
-Disaat kita sedang tidak ingin di pertemukan dengan seseorang,tetapi waktu seperti sengaja untuk mempertemukan kita dengannya.
Hari Renata sangat di sibuk kan di perusahaan Calista Fashion,di karena kan Renata semakin bagus befose di depan kamera sehingga dia harus memperbanyak pemotretannya.
" Oke,tampilan kamu makin bagus aja,aku jadi semangat buat potret kamu terus."
" Kak Reza bisa aja.Oh iya kak,tadi itu siapa ya pemuda yang sama bu Kristien?."
Rebata menanyakan seorang pemuda yang terus bersamaan dengan bosnya.
" Oh itu,itu putranya bu Kristien dia udah lama si baru datang kesini lagi."
" Iya ya udah lama,soalnya dari aku kerja disini aku baru lihat dia."
" Tapi denger denger,dia katanya mau di kenalin sama kamu lho."
Renata terperanjak kaget mendengar ucapan Reza,tidak mungkin putra bosnya akan di kenalkan oleh dirinya yang hanya seorang karyawan di perusahaan itu.
" Haha,kak Reza ini suka ngaco,mana ada putranya bu Kristin di kenalin sama aku,lagian aku gak mau kak."
" Kamu serius gak mau?,lho kenapa dia itu ganteng lho,mapan juga,anak pengusaha."
Renata hanya menggelengkan kepalanya,alasan Renata tidak mau karena Renata sudah memiliki pria yang lebih baik dari siapapun,dan dia tidak ingin mengecewakannya.
" Apa lagi dia anak sulung,pasti kasih sayang dari orang tuanya banyak."
" Ya terus aku harus gimana kak,aku harus suka gitu sama dia,aku harus sayang dia,gak bisa kak,aku udah punya yang lebih baik dari dia."
" Serius?,sejak kapan?,aku kira aku yang bakal jadi orang itu."
Reza sedikit sakit hati ketika tahu kalau Renata sudah memiliki pacar.
Renata tahu,dia tahu kalau Reza sudah menyukainya lebih dulu,namun Renata memilih Aidan yang menurutnya lebih baik dan berani untuk mengungkapkan perasaannya.
" Permisi,Renata kamu di panggil sama bu manager,katanya temuin dia di ruang VIP."
Ucap salah satu rekan kerja Renata.
" Oh,oke,aku akan segera kesana."
" Kak,aku pamit dulu ya buat nemuin bu Sandra."
Renata pun pergi meninggalkan Reza untuk menemui managernya.
Tok tok tok.
Rentaa mengetuk pintu ruang VIP,yang mana bu Sandra sudah menunggunya disana.
" Masuk."
Disaat Renata sudah di perintah masuk,dia pun masuk kedalam ruangan itu.Saat masuk Renata terkejut saat melihat seorang pemuda yang sedang duduk di hadapan Sandra.
' Kak Artur,kenapa dia ada disini.'
Artur tidak menyadari kalau Renata adalah orang yang bertemu dengannya disaat ia kemping di suatu tempat,karena Renata memakai maske penutup wajah disaat masuk ke ruangan itu.
__ADS_1
Renata hanya berdiri di samping kursi,karena dia belum di suruh untuk duduk oleh Sandra.
" Renata,kamu duduk disini."
Renata menuruti apa yang di katakan oleh managernya.
" Artur,ini adalah model yang ingin ibu kamu kenalkan sama kamu."
Renata sedikit menunduk saat Artur melihat ke arahnya.
" Kalau begitu saya tinggal dulu ya,karena masih ada banyak urusan."
Karena tidak mau berada disana,Renata pun mencari alasan untuk pergi dari sana.
" Tapi bu,saya juga lagi banyak urusan.Boleh saya pergi?."
" Renata,kalian saling berkenalan sebentar saja,ini permintaan bu Kristien."
Renata pun terpaksa diam disana,dan menemani Artur.
" Nama kamu siapa?."
Tanya Artur kepada Renata.
" Nama aku Renata."
' Kayaknya,aku pernah dengar suara ini,tapi dimana ya?.'
" Apa boleh kamu buka,maskernya?."
" Maaf kak,aku masih ada urusan.Aku pamit dulu."
Renata pergi menuju pintu utama dan berhasil keluar dari sana,Artur yang masih penasaran pun mengikuti dia.
" Kamu bidadari kan?."
Renata menghentikan langkahnya,dan Artur berjalan mendekati Renata.
" Kamu bidadri kucing itu,kan?."
Renata tetkejut,kenapa Artur bisa mengenalinya.
" Bidadri kucing?,maaf ya saya Renata bukan bidadri kucing yang anda maksud."
Karena penasaran,dengan berani Artur membuka masker Renata.
Renata membulatkan matanya,kenapa Artur berani membuka maskernya itu,dan akhirnya Artur tahu bahwa dia adalah orang yang selama ini dia cari.
Artur langsung memeluk Renata ketika dia tahu,kalau Renata adalah bidadari kucingnya.
Renata langsung melepaskan pelukan Artur,karena dia rasa itu tidak sopan baginya,Aidan saja tidak pernah memeluk dirinya.
" Maaf ya,anda jangan lancang untuk memeluk saya."
Artur hanya menyunggingkan sebelah bibirnya.
__ADS_1
" Oh,maaf jika aku terlalu lancang.Jadi nama kamu Renata ya,asal kamu tahu aku udah lama nyariin kamu,kamu kemana aja si?."
Artur sudah seperti orang yang sudah lama dekat dengan Renata,dan itu hanya membuat Renata jijik kepadanya,karena dari awal Renata sudah tidak suka melihat Artur dekat dekat kepadanya.
Renata pun kembali mengenakan maskernya dan pergi dari hadapan Artur.
' Ternyata orang yang selama ini aku cari,ada di perusahaan orang tua aku sendiri.Kenapa aku enggak dari dulu datang kesini,mungkin aku sekarang udah dekat sama dia.Lihat aja Renata,aku akan berusaha buat deketin kamu dan menjadikan kamu sebagai pasangan aku.'
Renata berniat untuk pergi dari sana,kebetulan pekerjaannya sudah selesai dan dia akan pulang ke rumahnya.
Renata memasuki mobilnya dan pergi dari halaman perusahaannya.
Beberapa saat dari itu,Aidan pun menelepon Renata.
" Assalamu'alaikum."
Ucap Renata disaat menjawab telepon dari pacarnya itu.
" Wa'alaikumsalam,kamu udah pulang kerja?."
" Baru mau,ini aku lagi di jalan menuju rumah,emangnya ada apa?."
" Enggak si gak ada apa apa,aku cuman rindu aja sama kamu."
Renata di buat tersenyum oleh kata rindu dari Aidan.
" Besok aku mau antar kamu berangkat ke kantor ya,sekalian aku berangkat ke perusahaan papa."
Renata dan Aidan sudah menjalin hubungan selama 10 bulan,dan selama itu Aidan belum pernah mengantar Renata ke tempat kerjanya di karenakan Renata selalu menolak permintaannya itu,dan karena Aidan sangat mencintai Renata dia pun selalu menurutinya.
" Oke aku mau,tapi kamu harus jemput aku lagi ya,soalnya kalau kamu yang antar aku,aku gak bawa mobil."
" Oke,siap sayang.Besok aku akan mengantar jemput kamu."
Aidan sangat senang karena kali ini permintaannya di turuti oleh Renata.
" Oh iya,nanti malam mama sama papa ajak aku sama kamu untuk makan malam,kamu mau ya."
Lagi lagi Renata di buat terkejut dengan ucapan Aidan,karena dia belum siap untuk bertemu dengan orang tua Aidan,dia masih malu untuk bertemu dengan mereka.
" Tapi aku belum siap,aku masih malu sama orang tua kamu."
Tolak Renata.
" Ngapain malu,kan ada aku.Plis kamu mau ya,papa udah booking tempatnya lho masa kamu mau nolak."
Karena tidak ingin berpikir panjang,akhirnya Renata mau untuk makan malam bersama orang tua Aidan.
" Oke deh iya aku mau,tapi nanti kamu jangan tinggalin aku ya,soalnya aku masih malu sama orang tua kamu."
" Iya iya,aku janji gak akan tinggalin kamu,kan aku akan selalu ada buat kamu.Udah dulu ya,aku mau siapin buat nanti malam,nanti aku jemput kamu ke kafe ya."
RenCoffe lah yang selalu menjadi tempat pertemuan mereka,karena menurut Aidan tempat itu adalah tempat ternyaman dan tempat itu juga yang telah mempertemukannya dengan Renata.
Bersambung.
__ADS_1