
Tiga minggu kemudian.
Keluarga Renata sudah kembali ke rumahnya yang jaraknya lumayan jauh dari rumah Renata,Renata juga kembali tinggal bertiga bersama Akhtar dan ARTnya.Renata juga sudah kembali beraktipitas di kafenya,dia memeriksa beberapa pemasukan dan pengeluaran saat selama dirinya tidak masuk kafe.Renata cukup senang,karena pemasukan bulan ini begitu besar di banding dengan bulan lalu.Hari ini juga dia berencana untuk pergi ke restorannya,karena sudah lama Renata tidak mengunjungi kafe miliknya itu.
Selepas dari Renata-ada dua orang wanita yang memakai hijab sedang membicarakan Renata di suatu ruangan.
" Mbak,apa mbak tau?.Kalau sekarang model yang bernama Renata sudah tidak bekerja di perusahaan yang dulu.".Ucapnya memberitahu." Apa iya?,kalau begitu kita punya kesempatan.".
" Iya,apa kita akan mencobanya?.".Dengan semangat yang luar biasa,wanita yang ada di hadapan nya berdiri." Ayo,
kita akan mencobanya sekarang.Kita akan pergi ke kafenya,saya tau beliau memiliki kafe.".Mereka berdua langsung cabut menuju kafe Renata.
Selepas dari mereka berdua-Renata masih berada di ruangannya,masih dengan menatap fokus ke layar laptop yang ada di hadapannya.Karena minggu depan,dirinya berniat untuk membuat menu baru dan akan mempromosikannya di internet.
Tidak lama dari situ Syeril datang dan memberi tahunya bahwa ada dua orang wanita yang sedang mencarinya.Renata mempersilahkan Syeril untuk masuk,dan saat itu Renata masih terlihat sibuk melihat ke arah laptop." Ren,itu ada yang nyariin kamu.Katanya ada urusan.".Setelah mendengar apa yang baru saja Syeril katakan,Renata langsung melihat ke arahnya dengan menyergit.
" Siapa kak?,dan urusan apa?.".
" Kakak kurang tau,yang jelas mereka ada urusan sama kamu katanya.Mending kamu temuin aja mereka.".Renata mengangguk dan sebelum pergi menutup serta menutup laptopnya.Syeril menunjuk orang orang yang sedang menunggu Renata dan Renata berjalan menuju meja yang mereka tempati.
" Selamat pagi.Apa ada yang bisa saya bantu?.".Sapa Renata saat tiba disana.Kedua wanita itu langsung berdiri dan berjaba tangan dengan Renata." Silahkan duduk.".Ucap Renata menyuruh mereka untuk duduk kembali di kursinya." Mbak,maaf kita mengganggu waktunya.".
__ADS_1
" Enggak kok,enggak sama sekali.Memangnya ada urusan apa,ya?.".
Kedua wanita itu saling bertatapan dan memulai pembicaraannya." Jadi seperti,kami dengar ada berita kalau mbak Renata ini sudah tidak bekerja di perusahaan Calista Fashion?.".
" Iya,betul.". " Nah kalau begitu sekarang kita berdua ingin mengajak mbak,untuk bekerja sama dengan perushaan kami.Apa mbak bersedia?.".
" Tapi,perusahaan kita ini Fashion muslim.Jadi nanti mbak akan menjadi model juga,cuma mungkin agak berbeda.Karena nanti akan mempromosikan baju baju muslim dari mulai hijab,gamis,atasan dan baju baju setelan lainnya.".Renata senang karena ada orang yang memintanya untuk bekerja sama di dunia permodelan.Tapi yang membuatnya bingung dan berpikir dua kali adalah perusahaan nya itu adalah perusahaan muslimah,jadi sudah pasti nanti dirinya akan memakai pakaian muslim dan mengenakan hijab.
Renata bahkan jarang mengenakan semua pakaian itu,jika berhijab mungkin dirinya sudah ada niatan akan memakainya.Tapi untuk gamis dan semacam dia belum siap." Baiklah,saya akan ikut bekerja sama dengan perusahaan kalian.".Ucap Renata yang membuat kedua wanita itu tersenyum." Alhamdulillah,kalau begitu mbak silahkan tanda tangan disini tapi sebelum itu baca terlebih dahulu.
Renata mulai membacanya dari lembaran pertama sampai lembaran akhir.Menurut Renata tidak apa,karena dia akan mengenakan semua itu hanya di dalam pekerjaan saja,tapi dia juga berharap bahwa dirinya bisa mengenakan pakaian pakaian yang di iklankan nya menjadi hal terpenting yang harus di pakainya.
Setelah selesai membacanya,Renata pun menyematkan tanda tangan di kolom yang sudah tersedia materai khusus.Renata telah menandatangi kontrak pekerjaan nya selama sepuluh bulan." Kalau begitu sekarang mbak bisa ikut kami ke perusahaan,untuk melihat keadaan disana dan juga kita akan memperkenalkan mbaknya ke seluruh karyawan yang bekerja juga yang paling penting kita harus memberi bukti serta laporan kepada manager kita.Bisa?.".
" Bener banget mbak,aku juga senang banget.Akhirnya model yang bernama Renata resmi bekerja sama dengan perusahaan kita.Gak sia sia perjuangan kita hari ini.".Kemudian mereka berdua mengetoskan tangan nya dengan senyuman yang merekah dari bibir mereka.
Setelah membawa tas serta kunci mobilnya,Renata menyusul kedua wanita itu yang sudah berada di parkiran.Namun Renata lihat mereka sedang menunggu bis,Renata segera menghampirinya.
" Kak,maaf kalian lagi nunggu bis?.".
" Iya,karena kita akan pergi kesana naik bis,gak papa kan?."." Gak papa si,tapi kebetulan saya bawa mobil,kita bisa pakai mobil saya untuk pergi kesana.".
__ADS_1
Kedua wanita itu merasa malu,seharusnya merekalah yang membawa Renata,bukan malah Renata yang membawa mereka." Aduh,mbak.Jadi ngerepotin,harusnya juga kita yang membawa mbaknya,bukan malah mbak yang bawa kita.".Ucapnya.
" Gak papa kok,ayo masuk.".Mereka kagum dengan kebaikan Renata,baru saja mereka kenal tetapi Renata sudah seperti lebih dekat dan mengenal mereka.Renata melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang,sesekali dirinya berbincang bersama kedua wanita tersebut.
" Eh,,kita belum kenalan ya?.".Ucap Renata." Iya.Kenalin nama Saya Eri.".
" Nama aku Geya.".
" Jadi aku panggilnya kak Geya,sama kak Eri ya?.".
" Terserah mbak,mau panggil nama juga gak papa.Hehe.".
" Kalau umurnya boleh tau?.".Renata penasaran karena dia merasa kalau mereka berdua itu seumuran." Kalau Eri sembilah belas tahun,kalau Geya tiga puluh tahun.".
" Serius kak Geya 30?.". " Enggak,umur saya dua puluh tahun.". " Kamu ini gimana si.". " Maaf,maaf.".
" Kalau gitu kita seumuran,ya.Umur aku juga baru sembilan belas tahun."
" Nah kalau gini,panggil aja Eri gak boleh pake mbak atau kakak.".Renata mengangguk mengerti.Karena selama di perjalanan di isi dengan obrolan,tidak terasa mereka beetiga telah sampai di perushaan nya.
Eri dan Geya langsung membawa Renata masuk ke dalam dan langsung memvawanya ke ruangan manager mereka.
__ADS_1
" Assalamu'alaikum bu,kita sudah kembali.".Terlihatnya seorang wanita setengah baya sedang duduk di kursi kerjanya,kemudian ia mempersilahkan mereka bertiga untuk duduk tanpa melihat kepada mereka,karena dirinya tengah sibuk melihat ke arah laptop.Kemudian setelah itu,wanita setengah baya itu melihat ke arah mereka bertiga.' Akhirnya,mereka membawa putriku kemari.'.
Bersambung.