
-Seseorang yang telah kita percayai akan selalu menjaga dan merahasiakan cerita kita,maupun penting atau tidak.
Saat ini Renata sedang mendorong kursi roda yang di duduki Akhtar,dia membawanya menuju lif untuk turun ke lantai bawah dan barang barang mereka di bawa oleh Romeo,karena sebelum pulang Renata menghubungi Romeo untuk datang ke rumah sakit dan membantunya.
Saat setelah Akhtar masuk ke dalam mobil,Romeo pun mengembalikan kursi roda yang telah Akhtar pakai.Romeo mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang seperti biasanya,dan Renata tertidur di kursi belakang dekat Akhtar.Dia sangat merasa lelah di hari ini,untung saja hari ini Renata tidak ada pekerjaan jadi dia bisa dengan tenang menemani abangnya.
Akhtar hanya memandang Renata yang tertidur di sampingnya,dia merasa kasihan saat melihat wajah polos Renata disaat Renata sedang tidur.
' Pasti kamu cape banget,maafin abang ya udah repotin kamu,bahkan selalu repotin kamu.'
Akhtar pun menyandarkan kepala Renata ke pundaknya,saat itu Renata masih tertidur lelap.
' Bang Akhtar sweet banget sama kak Rena,apa lagi nanti sama istrinya sama ponakannya aja udah gitu.Beruntung banget gua bisa di pertemukan sama dua orang yang bener bener baik.'
Ucap Romeo di dalam hatinya saat melihat Akhtar menyandarkan kepala Renata dari sepion yang ada di hadapannya.
Mereka bertiga pun sudah sampai di rumah,saat membunyikan klakson mobil satpam langsung membuka kan gerbang untuk mobil Renata.Oh ya,Renata memiliki satpam baru karena dia kasihan kepada yang Romeo yang harus menyetir mobil sekaligus menjaga gerbang dan juga sangat ribet ketika Romeo sudah mengeluarkan mobilnya dari gerbang dia harus turun dulu dari mobil untuk menutup gerbangnya kembali,jadi Renata memutuskan untuk mendatangkan satpam baru,dan juga Renata pikir Romeo akan memiliki teman di posnya.
" Ren,bangun yok,udah sampai."
" Mmm,,iya.Udah sampai,ya."
" Iya udah sampai,kamu bangun ayo kita keluar."
Renata mengucek matanya yang masih terasa buram,setelah itu mereka berdua keluar dari mobil setelah Romeo membukakan pintu untuk mereka.
" Romeo,nanti tolong bawakan belanjaan saya di bagasi bawa masuk ke rumah,ya."
Renata berbicara masih dengan suara seraknya,suara khas baru bangun tidur.
" Oh,iya kak.Nanti saya bawakan."
Kemudian Renata menggandeng Akhtar dan membawanya masuk ke rumah,Renata mengantar Akhtar sampai ke dalam kamarnya,karena Renata tidak ingin abangnya kenapa napa lagi.
" Abang istirahat,ya.Kalau butuh bantuan telepon Rena aja,ya."
__ADS_1
" Iya,kamu juga istirahat pasti kamu lelah banget ya hari ini."
Renata menganggukkan kepalanya,dengan matanya yang masih terlihat ngantuk.
" Yaudah Rena peegi ke kamar dulu,ya."
Akhtar tersenyum kepada Renata,dan menyuruhnya untuk segera beristirahat.Saat sampai di kamarnya,Renata langsung melemparkan tubuhnya ke ranjang dan langsung terlelap dalam tidurnya.Renata sudah tidak kuasa lagi menahan kantuknya,sampai dia tidak mengganti bajunya terlebih dahulu,tidak melepas sepatu,dan juga tidak membersihkan make upnya.
***
Renata terbangun di pukul tujuh malam,Renata mulai mengerjapkan matanya hari ini dia sangat merasa puas dengan tidurnya,walau terganggu sedikit tadi saat berpindah dari mobil ke kamar tapi Renata masih bisa melanjutkan tidurnya.Renata pun melihat jam di handphonenya.
" Ya ampun,ini udah malam.Astaghfirullah,abang udah makan belum ya?."
Renata tidur dari pukul setengah satu sampai pukul tujuh malam,kira kira Renata tidur selama tujuh jam setengah.
Sebelum keluar dari kamar,Renata pun membersihkan diri terlebih dahulu serta mengganti bajunya.
Setelah selesai Renata pun pergi ke kamar Akhtar.
Tanya Renata saat melihat Akhtar yang sedang susuk di kursi.
" Alhamdulillah baik,abang juga udah makan,minum obat dan juga mandi."
" Ya ampun bang,maafin Rena ya,Rena ke bablasan tidur barusan,maafin ya."
" Iya gak papa,lagian abang tahu kok pasti kamu lelah hari ini kan?.Udah gak papa."
" Tapi mungkin tadi abang kerja sendiri kan?,masak sendiri,minum obat sendiri kan?."
Akhtar tersenyum kepada ponakannya yang sangat perhatian kepadanya.
" Abang juga bisa kok lakuin sendiri,kamu tenang aja dan kamu harus ingat abang ini udah besar jadi gak perlu kamu manja manjain,ya."
" Ya tapi kan,bang."
__ADS_1
" Udah gak papa,buktinya aja abang baik baik aja,abang bisa kok,kamu lihat kan."
" Iya,si."
" Sekarang mending kamu makan malam dulu gih,abang udah siapin makanan di meja makan."
" Oke,tapi abang harus nemenin Rena,ayo."
Renata menarik tangan Akhtar menuju keluar kamar,tangan Akhtar jadi di tuntun oleh Renata menuju dapur.Malam ini Akhtar berjuang memasak sendiri,meskipun tangannya sedang tidak baik baik saja tapi tetap saja Akhtar membuatkan makan malam untuk Renata.
Renata sangat senang saat melihat apa yang sudah di masak Akhtar untuknya,ternyata Akhtar memasak nasi goreng faporit Renata.Saat sampai di meja makan,Renata langsung memakan nasi goreng yang memiliku cita rasa yang khas dari masakan Akhtar.
" Ya ampun,enak banget rasanya.Makasih ya bang,udah bikini aku nasi goreng,mana tangan abang lagi cedera lagi,makasih banget."
" Iya sama sama,habisin dulu itu yang di mulut jangan dulu di tambah."
Akhtar terkekeh kecil disaat melihat mulut Renata yang di penuhi oleh nasi goreng buatannya.Renata hanya tersenyum dengan mata yang hampir tertutup karena terhalangi pipinya yang keras karena nasi.
" Pelan pelan aja makannya,astaghfirullah ingat jangan rakus."
Renata mengambil air minumnya dan meneguknya.
" Habisnya nasi goreng abang enak banget,aku suka kalau boleh ini si jadi makanan faporit aku dari abang,jadi abang nanti gak perlu tanya lagi makanan kesukaan aku,karena abang juga udah tahu yaitu nasi gorengnya bapak Akhtar."
Akhtar tertawa disaat Renata beteriak menyebutkan nasi gorengnya bapak Akhtar,mereka sangat terlihat bahagia saat itu,makan sambil bercanda dan dimana mana pun sepertinya mereka selalu bercanda,sungguh keluarga yang harmonis mereka bisa saja membuat iri orang orang di luar sana.
Setelah selesai mereka berdua pergi ke ruang tengah,karena mereka sudah menjadwal untuk menonton pertandingan sepak bola di malam ini.Akhtar menyalakan tv dan langsung mencari chanel yang sedang menyiarkan langsung sepak bolanya.Renata telah menyediakan beberapa makanan ringan,dan juga minuman yang bersoda serta minuman tanpa soda.
Siaran pun telah di mulai,mereka sudah fokus dengan tontonannya malam ini sambil menikmati beberapa makanan ringan.Disaat tim yang mereka dukung menjebol gawang lawannya mereka langsung berteriak senang.
" Goooolll!!!."
Teriak Akhtar dan Renata,mereka berdua benar benar fokus malam ini,handphone serta laptop yang sering mereka mainkan di malam hari mereka abaikan untuk malam ini,malam dimana mereka berdua sedang menikmati pertandingan sepak bola.
Bersambung.
__ADS_1
jangan lupa votenya ya,komen,like dan follow,dukung terus aku ya,makasih.