Kesuksesan Anak Ke 2

Kesuksesan Anak Ke 2
09.Rezeqi lagi.


__ADS_3

_Allah itu maha adil,maka untuk kita sebagai mahluknya juga harus adil.


Di pagi hari setelah Artur sudah mengikuti kegiatannya,dia kembali ke tempat dimana semalam dia bertemu dengan Renata.Namun sebelum Fajar telihat Renata sudah pergi dari sana,karena dia tahu kalau Artur akan kembali ke tempat itu untuk menemui dirinya.


" Kok dia gak ada,berarti aku telat datang.Pasti dia masih berada di sekitaran sini,karena gak mungkin dia pergi di saat matahari belum terbit."


Artur mengikuti jalan pulang dari tebing itu,namun sayang dia tidak menemukan Renata.


" haaaaahhhhh,,,kenapa harus gak ada si.Padahal gua udah ngebayangin kalau hari ini gua ketemu sama dia."


Karena Artur tudak menemukan Renata,Artur pun memutuskan untuk pergi dari sana dan kembali bergabung dengan rekannya.


" Tur,kenapa muka lo kusut gitu?.Lo ada masalah?."


" Bidadari kucing gua gak ada,padahal gua berharap hari ini gua bisa ketemu lagi sama dia."


" Hahahaaaa,kasihan banget si lu,udah gua bilang mana ada bidadari kucing dan asal lo tahu,lo itu cuman halu.Kalau bener bidadari kucing itu ada,mungkin sampai saat ini dia masih ada.Makanya dengerin apa kata gua,jangan terlalu berharap entar haluan lu berasa kayak nyata."


Kevin sangat puas melihat temannya yang menderita.


" Kayaknya lu seneng banget ya lihat gua menderita,awas lu jangan ikut gua nanti pas pulang dari sini."


" E ehhh,,,jangan gitu lah Tur.Nanti gua pulang sama siapa dari sini,lu tega apa lihat gua jalan kaki,mana pulang ke malang lagi inikan di bogor."


***


Saat ini Renata sedang berada di warung nasi bu Maryam,Renata sedang bermain main dengan Muy muy.


" Ini ambil,ehh gak dapat kamu kalah Muy muy."


Renata terlihat begitu asyik bersama Muy muy,sehingga orang orang yang sedang makan disana pun sesekali melihat ke arah Renata yang beberapa kali tertawa.


" Kamu ini Re,asyik banget main sama kucingnya.Ngomong ngomong ini teh kucingnya siapa?,apa kucing Rena?."


" Iya bu,ini kucing Rena.Tapi Rena mau titipin dia disini bu,apa boleh?."


Karena sudah dekat dengan bu Maryam,Renata pun sudah tidak ada rasa canggung terhadapnya.


" Boleh,lagian kucingnya juga lucu.Ibu mah suka,gak papa kalau kamu mau titipkan disini,tapi kucingnya teh gak nakal kan?."

__ADS_1


" Enggak bu,sama sekali enggak.Kalau nakal,Renata juga gak mau urus dia."


Kucing berwarna putih itu hanya diam saja ketika Renata dan bu Maryam sedang mengobrol,mungkin di karena kan dia tidak ada kerjaan Muy muy pun tidur di atas meja yang ada di depan Renata dan bu Maryam.


" Kalau gitu,Renata pulang dulu bu.Udah hampir siang ini,titip Muy muy aja ya.Insyaa allah tiap hari Renata datang buat jengukin dia."


" Iya,gak papa.Ibu bakalan jaga dia baik baik."


" Heii,anak manja.Kamu baik baik ya disini,jangan nakal lho,besok aku kesini lagi buat jenguk kamu ya.Dadah."


Sebelum pergi Renata mengecup kepala si kucing dan berpamitan kepada bu Maryam.


" Bu,Rena pulang ya.Assalamu'alaikum."


" Wa'alaikumsalam."


Renata pun telah pergi dari warung itu,dan kembali berjalan di trotoar.


" Lebih baik hari ini aku pergi ke kios ah,udah lama gak kesana."


Disaat Renata sedang berjalan,tiba tiba di depan matanya terlihat seorang ibu ibu yang mana tasnya di jambret.Dengan repleks Renata langsung berlari dan mengejar copet yang membawa tas ibu tersebut.


Teriak Renata disaat dia mengejar copet itu,dia terus berlari dan mengikuti kemana copet itu berlari.Kebetulan si copet itu berlari ke jalan yang buntu,dan dia pun tidak bisa mencari jalan lain karena Renata sudah tiba disana.


" Balikin gak,tasnya."


Copet itu hanya diam saja dan menatap Renata,sepertinya dia mereka akan berkelahi di tempat itu.Copet itu meletakkan tasnya di bawah,lalu menyerang Renata dengan kakinya,untung saja Renata bisa menghindari dan bisa membaca serangan dari musuh.


Saat ada celah untuk menyerangnya,Renata langsung menyerang copet itu dengan serangan bertubi tubi dan tidak memberikan kesempatan kepada musuh.


Akhirnya dengan susah payah Renata menyerang,musuh pun tumbang dan tidak kuasa untuk berdiri.


" Kerja tu yang halal bang,jangan nyopet.Ingat ada anak dan istri abang yang nungguin abang di rumah,sangkaan mereka abang itu kerja yang benar,bukan kayak gini.Jangan nyopet lagi bang,abang tahu kan itu dosa ngambil hak orang lain untuk memberi makan anak istri abang.Saya ambil lagi ni tasnya."


Renata kembali berlalri untuk menemui korban copet tadi,dan berniat untuk memberikan tas miliknya.


" Bu,ini tasnya.Maaf ya agak lama,tadi copetnya meresahkan."


" Iya gak papa,makasih ya udah nolongin saya.Bentar saya mau periksa dulu tasnya."

__ADS_1


Orang itu memeriksa tasnya dengan teliti,dia takut ada barang bawaannya yang hilang.


" Semuanya masih utuh,oh iya,karena kamu udah nolongin saya,maka ini ada sedikit rezeki buat kamu."


" Gak papa bu,saya ikhlas kok nolong ibu."


" Gak papa,ambil aja.Ibu juga ikhlas kok beri kamu."


" Yasudah bu,saya terima.Terimakasih ya bu."


" Seharusnya ibu yang berterimakasih,karena kamu sudah menolong ibu.Kamu jaga diri baik baik ya,ibu pergi duluan."


" Oh,,iya bu silahkan.Hati hati ya bu."


" Alhamdulillah,aku dapat rezeqi lagi.Terimakasih ya allah,jika seperti ini aku akan cepat untuk bisa membangun impianku."


Renata pun mengantongi uang yang baru di dapatnya itu,dan dia melanjutkan perjalanannya.


Oh iya,soal impian yang ingin Renata bangun adalah membuat sebuah kafe.Dia ingin segera mempunyai usaha sendiri,dan juga supaya dia bisa membiayai dirinya disaat dia sudah tidak bersama orang tuanya lagi.


Saat ini Renata mempunyai sebuah kios,yang mana kios itu masih belum di buka olehnya.Renata ingin menjual kopi kopi yang buatan di kafe kafe,dan dengan cara seperti itu Renata yakin bahwa dia bisa membangun kafe yang lebih besar karena dari hasil jualannya dia bisa menabung sedikit demi sedikit uangnya.


Saat sampai ini,Renata baru mempunyai uang senilai 10 juta lebih.Renata merasa uang itu masih belum cukup untuk membangun atau membeli kios yang lebih besar,dan Renata pun mengambil dari uang itu untuk modal di kios yang saat ini dia miliki.Renata berencana akan membuka kiosnya disaat tangan yang di perbannya sudah pulih,waah berarti sebentar lagi ya,karena saat ini Renata sedang berusaha mengobati dan juga berusaha untuk mengeringkan lukanya.


Kenapa Renata menunggu tangannya sembu?,


jawabannya,karena dia itu nanti berjuang sendiri dan tidak yang membantunya maka dari itu tangannya harus kuat.


.


.


.


.


.


***Bersambung.

__ADS_1


like like like***.


__ADS_2