
Setelah selesai memasak sarapan untuk pagi ini,ibu ayah dan juga Salsa menunggu Renata turun untuk.Namun setalah lama menunggu,Renata tidak kunjung turun juga dan mereka pun sarapan terlebih dahulu dan menyisakannya untuk Renata.Di tengah makan,ayah bertanya kepada pembantu yang ada di rumah Renata,siapa tau aja dia melihat Renata pulang ke rumah saat malam." Bi,apa semalam bibi lihat Renata pulang kesini?."." Maaf pak,bibi kurang tau.Karena semalam bibi tidur lebih awal setelah semua pekerjaan selesai.".Setelah selesai makan,ayah pergi menuju kamar Renata.Beliau mencari seauatu di meja yang dekat dengan pintu kamar Renata.Ternyata ayah menemukan satu kunci di fas bunga,dan ternyata itu adalah kunci pintu kamar Renata.
" Lho,ini kunci pintu Renata.Kuncinya ada di luar,itu berarti di dalam tidaka ada siapa siapa.".Dengan cepat ayah menbuka pintu kamar Renata dan ternyata disaat pintunya terbuka,benar saja Renata tidak ada di kamarnya." Ternyata benar,Renata gak ada di kamarnya.Rena gak pulang dai semalaman,lalu kemana dia sekarang?.".Tanpa ayah sadari,ternyata disana sudah terdapat bunda sedari tadi." Jadi maksud ayah Renata hilang?,Renata gak pulang ke rumah?."." Bu,ibu tenang ya.Ayah pasti akan mencari Renata dan membawanya pulang.Karena merasa terganggu oleh percakapan ayah dan ibu,Akhtar pun keluar dari kamarnya.Ya,Akhtar baru saja tiba di rumah,setelah ia menghabiskan waktu tiga hari di luar kota.
" Ada apa kak?,kok kelihatan khawatir gitu?."." Tar,kita harus cari Renata.Dia menghilang sejak setelah acara ulang tahun Salsa."." Apa!,Rena hilang?.Kemana dia?.".Ayah memberikan isyarat kepada Akhtar untuk tidak berbicara dengan sangat keras,karena ayah tidak ingin sampai Salsa tahu." Tar,jangan keras keras.Aku tidak ingin kalau Salsa sampai tahu masalah ini.".' Ren,kamu kemana?.Kok gak pulang lagi?.Apa jangan jangan,Rena di culik sama orang yang sama waktu itu,enggak aku gak boleh biarin hal ini terjadi lagi sama dia,aku harus dengan cepat cari dia.'." Kak,kita harus segera cari Renata.".Akhtar pergi menuju kamarnya dan memakai jaketnya." Bu,ayah pergi dulu ya.Bantu do'a supaya Rena cepat ketemu dan cepat kembali pulang.".Sepeeti biasa,sebelum berangkat kemanapun ayah selalu mengecup kening sang istri.
" Bu,ayah sama abang mau pergi kemana?."." Emmm itu sayang,ayah sama abang ada urusan penting katanya.".Salsa melihat ibunya yang sedang menutup pintu kamar Renata dengan perlahan." Eh,kamar kak Rena udah kebuka.Berarti kak Rena udah bangun kan bu?,Salsa mau ketemu sama kakak.".Salsa berniat untuk membuka kamar Renata dan ibu langsung menahannya." Salsa,kak Rena harus istirahat sayang.Nanti aja ya ketemunya."." Kak Rena sakit lagi ya,bu?.Padahal Salsa.mau banget ketemu sama kakak."." Mending sekarang kita pergi ke bawah lagi aja yuk.".Kemudian ibu pergi sambil merangkul pundak Salsa dengan pandangan yang masih memangdangi pintu kamar Renata.
Sedangkan di tempat lain,terlihat Renata yang sesang di kejar kejar oleh tiga orang preman.Saat ini,dia sedang bersembunyi di balik pohon yang lumayan besar,sambil mengatur nafasnya Renata bingung dia harus bersembunyi dimana lagi ketika para preman preman itu datang kembali." Cari dia,jangan sampai kita kehilangan jejak dia.".Renata sangat terkejut mendengar suara preman preman yang sangat dekat.' Ya allah,tolong bantu Rena.Rena gak tau harus sembunyi dimana lagi.'.
__ADS_1
" Heh,lo pasti di balik pohon itu kan?.Keluar lo,serahin diri sama kita.".Renata pun mulai berlari lagi dengan sekuat tenaganya,dia tidak ingin terkangkap oleh preman preman itu,karena dia merasa kalau mereka akan melakukan hal yang tidak di inginkan kepada dirinya.
" Woi!,berhenti gak lo hah.".Renata sama sekali tidak mendengarkan apa kata orang orang itu,dia terus berlari tak perduli dengan apa yang akan terjadi.Pada saat sedang berlari,akhirnya Renata keseleo dan terjatuh.
" Awhh,,sakit banget.Aaaa!!!.".Renata terlihat meremas celananya." Ayo dong,jangan sakit aku harus bisa lari dari mereka,aku gak mau ketangkap sama mereka.".Renata pun kembali berdiri dan memaksakan diri untuk berlari demi menghindari preman preman brengsek itu." Anak ini,bener bener ya.".Preman itu sangat kesal kepada Renata yang tidak kenal menyerah.Namun di karenakan kekuatan untuk berlarinya melemah,Renata pun berhasil di tangkap oleh mereka.
Karena telah di buat kesal oleh Renata,akhirnya seekor preman yang kepemimpinan itu mengeluarkan senjata apinya dari dalam jaket yang ia gunakan.Dia menembakan ke arah kaki kanan Renata yang sempat keseleo tadi.
" Dor!!!.".Satu peluru berhasil mengenai kaki Renata,Renata pun jatuh tersungkur ke tanah.
__ADS_1
" Aaa,,,sakit.".Renata mencakar cakar tanah,karena sakit di kakinya begitu dahsyat.' Enggak,aku gak boleh nyerah gitu aja.Aku harus berjuang,demi pulang ke rumah.'.Renata kembali menguatkan dirinya dan mulai berjalan sedikit demi sedikit,karena sekarang kaki kanannya sudah mati rasa dia sudah tidak bisa menggunakannya lagi,hanya kaki kirilah yang bisa melangkah walaupun sedikit demi sedikit.
" Percuma,lo lari dari kita!.Tetap aja lo akan tertangkap,udah mending sekarang lo nyerah aja,serahin diri lo sama kita.".Kemudian Renata pun menghentikan langkahnya dan diam,dia menundukan kepalanya dan menjatuhkan tubuhnya yang sudah lemah menahan rasa sakit di kakinya." Oke,aku nyerah.Sekarang kalian boleh bawa aku.".Renata mulai meneteskan air matanya,dia terpaksa melakukannya karena percuma saja Renata lari tapi akhirnya akan tertangkap oleh mereka." Nah,gitu dong.Dari tadi,jadikan kita gak perlu cape cape ngejar lo terus."." Tangkap,dia.".Preman preman itu mulai melangkah mendekati Renata dan akan membawanya.
' Ayah,ibu.Maafin Rena ya,Rena gak bisa pulang ke rumah.'.Namun disaat preman itu sudah sangat dekat dengan Renata,tiba tiba seseorang datang yang mana,seseorang itu mampu menghentikan langkah dari preman preman yang berniat jahat.Ya,siapa lagi kalau bukan Artur pastinya.Artur pun menghajar semua preman preman itu sampai mereka pergi karena ketakutan.Kemudian Artur menghampiri Renata,dan Artur sangat terkejut melihat luka tembakan di kaki kanan Renata." Kamu gak papa kan?,ya ampun ini?.Kita langsung ke rumah sakit ya,bentar kita harus balut dulu luka kamu ini.".Kemudian,Artur melepas dasinya dan membalut kaki Renata,Artur melakukan itu untuk menghindari pendarahan yang cukup banyak pada Renata " Sini biar aku bantu berdiri.".Tapi Artur berpikir lagi,sepertinya Renata tidak mungkin bisa berdi,kemudian Artur langsung membopong tubuh Renata,yang mana hal itu membuat Renata terkejut,benar benar terkejut.
" Kak,tolong turunin aku.Ini gak boleh.".Ucapnya sambil menahan rasa sakit." Kaki kamu lagi luka,aku tau kok kamu gak mampu berjalankan,udah sekarang diem dan turutin apa kata aku.".Artur mulai melangkahkan kakinya menuju mobil,sedangkan Renata ia hanya memandangi wajah Artur dari dekat,sebelumnya Renata belum pernah di gendong seperti ini oleh pria lain selain ayah dan abangnya.Karena merasa di perhatikan,Artur pun menoleh ke arah Renata yang sedang memandangi wajahnya dan seketika itu,mereka saling beradu pandangan satu sama lain.Saat sadar,Renata pun langsung memalingkan wajahnya.
Bersambung.
__ADS_1