Kesuksesan Anak Ke 2

Kesuksesan Anak Ke 2
42.Ada apa dengan Lucy.


__ADS_3

-Kebiasaan seseorang itu adalah ketika tidak memberi kabar dan membuat kita sangat khawatir.


Saat Akhtar masuk ke dalam rumah Renata dia hanya menggelengkan kepalanya,ternya bukan hanya luarnya saja yang indah,tetapi dalam dari rumah Renata juga begitu indah.


Akhtar duduk di sofa yang sangat empuk di rumah Renata,tidak lama dari situ Renata datang dengan membawa minuman di tangannya.


" Kok kamu bawa minumannya sendiri?,apa gak ada pembantu?."


Renata meletakkan minumannya di meja dan menjawab pertanyaan dari Akhtar.


" Enggak ada,dan aku gak kepikiran buat cari pembantu.Karena menurut aku,jika diri sendiri masih mampu kenapa harus mengandalkan orang lain."


" Kamu itu memang hebat,kamu selalu kerja keras sendiri,dan kamu itu selalu mandiri Ren."


Renata hanya tersenyum kepada abangnya,dan mempersilahkannya untuk meminum minuman yang telah dia sediakan.


" Kalau begitu sekarang aku mau tunjukin kamar buat abang,ayo ikut."


Akhtar pun berdiri dan mengikuti Renata yang berjalan di depannya,mereka bedua menaiki tangga yang menuju lantai atas.


Mata Akhtar tidak berhenti melirik ke kanan dan ke kiri disaat menaiki tangga dan melihat ruangan atas.


' Ternyata rumah Renata begitu besar,sebesar harapannya ketika dia waktu kecil.'


Akhtar ingat disaat mereka waktu kecil,saat itu Akhtar bertanya kepada Renata tentang cita citanya,dan Renata memberitahukan kalau dia bercita cita memiliki rumah yang besar dan juga menjadi wanita yang sukses.


Mereka berdua sampai di salah satu kamar,Renata membuka pintu bercat putih tersebut dan masuk ke dalamnya.


" Ini kamar buat abang,sekarang abang bisa merapikan atau menyimpan barang milik abang dimana pun abang mau.Abang bebas mau lakuin apapun disini."


" Tapi kamar ini kegedean lho Ren,ini itu luasnya sama kayak kontrakan abang."


" Enggak kok,enggak terlalu besar.Kamar aku aja sama segede gini,apa abang mau tinggal di kamar aku?."


" Ya enggaklah,mana mungkin."


" Haha,,canda canda.Yaudah,selamat menikmati hidup abang di rumah ini,ya."


Akhtar mengelus elus kepala Renata yang ada di sampingnya,Renata memang tidak pernah berubah,dia selalu berbuat baik kepada semua orang,dan dia akan tetap menyayangi orang orang meskipun orang orang itu sangat membencinya.


Renata telah berhasil menjadi wanita yang sukses dengan memiliki banyak uang dan juga rumah yang mewah,Renata sering bersyukur kepada tuhan yang telah memberikan semua hartanya kepadanya.Setiap hari Renata selalu di beri rizqi,dan Renata tahu bagaimana dia berterimakasih kepada yang memberikannya,yaitu dengan mengucap hamdallah.

__ADS_1


" Barang barang abang sudah ada disini semua kan?,jika sudah ada,abang rapihkan aja sendiri ya,hehe,aku mau istirahat cape banget."


" Yaidah sana,istirahat kalau cape.Barang barang abang biar abang aja yang rapihkan sendiri."


" Oke,semangat abang.Kau pergi ke kamar dulu,ya."


Renata pun pergi dari kamar Akhtar,dan pergi menuju kamar miliknya.


Saat di kamarnya,Renata menyambar handuknya dan masuk ke dalam kamar mandi.Sebelum dia tidur,dia akan mandi terlebih dahulu,karena jika dia tidur tanpa mandi sebelumnya,tidurnya tidak akan nyenyak.


Renata keluar dari kamar mandi,dengan setelan baju tidurnya,Renata langsung melemparkan tubuhnya ke atas kasur yang sangat empuk.


' Ya allah,terimakasih sudah mempertemukan aku dengan abang aku.Sekarang aku jadi memiliki teman di rumah ini,semoga saja bang Akhtar betah berada di rumah ini,dan tidak pernah pergi lagi dari aku,aamiin.'


Perlahan lahan mata Renata pun mulai tertutup dan dia pun terlelap di dalam tidurnya.


Dua hari kemudian.


Renata menuruni anak tangga dengan begitu cepat,karena hari ini dia akan pergi ke kafenya.Kebetulan Renata sudah lama tidak pergi kesana,jadi mungkin hari ini adalah hari yang pas.


Renata pergi ke dapur dan meminum segelas air putih.


Tanya Akhtar yang sedang memasak sesuatu di dapurnya.


" Aku mau pergi ke kafe,abang mau ikut?."


" Mau ngapain ke kafe?,kalau mau minum kopi disini aja,nanti abang bikinin."


" Bukan ih,aku kesana mau cek ke uangannya,terus mengontrol situasi disana juga.Udah ah,aku mau pergi dulu,dah abang assalamu'alaikum."


Renata sedikit berlari menuju ke luar rumahnya,sedangkan Akhtar masih bertanya tanya di dalam pikirannya tentang apa yang Renata katakan barusan.


" Mau cek ke uangan?,kontrol situasi?.Emangnya dia punya kafe ya?,Mungkin juga si kalau Renata punya kafe,karena dia ya begitulah."


Akhtar pun melanjutkan aktivitasnya disana,setelah selesai memasak Akhtar berencana untuk mengajak Romeo si penjaga gerbang untuk makan bersamanya.


Singkat cerita,Renata pun sudah sampai di kafe miliknya,saat masuk ke dalamnya Renata di sambut dengan sangat baik oleh karyawan karyawannya.


" Selamat pagi,kak."


" Pagi juga."

__ADS_1


Panggilan semua karyawan kepadanya adalah Kakak.


Yang pertama kali Renata tanyakan kepada mereka adalah Lucy,karena biasanya Lucy selalu mwnyambutnya ketika Renata masih di luar kafe.


" Alodie,Lucy kemana?.Kenapa sepertinya kakak gak melihat dia."


" Sebenarnya,kak Lucy sudah tiga hari gak masuk kerja kak."


" Apa!,tiga hari?.Kamu tahu dia kenapa?."


" Waktu itu,dia bilang kalau dia gak enak badan."


Ucap Ica yang berada di belakang Renata,Renata memutar tubuhnya dan menghadap kepada Ica.


" Terus sekarang gimana kabarnya,apa dia baik baik aja?.Soalnya udah tiga hari ini dia gak ada chat,juga telepon."


" Mungkin dia sakit parah kak,soalnya dia juga gak kabarin kita."


Tambah Ica.


Renata merasa khawatir dengan Lucy,Renata pun kembali keluar dari kafe dan masuk ke dalam mobilnya.


Namun sebelum itu,Ica bertanya kepada kepada Renata.


" Kak,kakak mau kemana?."


" Aku harus pergi,nanti kalau masih ada waktu aku kesini lagi."


" Oh,iya kak.Hati hati kak."


Renata pun pergi dengan menggunakan mobilnya,dia sangat ngebut mengendarai mobilnya.Karena Renata begitu sangat khawatir kepada Lucy,apa lagi sudah tiga hari ini dia tidak dapat kabar darinya.Saat ini Renata sedang menuju rumah Lucy,dia ingin memastikan bagaimana keadaan sahabatnya itu,Renata harap Lucy baik baik saja,namun jika dia baik baik saja,kenapa dia tidak memberi kabar kepada Renata,itulah yang menjadi pikiran di benak Renata.


Renata tidak akan tenang jika belum mengetahui keadaan Lucy,meskipun dia tidak tahu dengan apa yang terjadi kepadanya,Rumah Lucy tidak begitu jauh dari kafenya,sehingga Renata juga tidak terlalu lama mengendarai mobilnya,apa lagi mengendarainya dengan kecepatan tinggi.


Renata memarkirkan mobilnya di halaman rumah Lucy,dan Renata keluar dari dalam mobilnya.Saat keluar dari mobilnya,Renata melihat motor yang Renata berikan kepada Lucy terparkir di halaman rumahnya.


" Motornya ada,kayaknya habis di pakai."


Renata berjalan menuju pintu awal dari rumah tersebut,dan mengetuk pintu rumah tersebut.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2