Kesuksesan Anak Ke 2

Kesuksesan Anak Ke 2
61.Wanita bertopeng.


__ADS_3

-Yang menjadi pertanyaannya dimana dan apa kesalahannya.


Ketiga wanita bertopeng itu membawa Renata ke suatu tempat yang sangat sepi dari orang orang juga penduduk,saat sampai disana mereka langsung melemparkan Renata ke lantai.Saat itu yang bisa Renata lakukan hanyalah meringkuk,karena dia sudah tidak kuat lagi menahan perutnya yang sangat sakit.


Tidak lama dari situ datanglah seorang wanita yang memakai kemeja kotak kotak,dia juga sama mengenakan topeng.


" Angkat dan tahan dia."


Mereka pun mengangkat tubuh Renata dan menahan kedua tangannya.Lalu wanita itu mendekati Renata dan mengangkat kepala Renata yang menunduk,lalu dia kembali melepaskannya.


Buk!!!.


Satu pukulan berhasil mengenai perut Renata,lagi lagi Renata harus merasakan sakit tersebut,Renata hanya bisa memejamkan matanya serta meneteskan air mata.


Tidak sampai disitu saja,wanita itu memukul beberapa kali perut Renata,setelah itu dia berpindah meninju pipi kanan dan kiri Renata,sampai Renata terlihat babak belur.Renata sudah pasrah dengan keadaannya yang seperti ini,dia sama sekali tidak bisa sedikit pun untuk melawan.


Darah dari pelipis bibir Renata mulai keluar,di sebabkan oleh beberapan tinjuan dari wanita tersebut.Renata pun membuka matanya sedikit demi sedikit,dia melihat wanita itu senyum menyeringai.


' Senyuman itu,kenapa senyuman itu sangat tidak asing.'


Renata kembali menumpulkan semua tenaganya,dia pun melakukan apa yang tadi dia lakukan kepada orang yang terus meninju perutnya.Renata menendang perut dari wanita tersebut,tendangan Renata lumayan keras sehingga wanita itu terpental dan jatuh ke lantai.


Wanita itu menahan rasa sakit yang dia rasakan,dan kemudian dia bangkit lalu menampar pipi sebelah kanan Renata.


" Lepaskan dia,tapi jangan sapai terjatuh."


Anak buahnya pun menuruti apa perkataannya dan mereka pun hanya memegangi tangan Renata dari jauh,lalu wanita itu berlari dan menendang perut Renata sampai Renata terpental ke tembok lalu tubuhnya pun tumbang.


Wanita yang tadi menendang perutnya pun mendekati Renata,dia tertawa disaat melihat wajah malang Renata sudah babak belur.


" Heh,apakah dia tidak sadarkan diri?."


Tanya wanita tersebut kepada rekan rekannya.


" Iya,sepertinya dia sudah tidak sadar."

__ADS_1


Lalu salah satu dari mereka menarik bahu wanita yang menendang perut Renata tadi.


" Lo tega ya Dri,lo tega lukain adik lo sendiri kayak gini!!."


Suara wanita tersebut agak meninggi ketika dia berbicara kepada Indri.


" Hei,terserah guelah mau lakuin apapun sama adik gue.Kalau lo gak tega,ngapain lo ikutin gue,ngapain!!."


" Indri,Liora udah.Kenapa kalian jadi kayak gini si."


' Apa!!!,jadi wanita bertopeng itu adalah komplotannya kak Indri?.'


Sebenarnya Renata tidak pingsan,hanya saja dia lemas tidak memiliki tenaga,dan dia pura pura pingsan agar tahu apa saja yang mereka bicarakan.


" Liora,kita harus bantu Indri untuk balas dendam sama adiknya.Lo gimana si,gak solid banget."


" Eh,kalian punya adik kan di rumah.Coba kalian bayangin adik kalian di siksa kayak gini,kalian nerima gak?."


" Jangan sok jadi jagoan deh,udah sekarang ikutin aja apa yang kita bilang."


Bahkan sekarang Indri menjadi sang pemabuk,pencuri,dan suka pergi ke club malam.Entah apa yang akan orang tuanya katakan ketika tahu kalau Indri menjadi orang seperti sekarang.Kini jiwa ke ustadzahannya sudah menghilang dari dirinya,dan mungkin Indri tidak akan kembali kepada Indri yang dulu.


" Sekarang kita mau apain dia,Dri?."


" Ya jelas siksa dialah,itu yang gue mau dari dulu,yaitu melihat dia menderita,gue gak bisa lihat dia bahagia.Pokoknya mulai besok,kita akan menyiksanya satu hari satu malam.Udah gitu,gue mau kembaliin dia sama abangnya."


Dari dulu Indri memang tidak memiliki rasa kasihan kepada Renata,dia selalu ingin melihat Renata menderita,menderita dan menderita,dan besok Indri akan memulai permainannya bersama teman temannya.


Uhuk! uhuk!.


Renata pun batuk,dan itu terdengar oleh wanita wanita bertopeng itu.Indri kembali menghampiri Renata,dia menarik kerah baju Renata sampai sengetah dari tubuh Renata terangkat.


" Hai Renata,apa kabar?.Aku sangat rindu padamu adik ku,maksudnya aku sangat rindu untuk menyakitimu."


Indri pun melemparkan Renata sampai dahi Renata terbentur ke lemari yang ada disana,Renata begitu merasakan sakit yang luar biasa di kepalanya dan akhirnya pun darah menetes dari dahinya yang terluka cukup dalam.

__ADS_1


" Hahaha,,,lihat dia begitu sangat malang.Uuuu,,,gadis kecilku."


Gelak tawa pun keluar dari ketiga wanita tersebut,namun berbeda dengan Liora dia begitu sangat tidak tega melihat Renata yang terus di siksa oleh kakak kandungnya sendiri.


" Dengar Renata,gue gak akan biarin lo bahagia.Gue gak akan lepasin lo,tenang aja malam ini gue gak akan bunuh lo,gue cuman mau main main aja sama lo."


***


Akhtar terbangun di pukul 01.46 saat dia ketiduran disaat menunggu kepulangan Renata.


" Ya allah,Renata pasti udah pulang.Coba deh,aku cek ke kamarnya."


Akhtar pun berjalan menuju kamar Renata dan membuka pintunya.Akhtar tidak melihat siapa pun di dalam kamar Renata,tidak sampai disitu Akhtar mencari Renata ke dalam kamar mandi pun tidak ada.


Dia pun mengambil foto Renata yang terpajang di meja belajarnya,dia mengusap wajah Renata yang sedang tersenyum manis.


" Kamu kemana Ren?,kemana?.Kenapa kamu gak pulang?,abang disini khawatir lho sama kamu.Kamu dimana?,kamu cepat pulang ya nanti abang bikinin kamu nasi goreng kesukaan kamu."


Tanpa Akhtar sadari,air matanya pun mulai meluncur tanpa permisi.Akhtar benar benar khawatir saat ini,karena Renata tidak kunjung pulang.


" Abang rindu sama kamu,Ren."


Akhtar pun memeluk foto tersebut dan menangis di kamar Renata.Tidak lama dari situ,Lucy kembali menghubungi Akhtar dia penasaran dengan kabar Renata apakah sahabatnya sudah pulang ataukah belum.


" Lucy,Rena gak ada pulang Luc.Rena gak pulang."


Hati Lucy bagaikan di sambar petir ketika mendengar apa yang Akhtar katakan tentang kabar Renata.


" Bang,abang jangan bercanda.Gak lucu tahu,Renata udah pulang kan?,dia udah balik kan ke rumah?.Bang,jawab!!!."


Dari sebrang telepon sana hanya terdengar isak tangis Akhtar.


' Gak mungkin,ini gak mungkin.Renata kamu diaman si?,kamu jangan bikin aku khawatir.Kamu kenapa gak pulang ke rumah?,kamu kemana?.'


Lucy juga ikut menangis dan memutuskan sambungan teleponnya.Lucy memeluk guling guling yang ada di sampingnya,waktu terasa begitu lama,dia sangat ingin pergi ke rumah Renata dan mencarinya bersama Akhtar.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2