Kesuksesan Anak Ke 2

Kesuksesan Anak Ke 2
27.Rencana Indri.


__ADS_3

-Jika ada orang yang menjahatimu maka jangan kamu menjahatinya balik karena jika kita menjahatinya kembali maka akan menimbulkan dendam.


***


" Assalamu'alaikum,bu aku Lucy pulang."


Ucap Lucy disaat sampai di rumahnya.


" Wa'alaikumsalam,kamu kemana aja?.Dari tadi ibu telepon gak kamu angkat."


Lucy pun memeluk ibunya,dengan hati yang sangat senang dan senyumannya yang terukir indah.


" Tadi aku sibuk banget bu,jadi gak sempat main hp."


Ibunya heran,kenapa putrinya bisa sibuk padahal setahunya dia belum mendapatkan pekerjaan.


" Sibuk ngapain?,kan kamu belum dapat pekerjaan kan?."


Lucy memeluk ibunya dari arah belakang,dan menempelkan dagunya di bahu sang ibu.


" Ibu,aku sibuk kerja,karena aku udah dapat pekerjaan."


Ibu langsung melepaskan tangan putrinya yang melingkar di perutnya.


" Kamu serius,nak?."


Lucy menganggukkan kepalanya.


" Alhamdulillah,pekerjaan apa?,apa kamu di terima dengan baik?."


" Sini bu,ibu duduk sama Lucy."


Lucy membawa ibunya duduk di kursi.


" Lucy di terima di kafe yang baru aja di buka,karyawan baru satu satu bu,tapi masya allah pelanggannya banyak banget sampai sampai aku kewalahan."

__ADS_1


" Baru buka?,berarti sebelum kamu kerja disana karyawan yang satu itu hadapin pelanggan yang banyak tiap hari tanpa ada yang bantu?."


" Iya bu,tapi dia juga kadang suka di bantu sama pemilik kafenya.Tadi juga kebetulan aku lagi istirahat di depan kafe itu,terus tiba tiba dia tarik tangan aku dia bawa aku masuk ke dalam kafe itu dan dia minta tolong sama aku kalau dia mau minta bantuan,yaudah tadi Lucy bantuin sampe selesai.Asal ibu tahu aku sama anak itu sama sekali gak punya kesempatan buat istirahat,saking banyaknya pelanggan,dan tadi sekitaran jam lima sore pelanggan mulai surut dan kita bisa beristirahat,dari situ aku ngobrol sama dia dan kenalan,terus udah itu pemilik kafenya datang,aku kaget banget bu,ternyata dia cantik banget dan juga aku gak nyangka ternyata dia satu angkatan sama aku,umur dia 18 tahun juga,dan ibu dia kerja sebagai model di salah satu perusahaan fashion.Pokoknya dia cantik banget bu,udah cantik,baik,sopan lagi."


Lucy menceritakan ceritanya hari ini kepada ibunya,karena saking senangnya dia,saking bahagianya dia,dia pun menceritakannya tanpa ada yang terlewat sedikit pun.


" Ya,semoga aja kamu seberuntung dia,ya.Ibu do'ain,semoga kamu bisa sukses dan banyak di cintai orang."


" Makasih bu,maaf Lucy belum bisa banggain ibu,maafin Lucy juga yang selalu menjadi beban hidup ibu."


Lucy memeluk tubuh ibunya,Lucy sangat merasa malu terhadap ibunya,karena dia belum mampu untuk membahagiakannya,apa lagi untuk membayar semua pengorbanan yang telah orang tuanya korbankan.


***


" Assalamu'alaikum ayah,apa Indri boleh masuk?."


Indri menemui ayahnya untuk menunjukkan sesuatu yang benar benar penting,Indri pun masuk ke dalam kamar orang tuanya dan duduk di sebelahnya.


" Oh iya,yah Renata apa kabar ya?.Ngomong ngomong udah berapa lama si dia gak pulang?."


" Udah empat hari dia gak pulang,memangnya kenapa kamu tanya itu?,apa kamu tahu keberadaan Renata sekarang?."


" Aku gak tahu si sekarang dia dimana,tapi aku tahu kerjaan dia tiap malam ngapain aja."


Ayah menyergitkan dahinya,berusaha mencerna perkataan Indri.Dia tidak mengerti apa yang di katakan oleh putrinya itu.


" Maksud kamu,pekerjaan apa?.Memangnya selama ini Renata bekerja dimana dan pekerjaannya itu apa?."


Indri membuka handphonenya dan menunjukkan foto hasil editannya kepada ayahnya.


" Ini yah,ini pekerjaan Renata selama dia tidak pulang ke rumah."


Ayah benar benar terkejut melihat foto Renata yang sedang berpakaian seksi sambil di peluk oleh dua orang peria di sampingnya.


" Ini,ini bener Renata?.Gak mungkin Renata bekerja sebagai wanita penghibur."

__ADS_1


" Ya,emang itu pekerjaan dia yah.Lihat aja dia udah empat hari gak ada pulang ke rumah,pasti dia lagi menghibur laki laki ****** di luar sana,dan ini masih ada yah."


Indri menggeser layar handphonenya sehingga menunjukkan foto editan lainnya.


Lagi lagi foto yang ini sangat sangat mengejutkan,disana memperlihatkan Renata sedang bercium bibir dengan laki laki lain di atas ranjang.


" Cukup Indri!,ayah tidak mau melihat foto yang menjijikan itu lagi.Disaat Renata kembali lagi ke rumah ini,ayah akan langsung mengusir anak itu yang tidak tahu malu,yang berani menjual harga dirinya sendiri,dan ayah tidak akan menganggap dia sebagai anak dari keluarga kita."


Indri sangat senang mendengar apa yang ayahnya katakan,ternyata rencana yang ia rencanakan dari hari hari lalu berjalan dengan lancar,dia hanya tinggal menyaksikan Renata di usir dari rumahnya untuk selamanya,dan berharap Renata tidak kembali lagi ke rumah tersebut.


" Kalau begitu,aku akan mengemas barang barang Renata,supaya nanti dia tinggal pergi dari sini dan tidak memiliki alasan ada barang yang tertinggal."


" Kemaslah,dan jangan ada satu pun barang miliknya yang tertinggal."


Indri pun pergi dari sana dan keluar dari kamar orang tuanya.


' Yes,,rencaku berhasil.Aku yakin Renata,pasti kamu besok akan datang kesini,dan kamu akan di sambut dengan kemurkaan ayah kepadamu.Lihat saja,kamu akan di marahi habis habisan oleh ayah,haaaahhh,,,,,aku jadi tidak sabar menyambut hari esok yang baik menurut ku.'


Kemudian Indri pergi ke kamar Renata dan mengemas semua pakaian dan semua barang barang Renata yang ada di rumah itu.


" Selamat tinggal anak pembawa sial,semoga hidup kamu menjadi lebih menderita setelah semua ini terjadi.Semoga saja kita di pertemukan lagi,tapi disaat kamu sedang berada di kolong jembatan sama gembel gembel lainnya.Hahaha,,gak kebayang kalau kita bertemu nanti,dan kamu pakai baju kucel,bau,nyari makanan di tong sampah,haduuuh,,,gak ke bayang banget,pasti kamu cocok di posisi kayak gitu.Soalnya ya,kamu tu gak pantas tinggal di rumah ayah ini.Takdir kamu itu tinggalnya sama gembel gembel di luar sana,sama pengemis pengemis di pinggir jalan.Tempat tinggal kamu bukan disini,rumah kita itu gak pantas di tempati sama najis mugholadoh kayak kamu.Kamu pantas hidup sama lalat lalat hijau,karena besok adalah hari special buat kamu jadi aku lakuin ini demi kamu,Renata."


Indri mengecek semua barang barang yang ada di dalam kamar Renata,karena dia takut ada yang tertinggal,karena ayahnya mengatakan bahwa tidak boleh ada barang Renata yang tertinggal satu pyn di rumah itu.


Indri sibuk mengemas barang barang Renata,sedangkan ibu dan adiknya sudah tidur,dia sengaja agar adiknya tidak ikut campur dalam rencananya kali ini.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2