Kesuksesan Anak Ke 2

Kesuksesan Anak Ke 2
79.Rumah Renata


__ADS_3

-Dan pada akhirnya,do' a akan selalu terjawab meakipun kita harus lama menunggu.


4 Hari kemudian.


Kini kaki Renata sudah tidak terasa sakit lagi,dan sekarang dia meninggalkan kursi rodanya dan luka di tangan serta perutnya juga sudah mengering dan Renata meminta izin kepada ayah dan ibunya untuk segera pulang ke rumahnya.


" Ayah,ibu Rena mau pulang ya ke rumah dari kemarin perasaan Rena udah gak enak banget."


" Kamu kan belum sembuh total nak,kamu tinggal aja disini beberapa hari lagi,ya."


" Bu,mending gini aja.Kita sekarang antar Rena pulang,dan nanti kita bisa rawat dia disana kita menginap saja di rumahnya beberapa hari,lagian kita belum pernah lihat rumah Rena kan?."


Dan kini bagian ayah yang membujuk ibu.


" Baiklah,kalau mau seperti itu.Kapan mau antarnya?."


" Sekarang aja langsung,kelihatannya Rena udah gak kuat.Yaudah bu,sekarang kita bersiap."


Renata sangat senang karena pada akhirnya orang tua mereka mau mengantarkannya pulang.


Ayah dan ibu pergi untuk menyiapkan semuanya,sementara Renata masih duduk disana.


" Alhamdulillah,akhirnya aku akan segera pulang."


Renata pun melihat Akhtar yang baru bangun tidur saat itu,sepertinya Akhtar belum mencuci mukanya karena mukanya masih kering dan rambutnya yang terlihat acak acakan.


" Bang,ayo siap siap.Kita mau pulang sekarang lho."


Akhtar menguap saat itu.


" Dah tahu,barusan kakak ipar kasih tahu."


Kemudian Akhtar duduk di kursi yang membuat mereka berhadap hadapan,lalu Akhtar meminum air teh milik Renata.


" Bang,cuci muka dulu gih.Jijik banget,baru bangun tidur gak cuci muka main langsung minum aja,dan jangan lupa mandi."


Kemudia Akhtar beranjak dari sana dan pergi untuk mandi dan bersiap untuk kepulangan mereka.


Renata membuka handphonenya,dia masih penasaran dengan nomor yang menghubunginya beberapakali waktu itu,namun disaat Renata kembali menghubunginya nomor itu selalu dan selalu tidak aktif.


Renata juga aneh disaat dia menelepon Lucy,yang menjawabnya selalu ibunya dan ibunya bilang kalau Lucy sedang sibuk.Tapi dia juga heran kenapa Lucy tidak membalas chat darinya,tetapi Renata berpositif thinking saja kalau Lucy sibuk sampai tidak ada waktu untuk membalas pesan darinya.

__ADS_1


Disaat semua sudah bersiap mereka pun berangkat menuju rumah Renata,seperti biasa Akhtar berangkat menggunakan motornya karena jika tidak motornya akan di bawa oleh siapa.


" Rena,kamu kenapa?.Kok kayak sedih gitu,kan kita mau ke rumah kamu."


Tanya ibu yang saat itu sedang melihat Renata yang hanya melihat handphone yang ada di tangannya dan layar handphonenya itu sama sekali tidak menyala alias Renata menatap layar hitam handphonenya.


" Enggak kok bu,Rena gak papa.Rena juga senang kalau sekarang kan kita mau ke rumah Rena,iya kan Salsa?."


Tanya Renata kepada adiknya yang ada di sampingnya.


" Iya,Salaa senang karena sekarang kita mau liburan ke rumahnya kak Rena."


" Alhamdulillah kalau kamu senang,kakak juga ikut senang."


Kemudian ibu kembali fokus dengan melihat jalanan yang ada di hadapannya.


" Kak,nanti disana Salsa mau tidur sama kakak ya."


" Iya,lagian kamarnya juga cuman ada tiga,yang dua di pakai kakak sama bang Akhtar dan yang satu lagi nanti buat ayah dan ibu."


Saat ini Sala sudah menginjak kelas satu SMA,jadi dia masih sedikit bermanja jika dekat dengan seseorang apa lagi kepada ayahnya,namun sampai saat kini Salsa belum berani bercerita tentang apapun yang ingin dia ceritakan kepada ayahnya.


Renata kini sedang berpikir,dia ingin mulai memakai hijab namun Renata masih memikir mikirkannya.Renata tidak tahu harus memulainya kapan,yang jelas dia ingin di pakaikan oleh ibunya.


" Kak,nanti Salsa mau main ke restoran sama kafe milik kakak ya.Siapa tahu aja,Salsa pernah pergi kesana."


" Iya,ayo.Sambil nanti kita cobain hidangan di restoran sama kopi di kafenya ya."


" Asyiik,pasti masakannya enak kak,karena yang membuat resepnya adalah kakak Renata."


Dan setelah menempuh perjalanan selama empat jam kurang,mereka pun akgirnya sampai di depan rumah Renata.


" Ini rumah kamu,nak?."


" Iya,bu."


" Mari kita masuk,biar Romeo aja yang bawa barang barangnya ke dalam."


" Romeo?,siapa dia?."


Kemudian Renata manggil Romeo dan memperkenalkannya kepada orang tuanya.

__ADS_1


" Romeo,kenalin ini orang tua saya dan ini adik saya."


Kemudian Romeo menyalami kedua tangan orang tua Renata.


" Ayah,ibu dia adalah supir pribadi Rena."


" Emm,Rom tolong bawain barang barangnya ke dalam ya."


" Iya kak."


Kemudian Renata bersama keluarga pergi masuk ke dalam tumah Renata.Mereka sangat kagum kepada Renata yang sudah mampu membeli rumah sebesar itu,pada saat berada di ruang tengah,disana ada beberapa foto Renata yang sedang berdua bersama Lucy.


Dan itu membuat ibu dan ayah tertarik untuk melihatnya.Disaat ibu melihat foto perayaan ulang tahun Renata saat itu ibu merasa bersalah kepada Renata,karena bukan ibulah yang membawa kue ulang tahun untuk Renata,melainkan disana terlihat seorang wanita yang hampir seumuran dengan ibu yang sedang memberikan kue ulang tahun kepada Rena.


" Ibu kenapa?."


Tanya Salsa yang melihat mata ibunya yang berkaca kaca.


" Enggak sayang,ibu gak apa apa."


Kemudian ibu lanjut melihat foto foto yang lainnya,ibu tersenyum lebar ketika melihat foto kelakuan konyol Renata bersama Lucy.


Ibu sangat suka melihat dan merasakan suasana di rumah Renata,disana udaranya sangat sejuk maupun di luar ataupun di dalam rumah.


" Kamu hebat sayang,kamu udah bisa usaha sendiri,bahkan kamu sampai bisa membeli rumah sebesar ini.Ayah bangga sama kamu."


Renata sangat terharu mendengar apa yang ayahnya barusan katakan dan Renata langsung memeluk ayahnya.


" Ini berkat do'a do'a dari ayah sama ibu,Rena gak akan bisa kayak gini tanpa adanya do'a dari kalian.Terimakasih ya,udah do'ain Rena sampai Rena bisa sesukses ini."


" Ayah sama ibu akan selalu mendo'akan kamu,supaya kamu bisa menjadi orang yang sukses di dunia dan akhirat."


Dan Renata sangat bersyukur karena sekarang ayah dan ibunya begitu menyayanginya,bahkan sekarang ayah dan ibunya tidak memarahinya,tidak membeda bedakannya lagi dan itulah yang Renata inginkan dari dulu.


Berarti benar,allah itu bukan tidak menjawab do'a dari seseorang melainkan mencari waktu yang pas untuk memberikannya.


Dan kita sebagai mahluknya,kita harus tahu bagaimana cara berterimakasih kepada yang telah memberikan ini semua,dengan cara mengucapkan alhamdulillah.


' Alhamdulillah ya allah,karena sekarang aku telah merasakan nikmat yang besar ini,yaitu kembali berkumpul dengan keluarga aku dengan tanpa ada yang mengganggu.'


Yang selalu mengganggunya yaitu kakak laknatnya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2