Kesuksesan Anak Ke 2

Kesuksesan Anak Ke 2
50.Aidan.


__ADS_3

-Allah hanya ingin kamu sabar bukan mengeluh,allah hanya ingin kamu bisa bukan putus asa


" Udah kamu jangan nangis,mulai sekarang kamu harus belajar lupain dia ya."


Lucy menghapus air mata Renata yang membasahi pipinya,saat sedang menghapus air matanya,Lucy merasa bahwa tubuh Renata kembali memanas.


" Ya ampun Ren,badan kamu panas lagi.Kamu istirahat ya,jangan banyak pikiran."


Lucy menyelimuti tubuh Renata yang sudah merebahkan tubuhnya,Renata mulai meutup matanya kembali,itu buktinya Renata tertidur.


' Sampai segininya kamu mikirin masalah ini Ren,Aku kasihan lihat kamu yang kayak gini,kamu cepat sembuh ya,Aku gak sanggup lihat kamu dengan kondisi seperti ini,sama sekali enggak.'


Lucy pun menemani Renata di kamarnya,dia hanya memainkan handphonenya dan memberitahu ibunya lewat pesan kalau Renata sedang sakit.Ibunya pun terkejut disaat melihat foto Renata yang di kirim oleh Lucy kepada ibunya.


" Ya allah,ini nak Rena?.Kasihan sekali anak itu,cepat sembuh nak."


Ibu sangat ingin datang ke rumah Renata,dan merawatnya.Namun dia tidak bisa,karena beliau harus bekerja di hari ini,ibu hanya bisa menyuruh Lucy untuk menemani Renata.


Saat ini Lucy sedang duduk tepat di sebelah kepala Renata,dia mengelus elus kepala Renata.Tidak lama dari situ Renata meletakkan kepalanya di atas paha Lucy,Lucy sangat senang disaat Renata melakukan itu,karena disaat Renata melakukannya disaat itulah Lucy merasa bahwa dirinya adalah tempat ternyaman untuk Renata.


' Aku suka kalau kamu lakuin ini Ren,Aku merasa kalau ini tu tempat ternyaman buat kamu lakuin ini sama aku.'


Renata tidak bisa tidur nyenyak saat itu,karena di saat malam pun dia tidur selalu terbangunkan tanpa alasan.


Renata menatap mata Lucy yang ada di atasnya.


" Ada apa?,kenapa kamu bangun?."


" Aku gak bisa,gak bisa tidur lebih lama,mata aku perih."


" Mata kamu perih?,biasanya kamu obatin pakai apa?."


Renata menjawab dengan menggelengkan kepalanya.


" Biar aku pijat kepala kamu,ya.Aku tahu,kepala kamu pasti terasa sangat pusing dan sakit kan?."


Lucy mulai memijat kepala Renata,Renata terlihat begitu menikmati pijatan dari Lucy karena saat Lucy memijat kepalanya,Renata sampai memejamkan matanya.


' Ternyata di dunia ini masih ada orang yang sangat pengertian kepadaku,dan semoga allah tidak akan pernah menghilangkan orang seperti Lucy,karena aku sangat menyayangi Lucy.'


Ucap Renata di dalam hatinya,ya tentu Renata begitu menyayagi sahabatnya itu,karena dia telah menemani Renata dari nol sampai sukses,dan Lucy juga begitu baik kepada Renata dia sama sekali tidak pernah hitungan kepada Renata.


" Lucy."


Renata menyebut nama Lucy,dan menyentuh tangan Lucy yang ada di keningnya yang sedang memijat mijatnya.

__ADS_1


" Ya kenapa?,apa kamu butuh sesuatu."


" Kamu jangan pernah tinggalin aku,ya.Karena kalau kamu tinggalin aku,mungkin aku sakit akan lebih dari ini,aku sayang banget sama kamu aku gak mau kamu tinggalin aku,karena kamu sahabat aku satu satunya."


Lucy hanya terdiam saat itu,dia terkejut karena Renata berbicara seperti itu kepadanya.


" Iya,Ren aku gak bakalan tinggalin kamu kok.Kamu itu orang baik,jadi aku gak mungkin tinggalin kamu begitu aja karena aku juga sama,aku sayang banget sama kamu,tenang aja ya aku gak bakalan tinggalin kamu kok."


" Makasih ya,Cy."


***


Hari pun sudah sore,dan Akhtar sudah kembali ke rumahnya.Dia menyuruh Lucy untuk pulang karena dari tadi siang Lucy sudah mau menemani Renata.


" Makasih ya,udah mau nemenin dan jagain Renata hari ini."


Ucap Akhtar yang berjalan di sebelah Lucy.


" Iya bang,sama sama.Lagian abang gak perlu berterimakasih sama aku,karena menurut aku ini udah jadi kewajiban aku buat jagain Renata sebagai sahabat aku.Yaudah bang,aku pulang dulu ya,semoga Renata cepat sembuh dan kondisinya segera membaik,karena aku gak tega lihat dia seperti itu."


" Iya aamiin,yaudah kalau gitu Romeo bakal antar kamu pulang."


" Rom,antar Lucy pulang ke rumahnya ya."


" Siap,bang."


" Makasih,Romeo."


" Biasa juga gak kayak gini,lu."


" Suka suka gua,lah."


Lucy pun masuk ke dalam mobilnya dan Romeo mulai mengendarai mobilnya dan akan mengantar Lucy ke rumahnya.


Saat ini Akhtar berada di ruang depan,dia sedang duduk di atas kursi sambil menumpangkan kakinya.


" Hufft,,,Renata Renata.Kamu kapan sembuhnya sayang,ya allah sembuhkanlah ponakan aku."


Tidak lama dari situ,terdengar suara seseorang mengetuk pintu,Akhtar langsung berdiri dan membuka pintunya.


Ternyata yang datang kesana adalah Aidan,dan Aidan sangat terkejut melihat Akhtar yang membuka pintu dan sebelumnya Aidan belum pernah bertemu juga melihat Akhtar.


" Maaf,anda siapa ya."


Tanya Akhtar kepada Aidan.

__ADS_1


" Saya,saya mau bertemu dengan Renata."


Akhtar pun menarik nafasnya dan menyilangkan tangannya di dada.


' Ohh,,jangan jangan yang namanya Aidan itu ini,oke aku bakalan kasih dia pelajaran.'


" Jadi kamu yang namanya,Aidan?."


Aidan menatap wajah Akhtar yang begitu terlihat tenang.


" Ya,saya Aidan.Anda siapa?,kenapa anda berada di rumah pacar saya?."


Akhtar pun senyum menyeringai.


" Pacar?,saya ingatkan ya kepada anda.Lupakan Renata,karena Renata sudah tidak mencintai anda!."


Aidan menyergitkan alisnya,Aidan rasa peria yang kini ada di hadapannya sedang mencari perkara dengannya.


" Siapa anda?,berani beraninya berbicara tentang saya dan Renata?."


" Cukup Aidan!!,sudah cukup kamu sakitin Renata.Sekarang kamu datang kesini tanpa ada rasa malu kepada saya dan juga Renata,silahkan pergi dari rumah ini."


Aidan sangat tidak menerima apa yang telah Akhtar katakan,emosi Aidan mulai terpancing disana.


" Anda jangan berbicara sembarangan,tentang saya..."


Omongan Aidan langsung di potong oleh Akhtar.


" Seharusnya saya yang melarang anda untuk tidak berbicara sembarangan,silahkan pergi dari sini,karena Renata tidak akan sudi bertemu dengan anda."


" Lo berani sama gua?,lo berani!!!."


Aidan mulai meninggikan suara kepada Akhtar.


" Pelankan suara anda,dimana letak sopan santun anda?,atau anda tidak punya sopan santun?."


" Babi!!."


Karena kesal,Aidan pun pergi dari sana dengan perasaan yang sangat kesal.


Dan berkat itu,sekarang Akhtar tahu kalau Aidan memang bukan orang yang baik untuk Renata.


Karena hari sudah mulai gelap,Akhtar pun kembali masuk ke dalam rumah dan engunci pintu rumahnya.


Akhtar hanya menggelengkan kepalanya ketika dia mengingat kata kata terakhir yang Aidan ucapkan,ternyata laki laki yang terlihat sosweet di hadapan wanitanya itu tidak seperti apa yang Akhtar pikirkan.

__ADS_1


Akhtar kira laki laki yang sangat Renata sayangi dan sangat Renata cintai itu adalah laki laki baik,eh ternyata dia adalah laki laki yang paling buruk yang pernah Akhtar temui.


Bersambung.


__ADS_2