Kesuksesan Anak Ke 2

Kesuksesan Anak Ke 2
62.Sarapan.


__ADS_3

-Sabar adalah caraku menghadapi masalah,maka dari itu datanglah masalah besar aku masih memiliki allah yang maha besar.


Pagi ini Lucy sudah datang ke rumah Renata,dia mengobrol bersama Akhtar untuk misi pencarian Renata.


" Bang,apa Renata gak ada kenalan yang suka antar dia pulang?."


Akhtar pun memikirkan siapa yang sebelumnya mengantar Renata pulang.


" Ada,sebelum malam kemarin Renata di antar pulang sama Artur,apa jangan jangan ini ada kaitannya sama dia,bentar aku ada nomor teleponnya."


Akhtar pun mencari nomor teleponnya Akhtar,Akhtar memiliki nomor handphonenya dari Artur langsung disaat dia menunggu di rumah sakit untuk pertanggung jawabannya.


Akhtar pun menghubungi nomor telepon Artur.Saat itu di rumahnya Artur sedang bersiap untuk berangkat ke kantornya,namun disaat handphonenya berdering dia pun mengambilnya dan dia hanya melihat nomor saja di layar handphonenya.


Tidak berpikir panjang Artur pun menjawab telepin tersebut dan menempelkan handphone ke telinganya.


" Halo,dengan siapa ini?."


Dan tidak banyak basa basi Akhtar langsung ke topik pembicaraan.


" Dimana Renata?,saya tahu Renata pasti kamu bawakan?."


Artur hanya menyergit,dia tidak mengerti dengan apa yang di bicarakan oleh Akhtar.


" Maksudnya apa ya,saya tidak mengerti?."


" Jangan pura pura tidak tahu,saya tahu kamu kan yang menculik Renata."


" Saya tidak tahu apa apa,memangnya Renata kemana?."


" Kamu juga gak tahu?,Renata semalaman tidak pulang,dan sampai pagi ini pun dia belum pulang."


' Apa!!,dia semalaman sampai pagi ini belum pulang.Renata kemana ya,semalam aku berniat untuk mengantarnya pulang tetapi dia menolak.'


" Maaf,kemarin malam saya meminta untuk mengantarnya pulang lagi.Hanya saja Renata menolak dan memaksa untuk pulang sendiri."


" Sebelum itu bicara apa,kamu dan Renata?."


" Saya hanya mengajaknya namun dia bilang,dia ingin pulang sendiri."


Artur pun jadi ikut mengkhawatirkan Renata,dia akan membantu mencari Renata dan kemana Renata pergi,Artur akan mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari Renata.


" Kalian jangan khawatir,saya akan membantu mencari Renata.Saya akan mengerahkan semua anak buah saya."


" Yasudah kalau begitu,sekali lagi terimakasih atas bantuannya."


Mereka pun mengakhiri sambungan teleponnya.Sementara di luar rumah,sudah ada mobil berwarna merah yang terparkir Romeo pun menghampiri mobil yang berhenti di depan gerbang rumah Renata.


" Maaf,mbak apa yang bisa saya bantu?."

__ADS_1


Wanita itu adalah Avril,dia menyusul Renata karena di hari ini mereka akan berangkat ke luar kota.


" Saya ingin bertemu dengan Renata,apa bisa?."


" Tapi,kak Rena belum pulang dari semalam kak."


" Apa!,tidak pulang?."


" Iya kak,mobilnya saja belum ada dan sekarang abangnya sedang mencari keberadaannya."


" Yasudah kalau begitu,terimakasih."


Avril pun kembali memasuki mobilnya dan menelepon menejernya,dia memberi tahukan kalau Renata hilang,dia belum pulang ke rumahnya dari semalam.


***


Renata masih tergeletak di lantai,dia merasakan tulang tulangnya seperti ringsek.Mata Renata sedikit terbuka,disana sangat sepi dan semua wanita bertopeng itu tidak ada.


Renata sangat ingin pergi dari sana ,namun apa yang bisa dia lakukan dia hanya bisa diam tanpa bergerak karena sekali dia bergerak dia akan merasakan sakit yang hebat.


tidak lama dari situ,mereka berempat pun datang kembali kesana,dan Indri langsung menghampiri Renata.


" Selamat pagi,wah ternyata lo udah sadar.Gimana tidurnya nyenyak kan?,hahaha!.Angkat dia."


Mereka pun mengangkat tubuh Renata dan memberdirikannya dengan mereka menahan tubuh Renata.


" Waktunya sarapan!!."


" Jangan,jangan lakukan ini."


Ucap Renata dengan sangat pelan.


" Apa!,kalau bicara itu yang keras biar kedengeran sama gue.Lepasin dia."


Kedua orang itu melemparkan Renata ke lantai,dan Indri mengambil tongkat bisbol lalu dia memukuli Renata dengan tongkat tersebut.


' Ya allah,aku udah gak kuat lagi.Mohon lindungi aku,ya allah.'


Renata hanya bisa merasakan pukulan pukulan keras dari Indri,yang paling banyak di pukul adalah punggung Renata.Renata sangat menginginkan pergi dari sana,namun apa,dia sangat tidak memiliki tenaga untuk mengangkat tangannya pun dia tidak bisa.


Selamat dua puluh menit sudah,Indri memukuli tubuh Renata.


" Huufff,sarapan sudah selesai.Tinggal makan siang,tunggu gue kembali ya."


Indri pun pergi dari sana,namun ketiga komplotannya menjaga Renata disana.Indri memukuli Renata sampai Renata tidak sadarkan diri,lalu Liora pun mendekatinya.


Dia sangat sedih melihat kondisi Renata yang sudah babak belur,dia sangat ingin menolongnya namun dia takut dia juga akan di siksa seperti Renata.


' Ya ampun,dia menangis?.Mungkin dia merasa kesakitan mendapat banyak pukulan dari Indri.Ya tuhan,aku sekarang aku harus melakukan apa?,aku sangat ingin menolongnya tapi aku juga tidak ingin di siksa oleh Indri.'

__ADS_1


Kemeja polos berwarna pink itu,kini sudah bercorak percikan darah.Darah mengalir dari kening Renata,dari pelipis Renata.Dan tubuhnya banyak sekali yang memar memar.


" Gue kasihan banget sama dia,kalian gak kasihan apa?."


Tanya Liora kepada dua rekannya.


" Ra,ngapain mikirin dia.Udahlah,Indri udah banyak sakit hari sama dia.Kita dukung Indri buat nyakitin dia balik."


" Kalian sama aja ya kayak Indri,memangnya kalian mau di siksa sama kakak kalian sendiri?.Kalian punya kakak kan?,coba kalian bayangin gimana rasanya kalian kalau kalian berada di posisi itu."


Kedua orang itu terdiam ketika mendengar ucapan Liora.


" Terus kita harus gimana?,kalau kita nolongin dia yang ada kita juga akan di siksa sama Indri.Anak buah dia itu banyak,bukan kita aja.Lo pikirin resikonya kalau kita nolongin dia."


Liora pun hanya memandang wajah Renata,yang banyak memar dan juga darah.


' Maafin aku ya,aku gak bisa nolongin kamu.Maaf banget.'


Liora pun berniat pergi dari sana,namun tangannya di tahan oleh tangan lemas Renata.Liora pun kembali duduk dan melihat ke arah Renata.


" Tolong,tolong aku."


Bisik Renata kepada Liora.


" Aku pasti bakalan nolongin kamu,kamu tenang aja ya."


" Bawa aku pergi,dari sini."


" Maaf,aku gak bisa tapi aku akan berusaha."


Mata Liora sudah berkaca kaca mendengar ucapan Renata yang terdengar berbisik,suaranya sangat lemah,sangat pelan dan itu membuat Liora sedih tidak bisa menolong dia dari Indri.


Liora pun pergi dari dekat Renata,dia memikirkan bagaimana cara menolong Renata.Dia sangat ingin menolongnya,sangat ingin membawanya pergi dari sana.


" Ngapain ngelamun?."


Tanya Yuri kepadanya,Yuri adalah rekannya yang satu pemikiran dengan Liora,berbeda dengan Juni yang selalu mendukung Indri.


" Aku tu pengen nolongin dia,cuman gimana caranya?."


" Aku juga sama kok,aku pengen banget nolongin dia.Aku pernah ketemu sama dia tempo hari,dia baik,ramah,sopan banget.Yang jadi pertanyaannya apa kesalahan dia,sehingga Indri sakit hati.Padahal menurut aku dia orang yang baik banget."


Dan akhirnya mereka berdua pun mengobrol,menceritakan apa yang ingin mereka lakukan.


Bersambung.


Sarapannya aja gitu,apa lagi makan siang sama makan malamnya.


Markijut yukkk.

__ADS_1


jangan lupa like,komen,bintang lima,dan votenya yaaaa...


__ADS_2