


Hingga membuat Riani merasa bersalah karena telah mengatakan kalimat-kalimat yang membuat Om Rolland sedih.


"Maafkan Riani Om, jika kata-kata Riani membuat Om Rolland sedih..." Ucap Riani menyesal.


"Tidak apa-apa Nak, tapi kamu harus janji...Jangan pernah mengucapkan kata-kata seperti itu lagi" kata Om Rolland, mengelus lembut kepala Riani.


"Iya Om, Riani janji..."


"Bagus, dan kamu juga harus berjanji untuk menjaga kesehatanmu dan juga bayimu, calon cucu Om Ini..." Kata Om Rolland lagi sambil mengelus lembut perut buncit Riani.


"Iya Om, Riani pasti akan sangat menjaga calon bayi yang sudah lama Riani nantikan ini"


Dengan penuh kasih sayang Om Rolland mencium lembut kening Riani, ada perasaan hangat mengalir di hati Riani, perasaan inilah yang Riani sangat Rindukan dan sudah lama hilang, terenggut oleh masa lalu yang menyakitkan kehilangan seorang ayah tepat di depan matanya.


"Ayo! sekarang kita bersiap-siap agar sore nanti kita bisa langsung pindah ke rumah Iky"


Kata Om Rolland yang membuat Riani segera sadar dari lamunannya.


"Baik Pah" jawab Nando.


"Segera laksanakan" jawab Iky pula.


Serempak semua orang yang tadi berkumpul di ruang tamu membubarkan diri, termasuk Riani.


Dia kembali ke kamarnya, kemudian dengan di bantu Ibunya dan Maulana membereskan baju dan kamarnya.


.............


Menjelang sore setelah sholat Ashar, Riani beserta keluarga berangkat menuju ke rumah Iky di daerah kota Tangerang.


setelah melewati perjalanan kurang lebih satu jam, akhirnya mobil mereka memasuki gerbang sebuah kompleks perumahan.

__ADS_1


Mobilpun berhenti di depan rumah yang asri dengan halaman di penuhi berbagai tanaman hias.


Membuat perasaan Riani yang baru turun dari mobil sudah merasakan nyaman meskipun belum memasuki rumah tersebut.


Seorang wanita paruh baya keluar dari dalam dengan tergopoh-gopoh menyambut majikan dan tamunya


"Assalamualaikum Mbok..." Sapa Iky sambil mencium punggung tangan wanita yang Iky panggil dengan sebutan mbok tersebut.


"Wa'alaikum salam Mas, selamat datang Pak Rolland dan Mas Nando..." Sambut si Mbok dengan hormat dan sopan, sambil membawakan beberapa barang yang baru di turunkan dari mobil.


"Terima kasih Bi..." Kata Om Rolland.


"Apa kabar Bi?" tanya Nando.


"Alkhamdullillah, baik Mas..."


"Mbok, ini keluarga Iky, mereka akan tinggal dengan kita untuk beberpa hari ke depan" kata Iky memperkenalkan Riani dan keluarganya.


Secara bergantin Riani, Ibu Widya dan Maulana bersalaman dengan si Mbok sambil memperkenalkan diri mereka masing-masing.


"Mbok tolong antar mereka ke kamar yang sudah di siapkan dan bantu mereka untuk membereskan barang-barang bawaan mereka" pinta Om Rolland.


"Baik Pak, Mari Non Riani, Bibi antar ke kamar kalian"


"Terima kasih Bi..."


Riani, Bu Widya dan Maulana mengikuti langkah si Mbok menuju kamar yang akan dia tempati.


Sementara itu, dari rumah sebelah yang merupakan basecamp pelatihan bodyguard milik Iky nampak ramai.


Iky yang mendengar keramaian di basecampnya segera berjalan ke rumah sebelah.


Dan saat dirinya masuk, ternyata anak buahnya sedang mengerjai salah satu binaannya yang ternyata sedang ulang tahun hari ini.


Melihat kedatangan Iky, semua serempak berdiri tegak dan...


"Hormat komandan!!"


Iky yang melihat kehebohan tersebut tersenyum geli melihat penampilan orang tersebut yang wajah dan tubuhnya di penuhi dengan telor dan tepung.


"Selamat ya Ndy..." Ucap Iky sambil menyalami orang yang ternyata bernama Andy tersebut.


"Terima kasih Ndan" jawab Andy menyambut jabatan tangan Iky.


"Semuanya! segera bersiap-siap! untuk merayakan ulang tahun Andy, malam ini aku traktir kalian makan di luar sepuasnya!" kata Iky dengan suaranya yang lantang.


"Horee!! terima kasih Ndan!" teriak semua orang yang segera berhamburan untuk bersiap-siap.


"Sekali lagi terima kasih Bang" Ucap Andy dengan panggilan Abang pada Iky.


"Santai aja Bro, oh ya! bagaimana keadaan perkembangan adikmu Ndy?"


"Alkhamdulillah Bang, keadaan Eksi semakin membaik sekarang, kata dokter tiga hari lagi sudah di perbolehkan untuk pulang"


"Syukurlah kalau begitu"


"Iya Bang, itu semua berkat Abang yang membantu biaya rumah sakit Eksi, sekali lagi terima kasih Bang..."


"Sama-sama Ndy, lagian kamu juga harus memikirkan pengobatan rutin ibumu, jadi bantuan dariku itu tidak seberapa di bandingkan dengan pengorbananmu untuk keluarga..."


"Demi keluarga saya ikhlas Bang, dan bukan menjadi beban untukku, hanya saja...terkadang keluargaku tidak hanya butuh perhatianku saja, terutama di saat seperti ini, materi lah yang bicara"


"Tidak semua membutuhkan materi Ndy, dan seperti yang barusan kamu katakan, kalau untuk saat ini memang keluargamu membutuhkan materi, tapi suport terpenting adalah perhatian dan kasih sayang dari keluarga"


"Iya sih Bang..."


"Ya sudah kamu mandi dulu sana gih, lihat wajahmu sudah kaya adonan" kelakar Iky.


"Siap komandan!" balas kelakar Andy dan berlalu meninggalkan Iky yang tertawa renyah.

__ADS_1


"Oo...Jadi ini basecamp nya Ky?"


Tawa Iky seketika terhenti saat Riani datang dari arah belakangnya.


"Iya Mba, ya beginilah..." Jawab Iky sambil berjalan ke arah Riani yang masih berdiri di depan pintu masuk dengan pandangan mata menyapu ke seluruh ruangan.


"Maaf Mba ruangannya kotor, tadi baru saja ada kerusuhan ngerjain anak yang hari ini ulang tahun" kata Iky lagi.


"Iya nggak apa-apa Ky, itu menunjukkan kalau antar anggota mempunyai solidaritas yang tinggi"


"Ayo Mba, Iky ajak berkeliling basecamp ini" ajak Iky.


"Ayo!" jawab Riani bersemangat.


.............


Setelah puas berkeliling mereka berdua duduk di salah satu ruang pelatihan fisik.


"Wah...Kamu hebat Ky bisa membuat basecamp pelatihan ini yang sudah jelas dan pasti prospek ke depannya sangat bagus" kata Riani dengan pandangan kagumnya.


"Ini semua berkat Papah Rolland yang selalu mendukungku"


"Dia pasti sangat menyayangimu..."


"Papah Rolland menyayangi semua anak angkatnya seperti menyayangi anak kandungnya, dan itu membuat kami semuanya juga sangat menyayanginya..."


"Mba Rian!?"


"Andy! kamu di sini?"


"Iya Mba, aku salah satu binaan dari Bang Iky"


"Kalian sudah saling kenal?" tanya Iky.


"Iya Bang, dia...


"Tidak di sangka ya kita bisa bertemu lagi" potong Riani.


"Iya Mba dan aku sangat berterima kasih sekali dengan pertemuan lagi kita ini, karena sebelumnya aku sudah berusaha mencari Mba Riani tapi hasilnya nihil, dan sekarang tanpa sengaja justru kita bertemu lagi di sini"


"Memangnya ada apa diantara kalian?" tanya Iky penasaran.


"Mba Riani ini sewaktu di rumah sakit berusaha membantuku mencari donor darah untuk adikku Bang"


"Tapi aku kan tidak jadi mendonorkan darah Ndy...ngomong-ngomong, bagaimana keadaan Eksi, adikmu sekarang?"


"Alkhamdulillah...dia sudah jauh lebih baik Mba, dan niat baik Mba yang tulus membuatku merasa ada dukungan lebih di saat aku merasa putus asa"


"Syukurlah kalau begitu, aku tahu kamu orang yang baik Ndy, jadi pasti ada orang baik yang lain akan membantumu, meski itu bukan aku"


"Wah...Kalian terlihat sudah saling mengenal lama ya?"


"Kami sudah saling mengenal semenjak di gili Trawangan Ky, dan dia menolongku saat itu" jawab Riani.


"Ndan kami sudah siap!" jawab salah satu orang dari rombongan yang baru saja datang.


"Oke, kalau begitu ayo kita berangkat! Mba Riani mau ikut?" kata Iky.


"Tidak, terima kasih...Kalian berangkatlah" tolak Riani.


"Kalau begitu kami berangkat dulu ya Mba?"


"Iya Ky, hati-hati"


"Kami pergi dulu ya Mba?"


"Iya Ndy, hati-hati"


Sorak sorai kegembiraan semuanya saat meninggalkan ruangan membuat Riani tersenyum.

__ADS_1


Pertemuan kembali dirinya dengan Andy membuatnya merasa bahwa dunia ini terasa sempit...


...☆☆☆ ...


__ADS_2