
Flash Back bag 2
Menjelang sore Riani dan Ethan segera pulang, karena mereka berdua takut, kedua orang tua mereka akan mengkhawatirkan dan mencari mereka.
.............
Malam hari Riani mendengar pertengkaran hebat di rumah Ethan, karena rumah mereka bersebelahan maka teriakan Tante Grace dengan laki-laki yang adalah ayah dari Ethan terdengar hingga ke rumahnya.
Dan karena khawatir dengan keadaan Ethan, Riani segera mengirim pesan pada Ethan.
"Fay-Ri ku apa kamu baik-baik saja sekarang?" tanya Riani dalam pesan tersebut.
"Aku baik-baik saja Ria ku...ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜" jawab Ethan.
Melihat jawaban Ethan tidak langsung mambuat hati Riani tenang, karena saat melihat emot di pesan Ethan membuat Riani lebih khawatir.
"Bisakah aku menelponmu?" tanya Riani, namun tidak langsung di jawab oleh Ethan, namun baru saja dia akan menelpon ternyata Ethan terlebih dahulu menelponnya melalui panggilan video.
Dengan segera Riani membuka dan menerima telpon dari Ethan.
Terlihat wajah Ethan yang tersenyum, tapi Riani tahu kalau saat ini sebenarnya hati Ethan sangat terluka, itu terlihat dari sorot matanya yang sedih.
"Kamu yang kuat ya sayang...Masih ada aku kok di sini..." Suport Riani dengan suara yang bergetar dan mata yang berkaca-kaca, hatinya ikut sakit saat melihat Ethan.
"Iya sayang...Aku pasti kuat, apa kamu merasa kasihan melihatku seperti ini?" tanya Ethan karena dia tidak mau di kasihani dan terlihat lemah di mata kekasih tercintanya itu.
"Tentu saja tidak sayang, hanya saja...Hatiku ikut merasa sakit melihatmu sedih seperti itu..." Jawab Riani yang akhirnya tidak bisa menahan tangisnya lagi.
"Sudah sayang, kamu jangan nangis gitu...Nanti aku malah tambah sedih..." Kata Ethan sambil menatap sedih wajah Riani di layar ponselnya.
"Andai aku bisa, ingin sekali aku lari ke rumahmu kemudian memelukmu dan menghiburmu agar kamu tidak bersedih lagi..." Ucap Riani yang juga menatap penuh kesedihan wajah Ethan di layar ponselnya, hatinya sudah tidak tega lagi melihat wajah sedih Ethan, apalagi saat terdengar suara tamparan dan teriakan mamahnya Ethan.
Dengan segera Ethan berlari keluar kamarnya dengan tangan tetap memegang ponselnya yang masih terhubung dengan Riani, sehingga Riani juga bisa melihat langsung apa yang sedang terjadi sekarang.
"Pah! kenapa menampar Mamah?! Teriak Ethan sambil menahan tangan papahnya yang akan menampar mamahnya lagi.
"Itu karena mamah kamu tidak mau pindah ke Jakarta demi membelamu!"
"Aku akan pindah ke Jakarta dengan kalian, cukup pah! jangan pukul mamah lagi!"
"Kamu dengar! Ethan saja mau pindah ke Jakarta, kenapa kamu justru yang keberatan pindah, apa kamu ada laki-laki lain yang membuatmu berat tinggal denganku?! terlihat papahnya Ethan sangat emosi.
"Mana ada istri yang mau tinggal dengan suami yang suka memukul seperti kamu Mas? tidak ada!" teriak tante Grace di sela-sela tangisnya.
"Pah! kalau papah seperti ini terus, maka aku sama mamah tidak akan pernah mau tinggal dengan papah dan lebih baik papah pergi dari sini!" teriak Ethan mengusir papahnya, dia tidak tega melihat mamahnya menangis karena di aniaya oleh papahnya.
__ADS_1
"Maafkan papah Ethan...Maafkan aku sayang...Aku melakukan semua itu karena aku sangat cemburu dan takut kehilangan kalian..." Kata papahnya Ethan yang juga akhirnya menangis dan berlutut di hadapan Ethan dan tante Grace.
"Kita balik ke Jakarta ya? kita mulai dari awal lagi dan aku janji aku akan berubah..." Kata papahnya Ethan memohon.
.............
Setelah mereka terdiam beberapa waktu Papahnya Ethan berlutut di di depan tante Grace...
"Sayang...tolong beri aku kesempatan sekali lagi dan aku janji akan menebus sepuluh tahun kalian selama di sini..." Kata papah Ethan memohon.
"Kalian berdua bicaralah, aku masuk dulu..." Kata Ethan meninggalkan kedua orang tuanya dan masuk ke dalam kamar.
"Ria ku...Kamu masih di situ atau sudah tidur?" tanya Ethan dengan suara pelannya, dia takut membangunkan Riani kalau memang dia sudah tertidur.
"Aku masih belum tidur, tadi aku ke toilet sebentar..."
Melihat wajah Riani, Ethan langsung tersenyum bahagia, dalam hatinya hanya dengan melihat wajah pujaan hatinya saja semua beban di hatinya terasa hilang seketika.
"Ria ku...Sepertinya aku jadi pindah dengan papahku di Jakarta..." Kata Ethan dengan wajah sedihnya.
"Tidak apa-apa sayang...Asalkan kamu bahagia bersama keluarga kamu, aku sudah ikut bahagia kok..." Jawab Riani dengan senyum getirnya.
"Tapi nanti kita jarang bertemu dan hanya bisa LDR (Long Distance Relationship) an sayang..."
"Tapi nanti aku akan merasa kesepian, karena aku sudah terbiasa selalu bersamamu, nanti aku akan kangen banget sama kamu..."
Mendengar ucapan Ethan barusan, hati Riani seolah tertusuk duri dan menancap hingga sakitnya terasa sangat luar biasa, tapi di depan Ethan dia berusaha untuk tersenyum.
" Kan kamu pernah bilang kalau kamu juga akan rutin mengunjungi dan bertemu denganku, jadi kamu tidak usah perlu khawatir..."
"Tapi aku sangat berat meninggalkanmu..." Jawab Ethan dengan dengan mata yang berkaca-kaca.
"Kamu harus ingat kata-kataku ini, kamu kelak harus jadi laki-laki yang kuat dan bertahan meski apapun yang terjadi, dan lakukan itu demi aku, cinta kita dan janji kita..."
"Ya sayang, aku janji...Bisakah sekarang kita bertemu, aku ingin sekali memelukmu..." Rengek Ethan seperti anak kecil.
"Baiklah, kita ketemu di taman dekat rumah kita sekarang, bagaimana?"
"Oke aku tunggu kamu di sana..."
"Baiklah, aku keluar sekarang"
Segera setelah keduanya mematikan panggilan video, mereka keluar rumah.
............
__ADS_1
Tidak butuh lama Riani sudah sampai di taman, di mana keduanya membuat janji tadi.
Sesampainya di tengah taman, Riani melihat Ethan sudah berdiri di sana dengan senyumnya dan merentangkan kedua tangannya menyambut kedatangan Riani.
Dengan tangisnya Riani berlari ke arah Ethan dan langsung memeluknya erat.
Akhirnya mereka berdua larut dalam pelukan penuh kerinduan yang berakhir dengan ciuman sayang di kening mereka secara bergantian.
"Lalu kapan kira-kira kamu pindah ke Jakarta?" tanya Riani yang masih dalam pelukan Ethan sambil mendongakkan kepalanya.
"Aku juga tidak tahu, tapi sebisa mungkin kita lewati waktu singkat kita sebaik mungkin..." Jawab Ethan sambil mengecup sebentar kening dan bibir Riani.
"Baiklah, ayo sebaiknya kita duduk di sana!" ajak Riani sambil menunjuk ke arah bangku taman, sambil melepas pelukannya, namun segera di tarik oleh Ethan kembali dalam pelukannya.
"Aku ingin kita selalu berpelukan seperti ini Ria ku sayang..." Kata Ethan sambil mempererat pelukannya dan berkali-kali mencium kepala Riani.
"Tapi nggak enak, nanti ada orang yang melihat kita Fay-Ri ku..." Jawab Riani dengan wajah di benamkan di dada Ethan karena malu.
"Memangnya kenapa kalau ada yang melihat kemesraan kita?"
"Aduh sayang...Kita ini masih duduk di bangku SMP, kita ini masih remaja, kalau orang-orang melihat kita seperti ini, akan tabu kesannya..."
"Paling mereka akan berpikir cinta kita ini cinta monyet, biarin saja orang mau ngomong apa yang penting...
Ethan menghentikan kata-katanya kemudian dia berlutut di depan Riani, melepaskan cicin yang ada di jari Riani yang membuat Riani semakin bingung.
...Yang penting saat ini, malam ini, jam ini dan detik ini aku ingin mengikatmu, jadi maukah kamu Ria ku?" tanya Ethan melanjutkan kata-katanya yang belum selesai tadi.
Riani kaget namun juga terharu bercampur bahagia, dia hanya menjawab dengan anggukan.
"Maukah kamu menungguku walau apapun yang terjadi, hingga kita bisa bersatu kembali seutuhnya?" tanya Ethan lagi.
"Ya, aku mau menunggumu sampai kapanpun dan apapun yang terjadi kelak aku akan tetap setia menunggumu kembali..." Jawab Riani yang akhirnya membuka suaranya dengan tangis harunya.
Ethanpun tertawa bahagia kemudian di sematkan kembali cincin berukir pegasus tersebut di jari Riani, kemudian di ciumnya lembut tangan Riani.
Setelah Ethan berdiri, Riani juga ikut melepas cincin yang sama yang di pakai Ethan.
"Sebagai tanda cinta kita, aku juga mengikatmu untuk selalu mengingatku dan akhirnya kembali padaku, meski jarak dan waktu memisahkan kita, bersediakah kamu berjanji padaku?" tanya Riani sambil menyematkan kembali cincin tersebut di jari Ethan.
"Aku Ethan Fayrisi berjanji padamu Riani Eka Safitri, meski jarak dan waktu memisahkan kita dan apapun yang terjadi kelak, aku pasti akan kembali padamu!" janji Ethan sambil menyentuh kepala Riani.
Keduanya pun akhirnya larut dalam pelukan dan ciuman penuh kebahagiaan, jari tangan mereka yang bergandengan dan saling berkaitan memperlihatkan cincin keduanya yang saling bersentuhan sebagai saksi cinta tulus mereka, meskipun bagi orang-orang yang melihat kelakukan kedua remaja yang sedang kasmaran tersebut menganggap terlalu tabu dan cinta mereka hanyalah cinta monyet yang seiring berjalannya waktu akan menghilang...
...☆☆☆...
__ADS_1