KESETIAAN YG TAK TERBATAS

KESETIAAN YG TAK TERBATAS
SANG MANTAN


__ADS_3

Keesokan harinya Riani bersiap- siap berangkat kerja, namun baru saja dia akan keluar dari pintu kamar hotelnya tiba-tiba suara panggilan di hand phonenya pun berbunyi. Dengan segera dia mengangkat panggilan tersebut setelah tahu bahwa yang menelpon adalah kak Fia.


"Assalamualaikum Ri..."


"Wa'alaikum salam...Ada apa mba?"


"Kamu sama Radja sedang ada masalah apa Ri...?" tanya Fia.


"Maaf mba, kenapa mba tidak tanya langsung sama Radja?"


"Justru mba tanya sama kamu karena Radja selama tiga hari ini mengurung diri di kamar, tidak mau makan dan tidak berangkat kerja, saat aku tanyakan ada apa dia tidak menjawab"


"Maaf banget mba, saat ini aku belum bisa cerita semuanya, sekarang aku mau berangkat kerja dulu, nanti sepulang kerja aku akan coba menghubungi mba lagi"


"Oke lah kalau begitu kamu kerja aja dulu, nanti kamu ceritakan semuanya sama mba, kamu tau sendiri Radja kalau sudah bungkam sampai kapanpun selama dia tidak mau bicara tetap tidak akan bicara"


"Iya mba, Insya Allah...Aku akan ceritakan semuanya, aku juga butuh waktu mba..."


"Ya sudah, mba nggak akan mendesakmu, kapanpun kalau hati kamu sudah siap, kamu baru ceritakan, sekarang kamu berangkat kerjalah dulu dan hati hati"


"Baik mba, kalau begitu aku berangkat dulu, Assalamualaikum..."


"Wa'alaikum salam..."


Setelah Fia menutup teleponnya, Riani mematikan Hand Phone nya.


Dengan segera Riani keluar dari kamar hotelnya.


Dengan menggunakan taksi dia berangkat kerja menuju kantornya.


Tidak butuh lama, akhirnya Riani sampai di kantornya, namun sesampainya di dalam kantor, dia melihat Teddy sudah menunggunya dan duduk di kursi kerjanya.


"Selamat pagi Ai" ucap Teddy setelah melihat Riani masuk dalam kantornya.


"Selamat Pagi Ted, kenapa kamu ada di kantorku? nanti kalau ada yang lihat bisa salah paham dan timbul gosip lho..." Kata Riani sambil meletakkan tas kerjanya.


"Karyawan belum pada masuk, jam kerja masih lama" kata Teddy sambil melihat ke arah jam tangannya.

__ADS_1


"Lalu maksud kedatanganmu ke ruanganku apa Ted?" tanya Riani dingin sambil mengambil berkas yang tertumpuk di meja depan Teddy duduk.


"Yang pertama aku akan membahas masalah cuti tahunanmu dan yang kedua aku ingin bicara denganmu bukan sebagai atasanmu tapi sebagai mantan atau temanmu"


"Kalau kamu ingin membahas masalah cutiku aku setuju, tapi kalau untuk membicarakan dengan apa yang kamu maksud aku tidak setuju" jawab Riani tegas, tetap dingin sambil sibuk membaca berkas di tangannya.


"Itulah kamu Ai, aku sangat tau betul sifatmu jika kamu ada masalah, kamu akan bersikap seperti ini, tapi...Melihatmu seperti ini hatiku terasa sangat sakit Ai..." Ucap Teddy lagi sambil melihat mantan kekasihnya dengan sedih.


"Tolonglah Ted...Jangan bahas masalah pribadi di kantor, kita adalah mantan dan sudah tidak ada hubungan perasaan lagi, hanya sebatas teman"


"Kamu tau Ai, kata-katamu yang kau ucapkan tadi sangat menyakitkan, aku hanya..."


"Ted please..." Kata Riani lagi langsung menghentikan kata- kata Teddy yang belum selesai.


"Oke...Oke, baiklah sekarang aku mau tanya, kamu mau ambil cuti tahunanmu kapan?"


"Minggu depan, aku ambil cuti tahunanku semua, tolong aku untuk mengurusnya".


"Baiklah aku akan konfirmasikan ke bagian HRD"


"Tidak apa-apa Ai...Aku juga yang salah terlalu mendesakmu tanpa mengerti situasi dan kondisimu"


"Tapi jujur...Kamu jauh lebih baik saat menjadi temanku di banding dulu saat kita masih pacaran"


"Benarkah Ai? dari segi mananya aku yang sekarang lebih baik sebagai seorang teman di bandingkan aku yang dulu sebagai pacarmu?" tanya Teddy penasaran.


"Dulu kamu kurang memperhatikan hal-hal yang kecil dan terkesan menyepelekan, padahal bagi seorang perempuan justru hal- hal kecil seperti itu yang berkesan di hati"


"Maaf kan aku ya Ai kalau dulu aku kurang peka pada hal-hal kecil seperti itu..."


"Gak apa-apa Ted, lagian itu sudah berlalu kan, dan aku bahagia melihatmu telah berubah jauh lebih baik sekarang"


"Maafkan aku ya Ai...Kalau saat itu aku kurang memperhatikanmu"


" Sudahlah Tedd nggak apa- apa, itu sudah menjadi bagian dari masa lalu ku sekarang"


"Waktu itu aku sibuk mengejar mimpi untuk menjadi sukses seperti sekarang ini, tapi sayang... Aku terlambat saat ingin menunjukkan padamu kalau sekarang aku bisa sukses"

__ADS_1


"Sudahlah, jangan bahas masa lalu lagi, sekarang aku sudah menganggapmu sahabatku, jadi ke depannya tolong jangan bahas masa lalu lagi, karena kita Sudah Mantan, mari kita tutup rapat-rapat masa lalu kita yang kurang mengenakan, dan simpan dalam-dalam kenangan indah kita dulu hanya cukup diantara kita berdua saja yang tau, karena kelak kamu juga harus menerima dan hidup dengan seorang wanita yang akan menjadi jodohmu, begitu pula denganku saat ini meskipun..."


"Meskipun apa Ai?"


"Tidak ada Ted, intinya aku yang sekarang hanya SANG MANTAN mu, jadi baik-baiklah kamu dengan pendamping hidupmu kelak"


"Aku janji, aku akan memperlakukan pendamping hidupku dengan baik Ai"


"Dan meskipun kamu sekarang sang mantan ku, tapi kenapa di hatiku aku masih berharap kamulah sang pendamping hidupku kelak? kamulah satu satunya wanita yang ingin aku nikahi Ai..." *Y**a Tuhan...Berdosakah aku jika mendambakan wanita yang telah memiliki suami...? karena dari dulu hingga sekarang hatiku hanya penuh dengan dirinya dan kenangan-kenangan dengannya...Meskipun akhirnya aku harus menyerah asalkan SANG MANTANKU BAHAGIA*..." Kata Teddy dalam hatinya.


"Ted...Ted.. Kok bengong sih?! Sebaiknya kamu balik ke ruanganmu deh, karyawan sudah ada mulai yang datang tuh, ggak enak takut timbul fitnah"


"Oh maaf, baiklah aku pergi dulu dan kalau kamu belum sarapan, sebaiknya kamu pergi sarapan dulu gih, jaga kesehatan perutmu, karena biar bagaimanapun juga kesehatan lebih penting. "


"Iya Pak Bos...Aku pasti pergi sarapan" Teddypun mengelus sebentar kepala Riani dengan lembut, setelahnya dia buru- buru keluar dari ruangan Riani.


Riani hanya memandangi kepergian Teddy sang mantannya itu, dalam hatinya walaupun dia kini sang mantan tapi dialah orang yang paling tahu keadaan kesehatan perutnya.


Riani kembali sibuk berkutat dengan berkas-berkas di tangannya hingga bunyi chat masuk di Whats Appnya menghentikan kegiatannya dan langsung membukanya, yang ternyata dari Teddy yang isinya..


"Buruan sarapan, jangan di tunda-tunda lagi, ini perintah dari Bosmu, cepat laksanakan!" kata Teddy dalam chatnya yang membuat Riani terseyum.


"Siap bos, langsung laksanakan!" jawab Riani, dia langsung beranjak dari duduknya, dan setelah mengambil tasnya dia pergi keluar dari kantornya menuju restoran depan kantornya tersebut.


Saat Riani sedang menikmati sarapannya, kembali bunyi tanda chat masuk, Riani langsung membukanya, ternyata chat dari Teddy lagi.


"Bagus...Begitu dong...Perhatikan kesehatan perutmu" kata Teddy dalam chatnya, Riani langsung celingukkan mencari sosok Teddy, namun tidak menemukannya, dalam pikirannya kok Teddy bisa tahu kalau sekarang dia sedang makan? chat dari Teddy pun masuk lagi.


"Anggap saja perhatianku sebagai bentuk penyesalanku karena telah melepasmu, bagiku kamu adalah SANG MANTANKU YANG TERINDAH,TERHEBAT DAN TERKUAT seperti yang aku kenal, asalkan kamu bahagia akupun ikut bahagia..."


Tanpa di sadari air mata Rianipun jatuh setelah membaca chat dari Teddy, dalam hatinya ada rasa sakit dan sesak di dada.


"Aku bukanlah wanita yang hebat dan kuat, aku hanyalah wanita yang hati dan perasaannya tetap rapuh saat derita hati tak tertahankan"


TO BE CONTINUED..


__ADS_1


__ADS_2