Kesuksesan Anak Ke 2

Kesuksesan Anak Ke 2
65.Tidak terima.


__ADS_3

-Setelah hancurnya tubuh seseorang pasti bisa di obati namun berbeda dengan hancurnya hati yang hanya bisa di obati dengan hati lagi.


Pagi ini Lucy pergi ke rumah Renata dan bertemu dengan Akhtar,Akhtar sudah mendapatkan mobil pinjamannya.


" Lucy dengar,kamu bisa bawa mobilkan.Kita sekarang akan berangkat kesana,kamu yang menyetir karena aku yakin sebelum kita sampai di lokasi pasti orang itu memasang mata mata,dan mereka akan percaya ketika kamu keluar dari pintu depan bagian supir."


" Oke bang,siap."


" Dan nanti aku sembunyi di dalam mobil sama Romeo,kalau begitu ayo kita berangkat."


" Bismillah."


Ucap mereka bertiga sebelum betangkat dan sekarang mereka akan menuju lokasi yang kemarin mereka telusuri.


***


Hari ini adalah hari penyerahan Renata kepada sahabatnya,namun tidak semudah itu,Indri berencana untuk kembali melukai Renata,dia sangat ingin menghamburkan darah Renata oleh tangannya sendiri.


" Juli,apa pisau yang kemarin masih ada disini?."


Juli menganggukkan kepalanya.


" Ada,ini."


Juli melemparkannya kepada Indri,dan Indri langsung menangkapnya.


' Apa lagi yang akan mereka lakukan kepada ku,aku sudah cukup menahan rasa sakit semua ini dan aku tidak sanggup jika harus di sakiti lagi.'


Renata hanya bisa mendengar apa yang mereka ucapkan,dia pun mendengar suara langkah kaki Indri yang mulai mendekatinya.


" Hai anak sial,hari ini kamu akan ku berikan kepada sahabatmu juga abangmu.Namun sebelum itu aku ingin bermain main dulu denganmu memakai pisau ini,boleh kan?."


Renata menggelengkan kepalanya dengan pelan,dia tidak ingin Indri kembali melukainya dengan pisau tersebut.


" Ayolah,temani aku bermain,ya.Tidak lama kok hanya sebentar."


" Aku gak mau kak,aku gak mau.Jangan lakukan itu kepada ku,aku mohon."


Indri hanya tersenyum sinis kepada Renata,dia gemas ingin segera melukainya kembali.


" Oke,aku tidak akan melakukannya.Tapi ini yang akan aku lakukan."


Indri membantingkan kepala Renata ke ujung lemari yang tumpul,sehingga kembali membuat kening Renata terluka.


Renata merasakan sakit yang begitu hebat di kepalanya,dia merasa bahwa kepalanya akan segera pecah.Karena bantingan yang Indri lakukan begitu sangat keras,sehingga darah pun muncrat dari kening Renata yang mengenai ujung lemari.


" Itu kan yang kamu mau,untung pelan gak terlalu kencang."


Indri pun mengelus elus pisau di hadapan Renata,Renata takut kalau Indri akan menusuk dadanya dan jika Indri menusuk dadanya,maka Renata akan meninggal.


Sebelum itu,Indri meninju pelipis bibir Renata,dan bibir Renata pun kembali mengeluarkan darah.

__ADS_1


Tidak berpikiran panjang,Indri berniat menusuk dada Renata.


" Jangan kak,jangan lakukan ini."


Suara Renata lebih pelan dari suara kemarin,dirinya benar benrar begitu lemah,dia sudah banyak kehilangan darah dan juga tenaga.


Saat Indri mengangkat pisau di atas dadanya,Renata mengumpulkan semua kekuatannya untuk menepis tangan Indri.Saat Indri menurunkan pisaunya,Renata pun berhasil menepisnya namun pisau itu malah mengenai perutnya,sampai sampai saat itu Renata memuntahkan darah.


" Ahahahaaa,akhirnya berakhir juga.Kamu yang tenang ya,aku akan segera menyerahkan mu kepada abangmu itu."


Dan setelah berhasil menusuk perut Renata,Indri tidak mencabut pisaunya dia membiarkan pisau itu menancab di perut Renata,dan dia pun pergi untuk menemui Lucy yang sudah tiba di tempatnya.


Sebelum itu Indri mengatakan sesuatu kepada anak buahnya.


" Jangan ada yang berani mencabut pisau itu,jika nanti gue telepin kalian,kalian harus bawa Renata kesana,kalian jangan lupa pakai topeng kalian.Ngerti!."


Mereka bertiga pun mengangguk.


***


Kini Lucy sudah bertemu dengan Indri,hanya saja dia tidak bisa melihat wajah wanita tersebut karena dia memakai topengnya.


" Dimana Renata?."


Tanya Lucy dengan tegas kepada Indri.


" Uuu,,,tenang tenang.Renata ada,tapi apa lo benar benar sendiri kesini?,ataukah bersama komplotan polisi?."


" Saya datang kesini seorang diri,sesuai permintaan mu."


" Jangan banyak bicara,sekarang mana Renata,berikan dia padaku."


Indri hanya tersenyum menyeringai disaat Lucy meminta Renata.


" Ehh,jangan mendekat.Jangan beraninya mendekatiku,jika kau masih ingin melihat Renata hidup."


Ucap Indri disaat melihat Lucy berjalan ke arahnya,dan Lucy pun menghentikan langkahnya.


" kalau begitu mana Renata,saya keaini untuk menjemputnya."


" Oke,aku akan membawakannya untuk mu."


Indri pun menelepon Yuri untuk segera membawa Renata kesana.


" Bawa dia kesini,sekarang juga."


Singkat Indri kepada mereka.


" Yap,bentar lagi mereka akan membawa Renata kesini."


Lucy memandang wanita bertopeng yang ada di hadapannya dengan tatapan tajamnya,dia sangat jijik melihat wanita yang memakai celana robek robek itu serta memakai tindik di bawah bibirnya.

__ADS_1


Tidak lama dari situ pandangan Lucy teralihkan oleh dua orang wanita yang memakai topeng juga membawa Renata bersamanya.


" Renata,ya ampun."


Lucy benar benar sangat terkejut melihat kondisi Renata yang seperti itu,Lucy menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


Darah yang mengalir dari dahi sampai ke dagu yang membuat kemejanya terpenuhi oleh darah,serta muka yang memar memar,juga pelipis yang mengeluarkan darah dan juga pisau yang menancap di perutnya membuat Lucy semakin khawatir kepada Renata.


Dua wanita bertopeng itu menahan tangan Renata di pundak serta punduk mereka.Karena sudah tidak tega melihat Renata yang seperti itu,Lucy pun berniat untuk mendekatinya namun Indri menghentikan langkahnya kembali.


" Jangan mencoba mendekati dia,sebelum lo janji kalau lo gak akan laporin gue sama temen temen gue ke polisi.Kalau lo sampai laporin gue ke polisi,taruhannya nyawa Renata."


" Saya janji gak akan laporin kalian ke polisi,tapi mohon lepaskan dia."


" Berikan dia kepadanya."


Juli dan Yuri pun melemparkan Renata ke tanah,untung saja saat Renata terjatuh posisinya meminggir jadi pisau yang menancap di perutnya tidak semakin menancap ke perutnya.


Lucy pun langsung menghampiri Renata,dan menolongnya.


" Ingat satu kali lagi,jangan pernah lo laporin kita sama polisi."


Setelah itu mereka pun pergi dari saba.


" Renata,Renata bangun.Kenapa kamu bisa sampai kayak gini."


Lucy sudah tidak bisa membendung air matanya,disaat meletakkan kepala Renata ke pangkuannya.


" Lucy,Lucy."


" Iya kenapa?,ada apa?."


" Tolong cabut pisau yang ada di perut aku,ini rasanya sangat sakit.Tolong cabut."


Karena tidak bisa melakukannya,Lucy pun menelepon Akhtar untuk segera menemuinya.


" Bang,bang Renata."


" Apa yang terjadi sama Renata?."


" Abang cepat datang kesini,kasihan Renata bang."


Akhtar pun segera pergi ke tempat Lucy berada bersama Romeo.


" Ya ampun,Renata kenapa kamu bisa sapai kayak gini?.Pasti kamu sangat menderita."


" Bang,cepat tolong cabut pisau itu dari perit Renata."


" Astaghfirullahal'adzim,kenapa ada pisau menancap di perutnya."


Dengan pelan Akhtar pun mencabut pisau dari perut Renata,dan saat pisaunya di cabut darah pun keluar dengan sangat banyak.

__ADS_1


Dengan cepat Akhtar pun membopong tubuh Renata dan membawanya ke dalam mobil,mereka akan membawa Renata ke rumah sakit.


Bersambung.


__ADS_2