Kesuksesan Anak Ke 2

Kesuksesan Anak Ke 2
45.Tangis haru.


__ADS_3

-Meski disaat hari special ku orang tua ku tidak ada,tetapi masih ada mereka yang masih menyangiku.


~ Happy Birth Day Renata ~


Renata sangat terkejut sekaligus bahagia,sedih menjadi satu di dalam perasaannya.


Renata tersenyum samar dengan mata yang berkaca kaca,kemudian Akhtar mendekati Renata.


" Selamat ulang tahun ya,ponakan tersayang ku."


Renata langsung memeluk abangnya dan menangis di dalam pelukannya.


" Kamu kenapa nangis?,hmm."


Renata tidak menjawabnya,karena dia tidak kuasa untuk berbicara lagi.


Kemudian Renata pun melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya.Semua orang yang ada di pelaminan ulang tahun Renata pun hanya memperhatikannya,Renata melihat kepada mereka semua sambil tersenyum.


' Jadi ini alasan kalian tidak buka kafe hari ini?,jadi ini juga yang membuat abang gak ada di waktu masih pagi?.'


Lalu semua orang yang berada disana menyakikan lagu happy birth day to you sambil membuka jalan untuk Renata dan Akhtar yang berjalan menuju pelaminan ulang tahunnya.


Disaat semua orang sudah berjajar ke samping,disaat itu baru terlihat Lucy bersama ibunya yang sedang betdiri di dekat kue ulang tahun yang terletak di meja.


" Selamat ulang tahun ya,nak.Semoga kamu menjadi baik lagi dari tahunntahun sebelumnya dan juga kamu bisa menjadi lebih sukses lagi."


Renata menumpahkan semua air matanya di pelukan ibunya Lucy yang sudah dia anggap sebagai ibunya sendiri.


" Makasih ya bu,ibu udah selalu ada buat aku selama ini.Aku jadi serasa memiliki orang tua yang begitu menyayangiku,sekali lagi terimakasih ibu."


Kemudian setelah itu giliran Lucy yang memeluk Renata.


" Selamat ulang tahun sahabat ku,semoga kamu selalu di beri kesehatan oleh allah,dan juga semoga apa yang kamu inginkan,di tahun ini kamu bisa mendapatkannya.Maafin aku,aku agak bisa kasih kado yang spesial buat kamu aku gak bisa ngembaliin kado yang udah kamu kasih ke aku."


" Gak papa kok,karena aku gak pernah harapin itu semua."


" Sekali lagi selamat ulang tahun,maaf udah kagetin kamu karena kafe gak buka."


Akhtar pun menghampiri Renata,dia menghadapkan Renata dengannya.


" Di tahun ke sembilan belas tahun ini,kamu harus jadi lebih baik,lebih sukses lagi dan jadilah wanita kuat."


Ucap Akhtar sambil meletakkan telapak tangannya di atas ubun ubun Renata,setelah itu Akhtar pun membacakan do'a untuk Renata.

__ADS_1


Saat Akhtar membacakan do'a,Renata hanya diam sambil memejamkan matanya.


Setelah semuanya memberikan selamat kepada Renata,semua orang yang ada disana pun mengobrol dengan pasangan pasangannya di meja masing masing.


Terutama Renata,dia sedang mengobrol bersama Lucy.


" Jujur,tadi itu aku kesal banget,udah aku badmood ya tadi datang ke perusahaan udah gitu gak ada pekerjaan,udah itu aku pergi ke kafe,eh ternyata kafenya gak buka padahal udah siang tadi,ternyata kalian semua ada disini."


Ucap Renata kepada sahabatnya.


" Iya aku juga si bingung kemarin sama temen temen,mau kasih kejutan apa buat kamu.Ternyata abang kamu datang ke kafe,terus dia kasih tahu rencananya buat kasih kejutan sama kamu,dan ternyata alhamdulillah semuanya lancar."


" Oh iya Ren,Aidan kok gak datang?,padahal ini kan hari special kamu."


Tanya Lucy yang tidak melihat Aidan di acara ulang tahun Renata.


" Dia lagi kerja sama papanya di luar kota,dia bakalan pulang saat nanti gunting pita restoran."


" Oh,jadi dia di luar kota.Gunting pita restoran itu besok ya?,apa pegawai pegawainya udah ada Ren?."


" Alhamdulillah udah ada,dan juga aku udah bicarain sama mereka tentang menu menu untuk restoran,dan yang paling utama si buat acara besok,besok kita pergi bersama kesana ya."


" Tapi kan aku kerja,kamu gimana si."


Kemudian Renata menarik nafas dan menghembuskannya.


" Okelah bos,siapa kalau begitu."


Acara pun telah selesai dan semua orang ada disana pun telah pergi ke rumahnya masing masing.


***


" Abang."


Renata mengdatangi abangnya yang sedang berada di kamarnya,Renata memeluk satu tangan abangnya.


" Abang,abang gak mau kaaih kado sama aku?.Dari tadi tu,abang gak ada kasih kado sama aku."


Kemudian Akhtar melepaskan tangannya yang di peluk oleh Renata dan kemudian memeluk Renata dengan satu tangannya itu.


" Kamu mau kado?,kado apaan?."


" Kok abang malah nanya si,atau abang itu gak ada niatan untuk beri aku kado ya?.Yaudah,aku mau kado dari abang,yaitu nasi goreng yang special untuk aku di hari ulang tahun aku."

__ADS_1


Renata meminta nasi goreng special dari abangnya karena memang nasi goreng buatan abangnya itu sangat lezat dan Renata begitu menyukai rasanya,entah apa rahasia di balik rasa lezat tersebut.


" Oke,abang akan buatin kamu nasi goreng di malam ini.Ayok kita berangkat."


" Yee,di buatin nasi goreng.Ayo cepat."


Renata mendorong punggung Akhtar dari belakang,Akhtar pun hanya tertawa melihat kelakuan Renata yang sangat ke kanak kanak kan.


Renata duduk di meja makan,sedangkan Akhtar menyiapkan bahan bahan yang akan dia buat menjadi nasi goreng.


Renata hanya memperhatikan abangnya yang sibuk dengan peralatan dapurnya sambil menahan pipinya dengan tangannya.


Sesekali Akhtar pun melirik Renata yang memperhatikannya dari tadi.


' Maafin aku Renata,aku gak bisa beri kamu kado yang special,karena aku takut harga yang aku beli buat kamu itu gak sepadan sama gaya kamu,aku cuman bisa kasih apa yang kamu mau aja,maaf ya.'


Ucap Akhtar di dalam hatinya.


Akhirnya apa yang Renata tunggu telah siap,Akhtar membawa nasi goreng buatannya ke atas meja makan.


" Mmm,,,wangi banget.Pasti enak,aku mau di suapin dong sama abang."


Renata membuka mulutnya supaya Akhtar menyuapinya,Akhtar pun mengambil sendok yang berisi nasi gorengnya dan menyuapi Renata.


" Makasih abang,nasi gorengnya enak banget."


" Kalau enak,habisin ya.Abang mau jawab telepon dulu."


Karena saat Akhtar menyuapi Renata,handphonenya berdering menandakan bahwa ada yang meneleponnya.


Renata menikmati nasi goreng yang masih panas itu sendiri,sedangkan Akhtar sedang berbicara dengan seseorang yang meneleponnya.


Setelah selesai,Akhtar pun kembali menghampiri Renata.


" Oh iya bang,besok abang ikut ya,besok aku mau gunting pita di restoran baru."


" Aduh,kayaknya abang gak bisa deh,soalnya barusan manager abang telepon kalau besok ada rapat penting,jadi abang harus berangkat pagi dan kemungkinan pulangnya juga malam."


" Mmm gak bisa ya,yaudah deh,abang semangat aja ya kerjanya,jangan lupa kalau pulang beliin makanan kesukaan aku."


" Makanan kesukaan kamu?,apa?."


" Abang lupa?,coba ingat makanan apa yang sangat aku sukai saat waktu kecil."

__ADS_1


Renata pun beranjak dan pergi menuju kamarnya,dia meninggalkan Akhtar yang masih memikirkan makanan kesukaan ponakannya itu.


Bersambung.


__ADS_2