
Setelah acara selesai,semua para tanu undangan telah pulang ke rumahnya masing masing,begitupun keluarga Renata." Ayo kita langsung pulang,soalnya nanti keburu larut." Ajak ayah kepada semuanya." Ayo,yah.Tapi,kak Rena kemana ya,kok dia gak ada?.Padahal acara udah selesai seharusnya dia ada disini yah." Mereka baru sadar,kalau Renata belum terlihat dan berkumpul bersama mereka." Iya,ya.Kemana Rena?,kok dia gak ada?.Bentar,biar ibu tanyain sama teman temannya.Ayah dan Salsa menunggu ibunya yang sedang menanyakan Renata kepada rekan rekan kerjanya." Katanya,mereka juga gak tau yah.Apa mungkin,Rena udah pulang duluan kali,ya?.Mungkin aja kan dia cape,jadi dia pulang ke rumah duluan.Gak kebayang kan,dia nyiapin semuanya dari tadi pagi." " Iya,mungkin bu,ya.Kalau gitu,kita pulang aja.".
Mereka pun pergi menuju rumahnya,berharap Renata ada di kamarnya disaat mereka sudah tiba di rumahnya.Karena khawatir kepada sang kakak,Salsa pun beberapa kali memanggil nomor Renata,namun sayang nomornya itu tidak aktif." Udah sayang,kamu jangan khawatir sama kakak.Kakak pasti sudah pulang ke rumah duluan sejak tadi." " Salsa merasa khawatir aja,bu.Perasaan Salsa gak enak,Salsa takut kak Rena kenapa napa." " Udah,buang aja pikiran yang gak bagus kamu itu,ya." Salsa hanya membuang nafas berat.Saat tiba di rumah,Ayah langsung mengecek ke kamar Renata.Namun karena pintu kamarnya terkunci,mereka mengira kalau Renata sudah tidur dan tidak lupa mengunci pintunya.
" Salsa,kamu tidur ya.Udah malam,ini." Salsa bingung harus tidur dimana,karena kalau berada di rumah Renata dia selalu tidur di kamar kakaknya,sedangkan malam ini pintu kamarnya sudah terkunci." Salsa,bingung yah harus bobo dimana,karenakan Salsa suka bobo sama kak Rena."
__ADS_1
Sedangkan di rumah Renata hanya ada 3 kamar,dan yang satunya lagi adalah kamar abangnya,Salsa tidak berani jika harus tidur di kamar abangnya itu." Kamu tidur sama ibu aja,biar ayah yang tidur di kamar abang." Kemudian,Salsa pergi ke kamar yang sudah di tempati ibunya." Ibu,malam ini Salsa bobonya sama ibu ya." " Ayah,kemana nak?." " Jadi gini bu,kamar kak Rena udah di kunci,terus Salsa bingung harus bobo dimana,ayah suruh Salsa bobo sama ibu dan ayah bobo di kamarnya abang."
Kini,Salsa dan ibu telah siap dengan piyama tidurnya.Mereka berdua mulai merebahkan tubuhnya masing masing,Salsa memutar tubuhnya agar ia bisa tidur berhadap hadapan dengan sang ibu." Ibu,masakih ya,ibu udah rawat Salsa selama 17 tahun ini.Salsa bangga,,,banget punya ibu sebaik ibu,Salsa pengen ibu itu selalu sehat,selalu baik baik aja dimana pun dan kapan pun ya bu." Kemudian Salsa masuk kedalam pelukan ibunya yang sangat hangat." Gak perlu berterimakasih nak,karena ini sudah menjadi kewajiban ibu dan ayah sebagai orang tua.Kamu harus selalu baik sama semua orang ya,gak boleh kamu jahatin salah satu dari mereka.Mau seberapa mereka jahat sama kamu,tapi kamu harus membalas semua ke jahatan mereka itu dengan kebaikan ya sayang ya.Ibu mau kamu kayak kak Rena,selalu baik sama semua orang,bahkan dia juga terlihat dan berperilaku baik sama ayah dan ibu,walaupun ibu pernah menyakitinya beberapa kali,bahkan sering.".
" Iya,bu.Salsa akan selalu mengingat pesan ibu,i love you ibu." " Love you to,sayang." Salsa pun tertidur di dalam dekapan sang ibu.Malam yang sangat sunyi,dimana semua mahluk di muka bumi sedang mengistirahatkan tubuhnya dan pikirannya yang telah di pakai bekerja keras di siang hari,dan besok pagi mereka harus terbangun lagi untuk memulai kembali hari hari mereka.Tidak lupa juga,bahwa malam ini adalah malam yang tidak bisa Salsa lupakan sampai akhir hayatnya,dia senang karena malam ini kakaknya banyak memberikan kejutan kepadanya,dari lubuk hatinya yang paling dalam,Salsa mengucapkan banyak terimakasih kepada orang tua dan kakaknya itu,karena ini adalah pertama kalinya ulang tahun Salsa di rayakan dengan sangat meriah.
__ADS_1
Pagi pun telah tiba,ibu,ayah beserta Salsa melaksanakan sholat subuh berjama'ah di ruangan mushola yang ada di rumah Renata.Selepas shalat subuh,mereka bertiga sedikit berbincang di ruang tengah." Yah,kak Rena gak bangun?.Tumben banget.". " Enggak tu,tadi ayah udah coba ketuk ketuk pintunya.Tapi gak yang nyaut,coba deh Salsa bangunin sekali lagi.".Mendapat perintah dari sang ayah,Salsa langsung pergi menuju kamar Renata yang ada di lantai atas.Dia mencoba mengetuk pintu dan memanggil manggil kakanya." Jangan jangan,kak Rena gak ada di dalam lagi?.Atau,kak Rena udah bangun tapi dia bobo lagi kali,ya?.". Akhirnya pun,Salsa memutuskan untuk kembali ke lantai bawah." Gimana,bangun gak?.".Tanya ayahnya,ketika melihat Salsa tiba disana." Mungkin kak Rena udah bangun yah,cuman dia bobo lagi.".
" Udah,nanti kalau udah bangun Rena pasti turun ke bawah.Mending sekarang Salsa bantuin ibu masak yuk,nak.".Dengan semangat,Salsa pergi bersama ibunya ke ruangan bagian dapur dan akan memasak sesuatu untuk sarapan pagi ini.Sedangkan ayah,beliau masih penasaran kenapa Renata tidak membuka dan tidak menyahut panggilan ayahnya itu,jika Renata masih tidur,setidaknya dia bangun sebentar dan menjawab panggilan dari ayahnya.Karena penasaran,ayah kembali menuju kamar Renata dan mencobanya untuk mengetuk pintunya dan memanggil nama Renata.Namun tetap,sama sekali tidak ada suara dari dalam kamarnya." Heh,,kemana anak ini?.Masa iya tidur sepulas itu,tapi mungkin juga si,karenakan kondisi Renata belum stabil jadi mungkin dia mengistirahatkan tubuhnya.".
Ayah pun kembali ke lantai bawah,dan menemui anak serta istrinya yang berada di dapur.Saat tiba disana,ayah langsung di beri teh hangat oleh Salsa." Wah,putri ayah ini.Makasih ya,nak.Ayah minum ya,tehnya.".Ayah senang,karena sekarang putri bungsunya sudah mulai sedikit dewasa,dengan membuatkan satu cangkir teh manis rumahan,ayah sudah begitu senang dan bangga kepada Salsa.' Ayah selalu berharap dan berdo'a,semoga kamu selalu meniru hal hal yang sering di lakukan oleh Renata,dan yang ayah takuti kamu malah meniru sifat Indri yang tidak baik.Indri,Indri.Kamu kapan akan berubah?,kapan keluarga kita berkumpul dengan lengkap?,kapan keluarga kita terlihat bahagia tanpa sedikit pun masalah.Memang kamu sangat keterlaluan selama ini kepada Renata,bahkan kamu sempat membutakan ayah dan ibu terhadap Renata.Ayah selalu berharap,kamu kembali ke rumah dengan keadaan kamu yang telah berubah.'
__ADS_1
Bersambung.