
-Cerita adalah suatu hal yang tersimpan di dalam diri setiap orang,tapi tidak semua cerita bisa kita ceritakan.
Pagi ini setelah sarapan,ibu mengganti perban Renata di ruang keluarga.
Dan disana ada juga Salsa yang sedang memakai sepatu yang mana Salsa akan berangkat menuju sekolahnya.
" Bu,aku berangkat dulu,ya."
" Kakak,cepat sehat nanti kalau udah sehat kakak anterin aku ke sekolah.Assalamu'alaimum."
" Wa'alaikumsalam."
Jawab keduanya,dan Salsa menghampiri abangnya yang sudah menunggu.
" Udah siap?."
" Udah bang."
Mereka pun berangkat menuju sekolah Salsa.
Ibu sangat terkejut melihat luka yang ada di balik tangan Renata.
" Ya allah,nak.Ini lukanya dalam dalam lho,kamu gak ngerasa sakit hmm?."
Tanya ibu sambil membuka perban tangan Renata.
" Sakit banget bu,apa lagi yang di jahit ini.Uhh,kalau terkena air pastinya sakit banget ya bu?."
Renata tidak bisa membayangkan jika luka yang terdapat jahitan itu terkena air,mungkin dia sudah menangis.
" Ini sebenarnya kamu kecelakaan apa si?,kok sampai ada luka luka pisau gini?."
' Aduh,,ibu kenapa nanya lagi si bu.'
" Emmm,sebenarnya Renata bukan kecelakaan bu."
" Terus kenapa?."
" Sebenarnya aku di culik,dan mereka melakukan ini sama aku."
" Apa!,kamu di culik?,kenapa bisa?,siapa yang nyulik kamu sampai mereka tega lakuin ini sama kamu?.Jadi retak tulang rusuk dan juga tulang dahi kamu itu karena mereka?,perut kamu terluka karena mereka?dan juga tanga. kamu kayak gini karena mereka?."
Renata di beri pertanyaan yang bertubi tubi oleh ibunya,Renata hanya menganggukkan kepalanya,dia bingung jika harus menjawabnya.
" Siapa mereka?,kita harus segera mencari pelakunya."
" Aku gak kenal sama mereka bu,dan mereka itu sekumpulan wanita yang memakai topeng."
" Tega banget mereka lakuin ini sama putri ibu,pasti sakit kan nak?,mungkin kamu menderita disaat mereka melakukan ini sama kamu."
" Ya,begitulah bu.Tulang rusuk aku retak karena mereka pukulin aku pake stik bisbol,tulang dahi atau tulang tengkorak bisa retak itu karena kepala aku di banting ke ujung lemariyang memiliki ujung tumpul."
__ADS_1
" Berarti membantingkannya sangat keras ya,kalau sampai tulang kamu retak?."
" Bukan keras lagi,bu."
" Terus kaki kamu kenapa bisa sakit sama memar memar kayak gitu?."
" Itu karena mereka tendangin Rena."
" Terus ini wajah kamu,juga banyak memarnya."
" Iya ini aku di tinju sama mereka,sebenarnya bukan mereka semua si bu,cuman ada salah satunya mungkin bisa di sebut ketua mereka,iya ketua mereka yang udah bikin Rena kayak gini."
" Ya allah,nanti ibu certain ya sama ayah tentang ini supaya pelakunya cepat tertangkap.Sekarang coba kamu tiduran,ibu mau ganti perban perut kamu,sini ibu bantu."
Ibu pun membantu Renata merebahkan dirinya di kursi tersebut,lalu mengganti perbannya.
" Ini juga kayaknya dalam juga ya nak,lukanya."
" Banget,bu.Oh iya bu,kalau udah semuanya Rena pengen keluar rumah."
" Mau ngapain?."
" Rena mau lihat lihat sekitar sini bu,Rena rindu suasana disini boleh ya?."
" Mendeing nanti aja sore ya,kalau sekarang panas lho,lihat tu di luar."
" Yaudah,deh."
Setelah ibu selesai mengganti semua perbannya,ibu pun kembali membantu Renata bangkit dan membantunya menaiki kursi rodanya.
Saat membuka pesan,begitu banyak chat dari Lucy Renata pun tersenyum melihatnya.
* Renata,kamu kapan pulang?,aku rindu sama kamu.*
* Aku kesepian lho,cepat pulang ya.*
* Renaaaaaaa,,,,aku rindu banget sama kamu pokoknya.*
* Cepat pulang.*
* Cepat pulang.*
* Cepat pulang.*
* Kamu gak kasihan apa,ni bestieh kamu gak ada yang nemenin.*
* Pulang ya.*
* Pulanglah Rena.*
* Pulaaaaaaaang.*
__ADS_1
Renata sedikit tertawa disaat membacanya.Lalu Renata menelepon vidio Lucy.
" Hai,bestiiiie.Kasihan kamu sendiri ya disana,sini makanya ke rumah orang tua aku."
" Aaaaa,,,Rena cepat pulang.Aku sedih lho kalau kamu lama lama disana,cepat pulaaaaang."
" Iya,nanti ya aku pulang,ehh kamu jangan nangis dong,aku jadi pengen ketawa tahu gak si."
Renata pun tertawa sambil menutup mulutnya dengan tangan.
" Issh,jangan ketawa lah,kamu mah gitu gak solid,gak setia sama aku."
Renata pun tidak bisa menahan tawanya lagi,lalu dia pun menertawakan Lucy.
" Sumpah,wajah kamu lucu banget,konyol banget hahaha."
" Ah tahu ah,kamu mah gitu aku matiin aja ah."
Lucy pun mengakhiri sambungan teleponnya.
" Lho kok beneran di matiin,si.Ya ampun dia bener bener."
" Kenapa kamu ngakak sendiri,sayang?."
Tanya ayah yang baru saja tiba disana.
" Ini yah,Lucy suruh aku buat pulang,kasihan banget dia tapi ngakak."
" Mana coba lihat."
Renata pun memberikan handphonenya kepada ayahnya,lalu ayah pun membaca pesan dari Lucy.
" Ya allah,ini sahabat kamu benar benar rindu kayaknya sama kamu.Belum juga satu hari,dia udah spam kamu."
" Iya,dia tu emang sahabat ter ter sayang aku."
" Nak ingat ya,sahabat yang kayak gitu tu jangan di sia siain,nanti kalau kamu menyia nyiakannya kamu akan menyesal karena kamu gak akan menemukan orang yang seperti itu lagi."
" Enggak yah,Renata gak akan nyia nyiain Lucy,karena Rena tu sayang banget sama Lucy,bahkan Rena udah anggap Lucy sebagai sodara sendiri,di anggap sodara tapi bukan sodara,ayah ngerti kan."
" Iya,ayah ngerti kok.Dulu ayah pernah lho punya sahabat yang baik banget,sama aja kayka kamu sama Lucy.Kemana mana selalu berdua,kesana kesini selalu berdua,sampai sampai ayah di tuduh gay sama teman teman ayah,padahal ayah sama dia udah punya pacar,cuman merekanya aja yang gak tahu."
" Terus sekarang sahabat ayahnya masih ada?,atau kalian udah gak sahabatan lagi?."
" Kita masih bersahabat sampai saat ini,tapi sekarang ayah sama dia udah beda alam,sekarang sahabat ayah itu udah ada di alam surga.Waktu dulu ayah masih muda,ya masih bujanganlah,dia mengidap penyakit jantung yang udah parah dan akhirnya pada suatu hari ayah dapat kabar kalau sahabat ayah udah meninggal."
" Ya allah,semoga aja persahabatan Rena sama Lucy baik baik aja ya yah,dan semoga Rena sama Lucy selalu di beri kesehatan."
" Iya aamiin,nak aamiin."
Ini adalah pertama kalinya Renata bercerita bersama sang ayah,karena dari dulu dia tidak pernah seperti ini bersama ayahnya,dia ingin bercerita pun ayahnya selalu menghindar dan seolah olah dia tidak ingin mendengar apa yang ingin Renata katakan.
__ADS_1
Tetapi Renata tidak pantang menyerah dia terus mencobanya beberapa kali,meskipun ayah seperti itu.Namun pada saat ini malah ayahnyalah yang bercerita kepadanya,tentang kehidupannya dahulu,tentang persahabatannya juga kisah cintanya bersama sang ibu.
Bersambung.