Kesuksesan Anak Ke 2

Kesuksesan Anak Ke 2
59.Makan malam.


__ADS_3

-Kenapa harus salting ketika seseorang berbicara tentang kit.


Pagi ini sebelum berangkat kerja,Renata membantu Akhtar mengganti perban yang ada di kepalanya.Terlebih dahulu Renata membuka balutan perbannya.


" Ren,perbannya dikit aja yang ada disini,jangan semuanya ya."


" Oh,oke."


Renata pun hanya menggunakan kapas yang di beri betadin dan penempelnya,lalu memasangkannya ke luka yang terdapat luka di kening Akhtar.Tangan Akhtar sekarang sudah bisa di gerakkan seperti biasanya,jadi sekarang dia bisa menjalani hari harinya dengan biasa lagi.


" Yaudah Renata pergi kerja dulu ya,bang."


Renata pun pamit setelah selesai mengganti perban abangnya,hari ini Renata akan mengambil pemotretan dengan produk terbaru dari perusahaan Calista Fashion,jadi hari ini Semangat Renata sangat full.


Seperti biasa,Renata mengemudikan mobilnya dengan sendiri karena dia rasa saat bekerja Renata tidak perlu menggunakan mobil.Mobil Renata telah melewati gerbang rumahnya yang tinggi,dan dia pun pergi menuju perusahaannya.


Hari jalanan lumayan sepi,tidak terlalu banyak kendaraan dan Renata bisa melajukan mobilnya dengan kecepatan semaunya,karena tidak ada kemacetan di jalan,hanya ada lampu merah yang bisa menghentikan mobilnya.Saat mobil Renata berhenti,tiba tiba di hadapannya ada sepasang suami istri yang berpegangan tangan yaitu Aidan bersama Naura istrinya.


Hati Renata lumayan sakit,tapi dia cepat cepat membuang perasaan itu.Sekarang dia harus sadar kalau Aidan sudah memiliki istri dan dia harus belajar move on darinya.Renata hanya bisa menarik nafas berat dan membuangnya beberapa kali.Saat lampu hijau di nyalakan,Renata langsung menancap gas mobilnya.


' Lho,itu kan mobil Renata.Kok dia kebut kebutan kayak gitu si?.'


Ucap Aidan di dalam hatinya yang melihat mobil Renata melaju dengan cepat.


" Ada apa,mas?."


Tanya Naura yang tidak fokus melihat jalan.


" Enggak,gak papa ayo kita lanjut."


Tidak perlu waktu lama,kini Renata sudah tiba di perusahaannya,dia langsung masuk dan memasuki ruang kerjanya.Sesampainya disana,Renata duduk dan menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi,tidak lama dari situ Avril datang menemui Renata.


" Renata."


Renata sangat terkejut dengan kedatangan Avril yang secara tiba tiba.


" Iya kak,kakak ngagetin aja."


Renata langsung berdiri di dekat Avril.


" Kita langsung aja ya,kamu kan belum lihat produk barunya,Ayo kuta lihat sama sama."


Renata pun menganggukkan kepalanya dan mengikuti Avril dari belakang,Renata di perintah untuk menunggu di ruang pemotretan dan Avril akan membawakannya untuk Renata.Avril pun datang ke tempat Renata,dengan membawa baju yang akan di pakai Renata.


" Cepat bersiap,soalnya masih banyak."


Renata mengambil bajunya,dan menggantinya.Reza juga sudah bersiap untuk mengambil potret Renata di hari ini,Reza sedang mengepaskan posisi dan jarak kameranya.


" Oh,iya.Lusa kita pergi ke luar kota,kamu gak lagi ada acara kan?."


" iya kak,insyaa allah.Kalau acara gak ada,tapi aku insyaa allah ya kak enggak janji."


" Iya,ayo di mulai aja sekarang."


Sekarang Avril akan melihat penampilan Renata saat di potret,dia akan membedakan Renata yang baru masuk dan yang sudah menjadi senior.Avril sangat bangga kepada Renata,karena sekarang dia sudah lebih handal di hadapan kamera,dia bisa dengan cepat mengganti gaya tidak seperti dulu saat dia baru pemula dan belum memiliki pengalaman.

__ADS_1


***


Jam telah menunjukan pukul lima sore,dan disaat itu Renata masih sibuk dengan pemotretannya.


' Jika seperti ini,aku pasti akan pulang kemalaman.'


Ucap Renata di dalam hatinya,disaat sedang Reza memotretnya.Di hari Renata benar benar tidak bisa istirahat,mungkin sekarang dirinya akan detiap hari seperti ini.


Dua jam kemudian.


Renata pun telah selesai dari pekerjaannya,sekarang dia sedang bersiap untuk pulang karena dia takut Akhtar khwatir kepadanya,Akhtar sudah meneleponnya beberapa kali.


" Renata,kita makan malam dulu sama bu Kristien."


Avril datang menemui Renata dan mengajaknya untuk makan malam bersama bosnya.


" Tapi kak,aku harus segera pulang talut ke malaman."


" Gak akan kok,baru juga jam tujuh lebih,ayo ini perintah bu Kristien,lho."


Renata tidak punya pilihan lain,dia tidak bisa menolak lagi jika bu Kristien yang memerintahnya.Renata pun ikut bersama Avril ke meja makan yang sudah di sediakan di luar gedung perusahaan.Renata sangat gugup disaat melihat ada Artur di dekat Kristien.


' Ada kak Artur juga?,kok aku gugup kayak gini si?.'


" Selamat malam,bu,kak."


Renata mengucapkan selamat kepada anak dab ibu tersebut.


" Malam Rena,ayo duduk."


Renata dan Avril pun duduk bersamaan.


" Gimana hari kamu,Renata?."


" Kalau hari ini,menurut saya lumayan melelahkan bu."


" Kamu harus terbiasa ya,dengan pekerjaan kamu yang sekarang,soalnya sekarang banyak produk yang baru keluar,banyak sekali."


" Jadi kamu harus siap,kalau kamu akan pulang malam."


" Iya bu,saya mengerti."


Renata melirik ke arah Artur,namun saat itu juga Artur sedang menatap Renata,jadi tatapan mereka beradu sebentar,karena Renata langsung mengalihkan pandangannya ketika pandangan mereja beradu.


" Yasudah kalau begitu,kita makan hidangannya."


Avril,Renata,Kristien dan Artur begitu menikmati hidangan di malam itu.Ya bagaimana tidak enak,Kristien memesannya dari restoran bintang lima.


" Saya juga sekaligus mau kenalkan kamu,sama anak saya."


" Aku udah kenal kok,mah gak perlu repot repot kenalin aku sama Renata."


" Oh,kalian sudah kenal.Ya baguslah kalau begitu,saya tidak perlu memperkenalkan kalian lagi."


Kristien tersenyum kepada Renata,Renata sangat malu dan pipinya mulai memerah.Renata hanya menundukkan kepalanya,berusaha menyenbunyikan pipinya yang memerah.

__ADS_1


" Kalau begitu,kamu Artur tinggal mengenal Renata lebih dalam ya."


Saat Kristien berbicara seperti itu,Artur langsung melihat ke arah Renata dan lagi lagi pandangan mereka berdua beradu lagi,Renata semakin malu,rasanya dia pergi saat itu juga.


Artur hanya tersenyum saat melihat pipi Renata memerah,dia sangat gemas melihat wajah Renata yang seperti itu.


Makan malam pun sudah berakhir,dan sekarang jam sudah menunjukan pukul 20.45.Renata tidak bisa menghubungi Akhtar karena dari selesai bekerja handphonenya mati.


" Renata,aku antar kamu pulang ya."


Artur menghampiri Renata yang sedang bersiap.


" Gak perlu kak,lagian aku juga bawa mobil."


" Gak papa,biar aku yang bawa mobil kamu."


" Terus nanti kakak pulangnya gimana?."


" Biar nanti,supir aku ngikutin mobil kita dari belakang,boleh ya."


" Baiklah kalau,begitu."


Sekarang Renata mulai percaya kepada Artur,karena sekarang Artur sudah banyak berubah dan sangat sopan kepadanya.Mereka berdua pun memasuki mobil dan Artur mengemudikan mobil Renata,juga supir Artur mengikuti mobil Renata dengan memakai mobilnya.


" Tadi kamu kenapa?,kok muka kamu tadi merah banget."


" Mmm,,enggak aku gak papa kok."


" Yang bener!!!."


" Iya kak,emangnya kenapa?."


" Aku suka aja lihatnya,muka kamu itu lho menggemaskan banget."


Renata tersenyum menyeringai sambil menundukkan kepalanya.Renata dan Artur pun telah tiba di rumahnya,saat klakson berbunyi satpam Renata langsung membuka kan gerbangnya.


Dan saat mendengar suara klakson mobil,Akhtar langsung keluar dari dalam rumah.Namun Akhtar melihat seorang laki laki yang sedang membuka kan pintu untuk Renata,Renata dan Artur menghampiri Akhtar,Renata menyalami tangan Akhtar dan Artur pun mengikuti Renata.


" Lho,kamu yang waktu kemarin di rumah sakit kan?."


" Iya,itu memang saya.Kalau begitu saya pamit,karena sudah malam juga."


" Oh,iya.Apa gak mau masuk ke dalam dulu?."


" Tidak,terimakasih."


Sebenarnya Artur sangat ingin,hanya saja waktu tidak akan cukup.


" Kalau begitu hati hati,ya."


" Iya,hati hati kak."


Artur tersenyum dan berpamitan kepada Akhtar juga Renata,dan dia memasuki mobilnya saat supirnya sudah membuka kan pintu mobil untuknya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2