
-Ternyata benar,kita itu jangan terlalu berharap dengan apa yang akan orang berikan,karena jika tidak sesuai dengan harapan semua akan terasa menyakitkan.
3 Hari kemudian.
Hari ini Renata akan pergi ke gedung harmony,sebagaimana janjinya kepada Aidan.Renata sangat bersemangat untuk pergi kesana,dia ingin tahhu apa yang akan Aidan tunjukan kepadanya.
Seperti biasa Renata menyuruh Lucy untuk menemaninya,karena tidak ada lagi orang yang bisa dia ajak selain Lucy.
" Ciee,,,mau pergi kemana ni kita.Ren kayaknya kamu senang banget,jangan senang dulu ntar kalo gak sesuai ekspetasi gimana?."
" Hus,kamu jangan gitu lah Cy.Aku jadi gak sabar kejutan apa yang akan dia berikan sama aku,tapi udah tiga hari ini dia gak ada ngabarin aku,apa saking sibuknya ya?."
" Mana aku tahu,orang kamu pacarnya juga."
Sepanjang perjalan menuju gedung harmony,Renata tidak melepas senyumannya itu.Hatinya sangat bahagia,jika di gambarkan hati Renata itu sedang berbunga bunga.
' Kasih tahu Rena gak ya,soal kemarin aku lihat Aidan sama orang tuanya ada di butik gaun pengantin.Kalau aku kasih tahu takutnya nanti Renata udah tahu duluan tentang kejutan yang akan di berikan Aidan,tapi ngomong ngomong Aidan ada disana buat apa ya?,mungkin saudaranya mau nikah kali ya,gak mungkin kan kalu Aidan nikah,kan dia pacarnya Renata.'
Lucy cepat cepat membuang pikiran buruknya,hari ini tugas dia hanya menemani sahabatnya ke gedung harmony dan melihat kejutan apa yang akan di berikan Aidan kepada Renata.
Sesampainya disana,Lucy merasa aneh dengan gedung tersebut yang terdapat hiasan seperti hiasan pernikahan.
" Ren,ini kok kayak lagi ada acara pernikahan gitu."
Tanya Lucy kepada Renata yang masih berada di dalam mobil.
" Gak tahu si,bentar ya aku mau tanyain dulu sama orang yang ada disana,kamu tunggu aja disini nanti aku balik lagi kesini."
" Oke kalau gitu,tapi kamu balik lagi kesini ya,kalau enggak nanti aku susul kamu."
" Iya iya,kalau gitu aku pergi dulu."
Renata pun keluar dari dalam mobil dan melihat keadaan di luar gedung,karena sepertinya acaranya berlangsung di luar gedung tersebut.
" Pak,maaf ini lagi ada acara apa ya?,kalau boleh tahu?."
" Disini lagi ada acara pernikahan,non."
" Kalau boleh tahu acara pernikahan siapa?,ya."
" Jika ingin tahu,non bisa baca tulisan di janur itu."
Renata melihat ke arah yang di tunjuk oleh bapak tersebut,setelah membacanya Renata benar benar terkejut.Lalu tidak lama dari situ terdengar suara speaker.
__ADS_1
" Saudara Aidan,saya nikah dan kawin kan....."
Renata langsung berlari ke arah suara tersebut,ternyata benar ini adalah pernikahan Aidan,apa yang tertuliskan di janur tadi ternyata benar benar terjadi,di atas janur tadi tertuliskan Aidan & Naura.
Saat ini Renata berdiri tepat di dekat pelaminan,yang mana disana sedang terduduk Aidan bersama calon istrinya.
" Saya terima nikah dan kawinnya Naura karolin binti almarhum Sudirman dengan maskawin tersebut tunai."
Hati Renata benar benar hancur ketika melihat laki laki yang sangat ia cintai menikah dengan wanita lain di depan matanya sendiri.
Matanya mulai berkaca kaca saat melihat Aidan sudah sah menikah dengan istrinya.
Setelah setelai berdo'a,Aidan melihat ke arah Renata yang sedang berdiri yang tidak jauh dari meja pelaminan.
Renata pun langsung berlari dari sana,dan berniat kembali ke mobil,namun kakak perempuan Aidan yang dari sejak tadi memperhatikannya dengan cepat dia pun menyusul Renata.
" Renata,Renata tunggu."
Firli langsung memeluk Renata.
" Renata,ini gak seperti apa yang kamu lihat."
" Terus kenapa Aidan menikah dengan wanita lain kak?,kenapa dia ninggalin aku dengan cara seperti ini?."
Saat itu Lucy melihat Renata yang berada di pelukan Firli,dia pun langsung menghampirinya.
" Renata,kamu kenapa."
Renata langsung beralih kepada Lucy,saat Lucy tiba disana.
" Kamu kenapa nangis?,ada apa?,apa ada yang nyakitin kamu?."
Renata hanya menangis di pelukan Lucy,dia sama sekali tidak menjawab pertanyaan Lucy.
Tidak lama dari situ,Aidan pun datang kesana menghampiri Renata,di saat itu Renata melepaskan pelukannya kepada Lucy dan dia melihat Aidan yang menujunya.
Lucy langsung menarik tangan Renata berniat pergi dari sana,karena dia tidak ingin melihat Aidan bertemu dengan Renata.Karena di saat dia turun dari mobil,dia melihat tulisan di janur kuning yang melengkung
" Renata,Renata tunggu."
Aidan menahan tangan Renata supaya dia berhenti,namun Renata langsung menepiskannya.
" Berani ya kamu sentuh,aku."
__ADS_1
" Renata,aku mohon dengerin dulu penjelasan aku."
" Penjelasan apa?,semua udah jelas.Jadi ini kejutan yang kamu maksud,ini kejutannya?."
Ucap Renata di isak tangisnya.
" Salah aku apa si?,sampai sampai kamu tega lakuin ini sama aku.Kamu tega tinggalin aku dengan cara kayak gini,kamu bisa bilang kan kalau udah gak cinta lagi sama aku,jangan kayak gini,sakit tahu gak si!."
Renata berbicara dengan air mata yang deras keluar dari matanya.
" Enggak Ren,aku cinta sama kamu.Kamu dengerin dulu penjelasan aku,aku mohon."
" Aku benci sama kamu!!!."
Ucap Renata kepada Aidan sambil menunjuk dada Aidan,Renata pun pergi dari hadapan Aidan.Saat Aidan berniat menyusul Renata,Lucy langsung menghalanginya.
" Aku kecewa banget sama kamu,ternyata orang yang selama ini aku percayai untuk jagain perasaan sahabat aku kini malah nyakitin perasaannya.Brengsek banget si,mulai sekarang kamu jangan temuin lagi Renata,paham!."
" Lucy,kamu juga harus dengerin penjelasan aku.Lucy!!!.Aaaaaaaaa!!!!."
Aidan berteriak disana ketika melihat Renata dan Lucy pergi,dia benar benar benci kepada dirinya sendiri.
Firli pun menghampiri Aidan dan memeluk adiknya tersebut.
" Kak,aku cinta sama Renata.Aku gak cinta sama wanita itu,aku benci sama dia kak."
" Kamu jangan bicara kayak gitu,ini adalah takdir kamu,kamu harus menerimanya.Yang sabar,ya."
Lucy menyusul Renata yang sudah pergi terdahulu ke mobil,dia pun duduk di sebelah sahabatnya dan lalu memeluknya.
" Lucy,kenapa dia nikah sama wanita lain?.Kurang apa aku sama dia,aku sangat mencintainya tapi kenapa dia nikah sama orang lain?."
" Kamu yang sabar Ren,ini semua udah terjadi.Aidan udah jadi milik orang lain,dia udah jadi suami dari orang lain,kamu harus lupain dia."
Tangis Renata semakin pecah ketika Lucy berbicara seperti itu.
" Tapi aku gak bisa,Aidan itu udah kayak teman di dalam hidup dan hati aku.Aku gak bisa lupain dia."
" Kamu bisa Ren,pasti kamu bisa.Kamu jangan nangis lagi ya,lupain apa yang udah terjadi,meskipun ini berat buat kamu."
Lucy sama sekali tidak melepas pelukannya dari Renata,sepanjang perjalanan dia tetap mendekap tubuh sahabatnya itu yang sedang patah hati.
Bersambung.
__ADS_1
Makasih ya untuk teman teman yang masih setia menunggu dan masih mendukung saya untuk melanjutkan cerita ini.