Kesuksesan Anak Ke 2

Kesuksesan Anak Ke 2
63.Makan siang.


__ADS_3

-Hampir semua manusia di muka bumi ini memiliki dendam,tapi tak setiap dendam bisa membahagiakan.


Hari ini Akhtar tidak masuk kerja,dia sibuk mencari Renata bersama Lucy,dia menelusuri jalan menuju perusahaan tempat Renata bekerja,siapa tahu saja mereka bisa menemukan petunjuk dari sana.


Saat sedang menelusuri,Akhtar dan Lucy melewati jalanan sepi,ya tempat itu adalah tempat dimana Renata di hajar disana malam itu.


Akhtar dan Lucy pun turun dari atas motor,dan melihat sekita tempat itu.


" Jalan ini sepi bang,jangan jangan Renata hilang disini lagi apa lagi kalau malam,disini sepi banget kayaknya."


Akhtar menemukan sesuatu disana,dia mengambilnya dan memperhatikan benda tersebut.


" Lho,itu kan gelang couple aku sama Rena bang.Lihat ni,ini punya aku dan itu punya Rena."


" Jadi benar,Renata hilangnya di daerah sini.Pergi kemana ya Rena,sama siapa juga?."


" Bang,mending kita cari Renata di sekitar sini aja siapa tahu ada petunjuk."


Kemudian Lucy dan Akhtar menaiki sepeda motornya lagi,dia kembali menelusuri tempat tersebut.Mereka juga sedang menunggu kabar dari Artur,tentang pencarian Renata.


***


'Renata udah ketemu belum ya,aduuh kok aku jadi gak fokus kerja si.'


Artur pun mengambil handphone nya dan menghubungi nomor Artur.Entah kenapa dia begitu tidak fokus dengan pekerjaannya,setelah tahu kalau Renata tidak pulang ke rumahnya.


" Halo,apa Renata sudah di temukan?."


" Belum,kita masih cari.Tapi barusan saya menemukan gelang Renata di daerah jalan yang sepi menuju perushaan orang tua kamu,dan sekarang kita lagi menelusuri tempat ini,siapa tahu aja Renata ada di sekitar sini."


" Yaudah kalau begitu,saya mau suruh anak buah sana untuk kesana."


Mereka pun memutuskan sambungan teleponnya dan Artur langsung menghubungi salah satu anak buahnya,dia menyuruh mereka untuk menelusuri tempat yang Akhtar katakan.


Setelah itu Artur kembali fokus dengan pekerjaannya.


" Bang,coba kita tanyain sama pegawai kafe sama pegawai Restoran,siapa tahu aja Renata pulang ke salah satu rumah mereka."


" Boleh juga."


Lucy menghubungi Alodie,karena setahu dia Alodie orang paling dekat dengan Renata sekafe itu.


" Alodie."


" Iya,kak.Ada apa ya,telepon Alodie?."


Alodie menghentikan aktivitasnya dan fokus mendengarkan suara Lucy yang sedang berbicara di sebrang teleponnya.

__ADS_1


" Apa semalam Renata datang ke rumah kamu??."


" Enggak,kok.Emangnya kenapa kak?,ada apa sama kak Rena?."


Sebelum Lucy memberitahu Alodie dia berpikir dua kali,jika dia memberitahu Alodie maka Alodie akan sangat khawatir jadi Lucy tidak mengatakan kalau Renata tidak pulang semalaman.


" Enggak,gak ada apa apa kok.Semua baik baik aja,yaudah kamu kembali bekerja ya,maaf hari ini kakak gak bisa masuk kerja,karena ada urusan penting banget."


" Iya,kak.Kalau gitu Alodie matiin teleponnya ya,assalamu'alaikum."


" Wa'alaikumsalam."


Lucy kembali memasukkan handphonenya kedalam tasnya.


" Gimana?,ada?."


Lucy menggelengkan kepala dengan mukanya yang putus asa.Mata Lucy mulai berkaca kaca,dia tidak tahu lagi harus mencari Renata kemana.


" Kamu jangan nangis,jangan putus asa di tengah jalan.Kita pasti menemukan Renata,dan Renata pasti selamat.Kamu harus percaya,bahwa pertolongan allah itu ada."


Lucy pun kembali menghapus air matanya,dia sudah kembali semangat setelah mendengar apa yang di katakan oleh Akhtar.


Mereka pun melanjutkan pebcarian Renata di daerah itu,dan tidak lama dari situ anak buah Akhtar sampai di lokasi dan mereka membagikan orang orang yang ada disana untuk mencari ke semua tempat.


***


Masih di tempat yang tadi,Renata masih belum sadar dari pingsannya dan siang ini Indri datang kesana,untuk memberi makan siang Renata.


Tanya Kepada,Liora,Yuri dan Juli.


" Enggak,dia enggak mati.Tapi dia belum sadar dari pingsannya."


" Apa ada pisau?,mana aku pinjam."


Juli pun memberikan pisaunya kepada Indri,Indri mendekati Renata dengan membawa pisau di tangannya.


' Entah kenapa aku ingin terus melukaimu Renata,aku belum puas melihat mu menderita dan kebahagiaanmu itu aku sangat jijik melihat mu bahagia,aku benci.Jadi mulai hari ini,izinkanlah aku melukaimu.'


Indri mengambil satu tangan Renata,Indri menggulungkan tangan kemeja Renata sampai sikunya dan mulai menyayat nyayati tangan Renata dengan pisau tersebut.


Tetes demi tetes darah mulai keluar dari luka yang di ciptakan Indri di tangan Renata.Karena sudah tidak tahan lagi melihat apa yang di lakukan Indri kepada Renata Liora pun menarik bahu Indri sampai Indri terjungkal.


Lalu Indri pun memojokkan Liora ke tembok dengan menodongkan pisau ke lehernya.


" Diam,atau gue bunuh lo sekarang juga!."


Indri pun kembali ke tempat asalnya dan kembali melukai Renata.Juli sangat kesal kepada Liora yang sok menjadi jagoan di hari ini,dia hanya tersenyum sinis disaat melihat Liora hampir di bunuh oleh Indri.

__ADS_1


" Nanti malam aku akan kembali,pastikan dia sudah sadar."


Sebelum pergi,Indri membasuh tangannya yang penuh dengan darah setelah itu dia pergi entah kemana.


Dengan rasa kesal Liora pergi keluar.


" Kamu mau kemana,Ra?."


Teriak Yuri dari belakangnya,kemudian Liora melihat ke arah Yuri dan menghampirinya.


" Aku mau beli makanan,kasihan tahu dia.Dari kemarin dia gak di kasih makan."


" Tapi Ra,itu beresiko besar buat kamu.Gimana nanti kalau Indri menyadarinya,bahaya."


" Tapi mau bagaimana lagi,aku kasihan banget sama dia."


" Enggak,kamu gak boleh.Lagian dia pingsan kok,dia gak bakalan rasain lapar.Plis,jangan Ra ini demi keselamatan kamu,aku gak mau kenapa napa."


Liora hanya menghembuskan nafas beratnya,dan kemudian dia kembali masuk kedalam.Dia kembali melihat kondisi Renata,dia sangat sedih melihat kondisi Renata yang semakin memburuk,apa lagi sekarang satu tangannya telah di sayat sayat oleh Indri,jadi kemeja Renata sekarang sudah di penuhi oleh darah karena setelah menyayat nyayatnya Indri meletakkan tangan Renata di atas perutnya.


***


Karema hari sudah hampir malam,Akhtar dan Lucy kembali ke rumahnya.


" Bang,kira kira kapan kita akan menemukan Renata?.Abang gak berantemkan sama Renata?,sampai Renata gak pulang kerumah?."


" Enggak,abang sama sekali gak berantem sama dia,lagian pas berangkat kerja dia baik baik kok sama abang."


" Bang,kalau gitu aku pamit pulang ya.Karena kita gak mungkin cari Renata sampai tengah malam."


" Iya kamu pulang aja,pasti kamu lelah.Nanti kalau ada kabar,abang kasih tahu kamu."


" Yaudah kalau gitu aku pulang dulu,assalamu'alaikum."


" Wa'alaikumsalam."


Akhtar masih terduduk di latai depan rumanya,dia melihat langit yang mulai gelap.


" Bang,gimana kak Rena?.Dia udah ketemu?."


" Belum Rom,do'ain aja ya,semoga abang sama yang lainnya cepat menemukan Rena."


" Iya,bang aamiin."


Bersambung.


Aduh aduh,saatnya makan malam niii.Ngomong2 Indri bakalan ngapain Renata lagi ya?,semoga gak di apa apain ya.

__ADS_1


gimana,seru gak novelnya,kalau seru aku mau lanjut niii.


jangan lupa like,vote nya ya hihi.


__ADS_2