
_Dan pada akhirnya,kita akan cemburu ketika melihat keakraban dia dengan orang lain.
" Sini,biar kakak hapus air mata kamu."
Renata menghapus air mata Salsa dengan kedua jari jempolnya.
" Kak,kakak tu jangan bercanda deh,gak lucu."
" Iya,iya maafin kakak ya.Karena udah bikin kamu nangis."
' Syukurlah jika kamu menganggap ini hanyalah candaan,kita lihat saja nanti ya.'
" Kamu udah makan,belum?."
Salsa hanya menganggukkan kepalanya.
" Kak,aku mau bobo disini ya.Aku lelah hari,ini."
" Yaudah kamu bobo aja disini,kakak juga mau bobo.Ayo kita bobo bareng."
Renata menumpangkan tangannya di pinggang Salsa,dan merekapun terlelap dalam tidurnya.
Sebenarnya Renata tadi ingin pergi ke kios yanga akan dia buka,dia berencana untuk membuka usahanya disana.Lokasinya lumayan jauh dari rumah orang tuanya,karena Renata tidak ingin salah satu dari keluarganya mengetahui kalau Renata itu membuka usaha.
Dia tidak akan memberitahu keluarganya sebelum dia sukses,dan akan memberitahu mereka disaat dia sudah sukses.Sebenarnya,Renata selalu menyisihkan setengah dari uang jajannya untuk di tabung.
Saat kecil Renata selalu di beri uang oleh nenek dan kakeknya,karena Renata sangat betah di rumah neneknya itu,dia juga dekat dengan adik dari ibunya yang mana umur mereka itu tidaklah jauh,hanya berbeda tiga tahun saja,namanya adalah Akhtar dan Renata sering memanggilnya dengan panggilan bang Akhtar.
Pada suatu hari,neneknya itu meninggal dunia.Renata sangat sedih disaat kehilangan orang yang begitu menyayanginya,terutama dengan Akhtar dan juga kakeknya,satu tahun dari hari dimana nenenknya meninggal,kakek dan Akhtar sudah meninggalkan rumahnya,dan sampai saat ini keluarga Renata belum mengetahui keberadaan Kakek dan putranya Akhtar.
Klek,,,.
Pintu di buka oleh Indri,dia melihat Renata dan Salsa yang sedang tidur di atas ranjang.
" Lho,tangan Renata kok di perban?.Kenapa bisa di perban seperti itu,mana panjang lagi perbannya,pasti lukanya juga agak parah,tapi gak papadeh mungkin ini udah takdir dia."
Indri kembali menutup pintu kamar Renata dan pergi dari sana.
Indri Halimatussa'diah,dia adalah kakak dari kedua adiknya,Indri sangat membenci Renata dari sejak dia kecil,entah kenapa Indri sangat senang disaat melihat Renata tersakiti atau menderita,dia begitu sangat sangat benci kepada Renata,dan mungkin rasa benci itu tidak akan bisa dia hilangkan dari dirinya.
Saat ini,Indri memiliki propesi sebagai guru ngaji di majelis yang ada di dekat rumahnya.Jika di luar rumah,dia selalu baik kepada semua orang,mungkin di dalam juga baik tetapi tidak kepada Renata.
***
" De,bangun de.Udah ashar,kamu shalat kan?."
__ADS_1
Renata membangunkan Salsa yang masih tertidur di atas ranjang,namun Salsa hanya membuka matanya sekejap lalu kembali tidur.
" De,bangun ihh,udah adzan cepet ke kamar mandi ambil wudhu,udah itu shalat."
" Aaah,,kakak ganggu aja.Orang aku lagi mimpi ketemu sama opa korea."
" Ya allah,gitu aja rugi.Rugi itu kalo mimpi bertemu sama rosulallah,bukan opa korea.Cepet sana ke kanar mandi."
" Iya iya iya,bawel banget si."
Renata sudah bersiap,dia berniat akan pergi ke tebing lagi dan akan menemui Muy muy.Dia menunggu Salsa keluar dari kamarnya supaya dia bisa pergi tanpa sepengetahuan orang yang ada di rumah itu.
Renata membawa tas selempangnya,lalu dia pergi ketika Salsa sudah tidak ada lagi di dalam kamarnya.
Untuk sampai ke tebing itu,Renata membutuhkan waktu selama 30 menit dengan berjalan kaki.
Saat sudah berada di luar gerbang,Renata melihat ke rumahnya itu kembali memastikan bahwa tidak ada orang yang melihatnya.
***
" Lho,disana kok banyak tenda?."
Ucap Renata ketika melihat di tebing itu ada bebebrapa tenda,untungnya tenda tenda itu tidak tepat di tempat yang selalu dia tempati.Renata sampai ke tebing itu tepat pada jam 17.30,karena di jalan menuju tempatnya itu dia mengalami beberapa masalah.Hari sudah mau gelap,dengan berhati hati Renata berjalan melewati perkemahan tersebut di balik semak semak sambil memperhatikan mereka.
Hati Renata terasa sakit disaat melihat kedekatan Muy muy dengan salah satu orang yang sedang duduk di dekat tenda,namun Muy muy memiliki perasaan bahwa Renata ada di sekitarnya,dia pun pergi dari orang tersebut dan Muy muy pergi menuju Tempat yang biasa dia tempati bersama Renata .
" Kucing,kamu mau kemana?."
Orang itu mengejar Muy muy,namun untungnya Muy muy bisa lolos dari dia.
" Kenapa si,harus ada yang kemahan disini segala,jadikan Muy muy deket sama mereka.
" Meoww,,,."
Renata melihat ke arah Muy muy yang baru saja sampai disana.
" Muy muy,sini sayang."
Renata mengambil Muy muy dan meletakkannya di atas pangkuannya.
" Kamu tadi habis ngapain,sama dia hah?."
Renata memainkan tangan Muy muy.
" Kamu tahu gak,aku tadi cemburu lihat kedekatan kamu sama orang itu.Lain kali jangan gitu ya."
__ADS_1
Renata pun memeluk Muy muy yang diam saja,Muy muy selalu diam ketika dia melakukan kesalahan.
" Ooh,,iya.Ini buat kamu,aku bawa makanan."
Muy muy langsung menyergap makanan yang ada di telapak tangan Renata,Renata sangat senang melihat Muy muy yang sangat lahap dalam memakan makanannya.
***
" Kak Rena kemana lagi ya?,kenapa dia belum pulang sampai saat ini?."
Salsa sedang menunggu kepulangan Renata di ruangan depan.
" Kamu lagi apa,Sa?."
" Kakak,ini lho kak.Kenapa kak Rena belum pulang,padahal ini udah jam delapan."
" Mendingan sekarang kamu makan,percuma nunggu si Rena juga dia gak bakalan pulang."
" Kok kakak ngomongnya gitu,si?."
" Dengerin ya,kalau Rena pergi sore sore maka dia tidak akan pulang,pulangnya pasti besok pagi.Sekarang ayo kita makan.
Saat berjalan ke dapur,tatapan Salsa tetap menuju pintu awa,dia harap Renata membuka pintu dan masuk ke dalam rumahnya.Namun sayang,apa yang di harapkan Salsa tidak ada hasilnya.
' Ternyata benar,kak Rena gak datang juga.Padahal malam ini aku pengen habisin waktu sama kak Rena.'
***
Saat ini,Renata masih terduduk di tebing itu.Bintang bintang mulai terlihat dan juga bulan yang mulai menerangi dunia,terutama tempat yang sedang Renata tempati.Malam yang terasa tenang,membuat Renata memejamkan matanya menikmati hembusan angin yang menyapu wajah putihnya itu.
" Malam ini sangat berbeda,malam ini terasa tenang.Baru kali ini aku merasakan diriku setenang ini,terimakasih alam,karena selalu menemaniku disaat pikiranku sedang buncah."
.
.
.
.
.
***Bersambung.
Likenya bu,pa,akang teteh ayo di like di like***.
__ADS_1