Kesuksesan Anak Ke 2

Kesuksesan Anak Ke 2
80.Menyesakkan.


__ADS_3

-Semua berawal dari main rahasia rahasiaan sehingga menimbulkan ke kecewaan.


Tiga hari sudah Renata berada di rumahnya,dan sampai saat itu Renata sama sekali belum mendapat kabar dari Lucy,dan Renata juga belum di izinkan pergi untuk ke rumah Lucy oleh abangnya.


Dan tepat di hari ini,orang tuanya akan kembali ke rumahnya,saat ini Renata sedang melakukan perpisahan bersama kedua orang tuanya.


" Kamu baik baik ya,jaga kesehatan jangan terlalu capek,kalau ada apa apa hubungin ayah sama ibu ya."


" Iya yah,Rena pasti jaga diri baik baik kok."


" Mulai sekarang kamu jangan lupain rumah ayah sama ibu,pokoknya ibu akan selalu nungguin kamu pulang ke rumah,jaga kesehatan ya nak,semoga usaha kamu makin sukses,semakin berkembang dan semoga kamu bisa bekerja dengan baik ya.Kalau begitu ibu sama ayah pulang dulu."


Renata pun memeluk tubuh ibunya,memang sangat berat bagi Renata untuk di tinggalkan oleh mereka namun Renata juga mengerti.


" Kak,nanti pulang ya ke rumah,supaya aku gak kesepian."


" Iya,kakak pasti pulang kok."


Sedangkan pada saat itu ayah Renata sedang berbicara dengan Akhtar.


" Tar,kakak titip Rena sama kamu,karena cuman kamu yang bisa lindungin dan jagain dia disini.Kalau terjadi apa apa lagi,hubungin ya."


" Iya kakak ipar,Akhtar akan jagain Rena,dan lindungin Rena."


Setelah itu kedua orang tua Renata pun pergi.Seketika itu Renata teringat akan Lucy,Renata selalu memikirkan Lucy yang menghilang tidak ada kabar.


" Rena,kamu mau kemana?."


Tanya Akhtar yang melihat Renata membuka pintu mobilnya.


" Aku mau ke rumah,Lucy."


" Enggak,kamu gak boleh pergi,nanti gimana kalau kamu kenapa kenapa?."


Renata pun kembali menutup pintu mobilnya dan berbicara kepada Akhtar.


" Bang,abang tu gak ngerasain perasaan Rena.Rena tu khawwatir sama Lucy yang udah gak ada kabar selama tiga hari ini,Renata cuman takut dia kenapa napa."


" Iya abang tahu,tapi abang khawatir sama kamu."

__ADS_1


" Ni ya,biar abang gak khawatir sama Rena,buang aja khawatirnya jauh jauh,gampang kan udah itu abang gak akan khawatir lagi sama Rena."


Renata pun memasuki mobilnya dan pergi menuju rumah Lucy,sedangkan Akhtar teriak teriak memanggil nama Renata.


Renata pergi memakai mobil barunya,karena mobilnya yang lama tidak kunjung di kembalikan oleh kakaknya.Renata menancab gas mobilnya supaya dia cepat sampai ke rumah Lucy.Sebenarnya Renata sangat ingin pergi dari kemarin hanya saja orang tua beserta abangnya melarangnya untuk pergi.


Sesampainya di rumah Lucy,Renata pun turun dari dalam mobil dan mengucapkan salam beberapa kali di hadapan pintu rumahnya.Namun sayang,saat itu tidak ada yang menjawab salamnya dan tidak ada yang membuka kan pintu untuknya.


" Lucy kamu kemana si?,kamu tahu gak aku khawatir banget sama kamu."


Saat itu mata Renata mulai berkaca kaca,dan Renata langsung menghapusnya dengan tangannya.Disaat Renata sedang duduk dan merasa putus asa,disaat itu juga ada seseorang yang menghampirinya.


" Permisi,kak."


Ucap seseorang tersebut.Renata pun langsung melihat siapa orang tersebut,dan berdiri.


" Iya,kenapa?."


" Kakak lagi ngapain diam,disini?.Apa kakak nyari yang punya rumah?."


Tanya anak muda itu kepada Renata.


Renata harap pemuda itu tahu dan bisa memberi tahu Renata.


" Tapi maaf,sebelumnya kakak ini siapa ya?."


" Saya teman Lucy,dan saya sangat ingin bertemu dengannya.Kamu tahukan kemana Lucy pergi?."


Pemuda itu pun mengangguk dan memberi tahu Renata.


" Sebenarnya,Lucy di bawa ke rumah sakit kak,penyakitnya mulai parah."


Renata sangat terkejut mendengar apa yang pemuda itu katakan.


" Penyakit?,Lucy punya penyakit,penyakit apa?."


" Penyakit jantung,kak."


Seketika itu air mata Renata meluncur dari matanya tanpa permisi.Dia merasa gagal menjadi seorang sahabat,selama mereka bersahabat Renata sama sekali tidak tahu kalau Lucy memiliki penyakit yang berbahaya seperti itu.

__ADS_1


" Terus sekarang,dia di rawat dimana?."


" Sekarang Lucy di rawat di RSUD kota bogor,kak."


Renata pun langsung kembali masuk kedalam mobilnya dan mengendarai mobilnya menuju rumah sakit kota bogor.Sebelum pergi,Renata tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada pemuda tersebut.


Di dalam mobil Renata tidak berhenti mengeluarkan air mata,dia tidak menyangka kalau selama ini Lucy mengidap penyakit tersebut,kemana saja Renata selama ini sehingga dia tidak tahu apa yang sedang di derita oleh sahabatnya,apa yang sedang di rasakan oleh sahabatnya dan disaat itulah Renata merasa gagal menjadi sahabat.


Jarak rumah Lucy dengan rumah sakit itu lumayan jauh,sehingga harus menempuh perjalanan selama dua jam setengah bagi pengendara mobil,namun karena Renata menjalankan mobilnya dengan sangat kencang perjalanannya pun hanya menjadi empat puluh lima menit.


Sesekali Renata menyeka air matanya,karena dia tidak bisa melihat jelas jalan yang ada di depannya.


' Kenapa kamu gak kasih tahu aku si,kenapa selama ini kamu rahasiain penyakit kamu Lucy.Apa salahnya jika kamu kasih tahu aku?,padahal kalau kamu kasih tahu aku dari sejak awal,kamu gak akan kayak gini,saat ini juga kamu akan baik baik aja kamu akan ada sama aku.'


Sesampainya di rumah sakit,Renata langsung berlari dan menanyakan ruangan Lucy.Renata langsung pergi mencari nomor ruangan ICU.


Saat sudah berda di depan pintunya,Renata pun dengan cepat masuk kedalam ruangan.Saat masuk Renata melihat ibu Lucy yang sedang duduk di sebelah Lucy yang terbaring lemah dengan alat bantu untuk bertahan hidup,dan ibu Lucy yang melihat Renata pun langsung berdiri.


Renata melihat tubuh Lucy yang banyak beberapa alat yang terpasang di tubuhnya.Karena tak kuat lagi menahan tubuh yang sudah lemas,Renata pun ambruk seketika itu dan ibu Lucy langsung menghampirinya.


" Nak Rena."


Ibu Lucy memeluk tubuh Renata.


" Kenapa ibu gak kasih tahu Rena?,kalau ini terjadi kepada Lucy?.Kenapa ibu sama Lucy rahasiain ini dari Rena?,kenapa?."


Renata berbicara sambil mengeluarkan air mata yang deras.


" Maafin ibu ya nak,ibu sama Lucy enggak bermaksud rahasiain ini dari kamu,cuman Lucy mencari waktu yang tepat untuk memberitahu kamu."


Renata pun bangkit dan menghampiri Lucy yang terlihat menutup matanya.Renata pun menangis di samping Lucy dengan menyembunyikan wajahnya tepat di dekat tangan Lucy yang terletak disana.


Ibu Lucy tidak bisa berbuat apa apa,dia hanya bisa menyaksikan Renata yang sedang menangisi putrinya,kemudian ibu Lucy pun keluar dari ruangan tersebut,karena yang menemui pasien tidak boleh lebih dari satu orang.


" Kamu jahat,kamu udah main rahasia rahasiaan selama ini sama aku.Kamu gak pernah kasih tahu tentang penyakit kamu ini,kenapa si?,kenapa gak kasih tahu aku?,padahal kita bisa obatin penyakit kamu sama sama,Cy.


Ucap Renata di isak tangisnya,Renata tidak sanggup melihat kondisi Lucy yang seperti itu.Kondisinya membuat Renata lemas,membuat Renata semakin khawatir kepada Lucy dan membuat Renata menangisi Lucy.


**Maaf ya baru bisa update lagi,soalnya dua minggu kemarin sangat sibuk maaf udah buat kalian menunggu heheh

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2