Kesuksesan Anak Ke 2

Kesuksesan Anak Ke 2
14,Dua orang wanita.


__ADS_3

-Aku sangat ingin untuk kembali,namun aku masih belum siap untuk tersakiti kembali.


" Kak,kakak diaman si?.Kakak baik baik aja kan di luar sana,kenapa aku sangat mengkhawatirkan kakak.Biasanya kalau kakak pergi aku tidak pernah secemas ini."


Salsa mengambil hpnya yang ada di atas kasur,dia membukanya dan mencari fotonya bersama Renata.


" Kak,apa yang kakak katakan itu benar?.Kalau kakak itu,di suruh jagain rumah sama kak Indri dan juga ibu.Kakak juga kenapa suka pergi dari rumah,selama kakak gak di rumah kakak kemana?,kakak tinggal dimana?,dan juga kakak tidur dimana?.Aku juga belum pernah melihat kakak makan di rumah,apa kakak udah punya rumah sendiri?."


Salsa seakan akan mengobrol dengan Renata,kasih sayang Renata jauh berbeda dengan kasih sayang Indri kepadanya,terkadang Salsa juga merasa malas kalau berdekatan atau bersamaan bersama Indri,karena Indri sering memerintahnya dan juga terkadang Indri itu memarahinya.


" Kak,aku pengen kita kayak gini lagi.Aku pengen kita berfoto berdua,aku ingin di antar ke sekolah sama kakak dan aku ingin makan ice krim sama kakak lagi.Kapan kita akan melakukan hal itu lagi kak?,aku rindu kita yang dulu kak,dan aku tunggu ke pulangan kakak besok."


Salsa mematikan layar hpnya dan melemparnya kesebelah kanannya,lalu Salsa kembali menarik selimbutnya dia memaksakan matanya untuk segera tidur.


Saat sedang tidur,Salsa merasakan ada yang mengecup dahinya,tapi Salsa tidak menghiraukan dia hanya menganggap itu hanyalah sebuah mimpi.


" Selamat malam,cantik."


Kata kata itulah yang terdengar di telinga Salsa.


***


" Salsa,bangun udah subuh,shalat sana."


Teriak Indri kepada Salsa yang masih terlelap,


Salsa pun membuka matanya dan bangun.


" Kak Rena udah pulangkan,kak?."


Tanya Salsa saat bangun dari tidurnya.


" Bukannya shalat,malah nanyain anak itu."


Kemudian Indri menutup pintu kamar Salsa dengan sangat keras.


" Pelan pelan aja kali,tutup pintunya!.


Salsa begitu kesal melihat kelakuan kakaknya,sudah dia bangun tidur,kepalanya pusing dan sekarang kakaknya membuat ulah.


" Ngapain kamu marah marah di pagi hari?,kalau mau rusak pintunya ambil tu gergaji di gudang."


Indri hanya tersenyum malu kepada ayahnya,sambil nyengir.


" Hhee,,maafin yah.Habisnya Salsa tu,yang mulai duluan."


" Emang,dia lakuin apa sama kamu?."


" Itu yah,bangun bangun dia langsung nanyain Renata,bukannya langsung shalat gitu."


" Udah biarin aja,dia mungkin khawatir aja sama kakaknya yang belum pulang sampai sekarang.Entah kemana anak itu,biasanya kalau pagi pagi begini dia datang tapi sekarang gak ada."


' Ini lagi,ngapain ayah malah bahas bahas dia di depan aku.Dasar anak sialan.'

__ADS_1


Tadi ke adiknya,sekarang ke ayahnya,entah apa yang ada di pikiran Indri.


***


Di pukul 10.45,Renata sedang duduk di bawah pohon yang ada di dekat trotoar,dengan menyandarkan kepalanya ke pohon serta melipat kakinya kanannya dan melentangkan satu kaki kirinya.


Renata tidak peduli dengan pandangan pandangan orang yang berlalu lalang di trotoar,dia hanya melamun dan juga entah apa yang sedang ada di dalam pikirannya sekarang.


Renata pun sadar dari lamunannya itu.


" Ya ampun,kenapa aku malah melamun disini.Aku kan harus buka kios."


Dengan cepat Renata berdiri dan pergi dari sana,baru juga melangkahkan kakinya dua langkah,seketika itu ada yang memanggilnya.


" Mbak,tunggu mbak!."


Renata berbalik,dan melihat dua orang yang mungkin mereka seumuran dengan kakaknya Indri,dua orang itu berada di dekat mobil berwarna merah.


" Kakak manggil,aku?."


Renata bertanya kepada orang itu,siapa tahu saja dia hanya GR.


" Iya mbak,bisa mbak kesini."


Renata menghampiri orang tersebut.


" Ada apa,kak."


" Kita mau bicara sama kamu,tapi sepertinya kita harus nyari dulu tempat yang pas,ya."


Renata sedikit curiga kepada dua wanita yang ada di hadapannya sekarang.


" Untuk apa,aku ikut sama kalian berdua?.Kalian mau culik aku,ya?."


" B-bukan,bukan gitu.Kamu salah paham,tapi kita mau bicara baik baik sama kamu,nah makanya kita cari tempat yang pas."


Ucap satu temannya.


" Kenapa,gak disini aja?,disini juga banyak tempat,tu lihat banyak kan."


Dua orang itu saling bertatapan.


" Yaudah,kamu aja yang milih tempatnya.Kita mau ikutin kamu aja."


" Yasudah kak,kita pergi ke taman aja.Di dekat sini ada taman."


Karena sedikit curiga,Renata memilih tempat yang terdekat dari sana saja,dan dia tidak ingin menghabiskan waktunya dengan dua wanita tersebut.Karena dia tidak ingin kiosnya tidak buka hari ini.


" Disini aja,kak."


" Baiklah,kalau begitu kamu juga duduk."


Renata duduk di bangku yang mereka duduki juga.

__ADS_1


" Jadi,sebelumnya kita minta maaf karena mungkin udah ganggu waktu kamu.Tapi niat kita berdua baik kok,sebelum itu kalau boleh kita kenalan dulu ya.Perkenalkan nama saya Avril."


Avril mengulurkan tangannya kepada Renata,Renata sangat ragu untuk membalasnya,karena dia takut di hipnotis oleh mereka,sebelum membalasnya Renata mengucapkan bismillah dalam hatinya.


" Nama kamu,siapa?."


" Nama aku,Renata."


Lalu teman yang satunya juga mengulurkan tangannya kepada Renata.


" Kenalin,nama aku Nindi."


" Renata."


' Kelihatannya,mereka orang yang baik baik.Tapi apa ya,maksud mereka ngajak bicara sama aku ini.Ya allah,maafkanlah aku karena aku udah su'udzon sama mereka.'


" Jadi,tujuan kakak kakak ini apa,ya?."


" Jadi."


Saat Nindi akan menjawab pertanyaan Renata,tiba tiba saja hujan turun di disana.


" Ya,hujan.Ayo kita pergi ke mobil saja,Renata kamu ikut kita aja ya,kita gak akan apa apain kamu kok,tenang aja."


Tangan Renata di tarik oleh Avril,dan akhirnya dia ikut bersama mereka.


" Ayo cepat masuk."


Dengan cepat Renata membuka pintu mobil bagian belakang dan masuk ke dalamnya.


" Untung aja,tamannya gak jauh dari tempat mobil."


" Iya,Vril."


" Kak,bener ya.Kakak gak akan ngapa ngapain aku,soalnya aku takut kalian nyulik aku."


Tiba tiba saja,Nindi teryawa disaat mendengar apa yang Renata katakan


" Enggak Renata enggak,kita gak akan culik kamu.Tenang aja ya,kamu ini sangat lucu."


Sekarang mobil mereka sedang menuju kafe,yang mana kafe itu sudah menjadi langganan supir,Avril maksudnya.


' Ya allah,lindungilah aku ya allah.Semoga benar mereka gak bakalan ngapa ngapain aku,aamiin allahumma aamiin.'


Avril hanya menggelengkan kepala ketika melihat Renata yang sedang berdo'a lalu mengusapkan kedua tangannya ke wajahnya.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2