Kesuksesan Anak Ke 2

Kesuksesan Anak Ke 2
109.Full time.


__ADS_3

Kemudian Alodie memposisikan dirinya dengan Renata agar saling berhadapan,namun Alodie memilih jongkok dan memegang pegangan kursi roda yang ada di sebelah kiri dari tangan Renata." Tapi nanti gimana kak,kalau Alodie gak bisa bertemu sama kakak lagi.Alodie takut ini tu,jadi terakhir kita bertemu,Alodie takut.".Renata kemudian mengambil tangan Alodie dan menggenggamnya." Kata siapa kita gak akan ketemu lagi,kalau kamu mau ketemu sama kakak kamu tinggal datangkan ke kafe dan kamu juga bisa bertemu sama teman teman,kakak kakak kerja kamu dan bisa ketemu sama kakak juga.".


Kristien tidak menyangka,ternyata Renata berhati dan bersikap lembut sama Alodie.Dia pun sangat terharu melihatnya." Ma,mama kenapa nangis?.".Tanya Artur yang melihat mamanya menghapus air mata." Enggak,mama gak kenapa napa.Mama cuman terharu lihat mereka berdua.".Kemudian Artur merangkul bahu ibunya dan menangkannya.' Pantas aja Alodie sayang banget sama Renata,karena ternyata dia begitu bersikap lembut.Pasti Alodie sangat bahagia saat hidup bersamanya.'.


' Pemandangan ini,lagi lagi bikin aku salut sama kamu Na.Abang terharu lihat ini.'.Akhtar yang melihatnya pun ikut terharu,ternyata di balik Renata yang selalu manja manja kepadanya ada sikap dewasa yang di sembunyikan dan itu angat sangat membuatnya terharu.' Gak nyangka,ternyata kamu bisa sedewasa ini.'.


" Kak,kakak jangan pernah lupain Alodie ya.".Renata tersenyum kepada Alodie." Gak,menurut kakak kamu itu akan sulit kakak lupakan.Nanti kalau kamu udah di rumah,kamu jangan malas malasan ya.Kamu bantu orang tua kamu,selalu tersenyum sama orang tua kamu,ya.".Ucapan Renata malah semakin membuat Alodie menangis,Alodie sudah tak kuasa menahannya." Udah kamu jangan nangis lagi,sini biar kakak hapus air mata kamu ini.".Dengan tangan dan perasaan yang lembut,Renata menghapus air mata Alodie.


Ternyata saat menghapus air mata Alodie,Renata sudah bisa menahan air matanya juga,dan akhirnya air mata Renata berhasil meluncur di atas pipi polosnya." Kakak juga jangan nangis.".Alodie juga menghapus air mata Renata yang meluncur di pipinya." Kakak juga sebenarnya takut,takut kakak gak bisa bertemu sama kamu lagi.Tapi kakak berusaha meyakinkan hati kakak,kalau kita pasti akan bertemu lagi.".


Air mata Renata semakin tak terbendung,dan akhirnya menangis di hadapan Alodie." Ini kesedihan ke dua kali kakak,setelah kepergian Lucy dan sekarang kamu mau ninggalin kakak juga hiks.Kamu baik baik ya,di rumah nanti.Semoga kamu bisa rawat diri,jaga kesehatan ya.".

__ADS_1


" Iya,tapi kakak jangan nangis kayak gini.Alodie jadi sedih juga,Alodie gak bisa kalau lihat kakak sedih,kalau kakak nangis.".' Ternyata aku gagal menguatkan diri aku sendiri.'.Akhirnya Renata kembali tersenyum dan menyeka air matanya." Iya kakak gak nangis lagi,maaf ya mungkin selama kita bertemu kakak belum bisa bikin kamu bahagia,belum bisa memenuhi apa kemauan kamu,maaf ya.".


" Enggak,kakak gak boleh bilang kayak gitu.Selama Alodie hidup sama kakak,Alodie senang banget Alodie bahagia dan selalu bahagia.Kakak gak pernah bikin Alodie kecewa sama sekali,dan Alodie rasa kakak udah memenuhi apa aja kemauan Alodie.Terimakasih untuk satu tahun nya ya kak,Alodie merasa jadi orang yang paling beruntung karena udah di pertemukan sama orang yang baik benar benar baik kayak kakak.Alodie akan terus mengingat kakak,karena Alodie sayang banget sama kakak.".


" Maafin Alodie ya,karena Alodie gak bisa nemenin kakak selamanya.Ternyata di hari ini,tanggal ini,jam ini,tahun ini aku sama kakak mau berjauhan.Kakak jaga diri ya,jangan sampai kakak duduk di kursi roda kayak gini lagi.".Kemudian Renata mengelus kepala Alodie dengan sangat lembut,Renata tidak menyangka kalau dia benar benar akan berpisah dengan anak sebaik Alodie.Alodie sangat berjasa di hidup Renata,karena Alodie telah menjadi saksi berdirinya dan suksesnya kafe Renata sampai sekarang.


" Kakak juga sayang sama Alodie,awalnya kakak itu gak percaya dengan apa yang udah di katakan oleh kak Artur saat dia telepin kakak,tapi ternyata semua ini benar.".


" Dengerin kakak ya,kamu harus jadi anak baik,harus jadi Alodie yang kakak kenal.Kalau di rumah nanti,kamu jangan lupa shalat ya.Sesibuk apapun kamu,kamu jangan pernah berani beraninya tinggalin shalat.Kamu juga jangan main main tengah malam ya,karena gak baik.Kakak mau kamu inget semua pesan kakak ini,karena kakak gak mau kamu kenapa napa.Kalau misalnya nanti kamu sekolah,kamu jangan lupa belajar,jangan lupa ngerjain tugas tugas yang di beri oleh guru guru kamu.Kamu juga jangan lupa ngaji,jangan lupa mengulang apa yang udah kakak ajarin sama kamu.".


" Apapun niat yang mau kamu lakukan,lakukanlah.Tapi jika tingkah kamu berantakan atau keluar dari ekspetasi kakak maka kamu berurusan sama kakak.".Sejak Renata berbicara dan memberi banyak pesan pada Alodie,Alodie tidak bisa berhenti menangis,dia terus mengeluarkan air matanya tanpa ada hentinya." Kamu jangan nangis,senyum ya.Kamu harus selalu senyum,karena orang yang selalu tersenyum adalah orang yang paling kuat.".

__ADS_1


Dengan cepat Alodie menghapus air matanya dan tersenyum pada Renata." Sini,peluk kakak untuk terakhir kalinya.".Alodie pun memeluk tubuh Renata dengan sangat erat.' Aku akan selalu merindukan pelukan hangat dari kak Rena,karena kasih sayangnya sudah seperti kakak ku sendiri.'.Kemudian Alodie melepas pelukannya." Alodie akan selalu merindukan kakak.Makasih ya kak,udah mau menghabiskan waktu sama Alodie hari ini.Apa lagi Alodie udah ganggu waktu peristirahatan kakak.".


" Gak papa sayang,yang penting kakak dan kamu bisa bertemu hari ini dan mengabiskan waktu berdua.".


" Alodie,ayo kita pulang.Udah mau malam.".Artur menghampiri Renata dan Alodie." Bentar kak,kakak ganggu aja.Sana sana pergi.".Artur hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan adiknya itu." Tapi ini udah sore banget,udah mau malam lho.".Alodie pun menatap lekat mata coklat Renata." Pulang ya,ini udah waktunya kita pulang.Udah mau malam,gak baik.Ya.".Alodie mengangguk dan berdiri.Sebelum pergi tidak lupa Kristien mengucapkan terimakasih kepada Renata yang selama satu tahun ini merawat putrinya.


" Renata,saya tidak tau harus bilang apa sama kamu.Yang jelas,saya banyak terimakasih yang sudah menyelamatkan putri saya dan merawatnya satu tahun ini.Saya tidak akan melarang atau mencegah Alodie untuk bertemu dengan mu.".


" Iya bu,sama sama.Semoga Alodie bisa menjadi anak yang baik dan bisa membahagiakan orang tuanya."." Iya aamiin.".Kemudian Akhtar kembali mendorong kursi roda Renata,mereka pun berpisah di parkiran.Sebelum berpisah di parkiran,Renata dan Artur sempat mengobrol sebentar.


" Ren,makasih ya atas semua pengorbanan untuk rawat dan jagain adik aku.Semoga kamu selalu di beri kesehatan,dan ini aku punya sesuatu untuk kamu.Sebagai tanda terimakasih aku sama kamu.".Artur menunjukan kotak kado yang lumayan besar." Ya ampun kak,kenapa kakak repot repot si?.Padahal aku ikhlas kok rawat Alodie.".

__ADS_1


" Gak papa,kamu terima ya,dan semoga kamu cepat sembuh ya.".Kemudian Artur membantu memasukan hadiah itu ke bagasi mobil Renata." Tur,saya duluan ya.".Ucap Akhtar saat akan pergi melajukan mobilnya." Iya,kak.Hati hati.".Akhirnya pun,mereka berpisah disana dan pulang ke rumah masing masing.


Bersambung.


__ADS_2