Kesuksesan Anak Ke 2

Kesuksesan Anak Ke 2
11.Cape.


__ADS_3

_Jangan protes ketika ujian menghampirimu,tapi jalanilah dan nikmatilah prosesnya.


Renata masih terduduk di lantai,dia memejamkan matanya dan mengangkat kepalanya ke atas,dia berusaha menerima apa yang sedang terjadi kepada dirinya.Dia mulai mengontrol pikiran dan hatinya,emosi dan sakit hati menjadi satu,sehingga membuat Renata prustasi.


' Kenapa?,kenapa!!!.Kenapa harus aku yang merasakannya lagi?,kenapa harus aku yang menderita?,kapan aku akan merasakan kebahagiaan bersama mereka?,apa alasan di balik semua ini?.Aaaaaaa!!!,,,mungkin jalan hidupku sudah seperti ini dan aku cukup untuk menerimanya.'


Renata pun menundukkan kepalanya,dan mulai membanjiri pipinya dengan air mata yang keluar dari matanya.


Setelah puas menangis disana,Renata pun bangkit dari duduknya,kepalanya sedikit terasa pusing sehingga sebelum berjalan Renata berdiam.Renata mulai berjalan menuju kamarnya sambil menarik tali tas yang ada di lantai.


Saat sampai di kamarnya,Renata membantingkan pintu dengan sangat keras.Dia benci dengan keadaan seperti ini,apa lagi dia yang harus menerimanya.Renata berlari dan duduk di lantai di dekat ranjangnya,Renata meremas selimbut yang terlentang di atas kasurnya sambil menangis.


' Aku menyerah saja,aku ingin menyerah dan tidak ingin merasakan hidupku yang seperti ini.Ya allah,cabut saja nyawaku sekarang,aku sudah tidak kuat lagi,aku cape ya allah jika harus merasakan kehidupan yang begitu pahit ini.'


" Aaaaaa!!!."


Renata menjerit dengan sangat ketas di dalam kamarnya,sehingga tetangga yang dekat dengan rumahnya mendengar jeritan Renata.


" Lho,itu siapa yang menjerit?."


Tanya bu Wida kepada suami dan putrinya.


" Gak tahu ma,tapi papa denger dari arah rumahnya pak ustadz Irfan."


" Tapi kan pa,mereka lagi nggak ada.Barusan mereka pamit sama mama,kalau mereka mau pergi ke luar kota,mereka mau liburan."


Saat mereka sedang berpikir,tiba tiba suara jeritan itu terdengar kembali.


" Mungkin,ada yang nggak ikut pa,ayo kita periksa."


Dengan sedikit berlari,bu Wida dan pak Ian pergi menuju rumah yang ada di sampingnya.Mereka langsung masuk ke dalam rumah yang tidak terkunci.


" Pintunya gak di kunci ma,siapa ya yangbada di rumah ini."


Saat di dalam rumah,bu Wida dan pak Ian mendengar ada seseorang yang menangis dari arah dapur.


Mereka berdua pergi ke arah dapur,saat mereka tiba disana,mereka terkejut saat melihat Renata yang sedang memegang pisau dan terdapat luka di bagian tangan yang mana disitu terdapat urat nadi.


Prang!!!.

__ADS_1


Pak Ian,menepis pisau yang ada di tangan Rena.


" Ya allah,Rena apa yang kamu lakukan nak?,kamu gak boleh lakuin hal seperti itu,itu gak baik dosa lho."


Renata kembali terduduk di lantai,dan bu Wida memeluk tibuhnya dari samping.


Renata mengangkat tangannya yang terluka,dia memperhatikan darah yang keluar dari lukanya.


" Haha,,,luka ini tidak sebetapa sakit dengan luka yang ada di dalam hati ku.Sudah bu,lepaskan aku biarkan aku melakukannya.Aku ingin hidup dengan lebih te-."


Ucapan Renata langsung di potong oleh pak Ian.


" Istighfar nak,istighfar.Kamu gak boleh lakuin hal seperti itu,hidup kamu malah semakin tambah hancur jika kamu melakukannya.Sekarang kamu ingin melakukannya,tapi nanti di alam sana kamu akan menyesal."


" Tapi aku cape dengan hidup ini,aku cape om,aku udah gak sanggup jalaninnya."


Bu Wida pun akhirnya mengangkat bicara.


" Nak,dunia itu memang tempatnya cape.Apapun yang kamu rasakan,harus kamu bisa menerimanya.Jika kamu ingin merasa tenang,bahagia tanpa merasakan rasa cape ,itu ada tempatnya yaitu akhirat."


" Iya bu,aku ingin merasakan itu.Tapi kenapa kalian mencegahku?,kenapa kalian menghalangiku?,untuk melakukannya."


" Karena kita tahu,kalau itu bukan jalan yang bagus untuk menggapainya.Kita peduli sama kamu,nak.Kita gak mau kalau nanti kamu menyesal."


" Dan bukankah kamu mempunyai impian?,memangnya kamu mau pergi tanpa mendapatkan impian yang kamu impi impikan selama ini?.Bukannya kamu mau sukses?,kalau begitu yakin kamu mau pergi?."


Renata hanya dia di saat bu Wida menasehatinya.


" Yaudah,sekarang kamu tidur aja ya.Biar ibu anterin kamu ke kamar."


" Gak papa bu,aku bisa ke kamar sendiri.Kalau ibu sama om mau pulang,gak papa pulang aja."


" Tapi,kamu jangan lakuin hal yang kayak tadi lagi ya.Yasudah,om sama ibu pulang dulu.Tapi sebelum itu,kamu kunci pintu,karena tadi pas om masuk pintunya gak di kunci,tapi ada untungnya juga gak di kunci.Coba aja kalau di kunci mungkin sekarang kamu udah terluka parah."


Setelah itu,bu Wida dan pak Ian pergi dari rumah itu dan meninggalkan Renata yang masih terduduk di lantai dapur.


' Itulah yang aku inginkan dari ayah dan ibu,menguatkanku disaat aku terluka dan membangkitkanku disaat aku terjatuh.Tapi kenapa yang melakukannya tetanggaku kenapa bukan ayah dan ibu?.'


Renata berdiri dan berjalan pelan menuju pintu utama,dia mengunci pintunya lalu dia kembali berjalan dan berhenti di dekat kursi ruang depan,lalu Renata merebahkan tubuhnya di lantai.

__ADS_1


Renata merasa,dia sudah tidak sanggup lagi berjalan menuju kamarnya,dan akhirnya Renata tergeletak di ruangan depan tanpa menggunakan alas untuk tidurnya dan juga selimbut yang menutupi tubuhnya.


Malam ini adalah malam yang begitu menyakitkan bagi Renata,karena dia belum pernah sakit hati sampai mau mengakhiri hidupnya sendiri.


Saat merebahkan tubuhnya,Renata langsung memejamkan matanya.Karena matanya itu terasa perih karena dia sudah lama menangis,dan juga mata Renata mulai sembab.


" Untung saja kita langsung memeriksanya pa,jika tidak mungkin Rena saat ini sudah tiada."


Ucap bu Wida disaat sampai di rumahnya.


" Iya ma,tapi kenapa Renata gak ikut ya ma?,sedangkan yang lainnya pergi liburan,sepertinya hanya dia aja yang ada di rumah itu."


" Pa,papa gak tahu ya.Selama ini hidup Rena bagaimana,sikap keluarganya pada Rena bagaimana dan kehidupan sehari hari Rena bagaimana."


" Memangnya,dia kenapa ma?."


Pak Ian tidak tahu,karena pak Ian selalu di sibukkan oleh pekerjaannya,jadi dia tidak terlalu memerhatikan kehidupan tetangganya.


" Pa,Rena itu menurut mama sosok anak yang kuat.Soalnya,kehidupannya selalu di uji tapi dia masih bisa tersenyum kepada kita meskipun kehidupannya tak seindah yang kita lihat.Asal papa tahu,keluarganya itu menurut mama mereka itu benci sama Rena pa,terkadang mama juga gak tega kalau dia mulai di bedakan dengan kakaknya atau dia tidak di pedulikan oleh orang tuanya,dan ketika dia di marahi oleh kakaknya.Tapi anehnya Rena hanya diam aja,dia gak pernah ngelawan sama orang tuanya,mau orang tuanya bicara ini bicara itu dia tetap diam,Mama salut sama Rena,Rena kuat pa,karena mental Rena sudah di latih dari sejak dia kecil.Pa,mama pernah lihat Rena melawan sama orang tuanya,mama tahu kenapa sekarang dia tidak melawan kepada orang tuanya."


" Kenapa,ma?."


" Karena ucapannya yang selalu tidak di dengar dan di percayai oleh orang tuanya,dan akhirnya mungkin Rena memilih untuk diam."


" Iya ma,kita do'ain aja semoga Rena bisa bersabar dan bisa menghadapi hidupnya yang terdengar begitu perih."


Itulah percakapan yang mereka bahas,setelah pulang dari rumah yang ada di samping rumahnyaya.


***Ketika ucapan sudah tidak di dengar,maka yang harus di lakukan adalah diam.


_Renata.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung***.


__ADS_2