
Flash Back Bagian 3
Semenjak sumpah dan janji yang Riani dan Ethan ucapkan di taman malam itu, hari-hari selanjutnya mereka lalui dengan selalu bersama.
Di mana ada Ethan pasti di situ ada Riani, hingga meski hubungan mereka di rahasiakan, namun kedekatan dan keakraban mereka sudah bukan rahasia umum di sekitar sekolah mereka ataupun di lingkungan rumah mereka.
Hingga akhirnya kabar hubungan Riani dan Ethan sampai di telinga kedua orang tua mereka.
Untuk orang tua Riani sendiri memberi kepercayaan penuh pada keputusan Riani, apalagi mamah Riani sangat menyayangi Ethan seperti anaknya sendiri, sedangkan ayah Riani memberi kebebasan pada keputusan Riani untuk berhubungan dengan siapapun namun dengan batasan-batasan yang pantas, dan menekankan pada ajaran agama dan kepercayaan mereka masing-masing.
Tante Grace, mamah Ethan setelah mendengar kabar tersebut pun tidak memberi reaksi yang berarti, justru mempererat hubungan antara mamahnya Riani dan tante Grace, karena sebenarnya tante Grace sangat menyayangi Riani, dia dari dulu sangat menginginkan anak perempuan.
.............
Saat kedua orang tua Ethan kembali mengucap janji pernikahan di Greja, kedua keluarga yaitu keluarga Riani yang menghadiri acara tersebut dan keluarga Ethan, terlihat sangat bahagia.
Begitu juga dengan Ethan, wajahnya yang berseri-berseri melihat pernikahan kembali kedua orang tuanya.
Riani yang melihat wajah kekasihnya itu begitu bahagia, hati dan perasaannyapun ikut bahagia dan lega.
Dia bisa melihat lagi senyum Ethan yang sudah beberapa hari ini menghilang, meskipun kelak dia tidak akan selalu melihat senyum itu bila Ethan bersama kedua orang tuanya pindah ke Jakarta.
Tanpa sepengetahuan orang-orang Ethan berjalan ke arah Riani, setelah sampai kemudian Ethan berdiri di samping Riani, dengan sembunyi-sembunyi tangan mereka saling menggenggam dan menyatukan jari-jari tangan keduanya hingga cincin mereka pun menyatu.
Jari-jari mereka saling menggenggam erat seolah tidak ingin terpisahkan lagi.
Mereka berdua saling tersenyum, hingga Ethan menarik tangan Riani dan membawanya keluar dari gereja tersebut.
Keduanya lari dan berhenti di padang rumput luas yang letaknya agak jauh dari Gereja.
Sesampainya di sana Riani dan Ethan duduk di tengah-tengah padang rumput yang di tumbuhi bunga-bunga liar dengan berbagai warna.
Dengan memeluk kaki keduanya menatap padang savana yang hijau, mereka berdua saling berpandangan dan tersenyum, seolah di depan mereka telah terpampang fatamorgana masa depan mereka yang indah.
"Aku ingin kelak kita bisa menikmati hari seperti ini lagi Ria ku..." Kata Ethan sambil menggenggam lembut tangan Riani.
"Pasti Fay-Ri ku...Karena aku yakin kelak kita pasti bisa bertemu dan bersatu lagi untuk menikmati keindahan savana ini"
"Haaah...Aku berharap saat-saat seperti ini tidak akan cepat berlalu..." Kata Ethan sambil menjatuhkan tubuhnya di atas rumput hijau.
"Ya, aku juga berharap seperti itu...Karena di sinilah aku merasa hidup lebih hidup dan percaya pada kenyataan Tuhan..." Jawab Riani sambil ikutan menjatuhkan tubuhnya dia atas rumput, dengan berbantalkan lengan Ethan.
"Lihatlah Ria ku, langit terlihat lebih indah bukan?"
__ADS_1
"Ya...Mungkin langit ingin memperlihatkan pada kita, bahwa langit adalah lukisan Tuhan yang merupakan mahakarya terindah dan tiada batas..."
"Hmmm...Dan bagiku kamu adalah ciptaan terindah mahakarya Tuhan yang tercipta menjadi pasanganku..." Kata Ethan merayu sambil mencium berkali-kali kepala Riani.
"Dasar kamu, pinter gombal" jawab Riani malu, dia segera membenamkan wajahnya di dada Ethan.
Ethan pun tertawa melihat ekspresi malu Riani, dan karena perasaannya gemas melihat wajah lucu Riani, dengan penuh perasaan sayang di peluknya erat tubuh Riani.
"Aku sangat mencintaimu sayang, dan rayuanku ini tulus dari lubuk hatiku, aku janji mulai dari sekarang aku tidak akan merayu wanita manapun kecuali sama kamu..." Ucap Ethan sambil bangun dari tidurnya dan duduk sambil mengelus lembut kepala Riani.
"Kamu harus pegang janjimu ya, sampai kapanpun hanya aku yang boleh kamu rayu?" kata Riani yang kini juga sudah duduk berdampingan dengan Ethan sambil memegang dan meletakan tangan Ethan di atas kepalanya.
"Iya aku janji sayang..."
"Janji jari kelingking juga..." Pinta Riani manja.
"Iya, ayo kita janji jari kelingking juga..." Kata Ethan tersenyum menuruti pinta Riani, dan gemas melihat wajah manja Riani.
Riani dan Ethan saling melingkarkan jari kelingkingnya, kemudian Ethan mencium kening dan bibir Riani.
Keduanya terhanyut dalam ciuman penuh gelora remaja yang terikat janji suci tanpa mmenodai kesucian cinta mereka berdua...
.............
Angin yang mulai kencang membangunkan tidur Ethan dan Riani yang masih saling berpelukan.
"Baiklah, ayo kita kembali sekarang" jawab Riani yang langsung berdiri dari duduknya, Ethan pun segera mengikuti Riani berdiri.
"Ria ku...Bisakah kamu janji satu hal padaku?" tanya Ethan sambil memegang kedua pundak Riani.
"Apa itu?" tanya Riani penasaran.
"Aku ingin kamu selalu pakai dan jaga kalung juga cincin pegasus kita, karena aku juga akan selalu memakainya apapun yang terjadi..." Jawab Ethan sambil memegang liontin berbentuk pegasus di kalung milik Riani.
"Aku janji akan selalu memakai kalung ini, kapanpun dan dimanapun..." Ucap Riani sambil memegang liontin dengan bentuk yang sama persis di kalung milik Ethan.
Kemudian keduanya menyatukan cincin mereka dan saling tersenyum penuh arti.
Riani dan Ethan akhirnya meninggalkan padang rumput tersebut, dengan langkah pasti dan saling bergandengan tangan mereka tersenyum, nyanyian padang savana mengiringi kepergian Riani dan Ethan yang meninggalkan jejak harapan terindah atas cinta mereka berdua.
.............
Riani dan Ethan sampai di gereja, saat kedua orang tua mereka sibuk berbincang dengan tamu lain.
__ADS_1
Keduanya masuk ke dalam ruangan, sambil melepaskan gandengan tangan mereka, setelah berpisah mereka berdua segera bergabung dengan kedua orang tua mereka masing-masing.
.............
Satu minggu kemudian Ethan mengajak dan membawa Riani ke suatu tempat.
Dengan menutup kedua mata Riani, Ethan menuntun kekasihnya menuju ke suatu tempat.
"Sayang...Kamu mengajakku ke padang rumput dekat gereja kan?" tanya Riani yang langsung bisa menebak dia sedang di bawa kemana.
"Kok kamu bisa tahu sih sayang?" tanya Ethan yang, tidak terkejut, karena dia juga sudah menebak kalau Riani pasti akan tahu kalau tempat yang dia datangi sekarang sudah familiar baginya.
"Tentu saja aku tahu, karena aku bisa mencium bau rumput dan wangi bunga liar, kalau aku sudah tahu tempat yang kita datangi ini, lalu kenapa kamu masih menutup mataku sayang?" tanya Riani dengan suara manjanya.
"Karena aku masih ada kejutan lain yang akan aku tunjukkan padamu" jawab Ethan, yang dengan penuh kesabaran menuntun Riani ke tempat yang akan mereka tuju.
"Sekarang kamu boleh membuka matamu..." Bisik Ethan sambil membuka penutup mata Riani.
Dan saat Riani membuka matanya, alangkah terkejut dan senang hati Riani saat melihat ayunan yang menggantung di depannya.
"Ayunan ini kamu yang membuatnya?" tanya Riani dengan wajah kegirangan sambil mendekati ayunan tersebut.
"Iya, ayo kamu coba" pinta Ethan, Riani mengangguk dan langsung menduduki ayunan tersebut.
Dengan pelan Ethan mendorong ayunan, Riani yang sangat senang langsung berteriak dan tertawa lepas, kegirangan.
Melihat tawa Riani yang begitu bahagia, hati Ethan ikut bahagia namun juga sedih, karena hari ini adalah hari terakhir kebersamaan mereka.
"Ria ku, hari ini adalah hari terakhir kita bersama, karena besok selepas subuh aku dan keluargaku akan berangkat ke Jakarta" ucap Ethan dengan wajah sedihnya.
"Jadi besok ya kamu berangkatnya?"
"Iya sayang, dan aku harap selama kita tidak bisa bertemu, kamu harus menjaga tanda cinta kita oke?"
"Iya sayang, aku pasti akan selalu menjaganya..." Ucap Riani sambil menggenggam erat liontin kalungnya.
"Aku pasti akan sangat merindukanmu..." Kata Ethan sambil memeluk erat tubuh Riani.
"Maafkan aku jika besok saat keberangkatanmu aku tidak bisa secara langsung mengantarmu..." Isak tangis Riani.
"Tidak apa-apa sayang...Ingat kamu harus jaga kesehatan jangan sembarangan lirik cowok lain oke!" kata Ethan memberi peringatan, Riani yang masih dalam pelukan Ethan hanya mengangguk sambil tertawa kecil di sela-sela tangisnya.
__ADS_1
Mereka berdua akhirnya tenggelam dalam ayunan cinta, saling memadu kasih dalam pagutan penuh kasih tanda perpisahan...
...☆☆☆...