
Setelah perbannya di ganti,Renata langsung pergi ke kamarnya dan melanjutkan tidurnya.Renata sangat terlelap di atas ranjangnya,sedangkan Akhtar masih saling menghubungkan panggilan dengan kekasihnya ( Wah ternyata Akhtar benar benar sedang di mabuk asmara ya🤠).
Pagi pukul 06.03 Renata turun dari lantai atas dan langsung menuju dapur,ternyata disana sudah ada Akhtar yang sedang memakan sarapannya dan juga bi Asri yang sedang menyapu di disana.
" Selamat pagi,kok belum siap?.".Tanya Akhtar disaat melihat Renata yang masih mengenakan piyama nya." Siap siap?,emangnya mau kemana?."." Ya kerjalah.".Kemudian Renata mengambil garpu dan pisau untuk memotong roti bakarnya." Ngapain kerja,kan Rena bosnya.".Akhtar hanya tersenyum mendengar jawaban dari Renata." Abang hari ini mau keluar kota,lho.".Saat mendengar itu,Renata langsung berhenti mengunyah dan mengerutkan alisnya.
" Kok baru ngomong sekarang?,sengaja ya mau tinggalin Rena?.".
Renata memotong motong rotinya dengan sangat keras,sehingga bunyi dentingannya terdengar begitu nyaring." Enggak,abang gak bermaksud buat ninggalin kamu kok.Ini kan tugas dari kantor,Na.".Kemudian Renata meneguk air putih yang ada di dalam gelas." Sama aja.".Renata pun beranjak dari tempat duduknya.
" Rena,hei.".Akhtar berusaha mengejar Renata yang baru saja pergi dari sana." Hadehh,adek abang ini.".Ucap bibi yang sedari tadi memperhatikan Renata dan Akhtar." Ren,ini tugas lho.Boleh ya,abang pergi?.".Sekarang Akhtar berhasil menahan Renata." Ya boleh lah bang,Rena cuman bercanda.". Lalu Akhtar mengacak ngacak rambut Renata." Kamu ya,abang kira marah beneran.Dasar.".
" Hehe,yaudah kalau abang mau pergi,hati hati ya.Jangan lupa bawa oleh oleh,dan jangan lama lama juga,entar ayangnya rindu tu.".Akhtar menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.
" Salting gak tu.".Akhtar menggelengkan kepala sambil melangkahkan kakinya menuju kursi yang berada di ruang tengah." Yaudah,abang berangkat dulu ya.Jaga diri baik baik,kalau ada apa apa telepon abang ya.".Renata menganggukan kepalanya,dan mengecup tangan sang abang.
" Abang juga hati hati,ya."." Abang berangkat,assalamu'alaikum."." Bi,Akhtar berangkat dulu ya,assalamu'alaikum.".
" Wa'alaikumsalam.".Renata melambaikan tangannya kepada Akhtar,yang mulai meninggalkan pekarangan rumah.Renata pun kembali masuk ke dalam rumah dan akan bersiap siap untuk pergi ke kafe.
Namun seketika itu,handphone Renata menerima beberapa pesan dari Artur dan Renata langsung membukanya.
__ADS_1
**Kak Artur
^^^Ren,kita bisa ketemu gak hari ini?,bolehkan?.^^^
Oh iya,bukannya kamu punya kafe ya,gimana kalau kita ketemu disana**?.
" Kak Artur,mau ketemu sama aku?,di kafe milik aku?.Gimana ya,sebenarnya aku juga pengen ketemu sama dia,yaudah deh aku setujui aja.".
**Kak Artur
Ren,kita bisa ketemu gak hari ini?,bolehkan?.
Oh iya,bukannya kamu punya kafe ya,gimana kalau kita ketemu disana**?.
Dengan cepat Renata pergi ke kamar mandi.Setelah selesai mandi,Renata mengenakan kemeja kotak kota berwarna coklat,dikira telah cukup cantik Renata pun berpamitan kepada bi Asri dan berangkat menuju kafenya." Bi,Rena berangkat dulu ya.Assalamu'alaikum,eh iya bi,kalau bibi mau telepon,bibi bisa gunain telepon rumah ya.Rena berangkat,assalamu'alaikum.".
Renata berangkat mengenakan mobil kesayangannya,Renata rasa hari ini Renata harus sampai lebih dulu di banding Artur.Karena Renata harus menyiapkan segalanya,dan untungnya jalanan tidak macet sehingga Renata bisa dengan cepat tiba di kafenya.
Saat Renata tiba di kafenya,seperti biasa semua karyawannya selalu menyambut kedatangannya disana." Aduuh,kak Rena makin hari makin cantik aja.".Perkataan Rio membuat Renata tersenyum tipis kepadanya,dan itu membuat hari Rio makin kelepek kelepek kepada Renata." Ber,jantung gue gak aman Ber."." Alah,lebay lo.".Renata langsung masuk ke ruangan kerjanya,dan ternyata Renata hanya meletakan tasnya dan berlalu keluar.Renata menghampiri para peria yang sedang membuat kopi." Rio,tolong buatkan kopi yang sangat special ya."." Siap kak,eh tapi ini buat kakak?,tumben kakak ngopi?."." Enggak,itu buat temen.".Saat Renata sedang memperhatikan Rio,disaat itu Alodie menghampiri Renata.
" Selamat pagi kak."." Alodie,dari kemarin kamu kemana aja?.Tau gak,kakak tu khawatir banget sama kamu.".Renata sangat rindu kepada sosok Alodie yang beberapa hari ini tidak muncul,dan baru muncul lagi hari ini." Kemarin Alodie sakit kak."." Terus kenapa gak ngabarin kakak?,siapa yang urus kamu?."." Ada kak,tetangga kontrakan.".Renata benar benar sangat merasa bersalah setelah mendengar apa yang Alodie katakan." Lain kali kalau sakit kabarin kakak ya,jangan kayal gini lagi.".Seketika itu,Artur datang dan melangkah memasuki kafe Renata.Handphone Renata pun menerima satu pesan dari Artur,dipesan itu terlihat Artur yang memberi tahu Renata bahwa dirinya telah tiba disana.
__ADS_1
**Kak Artur
Ren,aku udah sampe ya**
' Ya ampun,udah sampe ya.Lebih baik aku samperin dulu deh.'.
" Alodie,nanti kalau kopinya udah jadi,kamu antar kemeja kakak yang ada disana ya.".
" Oh iya,kak.".Kemudian Renata melangkah menuju meja,yang mana Artur telah menunggunya disana." Kak,boleh duduk?.".Tanya Renata saat berada di mejanya." Iya,duduk aja."." Kamu apa kabar?.".Artur menanyakan kabar Renata walaupun dirinya merasa sedikit canggung.
" Alhamdulillah baik,kakak sendiri?."." Baik,juga.".
" Rio,tuh lihat,kak Rena lagi sama siapa?.".Rio pun melihat ke arah dimana Renata dan Artur duduk.
" Apa?,mau manas manasin,gak papa orang dia cuman temen kak Rena kok."." Oh iya,Alodie ini kopi buat kak Rena.".Dengan sangat hati hati Alodie membawa satu gelas kopi menuju meja Renata." Kak,ini kopinya.".Disaat Alodie sedang meletakan kopi ke atas meja,saat itu juga Artur menatap wajah yang sangat tidak asing di penglihatannya." Makasih ya,Alodie.Hati hati.".Saat mendengar nama Alodie,Artur langsung berdiri dari tempat duduknya." Alodie,kamu?.".Alodie menatap lekat mata Artur,dan lalu dia menyebut namanya.
" Kak Artur.".Renata juga ikut berdiri disaat Alodie menyebutkan nama Artur,dan Artur pun memeluk erat tubuh Alodie." Alodie,kamu kemana aja?.Kakak sangat rindu sama kamu,kamu baik kan?.".' Kakak?,rindu?.Ada apa ini?,kenapa mereka bisa saling kenal?.'.Namun saat itu Alodie terlihat sedikit menghindar dari Artur." Alodie?.".
" Maaf kak,Alodie harus kerja.".Dia pun berniat pergi,namun Artur menahan tangan Alodie.
" Alodie,dengerin kakak.Kakak minta maaf,kakak tau kakak salah.Maaf,ya?."." Kak,maaf Alodie harus kerja."." Yaudah,nanti kalau kamu udah selesai kerja,kita ngobrol ya.".
__ADS_1
Bersambung.