KESETIAAN YG TAK TERBATAS

KESETIAAN YG TAK TERBATAS
ALUR CERITA TUHAN


__ADS_3

Setelah puas Riani dan Randi menikmati keindahan laut yang berhiaskan kelap-kelip lampu perahu nelayan yang mulai menebar jaringnya, Keduanya memutuskan untuk kembali.


Dan seperti biasanya, Randi mengantar Riani terlebih dahulu ke resort X, setelah itu baru dia kembali ke rumah temannya tempat dia menginap malam ini.


Di sisi Riani, dia kembali mengingat percakapannya dengan Randi saat sore hari Randi mengajaknya di tempat persembunyian Randi yang sangat cocok untuk menyendiri dan menenangkan diri.


Dan percakapannya dengan Randi barusan tadi tentang cerita masa lalunya mengenai kehilangan kedua orang tuanya hingga menciptakan trauma hidup yang mendalam di hati Randi dan Zoya.


Sedang dia sendiri juga mengalami masa remaja dengan kehilangan seorang ayah karena sebuah kecelakaan yang tragis di depan matanya.


Sehingga dia juga mengalami taruma yang sangat dalam, dan akan selalu merasa ketakutan jika setiap kali dia mendengar dan melihat kecelakaan.


Kini dia mengalami trauma akan perselingkuhan yang Radja, suaminya lakukan, dengan keadaan pernikahan mereka yang carut marut di ambang kehancuran.


Perselingkuhan, pengkhianatan, ketidak setiaan dan ketidak percayaan mewarnai kehidupan rumah tangga Riani dan Radja saat ini.


Hingga akhirnya Riani menyadari bahwa kehidupan pasti akan silih berganti, dia hanya mencoba untuk mengikuti alur cerita yang Tuhan berikan padanya.


Setelah lelah dengan berbagai perasaan dan pikiran yang campur aduk menghadapi masalahnya, akhirnya Riani memejamkan matanya hingga terlelap dalam kesakitan hati yang tak berkesudahan.


Di sisi lain, Randi yang juga masih belum bisa menutup matanya, hanya bisa berguling-guling ke sisi kanan dan kiri tempat tidurnya.


Perasaannya yang resah dan gelisah membuat pikirannya menjadi kalut dan kusut.


Dia selalu terbayang wajah Riani saat dia terlihat sangat sedih ketika memergoki suaminya berselingkuh dengan mantan pacarnya, dan saat Riani menangis sejadinya ketika berpamitan dengan Pekak dan Dadong, kemudian berganti dengan wajah Riani yang tersenyum dan tertawa lepas.


Entah kenapa Randi merasakan ada yang berbeda di hatinya setiap kali melihat wajah Riani, saat melihat dia sedih dan menangis hatinya terasa sakit dan saat melihat dia senang dan tertawa, hatinya juga ikut bahagia.


Mungkin ada yang salah dengan perasaannya, tapi yang pasti satu hal, dia hanya ingin melihat Riani selalu tersenyum dan bahagia, dan untuk bisa melihat semua itu, dia mau melakukan apapun itu.


Tatapan matanya menerawang jauh keluar jendela kaca yang memperlihatkan keindahan langit yang mulai bermunculan menampakkan sinarnya menemani sang bulan.


Angannya melayang pada wajah Riani, ada perasaan rindu yang teramat sangat, meskipun baru saja tadi dia bertemu dengannya.


"Riani, maafkan aku..." Ucap Randi lirih, hingga akhirnya dia mulai terlelap dalam mimpi berbalut kerinduan.


.............


Hari ke dua di resort X Riani isi dengan bersantai dan memanjakan diri.


Apalagi hari ini hujan kembali mengguyur Gili Air, akhirnya Riani mengisi kegiatan setengah harinya dengan tiduran di kamar, makan siang dan ngobrol bareng sama Randi, Zoya, Pekak dan Dadong melalui panggilan video.


Setelah itu dia berencana untuk berbelanja souvenir ciri khas dari Gili Air, tapi sayang...Hujan ternyata masih betah mengguyur Gili Air hingga sore hari.


Akhirnya Riani hanya bisa kembali ke kamarnya, dan memutuskan berendam di kolam renang sambil menikmati minuman segar favoritnya.


Tiba-tiba bunyi suara pesan masuk di What App berbunyi, dia yang hampir ketiduran sambil bersandar di sisi kolam renang seketika langsung terbangun.

__ADS_1


Di lihatnya pesan dari Teddy, dia pun membuka dan membaca isi pesan tersebut.


"Ai aku sekarang ada di resort X ini, bisakah kita bertemu untuk sekedar makan malam?" kata Teddy di dalam pesan tersebut, Riani terkejut dan heran karena Teddy bisa tahu kalau dia ada di resort X ini.


Karena tidak mungkin kalau Randi dan Zoya ataupun keluarga yang lain memberi tahunya, atau bahkan pihak dari resort X sendiri, karena mereka pasti akan menjaga privasi dan rahasia tamu pemakai black card.


Karena Randi sudah memberitahu Riani sebelumnya kalau pihak resort tidak akan memberi tahu siapapun yang ingin mengetahui keberadaannya.


Akhirnya Riani membalas pesan dari Teddy.


"Baiklah nanti jam delapan malam kita bertemu di restoran"


"Oke, aku tunggu..."


Setelah selesai membaca pesan terakhir dari Teddy, Riani menutup Hand Phonenya, setelah itu dia membilas tubuhnya.


Setelah berganti baju, di lihatnya jam yang menunjukkan pukul tiga sore, dan sudah waktunya dia untuk menikmati pelayanan spa dan pijat yang sebelumnya dia sudah booking satu hari sebelumnya.


Penyambutan yang sangat ramah oleh pekerja yang memijatnya saat Riani datang, setelah berganti baju Riani segera berbaring untuk di pijat.


Aroma wangi dari lilin aromaterapi dan pijatan di tubuhnya membuatnya rileks.



Pijatan yang menyeluruh dari ujung kaki hingga ujung kepala membuatnya tanpa sadar jatuh terlelap dalam tidur yang nyenyak.



Setelah selasai di pijat kemudian di lanjutkan dengan perawatan kulit, kaki dan tangannya dengan lulur, pedicure dan manicure.


Setelah itu dia berendam untuk membersihkan tubuh di air yang di taburi rempah-rempah wewangian dan berbagai bunga.



Mungkin selama hidupnya, baru kali ini dia merasakan nikmatnya perawatan tubuh yang sebenarnya umum bagi kalangan wanita karier.


Namun karena Riani lebih memilih untuk menyimpan uang sisa gajinya dan kesibukan kerjanya yang semakin padat membuatnya mengesampingkan perawatan kecantikan tubuhnya, dan hanya menggunakan perawatan biasa.


.............


Pukul enam petang, akhirnya Riani selesai dengan perawatannya, dan karena dia sudah ada janji dengan Teddy untuk makan malam bersama pada pukul delapan, dia pun segera kembali ke kamarnya untuk berganti baju dan sedikit berdandan.


Setelah selesai dia segera keluar dari kamarnya.


Dan saat dia berjalan di sepanjang koridor, tiba-tiba langkahnya terhenti.


Matanya menangkap sosok pria di masa lalunya, tapi dalam pikirannya itu tidak mungkin...

__ADS_1


Pria tersebut sedang berjalan ke arahnya dengan seorang wanita yang sangat cantik dan elegan menggandeng mesra lengannya.


Saat mereka melewatinya, sang pria melirik ke arahnya sebentar, kemudian berlalu menjauhinya.


Saat itu pula kaki Riani merasa lemas, hingga ia harus bersandar di dinding koridor untuk menompang tubuhnya.


"Matanya persis seperti dia, tapi dari segi wajah dan penampilan memang berbeda, mungkin memang bukan dia, bahkan tidak mungkin dia..." Bisiknya dalam hati.


Setelah agak tenang hatinya, Riani segera melanjutkan langkah kakinya, apa lagi saat dia melihat jam di tangannya sudah menunjukkan jam delapan lebih, dengan segera dia berjalan menuju ke arah restoran di mana Teddy sudah menunggunya.


Saat dia hampir sampai di restoran, di lihatnya Teddy sudah menunggunya di samping pintu restoran.


Melihat Riani sudah datang, dia langsung menyambut Riani dengan senyum sumringahnya.


"Akhirnya kamu datang juga Ai, aku kira kamu tidak akan datang" kata Teddy sambil membawa Riani masuk ke dalam restoran.


"Maaf Ted, aku telat...Tadi aku agak lama dandannya" jawab Riani berbohong, asal mencari alasan saja, namun justru di tanggapi oleh Teddy dengan senyum bahagia, karena dia berpikir Riani berdandan lama demi untuk menemui dia.


"Tidak apa-apa Ai... Ayo kita duduk" jawab Teddy sambil mengajak Riani duduk di kursi, setelah mereka sampai di meja yang sudah Teddy pesan sebelumnya.


Setelah Riani dan Randi duduk, kemudian mereka berdua memesan makanan.


.............


Selama kurang lebih tiga puluh menit menunggu, keduanya hanya mengobrol biasa dan selebihnya hanya saling terdiam, hingga akhirnya pesanan mereka pun datang.


Keduanya menyantap hidangan yang mereka pesan dengan tanpa ada obrolan sama sekali, hingga akhirnya mereka selesai.


"Ai, bagaimana kalau kita jalan-jalan sebentar dan mengobrol santai?" tanya sekaligus pinta Teddy, setelah mereka berdua keluar dari restoran.


"Boleh..." Singkat jawaban Riani.


Akhirnya mereka berjalan menyusuri jalan di sekitar resort.


"Apa kamu baik-baik saja Ai?" tanya Teddy lembut.


"Hingga saat ini aku baik-baik saja Ted"


"Syukurlah...Kalau kamu baik-baik saja, aku jadi ikut tenang..."


"Aku semakin heran denganmu Ted, kenapa setiap kali aku berusaha untuk bersembunyi, kamu selalu menemukanku?" tanya Riani menyelidik.


"Semua serba kebetulan, mungkin kita memang di jodohkan untuk tidak saling menjauh..." Jawab Teddy menatap penuh arti wajah Riani yang sedang melihat kerumunan pesta di pinggir pantai.


"Maksud kamu Ted?" tanya Riani bingung karena kurang terlalu jelas mendengarnya dan mengalihkan pandangannya ke arah Teddy yang dengan buru-buru mengalihkan padangannya ke arah lain


"Tidak apa-apa..." Jawab Teddy yang angannya menerawang jauh, semua karena alur cerita yang coba Tuhan berikan pada kita..." Ucapnya dalam hati.

__ADS_1


...☆☆☆...


__ADS_2