
-Hati yang sudah tergores tidak mungkin akan utuh kembali,karena setiap yang rusak mereka tidak akan betul kembali,mungkin itu pun bisa tapi tetap saja akan menyisakan bekas.
" Aku nikahin dia terpaksa Ren,dan sampai sekarang aku sama sekali gak cinta sama dia."
" Kenapa kamu terpaksa nikahin dia?,kamu di jodohin?,kalau kamu di jodohin mustahil karena tua kamu aja udah merestui hubungan kita berdua.Atau kamu mau cari alasan,kalau kamu hamilin wanita itu,atau apa?."
" Ya,aku menghamili wanita itu."
Deg,saat mendengar jawaban dari Aidan hati Renata benar benar sakit.
" Kamu jangan bercanda,gak lucu."
" Aku gak lagi bercanda Ren,ini kenyataan."
Mata Renata mulai berkaca kaca,dan dia menahannya supaya air matanya tidak keluar.
" Jadi kamu hamilin wanita itu?,ke kenapa bisa?.Kamu itu peria baik baik lho."
Aidan menundukkan kepalanya,dia tidak kuasa menatap wajah Renata.
" Kamu ingatkan waktu aku antar kamu pulang pada malam hari setelah makan malam sama orang tua aku?,nah disaat aku pulang dari rumah kamu disaat aku berada di jalan sepi tiba tiba aja ban mobil aku kempes,saat aku cek tiba tiba datang beberapa orang yang memakai penutup muka,mereka ngeroyokin aku terus salah satu mereka mukul tengkuk aku.
Dari situ aku gak ingat apa apa,dan pas aku sadar."
Aidan menghentikan pembicaraannya.
" Terus kenapa,kenapa kamu diam?."
" Pas aku sadar,pakaian aku udah berserakan di lantai dan aku terkejut ketika lihat seorang wanita di samping aku,yang mana bajunya juga berserakan di lantai."
Air mata pun akhirnya meluncur dari matanya,ternyata Renata telah salah faham tentang Aidan dan wanita itu.
" Dan kamu ingatkan waktu aku hadiri acara gunting pita restoran baru kamu?,aku pulang duluan karena wanita itu datang ke rumah sama orang tuanya,dan mereka meminta pertanggung jawaban sama aku,kalau aku harus menikahi anak mereka."
Aidan menyeka air matanya yang terus menerus keluar dari tadi,dia merasa kecewa dengan dirinya sendiri dan kenapa itu bisa terjadi kepada dirinya.
__ADS_1
" Dan tiga hari dari situ,aku harus menikahinya tepat di tanggal aku mau beri kejutan sama kamu.Tapi Renata,aku tetap cinta sama kamu,kamu jangan tinggalin aku."
Renata menggelengkan kepalanya ketika mendengar perkataan Aidan.
" Gak bisa Aidan,meskipun sekarang aku udah tahu alasan kenapa kamu menikah dengan wanita lain,tapi kamu udah punya istri.Udah cukup kamu sakitin dua hati wanita,yaitu ibu kamu dan aku,dan sekarang kamu malah mau sakitin hati istri kamu dengan masih berhubungan sama aku."
" Tapi Ren,aku gak cinta sama dia aku benci sama dia."
" Aku tahu,tapi kamu harus bahagiain istri kamu dan kamu hatus jagain calon anak kamu yang ada di perutnya."
Renata menyeka air matanya saatu setelah berbicara seperti itu,dia pun menarik nafasnya dan berbicara kembali.
" Kamu harus mencintai istri kamu,kamu harus lupain aku dan kamu harus fokus sama masa depan kamu."
" Tapi aku gak cinta Ren,aku gak mau mencintai wanita itu karena hati aku hanya untuk kamu."
Aidan sangat merasa sedih ketika Renata mengatakan bahwa dirinya harus melupakan Renata dan mencintai istrinya.
" Kamu harus belajar mencintai dia,dengan belajar pasti kamu bisa karena semua itu butuh proses."
Renata juga sedih melihat Aidan menangis di hadapannya.
" Gimana caranya,dengan pura pura?,atau gimana?.Kalau aku pura pura mencintainya dan nanti kalau dia tahu bahwa aku hanya pura pura mencintainya itu lebih sakit kan?."
" Ya mungkin disaat dia mengetahuinya pasti itu akan lebih sakit,makanya kamu belajar untuk mencintainya dengan tulus,jangan bawa bawa keterpaksaan dalam perihal percintaan."
Aidan menarik nafasnya dengan sangat berat.
" Oke,aku akan mencintai istri aku demi kamu Ren."
" Enggak,jangan bawa bawa aku tentang perasaan kamu sama istri kamu.Aku bilang lupain aku,lupain semua kenangan bersama aku,lupain Aidan."
Tangis Renata mulai pecah saat itu,karena hati Renata sedikit tidak rela ketika menyuruh Aidan untuk melupakan masa lalu dengannya.Aidan sangat merasa bersalah kepada Renata,dia benar benar sakit hati ketika mendengar perkataan Renata kalau dia harus melupakan tentang kenangan bersama Renata.
" Oke iya,aku akan belajar mencintai istri aku meski harus merelakan perasaan aku sama kamu Ren.Aku akan belajar mencintainya dengan tulus dan tidak akan ada keterpaksaan di dalam hubungan rumah tangga aku,dan jika aku sudah mencintainya,aku akan selalu mengingat siapa yang mengajarkan aku untuk mencintai istriku,yaitu kamu Ren."
__ADS_1
" Saat pulang dari sini,kamu."
Renata menghentikan ucapannya,karena dia rela tidak rela untuk mengucapkannya.
" Kamu kecung kening istri kamu,minta maaf sama dia dan kamu juga harus bilang."
Sebelum melanjutkan perkataannya,Renata menahan air matanya supaya tidak keluar.
" Kamu harus bilang kalau kamu,mencintai dia."
" Oke,aku akan melakukannya,dan aku juga akan belajar untuk mencintainya.Kalau gitu,Renata maafin aku ya karena aku hati kamu terluka,karena aku kamu menangis dan karena aku juga kamu merasakan semua ini."
" Gak papa kok,karena mencintai istri itu lebih baik di bandingkan mencintai wanita selain istri kamu.Aku ikhlas kok,aku ridho kamu sama dia.Semoga kamu bahagia ya,sama istri kamu.Terimakasih satu tahunnya."
Kemudian Renata pun pergi dari hadapan Aidan,Renata menangis saat itu,hatinya kembali terluka dan mulai sekarang dirinya harus mengikhlaskan Aidan.Saat melihat Renata pergi dari sana,Lucy juga ikut menyusul Renata dia bertemu di dekat danau bersama Renata dan Lucy langsung memeluk Renata.
" Gak papa,kamu jangan nangis.Ini mungkin udah waktunya kamu lepasin Aidan,udah waktunya kamu lupain Aidan,ikhlasin Aidan,ya.Udah jangan nangis,aku yakin pasti kamu bisa menemukan yang lebih baik dari dia,oke."
Lucy melepas pelukannya dan menghapus air mata Renata dengan kedua jari jempolnya.
" Senyum dong,jangan nagis terus ntar kamu sakit lagi."
Renata pun memberikan senyuman kepada Lucy,dan dia akan membuktikan kalau dia kuat dan bisa menahan semuanya.
" Kamu benar Cy,kalau ini adalah waktunya aku lepasin Aidan dan semoga aku bisa mendapatkan laki laki yang lebih baik dari dia.Makasih ya,udah suport aku selalu makasih pokoknya.Love sepulau jawa deh buat kamu."
Lucy hanya tertawa mendengar ucapan terakhir dari Renata,yaitu Love sepulau jawa.
" Yaudah,biar kamu bisa senang lagi bisa bahagia lagi mending kita pergi jalan jalan.Biar aku yang ngendarain mobil kamu,bolehkan?."
Lucy meminta kunci mobilnya kepada Renata,dan Renata pun memberikan kuncinya kepada Lucy.
' Pokoknya aku akan buat bahagia Renata kembali untuk selamanya,dan aku ingin dia lupain apa yang udah terjadi.Aku gak mau Renata sedih lagi mikirin Aidan,apa lagi kalau sampai sakit.'
Lucy menarik tangan Renata menuju parkiran mobil,dan mereka berdua pun berangkat menuju suatu tempat.Renata juga tidak tahu Lucy akan membawanya kemana,yang jelas Renata sudah tahu kalau Lucy akan menghibur dirinya dan tidak akan membiarkannya kembali sedih larut larut.
__ADS_1
Bersambung.
Jangan lupa di like ya teman teman,karena membaca tak semudah menulis betul tak ya betul lah,yok vote,kasih bintang lima oke,maksa nii😂😂