
-Jika ini memang ke salah fahaman,maka mengikhlaskan menjadi ke harusan.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup menguras,Renata pun sampai di rumahnya.Dia keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumahnya.
" Kamu dari mana?,kok pulangnya malam?."
Tanya abangnya yang sedang menunggu ke datangan dirinya di ruang depan.
" Tadi habis dari perusahaan,aku pergi ke restoran soalnya aku belum kesana lagi setelah acara syukuran."
" Abang kira kamu kemana,kamu jangan dulu ke capean kondisi kamu belum stabil lho."
Renata pun duduk berhadapan dengan abangnya,dia meletakkan tasnya di atas meja.
" Bang,tadi ada Lucy gak datang kesini?."
Tanya Renata yang satu hari ini dia belum bertemu dengan Lucy juga Renata belum mendapat kabar dari Lucy dari sejak pagi.
" Enggak,gak ada Lucy datang kesini.Memangnya kenapa kamu tanyain,dia?."
" Dari tadi pagi aku belum ketemu sama dia,di kafe juga gak ada kata teman temannya,dia kayak gini udah dua kali."
" Mungkin dia lagi sibuk,sudahlah sekarang kamu tidur kamu harus banyak istirahat,ya.Abang duluan."
Renata menganggukkan kepalanya dan Akhtar pun meninggalkan Renata sendiri disana.
Tidak lama dari situ,Renata pun pergi ke kamarnya miliknya.Renata melemparkan tasnya ke atas kasurnya dan dia duduk di kursi,saat sedang duduk Renata melihat ke bagian sudut kamarnya,dia melihat boneka beruang yang sangat besar yaitu boneka pemberian dari Aidan.Renata mendekati boneka tersebut dan mengambilnya,Renata membawa keluar boneka tersebut dari kamarnya.
Dia membawanya ke pos yang sedang di tempati oleh Romeo,ketika Romeo melihat Renata menuju tempatnya sambil membawa boneka dia pun langsung keluar dari dalam posnya.
" Romeo,ini aku mau kasih ini sama kamu,kalau kamu gak suka buang aja ya."
Romeo menerima boneka tersebut,dia hampir kewalahan membawanya di karenakan tubuh Romeo lebih kecil dari pada bonekanya.
" Tapi ini gak salah kak?,kak Rena kasih aku boneka segede ini?."
" Enggak,aku gak salah.Romeo,kalau kamu suka sama bonekanya simpan aja,tapi kalau kamu gak suka buang aja itu terserah kamu,ya."
" Aku suka kak,bonekanya gede banget.Makasih lho."
Renata menganggukkan kepalanya dan kembali masuk ke dalam rumah dan kembali ke kamarnya.
__ADS_1
Sebelum tidur,seperti biasa Renata mengganti pakaiannya dengan piyama.
Setelah selesai Renata membuka pintu balkonnya,dia berdiri disana sambil memegang pagar balkon.Renata melihat ke langit yang sangat di penuhi bintang pada malam itu,tiba tiba saja Renata mengingat kebersamaannya bersama Aidan saat mereka sedang berdua dan sedang bahagia.
Renata hanya mengeluarkan nafas berat,dia pun kembali masuk dan melihat ke lemari tasnya,dia ingat kalau dia memiliki beberapa tas pemberian dari Aidan,jika Renata terus menerus melihat barang atau sesuatu pemberian darinya,Renata selalu langsung teringat pada Aidan,pada saat itu pun Renata langsung memasukkan semua barang pemberian Aidan ke dalam tas harpest yang besar,Renata sampai tidak kuasa menahan air matanya disaat memasukkan barang barangnya.
' Aku udah gak peduli lagi sama kamu,dan aku akan membuang jauh jauh masa lalu kita.Untuk apa kita berpacaran selama satu tahun ini,jika kamu saja menikah dengan wanita lain.'
Setelah selesai,Renata menyeka air matanya.Dia kembali turun dan menghampiri Romeo.
" Romeo,kamu punya ibu dan saudara perempuan kan?.Kalau punya ini aku ada hadiah buat mereka,semoga mereka suka."
" Lho kak,ini apa lagi?.Ini banyak banget lho,pasti ibu sama kakak aku senang banget di kasih ini."
" Makanya kamu kasih mereka ya,karena barang barang itu juga masih bagus cuman aku jarang pakai aja."
" Iya kak,sekali lagi terimakasih."
Renata kembali kedalam rumahnya dan memasuki kamarnya,dia pun langsung tertidur di atas kasurnya yang begitu empuk.
***
" Ren,ikut aku yuk."
" Kemana?."
" Aku mau ke danau,yuk."
" Mmm,,,oke deh ayok."
" Tapi sebelum itu,aku mau telpon dulu ibu bolehkan1?."
Renata mengangguk dan mengizinkan Lucy untuk menelepon ibunya,dan Lucy pergi menjauh dari Renata.
" Halo Dan,sekarang aku sama Renata mau kesana,kamu tunggu ya."
Ternyata oh ternyata,Lucy bukan menelepon ibunya melainkan dia menelepon Aidan,karena Aidan ingin menjelaskan semua kejadiannya kepada Renata hari ini,yaitu di tempat yang akan mereka kunjungi saat ini.
Renata dan Lucy pun berangkat menuju lokasi,namun Renata belum tahu kalau hari ini Lucy akan membuatnya di pertemukan dengan Aidan,karena jika Renata tahu kalau dia akan di pertemukan dengan Aidan,pasti Renata akan menolak.
Sesampainya di lokasi,Lucy langsung mengajak Renata duduk di bangku yang ada di pinggir danau,karena tiak ingin beralama lama Lucy pun meminta izin kepada Renata untuk pergi ke toilet.
__ADS_1
" Ren,aku mau ke toilet dulu ya,gak kuat udah kebelet."
" Oh,iya."
Dan kini hanya tinggal Renata disana,sebenarnya Lucy tidak pergi ke toilet melainkan dia bersembunyi di balik pohon yang tidak jauh dari sana.
" Renata."
Renata langsung melihat ke arah orang yang memanggilnya,dan Renata langsung terkejut disaat melihat Aidan ada di belakangnya.Renata langsung berdiri dan mengambil tasnya,dia berniat pergi dari sana.
" Renata tunggu,dengerin penjelasan aku dulu."
Aidan menghalangi jalan Renata,dan saat itu Renata melihat ke arah Lucy yang sedang bersembunyi di balik pohon,Renata pun langsung menghampirinya.
" Apa apan ini?,katanya mau ke toilet tapi malah ngintipin aku sama dia disini.Ini rencana kamu?,buat mempertemukan aku sama Aidan,iya?.Kamu sengaja,ya."
" Renata,tolong dengerin dulu penjelasan Aidan,plis.Kamu harus tahu semuanya,kalau semua ini gak seperti apa yang kamu pikirlan."
" Terus kalau udah tahu,aku harus ngapain?.Percuma kalau dia jelasin juga,karena gak akan bisa mengembalikan hubungan aku yang dulu sama dia."
" Ren,plis.Turutin apa kata aku,ya.Plis,kamu mau ya."
Sebenarnya Renata sangat malas bertemu dengan Aidan,tetapi Renata juga penasaran dengan semua yang terjadi.
" Oke kalau gitu,aku mau dengerin penjelasan dari dia."
" Yaudah,kamu kesana,tu Aidan udah nungguin."
Dengan berat Renata pun melangkah kan kakinya menghampiri Aidan,namun sampai saat ini Renata tidak berani menatap wajah Aidan.
" Renata,aku minta maaf ya.Aku cinta kok sama kamu,kamu jangan tinggalin aku."
Renata hanya terdiam dan sedikit menyergitkan alisnya.
" Plis,kamu masih mau kan jadi pacar aku?."
" Kamu jangan bercanda Aidan,kamu sekarang udah punya istri,kamu gak boleh kayak gini."
Akhirnya Renata pun membuka suara.
" Tapi aku gak cinta sama dia Ren,aku cuman cinta sama kamu."
__ADS_1
" Terus kenapa kamu nikah sama wanita lain,kalau kamu hanya cinta sama aku?."
Bersambung.