
-Ketika yang lain ada yang menemani,disitulah aku merasa hidup sendiri.
***
Di kamarnya Salah sedang adik memainkan hp,tapi tetap hatinya memikirkan Tenaga.
' Kenapa aku terus kepikiran sama Kak Rena ya?,apa dia baik baik saja?.Biasanya kalau kak Rena pergi,pasti dia kembali di waktu pagi atau sore.Tapi kok sekarang gak ada kembali juga,aku harus mencarinya ni.'
Salsa beranjak dari tempat tidurnya,dia pun mengambil tas slempangnya,dan mengambil kunci motornya.
" Kamu mau kenapa,Salsa?."
Tanya ibu saat melihat Salsa melintas di hadapannya.
" Ibu,ayah,Salsa izin mau main sama teman."
" Tapi kamu pulangnya jangan terlalu malam ya,ini usah jam 5 loh."
Ujar sang ayah.
" Yah,kalau Salsa gak pulang,berarti Salsa nginep di rumah teman.Ayah sama ibu gak perlu khawatirin Salah."
Kemudian Salsa mengecup kedua tangan orang tuanya,dan berlalu pergi dari sana.
" Alhamdulillah,aku bisa pergi juga."
Salsa memarkirkan motornya dan melajukannya.
" Sekarang,aku harus pergi ke tempat dimana terjadi kecelakaan tadi siang.Soalnya,aku lihat baju korban tadi sama kayak baju milik Kak Rena."
Salsa pun pergi menuju jalan tegar beriman,yang mana jalan itu tidak terlalu jauh dari rumahnya.
Saat sampai disana Salsa melihat mobil berwarna kuning yang sudah rusak parah.
" Itu kan mobil yang kecelakaan tadi,tapi Kak Rena pergi sama siapa ya?,dan kenapa dia bisa naik mobil itu?.Sebaiknya aku cari tahu sama orang orang yang ada disini."
Salsa menghampiri bapak bapak yang sedang menjaga warung di jalan pinggir jalan tersebut.
" Permisi pak,saya mau tanya.Korban kecelakaan tadi di bawa kenapa ya pak?."
Karena memang tadi Salsa tidak membaca beritanya sampai selesai.
" Di bawa ke Rumah Sakit Harapan Sehati dek,emang adek siapanya mereka?."
" Bukan siapa siapanya si pak,tapi korban itu ada perempuannya gak pak?.Soalnya kakak saya belum pulang dari kemarin,dan tadi pas saya lihat notif di HP salah satu korbannya ada yang mirip sama kakak saya,saya takut kalau itu beberan kakak saya."
" Kalau adek mau mastiin,pergi aja ke rumah sakitnya dek."
" Oh,,gitu ya pak.Terimakasih ya pak,maaf udah ganggu waktunya.Kalau begitu saya pergi dulu."
" Iya dek sama sama,enggak kok enggak mengganggu.Hati hati ya dek."
Salsa kembali menaiki motornya.
" Mari,pak."
__ADS_1
Salsa melajukan motornya menuju rumah sakit harapan sehati,dari jalan tegar beriman menuju rumah sakit hanya membutuhkan waktu lima menit saja.
Salsa kembali memarkirkan motornya di halaman rumah sakit,Salsa masuk ke dalam dan langsung menanyakan ruangan korban kecelakaan yang terjadi di jalan tegar beriman kepada resepsionis.
" Permisi Kak."
" Iya,apa ada yang bisa saya bantu dek?."
" Itu Kak,aku mau tanya dimana ruangan pasien korban kecelakaan tadi siang?."
" Oh,bentar ya biar saya periksa dulu."
Resepsionis itu mencari nama korban kecelakaan dan tangannya.
" Di ruangan,nomor 7,8 dan sembilan dek."
" Kalau begitu terimakasih ya,kak."
" Iya,sama sama."
Salsa mulai berjalan mencari ruangan nomor 7,8 dan 9.
" Kalau Kak Rena gak ada di salah satunya,berarti Kak Rena enggak jadi korban kecelakaan tadi siang.Bismillah,semoga kak Rena gak ada di salah satunya."
Salsa pelan pelan membuka pintu ruangan tujuh,dan masuk ke dalam tangannya.
Salsa mendekati orang yang sedang terbaring di atas belajar itu.
" Alhamdulillah,ini bukan Kak Rena."
Salsa kembali keluar dari ruangan nomor 7 itu,dan akan memasuki ruangan nomor 8.
" Maaf,adek ini siapa ya?."
" Maaf Kak,dengan lancangnya aku masuk ke dalam ruangan ini.Aku mau tanya sama kakak,apakah kakak salah satu dari korban kecelakaan tadi siang?."
Nindi dan ibunya saling berharapan
" Iya,memangnya kenapa,ya?."
" Apa kakak tahu,dua orang lainnya itu siapa ya namanya?."
" Memangnya,kamu ada urusan apa sama mereka nak?."
" Saya takut aja,kalau salah satu dari mereka ada kakak saya tante."
" Oh,,,guru ya,nama mereka Avril dan Renata."
Salsa sangat terkejut disaat mendengar nama Renata.
" Renata kakak bilang,ruangannya dimakan Kak?."
" Di ruangan nomor sembilan,dek."
Mata Salsa mulai berkaca kaca,dengan cepat Salsa berlari menuju ruangan Renata.
__ADS_1
" Ma,tolong mama lihat anak itu mau ngapain.Nindi takut dia apa apain Renata."
Mama Nindi langsung pergi menyusul Salsa yang pergi ke ruangan Tenaga.
Saat sudah masuk ke dalam ruangan,Salsa hanya diam menatung melihat kondisi kakaknya.
Mama Nindi hanya melihat Salsa dari dekat pintu.
" Kakak,kenapa ini terjadi sama kakak?.Kenapa kakak bisa terluka parah kayak goni Kak?."
Salsa menangis sambil memeluk tubuh Renata yang tidak berdaya itu,kemudian mama Nindi menghampirinya.
" Nak,yang sabar ya.Kamu gak boleh nangis,ini adalah cobaan untuk kakak kamu."
Salsa masih memeluk tubuh Renata.
' Pantas saja ibu mengkhawatirkan Kak Rena,ternyata Kak Rena adalah korban dari kecelakaan tadi,aku harus telepon ibu.Karena gak mungkin kalau aku tinggal disini.'
Salsa merogoh saku bajunya,merasa hpnya tidak ada Salsa memeriksanya kedalam tasnya.
' Kenapa,hpnya enggak ada.Hp aku kenapa ya?,ya allah.'
" Kamu nyari apa,nak?."
" Aku mencari hp tante,tapi kayaknya hp aku hilang."
" Kalau begitu,pakai saja hp tante."
" Percuma tante,aku hak hapal nomor ibu aku."
" Oh,,,iya,kalau begitu tante kembali ke ruangan anak tante dulu,ya."
" Iya,tante."
Salsa mengelus wajah kakaknya itu.
" Kenapa bisa kakak ikut sama mereka?,apa mereka teman teman kakak?.Kayaknya aku harus pulang dulu,aku harus beritahu ibu tentang kondisi kak Rena.Lagian hp aku kenapa ketinggalan segala si,padahal tadi aku bawa,ahh,,mungkin sudah tugas aku untuk kembali ke rumah.Tapi jika aku kembali,siapa yang akan menemani kakak disini,sebaiknya aku menginap aja kali ya disini."
Saat adzan isya sudah berkumandang,Salsa pergi ke mushola rumah sakit itu,disana dia menunaikan ibadah shalat isya.
Setelah selesai shalat,Salsa memanjatkan do'a untuk kesembuhan sang kakak.
" Ya allah,semoga kak Rena cepat di sembuhkan ya allah.Aku gak tega kalau lihat kak Rena kayak gini,dan kenapa kak Rena harus merasakan semua ini.Yang aku inginkan saat ini adalah kesembuhan kak Rena ya allah,aamiin."
Salsa kembali merapikan mukena yang telah dia pakai,dan kembali meletakkan di tempatnya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
***Bersambung.
dukung teroos ya teman teman,maksa banget niiii😁😁😁***