Kesuksesan Anak Ke 2

Kesuksesan Anak Ke 2
96.Salsa


__ADS_3

Renata masih mengingat ingat kejadian yang baru saja terjadi sebelum dia berada di rumahnya,Renata memeluk erat jaket yang baru saja dia terima dari Lusi.Renata sangat berharap bertemu kembali dengan orang itu,sebab orang itu benar benar 99% mirip dengan Lucy,dari namanya pun sudah hampir mirip,namun dari bahasanya berbeda,Lucy selalu memakai bahasa aku kamu,sedangkan Lusi memakai bahasa lo gue.


" Sebenarnya,kamu siapa Lusi?.Kok kamu mirip banget sama Lucy,aku akan selalu berharap semoga kita bisa di pertemukan lagi.".Kemudian Renata merebahkan tubuhnya dan meletakan jaket tersebut di sebelahnya.


Pagi ini,Renata baru saja bangun dari tidurnya.Renata langsung pergi ke kamar mandi dan mencuci mukanya.Hari ini Renata sarapan tidak di temani Akhtar,karena Akhtar masih berada di luar kota sampai tiga hari kedepan.Renata hanya sarapan di temani oleh bibi Asri." Selamat pagi non.".Bi Asri menyapa Renata disaat Renata tiba disana." Pagi,bi.".Hari ini Renata sangat terlihat lesu,dari wajahnya saja sama sekali tidak bergairah." Non Rena kenapa?,sakit?.".


" Enggak,Rena baik baik aja kok bi.".Renata mengambil satu sandwich dan langsung memakannya,namun Renata tidak menghabiskannya,Renata malah langsung meneguk satu gelas air putih.


Bibi yang sedang membersihkan kompor pun merasa aneh,yang melihat Renata tidak menghabiskan sarapannya dan langsung pergi dari sana." Non Rena kok gak ngabisin sarapannya?,apa sandwich buatan bibi gak enak?,coba deh bibi maka satu.".Bibi pun mendekati meja maka dan mengambil satu sandwichnya lalu memakannya." Enak,kok.Tapi kenapa non Rena langsung pergi,kayaknya non Rena hari ini sedikit gak bergairah.".Renata merasakan tubuhnya sedikit lesu,dia merasa bahwa mungkin dirinya masuk angin,tapi Renata masih bisa memaksakan untuk bisa pergi ke kafenya.


" Bi,Rena pergi dulu ya.".Renata menemui bi Asri yang sedang merapikan ruangan tengah." Non Rena mau kemana?,bukannya lagi sakit ya?.".

__ADS_1


" Enggak bi,Rena masih bisa maksain kok.Kalau gitu Rena pergi ya,assalamu'alaikum.".


" Wa'laikumsalam.".Seperti biasa,hari ini Renata berangkat menggunakan mobilnya.Selama perjalanan,Renata sesekali memijat kepalanya yang terasa pusing.Tetapi Renata tidak ingin menyerah,dia tetap ingin pergi ke kafenya,karena Renata merasa kalau hari ini akan ada kejutan disana.Singkat cerita,Renata pun sampai di parkiran kafenya.Sebelum masuk,Renata berdiam diri di dalam mobil." Kok pusing gini,ya.Mungkin masuk angin karena semalam kali.".Renata pun melangkah masul kedalam kafe,dan dirinya langsung di ajak masuk ke ruangan Denan,karena ada beberapa hal yang harus di bicarakan dengan Renata.


" Duduk kak.".Denan mempersilahkan Renata untuk duduk di kursi yang ada di ruangannya.Saat melihat wajah Renata,Denan merasa kasihan melihat kondisinya dan hal itu membuat Denan langsung menanyakan keadaannya." Kak,kak Rena baik baik aja kan?."." Hah,iya.Saya baik baik aja,kok.Jadi ada masalah apa,Nan?.".


' Kayaknya,kak Rena agak kurang vit hari ini.Hidungnya aja merah,mungkin lagi filek kali,ya.'.


" Kak,serius kakak gak kenapa napa?.".Tanya Denan,berusaha memastikannya sekali lagi.


" Enggak kak,kayaknya Denan gak bisa bicarainnya sekarang.Lihat aja kondisi kakak kayak gini.".Renata kembali memijat mijat kepalanya." Yaudah,lain kali aja ya kita bicarainnya.".Akhirnya Renata pun keluar dari dalam ruangan Denan,dan seketika itu Renata melihat sosok adiknya di salah satu meja kafe.Renata langsung menghampirinya." Salsa.".Orang yang Renata sebut namanya pun melihat ke arahnya." Kakak.".Salsa langsung beranjak dan memeluk Renata." Kok,kamu ada disini sayang?,sama siapa?,ibu sama ayah ikut,gak?.".Renata bertanya kepada adiknya,yang tiba tiba saja berada di kafenya." Salsa kesini sama temen kak,Salsa tadi main main aja kesini terus keingat kalau kafe kakak juga berada disini.".

__ADS_1


" Kok kamu mainnya jauh jauh,si?.Gimana kalau terjadi sesuatu sama kamu?,tapi kamu izin dulu kan sama ayah dan ibu?.".Salsa menganggukan kepalanya di dalam pelukan Renata." Yaudah,kita kembali duduk ya.".Renata pun melepaskan pelukannya dan duduk bersama Salsa serta teman temannya." Kak,kakak sakit ya?.".Tanya Salsa yang melihat kondisi Renata cukup berbeda.


" Enggak,kakak baik kok.Cuman mungkin karena semalam,kakak jadi masuk angin."." Terus kenapa kakak maosain datang kesini?,kalau kakak ngerasa gak baik baik aja,mending kakak istirahat aja di rumah.".Renata tersenyum kepada adiknya yang baru saja menasehatinya." Kok,kakak malah senyum si?."." Gini ya,Salsa sayang.Kalau kakak istirahat di rumah,kamu dan kakak gak akan bertemu hari ini."." Iya,ya.Tapi kan kakak harus istirahat,fisik kakak perlu di istirahatin.".Tidak lama dari situ,Alodie mengantarkan pesanan pesanan yang Salsa dan teman temannya pesan.


" Eh,Alodie ya?.".Salsa bertanya disaat Alodie mulai menyusun pesanannya ke meja Salsa.Alodie hanya memberikan senyuman dan anggukan kepada Salsa." Lho,Salsa tau Alodie?.".Tanya Renata kepada Salsa yang baru saja menyebut nama Alodie." Iya kak,kan waktu itu Salsa lihat di foto."." Semangat kerjanya,ya.Alodie.".Salsa memberikan perkataan terakhirnya untyk Alodie yang telah selesai mengerjakan tugasnya.


" Makasih.". Dan Alodie pun pergi kembali menuju tempat pembuatan menu untuk mengambil pesanan pesanan lainnya." Kamu mau gak,berteman sama Alodie?."." Mau banget,kak.Cuman Alodie kayaknya masih malu malu sama Salsa.".Renata kembali memijat kepalanya sekilas,kini kepalanya sangat terasa sangat pusing dan sakit.Renata pun menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


" Kakak,kenap?.".Salsa mulai khawatir melihat Renata yang menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya." Kepala kakak pusing banget,kamu bisa kan antar kakak ke ruangan kakak?."." Iya,bisa kak.".Salsa membantu Renata berjalan menuju ruangan peribadinya." Ya ampun kak,tubuh kakak panas banget lho ini.".Ucap Salsa yang menggenggam tangan Renata.Disaat melihat Renata yang di bantu Salsa,Syeril pun menghampirinya dan bertanya kepada Salsa." Ya ampun,ini Renata kenapa?.".Syeril mengambil alih posisi Salsa." Ini kak,kak Rena sepertinya sakit,tubuhnya aja panas gitu.".Kemudian Syeril membantu Renata masuk ke ruangannya,dan membantu Renata duduk di kursi.


" Kamu jaga dulu Renata,ya.Kakak mau siapin dulu kompresan.".Namun disaat Syeril akan pergi,tangan dia di tahan oleh Renata." Gak perlu kak,Rena gak mau di kompres.Rena mau pulang aja.".Karena tidak tega melihat Renata,Syeril pun akan mengantarkan Renata ke rumahnya.

__ADS_1


Syeril dan Salsa membantu Renata berjalan menuju parkiran dan membawa Renata masuk kedalam mobil." Kak,bentar ya.Salsa mau izin dulu sama teman teman,takut nanti teman teman nyariin Salsa.".Pamit Salsa pada Syeril.Dan Syeril pun menunggu Salsa kembali kesana.Setelah Salsa kembali dan masuk ke dalam mobil,Syeril pun mulai melajukan mobil Renata menuju rumah Renata.


Bersambung.


__ADS_2