Kesuksesan Anak Ke 2

Kesuksesan Anak Ke 2
10.Gak di ajak.


__ADS_3

_Aku tidak akan membenci orang meskipun orang itu tidak perduli kepadaku.


" Tangan,cepat sembuh ya,aku kan mau buka kiosnya dan mohon kerja samanya."


Renata mengobati luka yang di perbannya di dalam kios itu,saat luka Renata di obati di rumah sakit dia sangat merasakan lukanya itu begitu perih.


Flash back on.


" Awwhh,dokter jangan sentuh ini sakit."


" Tahan ya de,kalau sakit tahan aja ini memang resikonya.Karena ini lukanya kotor dan kita harus membersihkannya."


Renata mulai meneteskan air mata,saat dokter membersihkan lukanya.


" Tenang ya nak,sebentar lagi selesai."


" Tapi tante,ini sakit banget."


Renata meremas seprai ranjang yang sedang dia duduki,rasa nyeri dan perih menjadi satu.


" Udah ya,udah selesai.Sekarang kita langsung perban."


Dokter pun melilitkan perban di tangan yang terdapat luka di tangan Renata.


Renata hanya melihat ke tangannya yang sedang di perban,rasa nyerinya mulai menghilang disaat dokter mengoleskan alkohol ke lukanya.


" Sudah ya,sudah selesai.Sekarang,kamu gak akan merasa nyeri lagi."


" Makasih ya dok,udah mengobatinya."


" Iya sama sama,kalau begitu saya pergi dulu karena masih ada pasien yang harus saya tangani."


"Iya dok,silahkan."


" Maafin tante ya,karena salah tante kamu jadi harus nahan sakit ini."


Renata mengalihkan perhatiannya kepada ibu itu.


" Iya,tante gak papa.Lagian itu juga gak sepenuhnya salah tante,karena tadi aku kebut kebutan."


" Kalau begitu,kita pulang aja ya.Karena sekarang luka kamu udah di obati dan tante masih ada urusan."


Renata dan tante itu pun pergi meninggalkan kamar tersebut.


Flas back off.


" Kayaknya lukanya udah mulai kering,tapi kenapa cepet banget ya,padahal baru juga sehari.Tapi gak papa,lebih cepat lebih baik,bismillah cepet sembuh."

__ADS_1


Renata melepaskan perbannya itu,dan tidak membungkusnya kembali,dia membiarkan lukanya itu.Karena dia memakai sweeter yang mana itu dapat menutupi lukanya.


" Aku pulang ah,disini garing banget,gak ada temen."


Dia mengambil tas yang ada di atas meja,sebelum pergi Renata mengunci pintu belakang dari kios tersebut,dia mulai berjalan di trotoar jalan.Renata lebih senang jalan kaki di banding menaiki kendaraan,meskipun angkot,ojeg dan taxi banyak yang melintas di jalan raya.


Renata butuh waktu satu jam untuk sampai ke rumahnya,terkadang itu pun lebih,perjalanannya lama di karenakan jika Renata lelah dia suka beristirahat di halte bis.Renata sudah terbiasa dengan alam jalanan,karena itulah tempat yang sering dia lewati dan terkadang tempati.Dia sering melihat dan membantu orang yangbkecelakaan,yang tasnya di curi dan juga dia sering memberi uang untuk anak atau orang yang ada di pinggiran.


Renata selalu menikmati perjalanannya tanpa ada yang menemani,dia lebih nyaman sendiri dan lebih nyaman untuk berteman dengan dirinya sendiri,Karena dia ingin mengerti dengan dirinya sendiri sebelum dia mengerti dengan diri dari orang lain.


Saat ini Renata sedang beristirahat di salah satu halte bis,di sore hari jalanan mulai ramai dia hanya memperhatikan kendaraan yang simpang siur di hadapannya.


Setelah merasa cukup beristirahat,Renata pun kembali berjalan.


Di sore hari seperti ini,adalah waktu yang sangat Renata sukai di jalanan.Karena di sore seperti ini,Renata dapat malihat bahwa masih ada banyak orang yang di luar sana untuk mendapatkan kesuksesan,buktinya saja masih ada banyak orang yang bekerja di sore hari seperti itu,mereka rela menghabiskan waktunya hanya demi untuk kesuksesan mereka sendiri.


" Lho,kok ada taxi disini.mungkin di dalam ada tamu."


Renata,terus berjalan tanpa menghiraukan siapa orang yang ada di dalam taxi tersebut.


" Assalamu'alaikum."


Renata masuk ke dalam rumahnya,dia sampai kerumah sekitaran jam 18.23.Saat dia masuk,tepat di ruangan tengah dia melihat beberapa koper yang telah di siapkan.


Renata bertanya tanya dalam pikirannya.


' Kenapa sudah ada beberapa koper disini,mereka mau pergi kemana?.'


Renata terkejut disaat kakaknya yang tiba tiba muncul disana.


" Kalian,mau pergi kemana."


Tanya Renata kepada ibu dan kakaknya,yang ada disana.


" Kita mau pergi ke luar kota,aku,ibu,ayah dan juga ade,dan tugas kamu itu jagain rumah,selama kita ada di luar kota kamu harus menjaga rumah ini,jangan sampai ada maling masuk ke rumah ini,ngerti?.Yaudah kita pergi dulu,daah assalamu'alaikum."


Hati Renata benar benar hancur ketika kakaknya mengatakan kalau dia hanya menjadi penjaga rumah disaat mereka pergi keluar kota.Renata hanya melihat ibu dan kakaknya pergi menuju pintu awal.


Tubuh Renata pun terasa lemas dan tiba tiba dia jatuh ke lantai,dia menyandarkan punggungnya ke meja dan menangis disana.


' Ya allah,kenapa hidupku seperti ini.Kenapa barusan ibu diam saja dan tidak berbicara sama sekali,kenapa aku tidak di ajak pergi.'


Indri dan ibu memasukkan koper ke bagasi taxinya.


" Yah,kak Rena gak di ajak?."


Salsa bertanya kepada ayahnya yang sudah berada di dalam taxi.

__ADS_1


" Enggak,dia gak ikut.Dia mau jaga rumah aja katanya."


" Masa si yah,gak mungkin kak Renata menolak.Aku mau ajak kak Rena dulu."


" Salsa,diam kamu disini.Jangan keluar,sudah biarkan saja Rena di rumah."


" Yah,kok ayah gitu si.Ayah tu harus ngerti gimana perasaan kak Rena,kita berempat akan pergi ke luar kota dan kita meninggalkan kak Rena sendiri di rumah ini."


" Salsa,kalau kamu mau imut diam nak,jangan banyam bicara ya."


Tegas ayahnya kepada Salsa.


Salsa begitu kesal kepada ayahnya yang tidak memperdulikan Renata,Salsa sedih dan sakit hati ketika tahu kalau Renata di suruh menjaga rumah dan tidak di ajak untuk ikut bersama mereka.


Ibu dan Indri sudah masuk ke dalam mobil,lalu disaat pintu akan di tutup Salsa mengambil kesempatan dan keluar dari dalam taxi.


" Salsa,kamu mau kemana?."


Tanya Indri yang kembali mengejar Salsa.


" Aku mau nemenin kak Rena di rumah."


" Cepat masuk ke mobil,atau ayah akan marah sama kamu."


Ancam Indri kepada Salsa.


" Aku gak peduli kak,mau ayah marah sama aku atau ibu yang marah sama aku,aku gak peduli aku mau tetap nemenin kak Rena di rumah."


" Salsa cukup!,kamu mulai berani ya sekarang.Cepat masuk atau kakak akan paksa kamu."


Jika sudah seperti ini,Salsa tidak bisa melawan kepada kakak nya,akhirnya dia pun kembali masuk ke dalam taxinya,sebelum masuk dia melihat rumah yang ada di depannya.


' Kak Rena,maafin aku ya.Aku gak bisa nemenin kakak,dan gak bisa ajak kakak.'


Taxi pun mulai melaju dari halaman rumahnya dan meninggalkan rumah.


.


.


.


.


.


***Bersambung.

__ADS_1


Nah,,sekarang aku mau tanya sama readers readers.Gimana perasaan kalian kalau kalian ada di posisi Renata,pasti nyesek bangetkan.Ketika yang lainnya berlibur ke luar kota,dia hanya di suruh buat jagain rumah.Ampun dah,sebenarnya apa ya alasan mereka membenci Renata?,kalau mau tahu yuk,ikuti terus dan semangati author dengan like,dan juga vote okee.


Sampai jumpa di eps selanjutnya***.


__ADS_2