Kesuksesan Anak Ke 2

Kesuksesan Anak Ke 2
69.Mengganti perban.


__ADS_3

-Ternyata aku terlaku banyak terluka,sampai hidupku terasa sangat pedih.


Pagi ini Akhtar sedang menunggu Lucy di ruangan Renata,karena Akhtar tahu kalau Lucy akan datang pagi pagi meskipun Akhtar belum menghubunginya.


" Assalamu'alaikum."


Ucap Lucy saat masuk ke dakam ruangan Renata bersama ibunya.


" Wa'alaikumsalam Lucy,akhirnya kamu datang juga."


Akhtar menyalami tangan ibu Lucy.


" Kak,Renata udah sadar."


" Alhamdulillah,semalam dia udah sadar dan sekarang dia masih tidur."


" Alhamdulillah,serius bang?."


" Sssstttt,jangan berisik."


Akhtar mengingatkan Lucy yang terlihat senang mendengar kabar tersebut.Ibu Lucy menghampiri Renata yang terbaring miring di blankarnya.


" Lucy,aku titip Renata ya.Aku mau pergi ke tempat orang tuanya,dari semalam dia memintaku untuk membawa orang tuanya kesini."


" Iya bang,aku akan menemani Renata bersama ibu disini."


" Terimakasih ya,kalau begitu aku berangkat dulu."


" Bu,saya berangkat dulu ya.Titip Renata aja."


" Iya nak,hati hati di jalan."


Akhtar pun berangkat menuju rumah kakak dan juga kakak iparnya,dia harap mereka masih tinggal di alamat yang sama,karena jika tidak dia harus mencarinya kemana lagi.


Akhtar pergi dengan menggunakan motornya,karena mobil yang ia pinjam dari tetangganya telah di kembalikan oleh Lucy kemarin malam.


Akhtar akan selalu menuruti apa yang Renata minta,karena dia sangat berhutang kepada Renata yang sudah mau mengajaknya tinggal di rumah miliknya,dan Akhtar akan selalu mendukung apa yang akan baik untuk Renata.


Alamat rumah kakakny lumaya. jauh dari rumah sakit tersebut,sehingga Akhtar harus menempuh perjalanan selama 3 jam,jadi Akhtar berangkat pagi pagi ke rumah kakanya itu.


Dan kebetulan hari ini adalah hari minggu,jalanan begitu ramai oleh kendaraan yang sangat banyak untung saja saat itu tidak terjadi macet.


***


" Renata,aku senang banget akhirnya kamu siuman juga.".


Renata tersenyum kepada sahabatnya yang terseyum girang melihat Renata.


" Nak,kenapa kamu tidurnya miring seperti ini?."


Tanya ibu Lucy yang melihat posisi tidur Renata.

__ADS_1


" Aku di suruh dokter untuk tidur seperti ini,karena tulang rusuk ku ada yang retak bu.Kalau aku gak miring kayak gini,saat ngambil nafas pendek aja sangat susah sakit banget,kalau seperti ini alhamdulillah aku bisa bisa mengambil nafas dengan panjang."


" Mmm,syukurlah kalau begitu ya."


Tidak lama dari situ datanglah dua orang suster ke ruangannya,dia datang untuk menyetabilkan tetes dari infusan Renata dan juga mereka di tugaskan untuk mengganti perban perban Renata.


" Maaf ibu,kami akan mengganti perban pasien,di mohon untuk menunggu di luar ya."


" Baik suster."


" Renata,aku sama ibu tunggu di luar ya."


" Iya."


Dan Lucy bersama ibunya pergi dari ruangan Renata dan menunggu di luar ruangannya.


Di dalam sana Renata di bantu duduk oleh kedua suster tersebut,Renata memejamkan matanya disaat punggungnya dan perutnya yang terasa begitu sakit dan Renata mengeluarkan nafasnya dengan pelan.


" Huuuffff."


" Apa sudah tidak sakit?."


" Enggak sus,cuman sakit dikit aja."


" Baiklah kalau begitu kita akan mengganti perban kamu,ya."


Suster suster itu mulai mengganti perban Renata dari yang perban yang terkecil yaitu perban yang ada di pelipis nya dan juga pipinya,karena luka yang di pelipis sudah kering jadi suster tidak kembali memperbannya.


" Suster,apa tulang dahi saya ada yang pecah juga?."


" Iya,saat setelah memerika dokter mengatakan bahwa tulang dahi kamu retak."


Suster kembali fokus dengan kegiatannya,setelah selesai dari kening mereka pun mengganti perban tangan Renata.


Renata baru sadar ketika dia melihat kedua tangannya yang di penuhi luka sayatan pisau,dia melihat ada juga luka yang di jahit mungkin karena sayatan yang indri berikan itu sangat dalam sampai sampai lukanya di jahit.


' Ya allah,ternyata sebanyak ini lukanya.'


" Awwhh,suster perih."


Renata merasakan perih disaat suster memberikan alkohol di luka Renata,sehingga Renata meneteskan air mata.


" Tidak papa,ini hanya sebentar kok."


Kemudian suster membalut setiap luka Renata dengan kapas yang telah di beri betadine lalu membalutnya kembali dengan kain perban.


Saat sudah selesai,mereka mengganti perban yang ada luka perut Renata.


" Kamu tidura lagi ya,kita mau ganti dan juga obati luka kamu yang ada di perut."


Suster kembali membatu menidurkan dengan posisi miring,kebetulan luka perutnya ada di sebelah kiri jadi mereka mudah untuk mengganti dan mengobati nya.

__ADS_1


' Bang Akhtar kemana ya?,kok dia gak ada?.Padahal ini masih pagi.'


Renata tidak tahu kemana Akhtar pergi,biasanya dia Akhtar menemaninya di setiap waktu mungkin,ya mungkin karena Renata kan gak sadar waktu kemarin.


" Alhamdulillah sudah selesai,kamu jangan terlalu banyak gerak ya.Terutama punggung kamu dan juga perut,dan mohon untuk mempertahankan tidur dengan posisi miring seperti ini agar tulang yang retak segera pulih dan kamu tidak merasa kesakitan."


" Iya,sus terimakasih."


" Sama sama,kalau begitu kita berdua pamit ya.Jangan lupa istirahat yang cukup."


Saat suster keluar dari sana,salah satu dari mereka mengingatkan Lucy dan ibunya untuk tidak terlalu banyak mengajak pasien ngobrol dan jangan terlalu banyak yang menemani.


" Ibu mohon pengertiannya,ya.Jangan terlalu banyak mengajak pasien mengobrol dan saya ingatkan hanya boleh sati orang saja yang bisa menemani pasien di dalam."


" Oh,iya sus."


" Nak,kamu temani Renata saja biar ibu yang menunggu disini."


" Tapi,bu."


" Udah,gak papa.Bukannya kamu rindu kan sama Renata,sana temani dia."


" Oke,kalau gitu aku masuk ya bu.Ibu jangan kemana mana,tunggu Lucy disini ya."


Lucy pun kembali masuk ke dalam ruangan Renata,namun saat itu dia melihat pemandangan yang tidak ingin dia lihat.


" Ya ampun Rena,kamu mau ngapain?."


Dengan cepat Lucy menghampiri Renata yang berusaha turun dari atas blankar.


" Aku mau ke kamar mandi,tapi susah banget buat turunnya."


Renata berniat turun dari blankarnya dengan posisi sambil tertidur miring dan sedikit sedikit menurunkan kakinya.


" Kamu jangan nekat,bahaya tahu gak.Sini biar aku bantu kamu duduk,habis itu baru kamu bisa turun."


Lucy pun berhasil membantu Renata duduk,namun Renata harus merasakan rasa sakit iti kembali.Serasa sakitnya sudah agak hilang,Renata pun menyingkirkan selimbut yang menutupi kakinya,saat melihat itu Lucy langsung membantu Renata.


Sebelum itu Lucy mengambil cairan infusan Renata dan kemudian menggandengnya,namun disaat turun dari atas blankar Renata hampir saja terjatuh karena kakinya yang terasa sangat sakit.


" Astaghfirullahal'adzim,Renata hati hati."


" Kaki aku terasa sakit banget,Cy."


" Yaudah gak papa,kita pelan pelan aja ya."


Lucy membantu Renata berjalan sedikit demi sedikit dan Lucy berhasil menemani Renata ke kamar mandi sampai Renata kembali ke tempatnya.


Bersambung.


Markijuttt guys hhi

__ADS_1


__ADS_2