Kesuksesan Anak Ke 2

Kesuksesan Anak Ke 2
08.Bidadari kucing.


__ADS_3

_Menyembunyikan identitas kita dari orang yang belum kita kenal itu adalah hal yang bagus.


Renata bersandar ke pohon yang ada di belakangnya,dia masih bercanda canda dengan kucingnya itu.


' Jika disini sudah di buka untuk perkemahan,maka aku akan membawamu pulang Muy muy.Aku tidak ingin kamu di bawa oleh orang orang yang ada disini.'


Renata memeberikan hadiah baru untuk muy muy,yaitu bola berwarna kuning.


" Oh,,jadi kamu pemilik kucing itu?."


Tiba tiba suara itu terdengar dari arah belakang Renata,Muy muy yang panik akan suara itu pun meloncat ke pangkuan Renata disaat sedang bermain main dengan bola miliknya.Lalu Renata melihat orang yang sedang berdiri tepat di belakangnya.


" Boleh aku,duduk?."


" I iya silahkan."


Renata sangat gugup ketika menjawab orang itu,karena Renata takut orang itu akan macam macam kepadanya.Muy muy juga tidak turun dari pangkuan Renata,dia hanya melihat orang itu dari sana.


" Kamu kayaknya bukan salah satu anggota dari sekolah aku,ya?."


Tanya laki laki itu disaat melihat Renata.


" Memang bukan."


Singkat Renata.


" Kamu sendiri,disini?."


" Enggak,aku selalu sama dia."


Laki laki itu melirik Muy muy.


" Kucing kamu lucu ya,dia baik banget."


Renata sangat canggung untuk berbicara dengan laki laki tersebut,dia merasa laki laki itu telah menghancurkan suasana malam ini,yang awalnya Renata merasa tenang kini dia metasa tegang.


" Kok kamu kelihatan tegang gitu ya,kamu takut sama kedatangan aku?."


' Ya ampun,kenapa dia tahu kalau aku ini tegang.Tenang Rena,tenang.Berusahalah tenang di depannya.'


" E,,kata siapa,enggak kok,aku gak tegang."


" Udah ngaku aja,udah kelihatan kok dari muka kamu dan keringat yang ada di kening kamu itu."


Renata menyentuh keningnya itu,ternyata benar saja keningnya itu basah oleh keringat dingin.


" Kamu gak takut diem disini?,padahal ini agak hutan lho."


" Aku,udah biasa berdiam disini,dan juga aku nggak pernah di beri rasa takut di tempat ini."

__ADS_1


" Tapi,untuk apa kamu berdiam disini.Apa kamu gak punya rumah?,kalau disini kan banyak nyamuk dan mahluk mahluk lainnya yang mungkin gak bisa kelihat sama kamu."


' Ni orang kenapa kepo banget si,jadi kesel ladeninnya juga.'


" Emmm,,aku punya rumah,tapi aku lebih nyaman disini aja.Kalau soal mahluk yang nggak terlihat itu aku gak takut,karenakan mahluknya juga gak terlihat jadi buat apa takut."


Laki laki itu sedikit tertawa karena apa yang di katakan Renata.


" Iya si,ada benernya juga.Tapi gimana kalau mahluk itu memperlihatkan dirinya,apa kamu tetap takut?."


" Enggak,kalau dia nunjukin dirinya aku bakalan ajak dia aja buat nemenin aku.Tidak seperti anda yang datang tanpa di undang."


" Kamu,terganggu karena kedatangan aku?.Kalau begitu maaf aja karena udah ganggu waktunya."


' Bukannya pergi udah bilang gitu,masih aja diem disini,Aaarrrggg.'


" Aku boleh kenalan gak?,sama kamu,nama kamu siapa?.Kalau nama aku Artur."


Renata sebenarnya sudah malas bersama dengan laki laki itu,dan yang lebih membuatnya kesal dia tidak pergi dari sana ketika Renata sudah mengata ngatainya.


" Bidadari kucing."


Laki laki itu terlihat kebingungan,disaat mendengar jawaban dari Renata.


" Serius?,emang ada nama kayak gitu?."


" Kalau aneh rasanya,jangan di cobain."


" Barusan kan katanya rasanya aneh,gimana si."


" Oh ,,itu.Itu bukan,maksudnya nama kamu yang aneh.Masa nama kamu Bidadari kucing."


Kemudian laki laki itu melihat arloji di tangannya.


" Udah jam setengah sembilan,aku balik ke tenda dulu ya.Semoga kita bisa bertemu lagi."


Laki laki itupun pergi dari sana dan meninggalkan Renata disana.


" Akhirnya,,,Muy muy,besok kamu ikut aku pulang ya.Tapi kamu bakal aku titipin ke bu Maryam,karena jali di rumah aku takut kamu di sakiti,okeee."


***


" Lo,dari mana Tur,barusan di cari sama Pak Edi."


" Serius,terus sekarang Pak Edinya kemana?."


" Dah pergi lagi."


Artur duduk di sebelah temannya itu,dia hanya senyum senyum sendiri sambil melihat langit.

__ADS_1


" Lo,ngapain senyum senyum sendiri,takut gua lihatnya."


" Vin,tau gak,gue barusan ketemu sama bidadari kucing.Cantik banget dia."


Kevin temannya hanya mengerutkan alis,mencoba memahami apa yang di katakan Artur.


" Bidadari apa,si.Gak jelas lu ah."


" Pokoknya dia cantik banget,gigi gingsul dan senyumannya itu bikin hati meleleh."


Kevin pun menyiramkan air yang ada di dalam gelas tepat ke wajah Artur.


" Lo apa apaan si,kenapa siram gue."


" Mimpi kali lo,ketemu bidadari."


" Ehh,,,Vin dengerin ya.Gua kan barusan pergi kesana,terus gua ketemu sama seseorang,dia cantik banget men sumpah.Kalau lo lihat dia,lo pasti gak bisa lupain muka dan senyum manis dia,mana dia suka kucing lagi."


" Terus,nama dia siapa?."


" Gua gak tahu ya namanya siapa,cuman pas gua ajak kenalan dan tanya siapa nama dia,dia malah jawab bidadari kucing,yaudah deh gua juga panggil dia bidadari kucing."


" Udah ceritanya,halunya minta ampun."


Ternyata semenjak Artur bercerita,Kevin hanya menganggapnya bahwa itu hanyalah sebuah haluan Artur.


" Ahh,gak papa kalau lo gak percaya,yang penting gua bersyukur banget bisa di pertemukan sama dia."


" Yok,,ah tidur.Biar halu lu kebawa mimpi."


" Ahh,bener juga lo."


Kevin dan Artur pun masuk ke dalam tendanya,di dalam tenda Artur masih membayangkan wajah Renata yang cantik dia benar benar tidak bisa melupakannya.


' Selamat malam Bidadari kucing,semoga mimpi indah ya,dan yang paling gua harapin itu semoga kita bisa di pertemukan kembali,ya allah kabulkan do'a aku ya allah,dan semoga aja aku berjodoh sama dia.Aamiin,gua benar benar gak bisa lupain wajah lo Bidadari,love you.


Gua janji kalau nanti kita di pertemukan kembali,gua bakal langsung nembak lo.Semoga aja lo gak nolak ya,pasti mama dan papa seneng kali dapat menantu cantik banget.Ahhhmmmm,sekarang dia lagi ngapain ya,apa dia udah pulang ke rumahnya,kalau enggak dia tidur dimana ya.Tapi gak papa deh mau dia pulang atau enggak,yang penting dia selalu ada di dalam lindungan allah subhanahu wata'ala.Aamiin,lebih baik sekarang gua tidur dan semoga aja besok gua bisa ketemu lagi sama dia,bismilliahirrahmanirrahim bismika allahumma ahya wabismika aamuut.'.


Artur pun memejamkan matanya,hari ini adalah hari keberuntungan Artur karena dia telah bertemu dengan Renata si Bidadari kucing.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2